
Untuk para readers bersabar ya, ini kisahnya lagi menuju seoson 3, kisah Reno dan Delena tetap masih ada karena masih bersangkutan dengan kedua anak kembar nya. Masih kisah si kembar yang remaja, baru nanti menuju dewasa, menceritakan percintaan mereka, di tambah action yang semakin seru... nanti di selipkan kisah keromantisan Frans, Fanny, Tommy, Siska, Davina dan Robert. akan Author bahas disini
❤️❤️❤️❤️
"Iya aku pun sangat menyayangi keponakan ku yang imut dan menggemaskan, tapi aku ingin...
"Sssttttt..." menaruh telunjuk di bibir Delena. "Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Masa sulit dan ketakutan ku saat kau koma, membuatku depresi dan hampir gila. Aku mohon sayang, jangan pinta yang satu itu." Reno mendekap tubuh istrinya semakin erat. Delena merasakan kehangatan pelukan suaminya. ia hanya bisa menghela nafas panjang. Hingga keduanya tertidur lelap.
Pesawat sudah lepas landas. Meninggalkan Bandar Udara Istanbul Atatürk, Turki. Pulang pergi dari Turki ke Indonesia menempuh penerbangan 12 jam.
Mobil sudah terparkir di bandara. Reno, Delena dan si kembar masuk kedalam mobil menuju mansion. Dua jam kemudian mobil mereka sudah sampai di depan teras.
"Mas anak-anak tertidur pulas."
"Tidak usah di bangunkan, Vana biar Mas yang gendong, baru setelah itu Vano."
Reno turun dari pintu depan dan mulai mengangkat Vana yang tertidur di jok belakang Setelah berada didalam mansion, beberapa pelayan membawa berbagai oleh-oleh dari Turki. Tas dorong yang berisi pakaian sudah di keluarkan dari dalam bagasi mobil.
Setelah Reno menidurkan kedua anak kembarnya kedalam kamar, ia bersama istrinya menuju kamar dilantai dua.
"Yank.. Mas mau mandi dulu."
"Biar aku siapkan airnya."
Menarik pinggang istrinya dalam pelukan "Kau mandikan Mas ya."
'Aku lelah Mas, bisakan mandi sendiri? ucapnya lembut.
Menghela nafas dalam "Baiklah, nanti malam jangan menolak."
"Hu'um.." Delena mengangguk, ia berjalan ke kamar mandi untuk menyalakan air hangat di bathtub.
Malamnya mereka berempat menikmati makan malam bersama.
"Mas, aku tidak enak sama kak Davin, bukankah dia menyuruh kita ke Bali."
"Wah ke Bali? Mommy aku kangen sama Chika, boleh ya kita ke rumah Dede Chika."
"Tanya sama Daddy." menunjuk suaminya dengan dagu "kalau Mommy sih oke, oke ajah, tapikan keputusan ada ditangan Daddy" ujar Delena seraya memasukkan suapan kedalam mulutnya.
"Apa hari libur sekolah masih lama? bukankah Vano dan Vana mulai masuk SMP?
"Masih tersisa sepuluh hari lagi, untuk liburan masuk ke SMP."
"Baiklah lusa kita liburan ke Bali."
"Horee.... Vana berlonjak senang."
"Vana habiskan dulu makanya." tegur Reno seraya mengambil air minum di depannya.
"Vano tidak mau ikut Dad!
__ADS_1
"Why...?
"Vano kangen sama Oma, kasihan Oma di rumah besar sendiri."
"Vano ingin menginap di rumah Oma? tanya Delena.
"Iya Mom! Oma sudah tua, pasti butuh teman untuk ngobrol."
"kenapa Oma tidak tinggal sama kita lagi Mom? Vana kasihan, dari kecil kami berdua Oma yang asuh."
"Oma hanya ingin mengurus rumah peninggalan Opa, rumah besar itu sayang kalau tidak di tempati, setiap akhir pekan kita selalu menginap dirumah Oma kan?
"Vano, kau tidak ingin ikut ke Bali? tanya Reno lagi meyakinkan dirinya.
"Tidak Dad! vano tinggal dirumah Oma selama Mommy, Daddy dan Vana pergi."
"Baiklah, kau jaga Oma." imbuh Reno. menyudahi makan malamnya, Kini mereka berempat berada di ruangan keluarga menonton TV bersama.
"@@@@
Disebuah rumah besar. Sebuah mobil sedan putih, sudah terparkir sempurna di depan teras.
"Hallo... Calista!
"Ayah...." Seorang gadis berusia tujuh tahun berlari mendekat, melihat Ayahnya sudah berada diambang pintu. Pria itu merentangkan kedua tangannya saat gadis cantik itu berlari kedalam pelukannya. Menggendong anak kesayangannya.
"Dimana Bunda? tanya frans seraya mencium pipi gembul anak nya.
"Bunda ada di kamar."
"Itu! menunjuk sebuah buku dan pensil warna di lantai "Lagi menggambar kucing."
"Anak Ayah sudah pintar." menurunkan Calista dan mengikuti langkahnya menuju ruangan Tv.
"Ini bagus kan yah?! memperlihatkan sebuah gambar kucing lucu, tentu saja tidak mirip.
