ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Biodata Calon Bodyguard


__ADS_3

"Ada yang mencari Tuan?


"Siapa...?" Reno menautkan kedua alisnya


"Seorang pria tampan, berkumis tipis." ucap Rika tersenyum sumringah. Entah apa yang terjadi pada sekertaris baru Reno, ia terlihat mengagumi sosok Pria berkumis tipis itu.


"Suruh dia masuk..."


"Baik Tuan!" Rika berjalan keluar ruangan.


Sekertaris Rika datang bersama seorang pria tampan, berpostur tubuh tinggi, tegap dan berisi.


"Ini Tuan, pria yang mencari anda."


"Silakan duduk!"


Reno masih menyelesaikan beberapa tugasnya didepan laptop. Pria itu duduk dengan tenang di sofa, seraya matanya menjelajahi setiap isi ruangan Reno. Foto keluarga harmonis CEO Reno, menggantung di dinding dekat pintu masuk. Terlihat kelurga yang harmonis dan bahagia, beranggotakan lima orang. Reno dan Delena diapit Vano dan Vana. Sementara Zidan yang masih berusia satu tahun dalam gendongan Reno. Pria itu tersenyum saat mata birunya menatap wajah cantik Vana.


Pintu ruangan terbuka, Rika datang kembali dengan membawa dua cangkir kopi hitam dan cemilan di atas meja.


"Silakan di minum, Mas!"


"Iya, terimakasih Mba!"


Hampir satu jam Reno menyelesaikan tugasnya, tanpa merasa bersalah ada seseorang yang sejak tadi menunggunya dengan gelisah. Reno menutup laptop dan berjalan kearah sofa. Dengan hormat pria itu berdiri yang membungkuk, lalu berjabat tangan dengan Presdir tampan dan gagah meski sudah berusia 45 tahun itu.


"Anda ada perlu apa mencari saya."


"Maaf tuan, saya ingin melamar menjadi Bodyguard untuk anak tuan. Dan ini biodata pribadi saya." pria itu menyodorkan satu map coklat kedepan Reno duduk.


Reno menelisik intens wajah pria tampan di depannya "Sepertinya wajah anda sudah tidak asing lagi. Apa Kita pernah bertemu?" tanya Reno penuh selidik


"Mungkin!"


Reno yang sedang melihat data Pria itu, mengangkat wajahnya "Mungkin??" alisnya mengeryit dan menatap tajam bola mata pria itu. Pria itu seperti tidak ada rasa takut berhadapan langsung dengan julukan manusia Macan Asia. Bnyak orang ingin menghindari dan tak ingin berurusan dengan Pria dingin itu, Namun berbeda pada Pria berkumis tipis ini. ia berani balas menatap dengan senyuman menawan.


Mata Reno membulat sempurna "Kau...?" bukankah kau yang menyelamatkan anakku di Mall..?"


Pria itu semakin melebarkan senyumnya "Benar tuan! dan saya akan melindunginya dengan segenap jiwa raga." ucapnya tegas dan penuh percaya diri.


"Kau yakin?!


"Tentu saja Tuan. Sebelum saya menginjakkan kaki saya ke gedung ini, sudah saya pertimbangkan baik dan buruknya, tapi hati saya berkeyakinan untuk menjaga anak Tuan.'


Reno mengalihkan pandangannya dan tertuju pada map coklat yang dia pegang. "Kau berusia 22 tahun. dan seorang mahasiswa di sebuah universitas Oxford." Reno menganggukkan kepalanya. "Ini piagam apa?" tanya Reno mengangkat tiga piagam yang sudah di laminating, tanpa ingin membacanya satu persatu.

__ADS_1


"Itu piagam kejuaraan taekwondo tingkat nasional, kejuaraan karate dan juga kejuaraan program IT internasional yang diadakan tingkat mahasiswa di Sidney."


Reno tersenyum samar, sepertinya apa yang di cari sudah ia dapatkan. Apalagi setelah tahu pria itu cerdas. Bukan saja memiliki ilmu bela diri taekwondo dan silat saja, Namun, dia bisa menjaga diri dan menjadi seorang pelindung untuk anaknya, walau Reno tidak meragukan kemampuan Putri nya Zevano Alea Mahesa, juga memiliki ilmu bela diri yang sudah ia pelajari sejak usia enam tahun. Namun, Zevana tetep lah seorang gadis yang masih ia anggap kecil, dan membutuhkan perlindungan seorang bodyguard.


"Ternyata kau keluaran terbaik di Universitas Oxford, yang dikenal sebagai universitas tertua di dunia."


"Benar Tuan, dan baru dua bulan saya pulang kembali ke negara ini. Selepas SMA saya di kirim orangtua saya sekolah di Inggris. Setelah lulus kuliah saya berniat menetap disini."


"Siapa nama mu? Ahh.. hampir saja saya lupa menanyakan nama mu?"


"Nathan Anderson."


"Kau blasteran?"


"Ya, Mommy ku asli orang pribumi, Daddy ku Asli Amerika."


Reno manggut-manggut masih terus menatap lembaran kertas ditangannya "Kau dulu mempelajari ilmu bela diri taekwondo dan silat saat masih duduk di bangku sekolah, terlihat dari tahun piagam mu. Apa kau masih mengingat gerakan itu? andai aku memilih mu apakah mungkin anakku akan aman berada di sisimu?"


