
Apartemen
Frans kau belum makan kah?
Frans menggeleng "Aku jarang masuk, kalau terdesak dan sudah lapar bnget baru masak"
"Biar aku yang memasaknya" Riska membuka lemari es dan mulai mengolah sayuran seadanya yang berada didalam kulkas.
"Tidak perlu merepotkan mu, bukankah kau masih harus bekerja Ris? kau ingin bicarakan masalah apa?!"
"Aku siang baru ke kantor masih ada waktu ko, nanti saja setelah aku selesai masak baru aku menjelaskannya padamu"
"Baiklah kalau begitu aku tunggu di ruang tamu sambil mengerjakan tugas kantor"
"Okey"
"Tett,, tett,, tett,,
Terdengar suara bel didepan pintu, Frans hentikan kegiatannya mengetik di atas keyboard, ia mulai berjalan kearah pintu dan membukanya perlahan.
Berdiri seorang wanita cantik didepan pintu dengan wajah sedih, tentu saja Frans terperanjat.
"Fanny,,?! ucap frans kaget.
'
"Frans!" hiks,, hiks,, hiks,, maafkan aku" Fanny langsung menubruk tubuh frans dan memeluknya "Aku kemari ingin membicarakan tentang hubungan kita, aku tidak ingin kau salah paham lagi tentang perjodohan itu"
"Fanny,,, aku__"
"Frans cepatlah kemari, aku sudah selesai memasak untuk mu"
Fanny melepas pelukannya dan ia sangat terkejut mendengar suara wanita dari dalam ruangan, ia menatap wajah frans dengan sorot mata tajam.
"Siapa wanita yang berada di dalam Apartemen mu frans?!"
"Dia__ bisa aku jelaskan, agar kau tidak salah paham fan..."
"Minggir! Fanny mendorong tubuh frans dan melangkah masuk kedalam menuju ruangan makan, alangkah terkejutnya fanny melihat Riska sedang menata hidangan diatas meja makan.
"Jadi kau wanita yang kemaren datang ke pesta kak Reno!"
"Nona fanny? apa kabar? kau ada disini juga, mari silahkan kita makan bersama"
fanny melipat kedua tangannya didada "Tidak sudi aku makan bersama mu! untuk apa kau datang kemari, hah?!"
"Fanny jaga bicaramu, sopanlah berbicara pada yang lebih tua darimu, kau seorang wanita berkelas, tak pantas berbicara tidak sopan"
"Jadi kau membela wanita ini! menunjuk wajah Riska "fanny jaga sikap mu, Riska adalah teman lama ku"
"Ada apa ini? kenapa kalian berdua jadi bertengkar?! Riska mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Kau jangan pura pura bodoh Riska! kalau seorang wanita datang dan marah marah sudah pasti ia ada hubungan dengan pemilik rumah ini, masih belum paham juga?! aku adalah kekasih dari Frans! kau faham!
"Apa,,?! kau jadi ada hubungan dengan Frans?!
"Fanny tidak perlu kau berteriak seperti itu, kalau kau ingin penjelasan baiklah tapi tidak harus datang marah marah, bagaimna satu hubungan bisa berjalan dengan baik kalau kau nya saja keras kepala dan egois!"
"Jadi kau menyalahkan aku Frans?!" fanny menunjuk telunjuknya kedada Frans "kau saja tidak pernah mau mengakui kalau aku adalah kekasih mu di depan wanita itu!"
"Ya Tuhan fanny, kau selalu saja salah paham dan tidak pernah mau mengerti" Frans memijit keningnya yang terasa pusing.
"Kalau memang kau kekasih Frans, dalam menjalin satu hubungan kau seharusnya menjaga perasaan Frans dan bukannya malah datang marah marah seperti ini?!"
"Diam kau!" aku tidak butuh pendapat mu, kau urus saja urusan mu sendiri! buat apa datang ke Apartemen laki laki yang sudah memiliki kekasih?!"
"Mana aku tau kalau kalian adalah sepasang kekasih?" aku datang ada urusan penting dan kebetulan aku lihat Frans sedang sakit aku membantunya memasak"
Fanny balik menatap frans "Kenapa kau tidak menghubungi aku kalau kau sedang sakit, kan aku bisa memasak untuk mu"
"Sudah lah Fanny, kau sudah jelas bukan? apa yang dikatakan Riska? jadi aku mohon, tidak perlu kau ribut dan marah marah lagi"
Wajah fanny memerah, hatinya masih di bakar cemburu, airmata sudah menetes membasahi pipinya. "Frans jelaskan padaku, ada hubungan apa kau datang Riska, kenapa ia bisa datang ke Apartemen mu dan memasak untukmu? pasti dia sering datang kemarikan? kau selingkuh di belakang ku Frans!"
"Cukup fanny!" kau selalu saja bersikap di luar batas dan menuduh tanpa alasan! frans terbawa emosi.
