ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Kemesraan Dua insan


__ADS_3

Di dalam kamar tidur yang nyaman. Sepasang suami-istri selesai menghabiskan hasrat yang biasa mereka lakukan setiap hari. Sebuah tangan kekar nampak memegang erat punggung sang pemilik hati. Sang istri begitu nyaman dalam pelukan hangat suami tercinta. Hanya terdengar ritme nafas yang beraturan setelah melepas dahaga yang sudah terselesaikan.


"Sudah jam berapa Mas...?"


"Masih pagi sayang, rasanya enggan untuk pergi ke kantor."


Sang istri menatap mata hazel sang pemilik hati, hanyalah miliknya. ia menarik jahil hidung mancung lelaki pujaannya. "Tetap harus bekerja, jangan abaikan hal kecil sekalipun itu bisa di atasi."


"Iya permaisuri ku." mencium lembut kening sang istri "Ternyata tangan mu jahil juga, hmm.." merem*s tangan kekarnya di gundukan kenyal itu.


"Aaaahhhhh.... Mas! mendes*h pelan


"Masih mau main lagi, hmm..." mata iiar itu menatap dua gundukan yang menjadi favoritnya.


"Sudah Mas cukup! setelah sholat subuh, Mas langsung menyergap ku, ini sudah kesiangan."


"Baru dua ronde sayang, sekali lagi ya? biar semangat kerja di kantor." bujuk sang suami. Tanpa menunggu jawaban sang istri, Pria itu langsung menghisap gundukan kenyal yang sejak tadi berada di telapak tangannya.


"Euugghh... Mas!


Gempuran pagi itu mulai kembali memanas. Walau usia mereka tak muda lagi, namun kemesraan diatara mereka tetap terjalin indah. Hubungan yang kuat dan erat, menjadi pondasi kokoh yang tidak mudah di runtuh kan. Diantara mereka tidak ada perselingkuhan yang akan menghancurkan mahligai pernikahan yang kerapkali terjadi di kalangan jet-set dan pengusaha elit. Pepatah bilang' semakin tinggi pohon, semakin tinggi pula ujiannya. Namun seorang Reno Mahesa dan Delena sanggup mengatasi semua aral melintang dan permasalahan hidup yang kerap datang silih berganti. Mereka sudah banyak melalui berbagai macam ujian hidup dan godaan. kuncinya adalah saling percaya, saling menghargai, saling mencintai dan mengayomi.


Bukti Reno seorang suami yang sukses dan pengusaha bisnis yang handal. Sudah terbukti berkat kesabaran, keikhlasan dan doa-doa sang istri, menjadikan Reno pemimpin dan kepala keluarga yang baik, smart dan penyayang. Bahkan Reno seorang pelindung didalam kelurga dan ribuan karyawannya. Benar kata pepatah' Dibalik kesuksesan suami ada istri di belakangnya.


Erangan dan desah*n panas keluar dari bibir keduanya, mereka melakukannya penuh cinta dan sayang. Hingga terciptalah ketulusan dan penyatuan yang hangat, sampai pada tertuntaskan hasrat keduanya.


Reno terjatuh di samping sang istri, setelah berbagai gaya yang mereka lakukan. Keduanya menetralkan nafas yang tersengal-sengal.


Delena menatap jam di dinding "Mas sudah jam tujuh lewat, aku harus secepatnya turun kebawah. Vana pasti Kesiangan ke sekolah."


Reno menarik tangan istrinya "Sebentar lagi sayang, kita baru selesai olahraga. jangan tergesa, Vana tidak usah masuk sekolah dulu sebelum aku dapatkan bodyguard yang tepat untuknya."


"Tapi, sudah tiga hari Vana izin sekolah."


"Itu demi perlindungan anak kita, Nyawa Vana terancam, aku tidak bisa membiarkan anak ku dapat musibah lagi, dia masih trauma. Apa perlu Vana kita adakan home schooling."


"Apa Vana tidak akan tambah jenuh dan stres, tanpa ada teman-teman di sisinya. Vana anak yang cerdas dan aktif, dia juga ketua OSIS disekolah."


"Kalau begitu tetap menunggu orang yang tepat untuk menjaga Vana. Aku sudah dapatkan kandidat yang tepat untuk pengawal Vana."


"Siapa Mas..?"


"Masih di selidiki oleh Frans data pribadi pria itu. Dan kau tahu...?" menatap netra istrinya.

__ADS_1


"Tahu apa Mas.."


"Pria itu yang sudah menyelamatkan Vana dari BOM, selama ini aku mencarinya dan dia sendiri datang untuk melamar jadi bodyguard."


"Ooh-ya, bagus malah Mas, Pria itu pasti bisa melindungi anak kita."


"Tapi aku tidak mau gegabah, tunggu penyelidikan dari Frans."


"Ya sudah, aku ikut keputusan Mas saja."


"Ayo kita mandi bareng." tersenyum nakal.


Delena tidak menolak, ia sadar tubuhnya adalah milik Reno seutuhnya. Bisa membuat suaminya nyaman dan tak berpaling darinya membuat Delena menjadi wanita paling bahagia dan dihargai. Rasa syukur atas apa yang ia dapatkan tidak pernah putus dalam doa.


