
Di Mansion
Delena berjalan kearah dapur yang berada agak jauh dari ruangan tamu, saat ia kembali, matanya di kejutkan oleh pemandangan yang menakutkan, Devano merangkak menaiki anak tangga, yang sudah berada di tangga ke tujuh.
"Devano ya Allah,, tenang,, tenang Dena, jangan panik, kalau kau mengagetkan nya, ia akan jatuh dari tangga" gumam delena menenang kan dirinya sendiri, Delena berjalan perlahan menaiki anak tangga satu persatu dengan perasaan was-was, keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya, saat sudah mendekat,
"Devano jangan bandel, ayo sini tante gendong, gak boleh naik tangga lagi ya" bujuk Delena
Delena berhasil menangkap Devano, Devano malah tertawa lebar, ia begitu panik, saat ingin melangkahkan kakinya, Delena melewati satu anak tangga didepan nya, dan ia langsung terjatuh terguling bersama Devano.
"Aaaaaggggkkkhhh,,,
Suara teriakan Delena menggemparkan isi Mansion.
Semua orang yang berada di Mansion berlarian masuk ke dalam ruang tamu, sementara Reno yang berada di ruangan kerjanya di lantai dua langsung keluar dan kaget mendengar teriakkan Delena, helena yang berada dalam kamar selesai mandi dia langsung keluar dan berlari menuju ruangan tamu
"Delena! teriak Herlina dan berlari kearah Delena jatuh, ia mengambil Devano dalam gendongan Delena yang masih terjatuh di lantai.
Tangisan Devano begitu kejer, membuat helena panik, ia terus menenangkan cucunya.
"Delena! apa yang terjadi,,? Reno berlari menuruni anak tangga "Ya Allah Delena, kenapa kau selalu mendapat musibah" Reno lngsung mengangkat tubuh istrinya dan menaruh di sofa yang berada di ruangan tamu..
"Huekkk,,, huekkk,, tiba-tiba Delena memuntah kan cairan bening.
"Aaagggghhhhkkk,,, kepalaku pusing" Delena memegangi kepalanya yang terasa pusing
"Sabar sayang,,, sebelah mana yang sakit?! Reno berusaha memberikan keterangan pada Delena.
"Cepat panggil Dokter paris! teriak Reno pada para pelayan nya.
"Hueekk,, hueekk,,
"Aku gak kuat, kepala ku terasa berat" huekkk,,
"Delena,, Delena,,, Delena,,,!
"Nona pinsang Tuan" kata kepala Art
Tak berapa lama Dr faris datang dan periksa kondisi Delena.
"Tadi istriku muntah muntah Dok,,"
"Bagus kalau Nona bisa muntah,,"
"Barusan Delena berteriak teriak kesakitan memegangi kepalanya" kata Reno memberi penjelasan.
"Dokter, Devano tadi jatuh bersama ibunya, apa tidak berpengaruh pada kepalanya,,? tanya helena khawatir.
"Aku akan periksa Devano, sebentar aku tangani Nona dulu, suster tolong kau tanganin Devano dulu"
__ADS_1
"Baik Dok,,,"
"Ibu biar aku yang gendong Devano, aku mau lihat kondisinya, tolong kasih minum airputih hangat biar tidak kaget" kata seorang suster.
Helena meminta pelayan untuk mengambil airputih, suster itu membawa Devano kedalam kamarnya.
"Dokter, bagaimna dengan kondisi Delena, sudah 2x anakku jatuh dari tangga, aku takut kenapa-napa,," tutur helena bersedih.
"Semoga tidak apa-apa, ia hanya pingsan, terus kasih minyak angin di kaki, tangan, dan perutnya yang membuat Nona mual, tolong tuan Reno bisa pijit pijit kepalanya pelan pelan saja, agar peredaran darahnya lancar"
"Baik Dok"
Reno mulai melakukan apa yang diminta dokter Faris, dengan penuh hati-hati ia memijit kepala istrinya.
"Dret,, drett,, drett,,
Ada telpon panggilan masuk, Reno merogoh kantong celananya, tertera nama frans di layar ponsel.
"Sebentar ada telpon masuk"
"Biar ibu yang meneruskan memijitnya"
Reno berjalan agak menjauh dan menerima panggilan telepon itu.
Tiba tiba Delena membelalakkan matanya perlahan, bayangan wajah ibunya terlihat jelas.
