
Tepat jam 12.30 menit Vana keluar dari kelas bersama yang lainnya. Ia berpisah dari teman-temannya dan berjalan kearah Nathan yang menunggu dengan setia di depan mobil.
Nathan membuka pintu mobil dan membiarkan Vana masuk. Saat ingin menutup pintu mobil, ia melihat kening Vana yang membiru.
"Apa ini sakit.." tiba-tiba tangan Nathan menyentuh kening Vana lembut.
"Aaaawwww!' jauhkan tanganmu!" bentak Vana yang tak ingin disentuh. Vana termasuk wanita keras dan sangat menghargai diri sendiri. Ia tak segan memaki atau memukul pria yang menyentuhnya. Bahkan Reyhan yang tergila-gila pada pesona Zevana tidak mudah mendapatkannya. Namun ia terus berusaha meyakinkan Vana akan cinta dan ketulusannya. Banyak gadis satu sekolahan yang patah hati karena Pria tampan dan macho itu memilih Vana. Dan pria itu sangat menghormati Vana tanpa berani menyentuh seperti layaknya orang berpacaran.
"Aku antar ke Dokter.."
"Tidak usah, ini hanya luka kecil. Aku tidak secengeng seperti bayangan mu."
Nathan mengalah dan menutup pintu. Ia memutar tubuhnya dan masuk kedalam mobil. Mobil sudah meninggalkan sekolahan, dalam hati Nathan sangat bangga, ternyata ia tak salah memilih hati. Mencintai wanita tegar, tegas dan tak mudah tersentuh laki-laki. sangatlah jarang gadis seperti Vana, bagaikan mencari jarum diatas tumpukan jerami. Seperti itu kiasan yang tepat untuk seorang Zevana.
"Aku tidak salah memilih dia, akan aku perjuangkan sampai kapanpun." ucapnya pelan.
Hampir satu jam perjalanan, mobil sampai di depan mansion. Dua orang satpam membuka gerbang besi yang menjulang. Setelah memarkirkan mobil di garasi. Vana dan Nathan turun dari mobil.
"Nona..! apa hari ini masih ada pekerjaan untuk saya..?"
"Pekerjaan..? Vana mengeryitkan alisnya.
"Maksud saya, apa nanti sore mau jalan-jalan atau pergi kemana? Saya tidak akan pulang sebelum selesai tugas saya."
"Tidak ada, pulang saja!" usai berbicara, Vana melenggang masuk kedalam mansion. Vana memang orang rumahan, ia jarang berkumpul dan Have fun bersama teman satu Genk nya di luar. Lebih banyak menghabiskan aktivas di rumah daripada jalan-jalan. kecuali quality time bersama keluarganya.
Padahal Nathan berharap, Vana masih mau berjalan-jalan ke Mall, walau ia tahu pasti Vana masih truma, tapi selama ada di disampingnya, Nathan akan menjaganya bagai seorang putri.
"Nathan, ayo makan siang bersama Vana." Ajak Delena saat berada di depan pintu.
"Terimakasih. Saya sudah makan Tante saat nunggu Vana di sekolah tadi." jawab Nathan sopan.
"Tidak apa-apa ayo.." bujuk Delena lagi.
"Tapi beneran Tante, saya tidak lapar." tolak Nathan halus, ia tidak ingin menjadi pria tak punya sopan santun dan tak tahu malu dengan makan satu meja dengan majikannya. Katakan lah Keluarga Reno majikannya saat ini. Walau sebenarnya hidup Nathan juga berlimpah materi dan tidak pernah kekurangan. Namun, demi mengejar gadis impiannya ia rela melakukan apapun termasuk menjadi bodyguard Vana.
"Ini kunci mobilnya, tadi saya tanya Vana apakah ia akan keluar hari ini? tapi katanya tidak."
"Vana memang jarang kemana-mana, kecuali bila ada urusan mendesak."
"Ya sudah Tante, kalau begitu saya pamit dulu."
"Hati-hati dijalan, Nathan."
Nathan tersenyum dan mengangguk. Ia melangkah pergi keluar pintu gerbang yang kokoh dan menjulang itu. "Sepertinya aku harus ke dealer motor. Tidak mungkin setiap hari harus naik gojek.
Disebuah dealer motor, begitu banyak berbagai model, Nathan memilih CRF250Rally. Motor GP besar keluaran terbaru. Setelah membayar kontan, ia melajukan motornya ke apartemen.
Hari sudah menjelang sore, Nathan masih berkutat di depan laptop. Ya.. Nathan memiliki banyak saham di luar negri, banyak yang tidak tahu ia adalah seorang CEO dan memiliki andil besar dalam sebuah perusahaan di Inggris. selama lima tahun kuliah di University of Oxford, Nathan pria cerdas dan membangun sebuah bisnis, demi mencapai tujuannya untuk mendapatkan cinta Zevana. ia memberikan kepercayaan pada seorang Asisten di perusahaannya. cukup melihat perkembangan melalui streaming yang ditayangkan Diego asistennya.
Rasa kantuk menyerang Nathan. ia tertidur lelap di sofa. Waktu terus beranjak dari peraduannya. Ponsel Nathan berdering dan membangun si pemilik gawai. Dengan malas ia mengambil gawai yang berbunyi diatas meja.
__ADS_1
"Hallo bro!" teriak suara di ujung telpon.
"Siapa kau..! tanyanya lemah tanpa melihat nama si penelpon.
