
Sementara Vano yang mengintip dari celah pintu, bernafas lega. Permasalahan dan kesalahpahaman kedua orang tuanya telah berakhir. Kini ia baru menyadari betapa Ayahnya begitu besar cintanya pada ibunya. Bahkan Ayahnya bisa melakukan hal bodoh di depan banyak orang terutama di depan Dokter dan suster, di rumah sakit miliknya sendiri.
"Daddy... jangan pernah melakukan hal bodoh itu lagi, sebesar apapun cinta Daddy pada Mommy. Apa kau tidak malu dengan julukan Macan Asia." Vano gelengkan kepala seraya pergi meninggalkan tempat itu.
Reno masih terus menemani istrinya, rasa rindu setelah berpisah selama dua minggu karena ke egoisan dan kesalahan pahaman diantara mereka berdua, telah membuat mereka menyadari kalau semakin jauh rasa cinta dan sayang itu semakin dalam. Perpisahan dua minggu terasa seabad bagi mereka berdua. Reno tak henti-hentinya menciumi istrinya. Kini di usia kandungan Delena yang menginjak tiga bulan, Ia tidak merasakan mual lagi bila berada di dekat suaminya. Bahkan aroma maskulin yang biasa Reno pakai menjadi kerinduan tersendiri buat Delena.
"Yank, ko tumben nggak muntah-muntah lagi, biasanya selalu menjauh bila Mas peluk."
"Itukan saat kandungan ku di awal Mas. sekarang aku sudah tidak merasakan mual-mual lagi di usia tiga bulan." Delena tersenyum puas.
"Berarti anakku sudah berdamai dengan Daddy nya." Reno terkekeh.
Terdengar bunyi ponsel berdering dari saku celana Reno, ia merogoh nya dan menerima panggilan telpon itu.
"Hallo kak!
"Ada apa frans?!
"Kak Reno lagi berada di mana? setengah jam lagi acara meeting akan segera dimulai."
Reno menghela nafas dalam "Aku lupa memberitahumu frans! hari ini aku tidak bisa menghadiri meeting karena sedang berada di rumah sakit."
"Siapa yang sakit Kak!"
"Istriku! semalam Delena mengalami pendarahan."
"Apa! Kak Dena mengalami pendarahan? terdengar suara terkejut dari ujung telepon "lalu bagaimana kondisinya sekarang?
"Alhamdulillah dalam keadaan baik, aku baru mengetahui kalau Delena sedang mengandung anakku!"
Syukurlah kalau kandungannya baik-baik saja. Dan kakak sudah mengetahui keadaan Kak Dena yang sebenarnya."
"Pintar sekali kau menutupi dari Ku!
"Maaf Kak, itu bukan mau ku tapi Kak Dena yang melarangku untuk bicara."
"Ya sudah, kau urus saja pertemuan meeting itu dengan rekan bisnis Kita. Untuk beberapa hari kedepan aku tidak masuk kantor dulu."
"Lalu bagaimana pertemuan dengan tuan Haruka dari Jepang. Siang ini kita akan membahas di Hotel horizon."
"Tolong kau yang handle semuanya, aku tidak akan meninggalkan istriku dalam keadaan seperti ini."
"Baiklah kak! aku akan mencoba menghandle pertemuan dengan para investor."
"Terima kasih frans!
"Mas, kalau kau sedang ada pertemuan dengan Cliant, berangkatlah ke kantor. Aku sudah tidak apa-apa, ada Vano yang menjaga aku di sini."
"Tidak sayang, Mas tidak akan tenang bila meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini. Ada Frans yang bisa menangani masalah perusahaan. Kau tidak perlu khawatir, Mas akan menjagamu sampai pulih."
Delena menyibak selimut, dengan perlahan ia turun ke lantai.
"Yank, kau mau kemana?!
"Ke toilet, ingin pipis!"
__ADS_1
"Jangan jalan sendiri, ingat kau sedang sakit. Mas nggak ingin kau dan anak kita kenapa-napa."