Nathan tersenyum misterius "Selama kuliah saya tinggal di San Fransisco. Disana ada sebuah pelatihan Seni Bela Diri Bersejarah Eropa atau Historical European martial arts (HEMA) mengacu pada seni bela diri asal Eropa, yaitu anggar clasik. Bahkan saya pernah ikut pertandingan pacuan kuda di Royal Ascot. Royal Ascot dihadiri oleh keluarga kerajaan Inggris dan kaum bangsawan lainnya, serta masyarakat umum yang di adakan setahun sekali, sebagai pacuan berkuda paling bergensi disana. jadi...? Dengan gaya coll dan wajah berbinar, Nathan bertanya penuh percaya diri "Apakah tuan masih meragukan kemampuan saya, untuk menjadi bodyguard putri tuan?"


Reno masih terdiam, otaknya sedang bekerja keras. ia tak mau mengambil langkah salah untuk putri kesayangannya. Reno sempat berfikir, kenapa pria di depannya sama persis seperti kedua anaknya pelajari, ilmu bela diri taekwondo dan silat juga Vano dan Vana pelajari, anggar sama persis yang ia ajarkan pada kedua anak kembarnya, dengan mendatangkan gurunya langsung ke rumah. Pacuan kuda setiap minggunya Ia dan kedua anaknya kembarnya banyak menghabiskan waktu bersama di belakang mansion. Area khusus untuk pacuan berkuda. Reno bertanya dalam hatinya, "Apakah ini suatu kebetulan?


"Ehem! maaf Tuan, boleh saya meminum kopi ini? sepertinya sudah dingin."


Sekali lagi Nathan melebarkan senyumnya "Terima kasih, tuan." dan meyerumput kopi dengan cepat, sebab sudah dingin.


"Satu lagi pertanyaan saya?" Darimana kau bisa menjinakkan bom yang menurut orang-orang kepercayaan ku, itu di rakit khusus dan belum ada pembuatan nya disini."


Wajah Nathan berubah merah, ada sesuatu yang ia sembunyikan, Namun tidak ada kecurigaan dari raut wajahnya yang sangat tampan dengan rahang tegas dan bola mata birunya. "Tentu saja saya mempelajari semua rakitan bom dan meneliti beberapa Bom buatan di Eropa. Saya sangat paham dengan rakitan yang berada di tubuh Putri Tuan."


Reno tercengang dan seperti dapat informasi lengkap tentang bom itu. "Jadi kau mengetahui jenis bom itu?"


Nathan mengangguk cepat.


"Bagus, kita bisa meneliti kembali jenis bom rakitan itu, sudah pasti itu bom buatan luar dan aku harus tahu pelaku sebenarnya."


Pria tampan berwajah blesteran itu sangat santai menanggapi ucapan Reno. yang terpenting baginya, Reno percaya padanya dan ia bisa bebas berdekatan dengan gadis cantik yang ia kagumi 0ppsejak dulu.


"Baiklah, akan saya bicarakan dulu pada istri saya besok. keputusan akan saya kabari."


"Oke Tuan, terima kasih banyak. Saya tunggu kabar dari Tuan." Nathan berdiri dan berjabat tangan Reno. Ia berpamitan dan meninggalkan ruangan Reno.


Nathan berjalan dengan langkah ringan kearah pintu lift.


"Mas tampan....!"

__ADS_1


Nathan berhenti dan menoleh ke belakang. Ia melihat sekertaris Rika berjalan mendekat dan memberikan sebuah lipatan kertas padanya.


"Kertas apa ini?!' Nathan menautkan kedua alisnya.


Rika tersenyum genit dengan sorot mata nakal "Kau buka saja nanti, semoga kita berjumpa lagi." Rika melambaikan tangannya saat Nathan melangkah pergi tanpa peduli tatapan liarnya.


"Dasar wanita aneh! Nathan membuka lipatan kertas dan membaca isinya. "Ayo kita berkencan dimana kau mau. Hubungi aku malam ini ke nomor 0812xxxx. Nathan mengepalkan kertas itu menjadi bulatan dan membuangnya ke tong sampah.


Mobil sport hitam milik Nathan berjalan dengan kecepatan normal, meninggalkan gedung perkantoran "Mahesa Group" suara dering ponsel menjerit-jerit, membuat pemilik mata biru itu kesal. Ia menoleh disamping persneling, dimana ponselnya terus berdering.


"Matthew! mau apa lagi dia!" desis nya kesal.


Tangan kiri Nathan mengambil ponsel dan menerima panggilan Vidio call itu dengan tidak sabar.


"Hay.......


"NATHAN BERENGSEK!! teriaknya menampilkan wajah sangar di depan layar telepon. "Kau sudah menggagalkan rencana ku dengan menjinakkan BOM itu!!"


"HAHAHAHA.... suara bahakan Nathan sangat menakutkan. "MAMPUS KAU!!" Jangan coba berani menyentuh wanita ku! akulah orang pertama yang akan melawan mu!" ancam Nathan dengan seringai licik di wajahnya.


"B4NGS4T KAU! CARI MATIII.....!!" Pria di layar itu terus memaki "ADIK SIALAN...AWAS KAU, AKAN KU HABISI NANTI!!!"


"LAKUKAN SEPERTI YANG KAU INGINKAN! JANGAN JADI PENGECUT DENGAN DIBAWAH KENDALI PAMAN!!"


HAHAHAHA......


"KLIK!"


Pria bernama Matthew itu memutuskan telponnya sepihak.


Nathan menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskannya kasar. Mobil sport masuk kedalam apartemen elit bilangan Casa Blanca Jakarta.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


Terus dukung Bunda dengan cara...


๐Ÿ’œlike


๐Ÿ’œvote


๐Ÿ’œgift


๐Ÿ’œkomen


@Bersambung.... BESTie...๐Ÿค—๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2