"Wah, bagus sekali, anak Ayah sangat pintar." Frans memuji, seraya mengacak rambut anaknya "Sebentar, Ayah temuin Bunda dulu ya."
"Iya Ayah, nanti temenin Calista mewarnai kucing ini."
"Iya sayang." menciumi kening anaknya.
"Kreekk....
Frans masuk kedalam kamar, mengedarkan pandangannya. menutup pintu dan berjalan kearah jendela.
"Sayang...., memeluk pinggang istrinya dari belakang, menaruh dagunya di bahu. "Cup! mencium lembut pipi fanny.
"Kau sudah pulang Mas."
"Gimana hasilnya, positif kah?
__ADS_1
Fanny menggeleng pelan, seraya memperlihatkan testpack garis satu ditangannya. "Sayang..."
membalikkan tubuh istrinya. "Jangan bersedih ya, kita bisa mencoba lagi." menatap nanar wajah fanny yang sudah meneteskan airmata.
"Kenapa menangis?!
"Mas...., Fanny memeluk erat pinggang Frans. "Aku menginginkan ada kehidupan lagi di rahimku. Setelah aku melepas KB diusia Calista tiga tahun, aku berharap hamil lagi. Tapi, empat tahun aku menunggu hasilnya selalu nihil. kau kau bukan? untuk mendapatkan Calista saja sangat lama menunggu, setahun lebih aku belum juga hamil, dan akhirnya perjuangan kita berhasil."
Mengusap lembut kepala Fanny "Kau jangan putus asa ya? kita akan terus berusaha, dan jangan merasa terbebani, ada Calista buah cinta kita." imbuh frans memberi pengertian.
Fanny mengurai pelukannya. Dengan penuh kasih sayang frans mengusap airmata istrinya. "Jangan pernah bersedih lagi, masih ada harapan buat kita memberikan Calista seorang Adik."
"Tapi aku takut tidak bisa memberikan mu anak laki-laki, Mas, dan kau akan pergi dariku!
"Haiii... Perkataan apa itu? menyoroti lekat mata fanny. "Anak laki-laki atau perempuan sama saja sayang. jangan pernah berfikir kalau aku akan pergi meninggalkan mu, hanya karena kau tidak memiliki seorang anak laki-laki. ingat ada Calista buah cinta kita, kalau Tuhan belum memberikan Kita seorang anak lagi, bersabar lah." mencium lembut kening istrinya "Aku sangat mencintaimu mu seumur hidupku. Tidak ada satupun wanita dalam hidupku, kecuali kau dan Calista.
Frans mengusap lembut bibir fanny dengan jari telunjuk, menarik dagunya dan mencium lembut bibir istrinya. Semakin lama semakin dalam ciuman itu bermain, lum*tan yang frans berikan adalah sentuhan yang memporak porandakan jantung fanny, begitu lembut dan hangat hingga merespon semua aliran syarat di tubuhnya. Menjedah sebentar lum*tan itu, menatap lembut wajah istrinya penuh cinta. Frans tahu kalau sudah seperti ini, mereka berdua pasti menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Frans melepaskan jas yang melekat ditubuhnya, melempar asal keatas sofa. Mengangkat tubuh istrinya keatas ranjang. menciumi ceruk leher fanny disertai gigitan kecil. Ada sensasi geli yang fanny rasakan, sebab kumis tipis itu langsung menyentuh kulitnya. Suara des*han lembut fanny, membuat Frans terus berg*irah, dan memainkan lidahnya, hingga...
"JEDAR.....
Pintu terbuka lebar.
"Ayah...Bunda...., Calista sudah selesai mewarnai kucing." berlari mendekat ke sisi ranjang.
Kekagetan mereka langsung menyudahi permainan itu, fanny melototi wajah frans.
"Astaga, aku lupa mengunci pintu. Nanti malam kita lanjutkan lagi." bisiknya, tersenyum menggoda.
"Bunda apakah sedang sakit, yah?! mata bulat itu mengarah pada Fanny dan Frans.
Fanny merubah posisinya, ia sudah duduk tegak. "Bunda tidak sakit, sayang.."
"Calista, lain kali kalau mau masuk kamar, ketuk pintu dulu ya." tegur sang Ayah lembut.
"Habis ayah lama, katanya mau bantu mewarnai kucing Lista." Mengerucutkan bibirnya, tanda merajuk dengan sang Ayah.
Frans tertegelak, mengangkat tubuh anak gadisnya, seraya memangku dikedua pahanya. "Maafin Ayah ya, tadi Ayah lagi ngobrol sama Bunda, nanti Ayah bantuin mewarnai" menciumi pipinya Karena gemes.
Calista mengelap bekas ciuman Ayahnya, menggunakan tangan kecilnya.
"Kenapa di lap? proses Frans.
"Abis kumis Ayah bikin gatel." ucapnya tanpa basa-basi, dengan mimik muka menggemaskan, Fanny dan Frans terkekeh geli.
🌺
🌺
🌺
@Bersambung......
__ADS_1
Mampir ke Karya author yuk "TUAN JENDERAL CINTAI AKU"