"Hey! apa nama ku tidak kau save?
Dengan mata masih mengantuk, Nathan melihat nama si penelpon "Martin!
"Apa kau sedang mabok, suara mu serak dan baru sadar siapa yang telepon."
"Sorry aku baru bangun tidur."
"What! hey bro dari jam berapa kau tidur? ini sudah jam setengah sembilan malam."
Nathan melihat jam di layar ponsel "Ahh ****! aku tidur kelamaan."
"Kau ada dimana sekarang!"
"Di Bar! datang lah sekarang. Sudah lama kita tidak bertemu!"
"Kirim share look, Aku segara datang."
"Oke siap!"
Setelah mematikan gawai smart nya, Nathan masuk kedalam kamar mandi. Pakaian casual menjadi pilihannya dan sepatu kets putih melangkah pergi meninggalkan apartemen.
Mobil sport biru berhenti tepat di night clubs 'Cinta' tempat surgawi kaum hawa dan adam. Ternyata tempat itu tak sembarang orang bisa masuk, hanya orang-orang tertentu yang memiliki card Club' Cinta.
"Apa saja keistimewaan club'ini!' tanya Nathan seraya menyalakan nikotin yang berada di sela jarinya.
"Cewek nya cantik-cantik, masih muda dan body nya bagai gitar spanyol. kau ingin coba?"
"Huft! aku tidak tertarik, kalau mau di Inggris banyak yang nawarin gratis!"
"CK! kau masih saja bodoh masalah wanita!"
"Aku hanya setia dengan satu wanita! apa kedengarannya jaim? tapi itulah kenyataannya. Aku belajar dari pengalaman orangtua ku, hidup mereka hancur karena tidak adanya kesetiaan." Nathan menghisap kuat nikotin dan menjentikkan bara diatas api.
"Masa muda jangan kau sia-siakan. Coba lah sekali-kali. Disini ada penari striptis dan sangat hot."
Nathan gelengkan kepala "Orang kalau coba sekali pasti akan ketagihan. Kalau minum dan merokok aku masih kuat."
Tiba-tiba mata Nathan melihat seorang wanita cantik, berpenampilan seksi. Pakaian super minim, hanya memakai Hotpants dan crop top dada rendah. Nathan memicingkan matanya memperjelas penglihatannya.
"Wanita itu bukankah yang bermain voly melawan kelas Alea dan merencanakan bersama teman-temannya untuk menyakiti Alea.
Wanita itu berjalan melewati Nathan dan Martin. Tempat yang di duduki Nathan lampunya sangat minim dan remang-remang, jadi tidak akan jelas melihat wajah si pengunjung.
"Hey Om! sapa nya manja.
"My baby.." pria paruh baya itu mencium bibir wanitanya dan merangkul pinggangnya.
__ADS_1
"kau kenal dengan wanita itu? tanya Nathan.
"Wanita itu bernama jenny, dia termasuk terpopuler dan banyak di nikmati bandot tua."
Nathan mengangkat sudut bibirnya. "Bukankah dia bernama Jessica?"
"Kau mengenalnya? tapi kau salah orang, dia bernama jenny bukan Jessica."
"Tadi siang aku melihatnya di sekolahan Alea."
"Alea...?" siapa dia, kekasih mu."
"Sudahlah kita bahas urusan kita berdua saja."
Mereka berdua terus mengobrol dan menghabiskan wine. "Ahh sial, sudah jam satu. Aku harus pulang, besok pagi harus kerja."
"Kerja? bukankah kau memiliki perusahaan sendiri."
"Sudahlah, lain kali kita ngobrol lagi." menepuk bahu Martin, lalu berdiri meninggalkan Martin.
Esoknya.....
Alarm membangunkan kesadaran Nathan yang masih mengantuk. ia membuka kelopak matanya, melihat angka di alarm. "Gawat sudah jam enam, aku tidak boleh telat mengantar Alea ku." Nathan berlari ke kamar mandi, membasuh wajah dan gosok Gigi. Memakai pakaian dengan terburu-buru. ia tidak sempat membuat kopi, dan berlari menuju lift.
Motor Ninja miliknya melaju dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai di rumah gadisnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 6.35 wib. Vana berdiri didepan teras dengan wajah cemberut.
"Maaf, aku sedikit telat."
Vana memberikan kunci mobil dan berjalan mendahului Nathan. Membukakan pintu untuk gadis nya. Setelah ia duduk di kursi kemudi. Mobil berjalan menuju sekolahan.
Vana membuka pintu mobil, sebelum Nathan membukakannya. Sudah berdiri sosok Pria tampan didepan Vana. Pria itu tersenyum.
"Hay Van!
"Reyhan..."
Vana membalas senyuman Reyhan dan mereka berdua berjalan bersama menuju kelas. Reyhan bukan hanya terkenal di kalangan sekolah dengan ketampanan, cerdas dan pembasket berbakat. Tapi ia juga seorang model majalah remaja terpopuler, bisa di bayangkan pesona Reyhan. Banyak gadis yang mengejar dan tergila-gila padanya.
Hati Nathan begitu tercabik melihat gadisnya berjalan dengan seorang pria tampan. "Apakah gadisku sudah memiliki kekasih?" helaan panjang keluar dari bibirnya. "Aku pastikan gadisku akan menjauh darinya."
@yuk terus dukung bunda dengan cara...
💜like
💜vote
💜gift
💜komen
__ADS_1
@bersambung......