"Ibu,," panggil Delena pelan
"Dimana mas Reno,,,"
"Deg! jantung helena berdebar sangat cepat, ia tidak pernah menyangka kalau Delena langsung teringat dan memanggil nama Reno suaminya, semua orang yang berada di ruangan tercengang tak percaya, mereka saling bersitatap.
"Delena, kau telah mengingat kembali suami mu nak" tutur helena dengan mata berkaca kaca
Delena terduduk dibantu helena dan suster
"Bu dimana Mas Reno"
Reno yang mendengar namanya disebut, ia mematikan ponselnya dan membalikan tubuhnya.
"Mas Reno,,,," panggil Delena saat melihat Reno berdiri sambil menatap dirinya.
"Delena,,," Reno yang masih tak percaya melihat Delena bangun dan memanggil namanya, lngsung menghampirinya dan memeluk tubuh Delena erat.
"Kau sudah ingat aku sayang" Reno lngsung menagis haru, suaranya tercekat karena tangisan nya semakin dalam, Reno terus berucap syukur, helena yang melihat keajaiban itu menangis pilu, semua orang yang berada di ruangan itu ikut terharu dan meneteskan airmata
"Alhamdulillah,, akhirnya kau bisa mengingat kembali suami mu Reno nak, ibu sangat bersyukur kau kembali normal lagi'
"Kenapa semua orang menangis, mas Reno ada apa sebenarnya,,,? menatap wajah Reno nanar, "Ibu,, kenapa ibu juga menangis? Delena seperti baru terbangun dari tidurnya, ia merasa bingung melihat orang orang disekitarnya yang menangis, satu persatu Delena amati wajah mereka "Siapa mereka mas,,? kenapa di ruangan ini banyak orang yang tidak aku kenal"
__ADS_1
"Delena simpan dulu semua pertanyaan mu sayang, nanti aku pasti akan menjawab dan menjelaskan nya kepada mu, sekarang kua istirahat dulu ya" mengelus lembut kepala istrinya.
"Tapi mas, sebenarnya ada apa,,?! tanya Delena penasaran.
"Sekarang kalian semua pergilah, urus pekerjaan kalian masing-masing, istriku sudah lebih baik sekarang!" perintah Reno pada semua pelayannya, mereka semua pada bubar dan meningglkan ruangan, kecuali Helena, dokter Faris dan dua orang suster.
"Delena minum dulu, biar kau tidak tegang" kata helena sambil memberikan gelas berisi air putih hangat, Delena menerima dan meminum nya, saat itu ia baru menyadari ada yang aneh dalam dirinya, Delena tak sengaja menyentuh perut yang sudah tidak membuncit lagi, iya sungguh kaget dan panik mendapati perutnya sudah kempes.
"Mas Reno, kenapa perut kempes, bukankah aku sedang mengandung anakmu? Kenapa mereka tidak ada di perut lagi,,?! tanya Delena histeris dan lngsung menangis.
"Delena, sabar dulu sayang,,,"
"Tidak! dimana anak ku mas,,, kenapa anak ku tidak ada diperut ku lagi,,?! apa jangan jangan ia sudah meninggal saat aku jatuh dari tangga" karena Delena menangis histeris, Reno mendekap tubuh istrinya untuk menenangkan.
"Tidak sayang,, anak kita ada dan sehat, mereka lahir dengan selamat"
"Apa,,,?! seketika tangisan Delena berhenti, ia hanya menangis sesenggukan.
"Anak kita kembar, laki laki dan perempuan" Reno tersenyum sumringah, ia sangat bangga bisa memiliki dua anak kembar.
"Benarkah mas,, aku melahirkan anak kembar? kapan aku melahirkan nya?! tanya Delena penasaran.
"Cerita nya panjnng sayang, pasti aku akan menceritakan nya"
"Dimana anak kembar ku, aku ingin melihatnya"
Reno menoleh pada helena, Reno mengangguk setuju untuk membawa anak kembarnya ke hadapan Delena.
Helena berjalan meninggalkan ruangan tamu menuju kamar si kembar, dan Kembali lagi bersama si kembar Devano dan Denisa.
"Ini kedua anak mu sayang,,?! helena memberikan kedua cucunya pada Delena dan Reno.
"Anak ku sudah sebesar ini,,?! Delena mengeryitkan dahinya dan menatap bergantian kedua anak kembarnya.
"Ceritakan semua nya sekarang Tuan, biar Nona tidak bingung dan bertanya-tanya" kata Dokter faris.
"Baiklah,,,"
Dengan tenang dan penuh bahagia, Reno mulai menceritakan semua yang sudah terjadi pada Delena.
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
@BERSAMBUNG