ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Keluarga Harmonis


__ADS_3

Reno dan Delena jalan bergandengan menuruni anak tangga berukir menuju ruangan keluarga, saat sudah berada di lantai bawah, Andini langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Delena


"Delena kau sudah mengingat Mama bukan? tanya Andini yang sambil merentangkan kedua tangannya


"Mama,,," Delena berjalan mendekat dan memeluk tubuh Andini, mereka saling berpelukan untuk melepas rindu, airmata kedua sudah menetes membasahi pipinya.


"Alhamdulillah Delena akhirnya kau sadar lagi dan kembali bersama kita semua"


"Iya mah,, hiks,, hiks,, hiks


"Sudah jangan menangis" Andini mengusap lembut airmata Delena.


"Delena,,," panggil Ramon tersenyum sumringah


"Papah,,," Delena berjalan kearah Ramon dan memeluk nya.


"Akhirnya kau sudah kembali sadar Nak" Ramon mengelus lembut kepala delena "Papa sangat bersyukur kau kembali di tengah tengah kami lagi, semoga kau dan Reno tidak terpisah kan lagi"


"IYa Pah,, hiks,, hiks,, hiks,,


"Delena duduklah disini" Ajak Andini, Delena duduk disamping Andini.


Mereka berlima duduk diruang ruangan keluarga sambil bercerita tentang masa lalu dimana Delena sedang koma, para pelayan datang membawa minuman dan cemilan diatas meja tamu.


"Kau tau Dena,, suami mu itu, saat dirimu koma, dia jadi pria pendiam dan tertutup, bahkan mama sendiri sampai bingung harus apa, makan pun jarang, seperti bukan Reno Mahesa, begitu terpuruk nya Reno saat kau tidak berada disisi nya"


"Benar begitu mas,, ? pantas saja kau pun terlihat kurus" ucap delena lirih, sambil menatap nanar suaminya


Reno hanya diam sambil tertunduk.


"Bahkan Ceo Arogan itu menjadi jinak bila berada di samping istrinya, ia akan menjadi pria melancolis dan berhati lembut"


"Mas Reno begitu menderita tanpa aku di sampingnya" hiks,, hiks,, hiks,,


"Sayang,, jangan menangis lagi" Reno menggeser posisi duduknya disamping Delena "Sudah,, mas kan sudah tidak apa-apa, yang berlalu biarlah berlalu, kita akan menata masa depan bersama kedua anak kita"


"Tapi kau begitu sangat menderita saat aku koma, aku merasa bersalah pada mu mas"


"Sayang, kau tidak boleh bicara begitu, semua itu adalah takdir dari Allah, bila kau tidak mengalami kejadian musibah itu, mas pasti sudah tidak ada bersama mu saat ini, pastinya mas akan mati di dalam kapal pesiar itu, bukan mas mengharapkan kau mendapat musibah sayang" Reno merangkul pundak istrinya "Tapi percayalah dibalik musibah itu ada hikmah dari Allah untuk keluarga kita"


"Kau benar Reno, secara tak langsung Delena telah menyelamatkan hidup mu, Papa tidak ingin kalian berpisah, Tuhan tidak memberi ujian diluar batas kemampuan umatnya"


"Terima kasih pah,," hiks,, ibu, Mama, papa, doakan aku dan Mas Reno selalu langgeng dan hidup bersama sampai anak anak ku besar dan menikah"


"Aamiin,,," ucap semua nya serempak

__ADS_1


"Ayo silahkan diminum dulu mba Andini, mas Ramon,,," kata helena mempersilakan.


"Dan yang lebih penting dan bersyukur lagi, aku bisa membawa Ibu Helena kepada istriku, seperti janjiku padanya"


"Terima kasih mas Reno" Delena memeluk suaminya "Kau telah memenuhi janji mu, bagaimna pun juga, ibu ku, Mama dan papa adalah orang tua kita yang harus kita hormati dan sayangi, walau papa ku sudah tidak ada didunia ini lagi, tapi ada papa Ramon sebagai ganti papa ku,, hiks,, hiks,,


"Kau adalah istri ku yang terbaik, kau sangat menghormati, menghargai dan menyayangi orang tua ku dan ibumu sendri, bersyukur aku memiliki seorang istri yang soleha"


"Terima kasih Mas Reno, kaupun suami terbaik, setia dan penyayang yang Tuhan kirimkan untuk ku"


Reno tersenyum sumringah, ia begitu bahagia akhirnya bisa berkumpul kembali dengan orang yang ia cintai, ciuman lembut mendarat di pucuk kepala Delena, orang tua mereka hanya menatap senang melihat keduanya saling mencintai.