"Astaga, suamiku semakin posesif." gumamnya pelan.
Reno mengangkat tubuh istrinya dan berjalan kearah toilet, satu tangan Delena membawa cairan infusan yang masih menempel ditangannya.
"Mas sudah tunggu di depan pintu saja, aku bisa sendiri."
"Yakin kamu bisa sendiri, jangan terlalu dipaksakan, Mas tidak ingin perutmu sakit lagi."
"Tidak mas, kan cuma pipis ajah, aku bisa sendiri! Delena masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu.
Lima menit kemudian, Delena keluar dari kamar mandi, Reno yang setia menunggu di depan pintu mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keatas ranjang. kini, Reno benar-benar menjadi suami siaga yang siap mengurusi istrinya.
JGLEK
"Mom, Dad! suara Vano sudah di depan pintu.
"Sayang, masuk lah."
Vano berjalan mendekat ke sisi ranjang.
"Van, kau pulang saja bersama supir. kasihan Vana tidak ada yang menemani. Karena menemani Daddy dan Mommy, kau tidak masuk sekolah."
"Aku sudah menghubungi Vana dan meminta izin pada ibu wali kelas. Dad and Mom tidak apa-apa vano tinggalkan."
"Hey! kau pikir Daddy tidak bisa menjaga Mommy mu, pulanglah, suruh Pak Yanto bawakan beberapa helai baju Daddy dan Mommy, Daddy disini sampai Mommy sembuh total."
"Oke Dad! Vano pulang dulu." Vano mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Oke Mom!"
****
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Frans baru saja selesai mengadakan meeting dengan beberapa Cliant. Sementara Tuan Haruka membatalkan pertemuan nya, ia ingin berhubungan langsung dengan Reno sang pemilik perusahaan.
"Anita, tolong kau salin semua laporan yang tadi kita bahas di ruangan Meeting."
"Baik Tuan!
"Ini sudah jam delapan lewat, laporannya kau buat besok pagi saja, perhatikan jangan ada yang tercecer dan terlewati pembahasan tadi, saya akan memberikan laporannya pada Presdir."
"Baik Tuan! Anita yang berdiri dua meter di depan Frans berjalan mendekati dengan penampilan seksinya dan belahan dada yang sengaja ia buka kancingnya. Frans tidak menyadari kelicikan sekertaris nya. Saat kakinya ingin melangkah pergi, tiba-tiba Anita menabrakkan tubuhnya ke bahu Frans.
BUG!!
Dengan spontan Frans meriah pinggang Anita agar tidak terjatuh ke lantai. Anita menarik baju kemeja frans hingga beberapa kancing terlepas, terlihat dada bidang nya yang kekar membuat Anita menelan salivanya.
Ceklek.. Ceklek.. Ceklek...
Tanpa mereka sadari, seseorang telah mengabadikan momen yang terlihat mesra itu, Foto-foto Frans dan Anita sudah tersimpan di galerinya.
Reflek Anita memeluk tubuh kekar itu dan bersandar di dadanya. Aroma maskulin membuat Anita semakin jatuh cinta dan tidak ingin melepaskan pelukannya. Sebenarnya Anita sudah lama tergila-gila pada sosok Frans yang cool dan tampan. Sejak dulu Anita selalu memperhatikan Frans dan membawakan kopi hitam tiap pagi, namun sayang Frans tidak sedikitpun menoleh padanya, kecuali berbicara untuk urusan pekerjaan. Kini seperti sebuah kesempatan bagi Anita tanpa ada sang CEO yang notabene kakak iparnya. Anita sengaja membuat kesempatan, ia tahu kalau Frans sudah beristri dan sangat di segani seluruh karyawan dan cliant di perusahaannya, Sebenarnya Frans juga memiliki sifat tegas dan mandiri seperti Reno.
"Lepaskan Anita! apa yang kau lakukan! Frans mendorong tubuh Anita.