"Wanita mana yang tidak akan marah melihat wanita lain berada di apartemen kekasihnya!"
"Aku memang masih kekasih frans!"
"Deg! seketika jantung fanny berdebar kencang, hatinya begitu sakit bagai ditusuk sebuah belati tajam, tiba-tiba Riska mengakui sebuah hubungannya dengan Frans, dadanya begitu sesak dan bergemuruh, nafas fanny tersengal sengal.
"Biar aku jelaskan semuanya pada Nona fanny ini, sayang,,"
Mata frans terbelalak mendengar Riska memanggil sayang padanya, amarah fanny sudah tidak bisa terkendali matanya membulat sempurna.
"Aku masih kekasih frans empat tahun yang lalu saat satu fakultas, dan kita berpisah tanpa ucapan kata pisah, karena aku harus ke Perancis untuk meneruskan S2 ku disana, dan aku datang kembali tentu saja untuk kembali pada kekasihku Frans"
"Apa kau bilang! dasar wanita murahan! Fanny menjabak rambut Riska dan pertengkaran pun tidak dapat dielakkan lagi dua wanita itu saling jambak dan memaki, Frans semakin bingung dengan dua wanita didepannya yang bertikai, ia berusaha memisahkan dua wanita itu tapi tetap saja mereka tidak berhenti bertikai.
"Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan?" kenapa semua jadi begini? frans mengambil sebuah pisau diatas meja dan ia berteriak.
"Sudah cukup! hentikan! kalau kalian masih saja ribut, aku akan bunuh diri didepan kalian! seru Frans sambil menaruh pisau di pergelangan tangannya.
"Frans jangan!" teriak keduanya, dan pertikaian pun terhenti.
"Ahh,, syukurlah, akhirnya mereka berhenti aku berhasil" bathin frans, bernafas lega.
"Kenapa kelakuan kalian seperti anak kecil, kalian dua wanita terhormat dan berkelas, aku tidak habis pikir bisa bisanya kalian ribut di Apartemen ku, bagaimna kalau ada tetangga yang mengadukan kita semua karena sudah membuat kegaduhan"
"Frans, maaf aku tidak bermaksud seperti itu, tadi Nona fanny yang memulai berkata kasar padamu dan menuduh tanpa bukti"
"Tapi tadi kau mengakuinya kan kau kau adalah kekasih frans?!"
__ADS_1
"Fanny aku mohon, bersikaplah dewasa kau dari keluarga terpandang, tidak harus berteriak dan memaki"
"Semua laki laki pasti akan pergi kalau si wanita tidak sopan dan kasar" sindir Riska.
"Kau pikir kau tidak kasar? buktinya kau menjabak rambut mahal ku yang sudah aku rawat"
"Kau yang memulai menjambak rambutku, bahkan kau mencakar wajahku, lihat bukti nyata sudah ada" Riska memperlihatkan wajahnya yang kena goresan kuku panjang fanny "Aku akan buat laporan kepolisian!"
"Sudah cukup! kalian berdua membuat aku pusing dan stres, kalau kalian masih ribut terus, baiklah aku akan pergi!"
"Frans, aku tidak ingin berbasa-basi lagi dengan mu, putuskan hubungan kita sekarang juga!
"Apa maksud mu fan?!"
"Apa benar perkataan Riska kalau kau pernah ada hubungan?! ucap fanny dengan mata berkaca-kaca.
Frans terdiam, ia bingung dengan sikapnya saat ini, sebenarnya ia tidak ingin fanny terluka karena masih mencintai fanny, tapi ia tidak mau egois karena fanny sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya dan Frans tidak mau merusak hubungan nya dengan keluarga Mahesa.
"Iya fanny, aku dan Riska pernah menjalin satu hubungan"
Hancur sudah hati fanny, ia membekap mulutnya tak percaya, air matanya mengalir bebas begitu saja "Ternyata benar kau menjalin hubungan dengan Riska, kau jahat frans!
"PLAKK!
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi frans, ku harap ini yang terakhir kalinya aku melihat wajahmu Frans! fanny membuka pintu apartemen dan berlari meninggalkan Apartemen.
"Fanny! Frans mengejar fanny tapi ia sudah masuk kedalam lift.
"Fanny maafkan aku, aku sangat mencintai mu, tapi aku tidak ingin menyakiti keluarga mu kalau kau sampai menentang mereka untuk hidup bersama ku, aku berhutang jasa pada kelurga mu" airmata Frans terus menetes, sebuah tangan menyentuh pundaknya "Frans masuk lah tidak enak dilihat tetangga"
'
'
'
'
'
'
@BERSAMBUNG
@Setiap adegan bisa kalian imajinasi kan Sendri ya😄
@Ayo terus dukung Author dengan cara
@LIKE
@VOTE/GIFT
__ADS_1
@RATE BINTANG 5
@KOMENTAR KALIAN