"Eheem,, oiya dari tadi mama tidak melihat Devano dan Denisa, kemana nih cucu cucu mamah"


"Ada tadi sedang diberi susu oleh baby sister, biar aku bawa kemari si kembar" helena langsung beranjak dari duduknya menuju ruangan si kembar.


Helena bersama baby sister membawa si kembar masuk ke dalam ruangan keluarga


"Ini dia Devano dan Denisa baru bangun bobo" helena memberikan Denis pada Andini dan Devano pada Ramon.


"Cucu oma sudah besar ya, besok ulang tahun yang pertama" Andini menciumi cucunya bertubi-tubi karena gemes.


"Mas, benarkah besok ulang tahun anak kita yang pertama,,,?


"Di sebuah ruangan? tadi pagi aku bermimpi masuk kedalam ruangan dan melihat banyak aneka balon dan gambar Mickey mouse di dinding"


"Tadi pagi kau masih amnesia sayang, setelh kau sadar kau tidak bermimpi lagi, yang kau lihat nyata bukan mimpi"


"Benarkah,,? Delena mengeryitkan dahinya


"Kalau kau tidak percaya, ayo kita melihat keruangannya sekarang, Mama, Papa ayo mau lihat sekalian dekorasi ulang tahun si kembar besok"


Mereka semua mengangguk setuju dan berjalan kesalah satu kerungan yang sudah di dekorasi, semua berdecak kagum dengan kemewahan ruangan yang sudah di dekorasi.


"Ternyata aku tidak bermimpi mas,,, kenapa saat aku anemia, semua terlihat seperti mimipi"


"Sekarang kau berada di dunia nyata sayang, kau tidak bermimpi lagi"


"Siapa saja yang akan kau undang Reno"


"Teman bisnis dan colega pah, tidak banyak yang ku undang hanya sebagian saja ko pah"


"Mas Kenapa kau tidak merayakan nya di sebuah taman, Aku lebih suka di outdoor halamannya begitu luas, dan di penuhi oleh aneka bunga-bunga, ini juga bagus terkesan mewah dan berkelas, tapi kalau di taman lebih terasa keakraban dan kekeluargaan nya"


"Delena benar Ren,, idenya sangat bagus" kata Ramon menimpali.

__ADS_1


"Apa kau lebih suka ditaman sayang,,?!


"itu hanya keinginan ku saja Mas, tapi tidak apa-apa, ruangan ini kan sudah selesai"


Kenapa tidak sekalian kau buat acara penyambutan untuk kedatangan istri mu kembali Ren,," saran Andini


"Benar mah, papah setuju saran mama, agar semua klurga, kerabat dan colega Reno tau kalau istrinya sudah sembuh"


"Sayang,, bagaimna kalau kita terima saran mama dan papa ya, kalau kau ingin di sebuah taman, mas akan buatkan untuk perayaan pesta istri Mas sudah kembali, sekalian ulang tahun si kembar dirayakan kembali"


"Apa tidak akan merepotkan Mas


"Apanya yang repot kan yank? tidak dong,,, semua ini Mas lakukan demi kebahagiaan keluarga kecilku, istri mas dan anak-anak kita"


"Ya sudah aku mengikuti kemauan Mas, Mama, dan Papa saja"


"Tuan,, Nyonya,, semua hidangan sudah kami siapkan dimeja makan" ucap seorang pelayan yang datang.


"Mba Andini,, Mas Ramon, ayo monggo,,,, silahkan kita makan dulu, biar Devano dan Denis sama baby sister nya" kata helena.


"Terima kasih bu helena" Devano dan Denisa diberikan pada baby sister masing-masing


"Ayo yank, kita makan dulu"


Mereka semua berjalan menuju ruangan meja makan, Delena dan Reno terus memperlihatkan kemesraan nya didepan orang tua mereka, Andin, Ramon dan helena tampak lega dan bahagia melihat ke harmonisan keduanya.


'


'


'


'


'


'


'


@BERSAMBUNG


@jangan lupa untuk


LIKE, VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, SERTAKAN KOMENTAR MU.

__ADS_1


__ADS_2