__ADS_1
"Ma-maafkan saya Tuan, tadi saya hampir jatuh dan tak sengaja menarik kemeja tuan. Sekali lagi ma'afkan saya." Anita melangkah mundur dan membungkuk, melihat aura amarah disorot matanya yang tajam.
"Jangan pernah melakukan hal itu lagi! Mengerti!" bentak Frans.
"I-ya Tuan, saya tak sengaja."
Frans dengan cepat melangkah kan kakinya menuju pintu lift.
"Ahh,,, tuan Frans, kau begitu menggoda. Aku siap menjadi selingkuhan mu. Aku pastikan kau akan aku dapatkan, dan menjadi jinak!" umbar Anita tersenyum nakal "Bahkan aroma tubuhmu, membuatku candu dan ingin memiliki mu seutuhnya." Anita tergelak.
__________
Mobil frans sudah terparkir di depan teras. ia keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah. jam sudah menunjukkan pukul sepuluh kurang lima belas menit. Rumah tampak sepi, tidak ada suara cempreng Calista yang berteriak memanggil nya setiap pulang dari kantor.
JGLEK
"Sayang..." Frans mengedarkan pandangannya, namun tidak melihat sosok istrinya yang biasa menyambut kepulangan nya. Frans duduk di sofa melepaskan kaos kaki dan sepatu kulitnya.
Frans menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, ia masih mengingat kejadian tadi, dan tak percaya dengan sikap Anita sekertaris yang sudah tujuh tahun bekerja di perusahaan 'Mahesa group'
"Mas! suara lembut fanny telah membuyarkan lamunannya. Frans menoleh dan tersenyum pada istrinya seraya beranjak dari duduknya.
"Sayang, kau darimana saja." menarik pinggang istrinya dan mencium kening nya.
"Mas! kenapa wangi tubuhmu tak seperti biasanya." Fanny mengendus-endus ke tubuh suaminya. Kedua matanya melebar saat dua kancing kemejanya terlepas.
Wajah frans memerah, ia terlihat gugup dan gusar, bingung harus menjelaskannya dari mana. "Kalau aku berterus terang pada fanny, akan kah ia percaya? tidak! tadi hanya ketidaksengajaan dan aku tidak melakukan apapun. Aku tidak ingin fanny berfikiran yang tidak-tidak." gumamnya dalam hati.
"Mas! kenapa diam?! kenapa bau tubuhmu berbeda dan kancing ini! dengan kasar Fanny melepaskan tangannya, mendorong tubuh suaminya.
"Sayang..." menarik tangan istrinya "Kau jangan berfikir macam-macam dulu, biar aku jelaskan."
"Lepaskan dulu semua pakaian mu, membuat aku ingin muntah dengan wangi ditubuh mu!"
Frans menurut dan patuh keinginan istrinya yang mulai marah. Biasanya selalu fanny yang membukakan jas dan kemeja suaminya. Namun, aroma parfum Anita masih melekat kuat di kemejanya.
"Cepat mandi! aku tidak ingin aroma itu masih melekat ditubuh mu! sindir fanny dengan kedua tangan dilipat.
Frans yang tak ingin ribut dengan istrinya, berjalan ke kamar mandi. Setengah jam kemudian ia sudah selesai mandi dengan kimono melekat ditubuhnya. Frans tidak menemukan sosok istrinya di dalam kamar.
"Anita! kau sudah membuat masalah dalam hidupku! kalau sampai istriku berfikir yang tidak-tidak dan membuat rumah tangga ku berantakan, kau orang pertama yang akan aku hadapi! gumam frans kesal.
Ia berjalan keluar kamar mencari fanny yang sudah terbakar api cemburu.
๐๐๐
@Ada konflik sedikit di rumah tangga Frans dan Fanny yang terlihat harmonis. Biar tidak monoton ceritanya dan readers bisa terus menikmati cerita yang Bunda suguhkan ๐
@Yuk terus dukung Bunda dengan cara...
๐Like
๐Vote
๐Gift
__ADS_1
๐Komen