Reno membawa tubuh istrinya dalam pelukan dan berjalan kearah kamar mandi. Tempat yang biasa mereka lakukan untuk memadu kasih.


Mata hari mulai menampakkan cahaya sinar kuning keemasan tanpa malu-malu. Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 wib. Reno menyeruput kopi hitam terakhirnya.


"Mas berangkat dulu honey." mencium kening sang istri.


"Zee... ingat pesan Daddy, tidak boleh keluar rumah dulu sebelum Daddy dapatkan penjaga untuk mu, Okey..."


Vana mengangguk "Okey Dad!"


Setelah duduk manis di barisan kursi kedua. Mobil Reno melaju keluar gerbang mansion. Hanya memakan waktu 50 menit, mobil memasuki gerbang perkantoran milik Mahesa Group.


Kaki Reno melangkah cepat memasuki gedung perkantoran miliknya, yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun perusahaan Mahesa berjaya. Beberapa karyawan membungkuk hormat kala berpapasan dengan sang CEO pemilik perusahaan terbesar di Asia.


Tubuh Atlies itu menduduki kursi kebesarannya. Beberapa tumpukan dokumen sudah terletak diatas meja, Reno membuka satu persatu dokumen yang harus ia tandatangani. Satu tangan Reno menekan tombol telekom.


"Hallo Frans! segera keruangan ku!"


"Baik Kak!"


Tak berapa lama masuk Frans kedalam ruangan.


"Bagaimana penyelidikan tentang Pria bernama Nathan!" tanya Reno, saat Frans berjalan kearahnya.


"Tidak ada yang perlu di ragukan lagi kak, 90% penyelidikan orang-orang kita, menyatakan akurat dengan data pribadi yang ia cantumkan di surat lamarannya. Nathan seorang mahasiswa cerdas dan memiliki attitude di universitas Oxford. Sekarang keputusan ada pada kakak." ucap Frans melimpahkan semua keputusan pada Reno.


"Baiklah, hubungi Nathan sekarang, untuk membuat kontrak kerjasama."


"Baik kak,!

__ADS_1


Frans mulai menghubungi Nathan.


Sementara di dalam Apartemen, terdengar suara panggilan gawai milik pria tampan berkumis tipis itu. Nathan yang berada di dalam kamar mandi, mempercepat aktivitasnya. Sebelum panggilan itu putus, ia berlari cepat mengambil gawai dan melihat deretan angkat sebuah nomor perkantoran.


"Jangan-jangan ini nomor..."


Dengan cepat jari telunjuk Nathan menggeser tombol hijau itu.


"Iya Hallo..."


"Apa benar ini dengan saudara Nathan?"


"Iya benar saya adalah Nathan."


"Apa benar, Anda yang melamar datang sendiri ke perusahaan Mahesa grup untuk menjadi pengawal pribadi atau bodyguard, anak dari tuan Reno Mahesa?"


"Betul sekali Tuan, saya yang datang ke sana untuk mengajukan menjadi pengawal pribadi anak dari tuan Reno."


"Baiklah, Anda boleh datang sekarang."


Seketika wajah Nathan berbinar cerah "Ba-ik Tuan, saya akan datang sekarang."


Nathan bergegas mencari kemeja warna navy dan celana panjang hitam dari bahan. Selesai pakaian itu melekat ditubuh atletisnya, ia memberikan Pomade pada sentuhan rambut coklatnya. Terlihat tampan tiga kali lipat dari ia memakai pakaian casual. Wajah Pria blesteran bermata biru itu, terlihat percaya diri dengan senyuman khas di bibirnya. Sepatu kulit hitam menjadi pilihan yang tepat untuk mendatangi perusahaan calon mertuanya. Begitulah hati Nathan berkata. Walau ia tak yakin sepenuhnya akan mendapatkan restu atau cinta gadis yang telah ia curi hatinya. Sebab rintangan dan ujian baru akan di mulai.


Pria tampan berkumis tipis itu berjalan kearah pintu lift, Aroma parfum maskulin membuat para wanita terpana dan meleleh saat menatap dirinya. Decak kagum dan mata tak berkedip dari para wanita satu lift dengan nya.


Salah satu seorang wanita yang pura-pura menjatuhkan tas tangannya di samping sepatu Nathan.


"Sorry sir, my bag fell ( Maaf tuan, tas saya jatuh!)


Nathan, yang menaruh kedua tangannya kedalam saku celana, menoleh kearah wanita cantik itu, dengan raut wajah bingung.


"Maaf itu bukan urusan saya." Ucapnya dingin di sela langkahnya keluar dari pintu lift yang terbuka lebar. Wanita cantik, berbodi seksi itu sangat malu dengan wajah memerah. Dengan cepat ia mengambil tasnya kembali dan berjalan keluar setelah Nathan pergi. Wanita itu berpikir, kecantikannya dapat menggoda dan meluluhkan pria tampan dengan aura dingin itu.


"Siapa Pria itu...?!" ucapnya pada diri sendiri sambil menatap punggung lebar Nathan.


Mobil sport biru kesayangan Nathan, keluar dari garasi Apartemen elit Casablanca.


💜💜💜💜


@Jangan lupa, terus dukung Bunda ya All.., BUNDA sudah update setiap hari loh, kiriman kopi liong sama bunga setaman 🙏😍


@Masih bersambung.

__ADS_1


__ADS_2