
"Delena! pekik Reno, menatap istrinya yang memegang senjata.
"Kau tidak akan semudah itu membunuh suamiku! teriak Delena
"Mas Reno! Delena berlari mendekati Reno.
Tiba-tiba datang sekelompok orang orang Reno menyerang kelopak mafia, mereka tidak sempat melawan karena ninja bayangan sudah menebas leher mereka.
"Mas Reno.. hiks.. hiks... hiks..."Wajahmu penuh luka." menyentuh pipi dan pelipisnya "Kakimu tertembak mas! hiks... hiks...
"Aku tidak apa-apa, terima kasih sayang kau sudah menyelamatkan nyawaku! semuanya sudah berakhir sayang, tidak ada lagi Thomas dan Davina dalam hidup kita lagi."
"Iya Mas! hiks.... Reno menarik Delena dalam pelukannya "Kau seorang istri yang hebat! mencium lembut kening istrinya.
"Ayo kita kerumah sakit untuk mengeluarkan peluru di kakimu!
"Kau juga harus bawa Barak dan jack kerumah sakit! mereka orang kepercayaan ku!
"Mas tidak usah khawatir, mereka semua pasti akan mendapatkan perawatan, yang terpenting mas harus cepat dibawa ke rumah sakit.
"Delena! Reno!... Tommy sudah datang dan menghampiri mereka berdua.
"Kak cepat bawa mas Reno! darah nya semakin banyak! Delena begitu panik melihat keadaan Reno yang memprihatikan.
Tommy dan anak buah Reno mengangkat tubuh Reno masuk kedalam mobil. sementara yang masih hidup dibawa kerumah sakit.
"Tom! kau tetap di markas, bantu anak buahku mengatur mayat-mayat itu dan khusus mayat Thomas, masukkan kedalam Peti dan kirimkan ke Negara asalnya untuk peringatan bagi orang-orang nya yang telah berani menyerang diriku!
"Baiklah Ren! kau tenang saja, aku yang akan mengatur di markas, sekarang cepetlah kau pergi, kau harus secepatnya sampai ke rumah sakit, sebelum kau kehilangan banyak darah!
"Pak! cepat bawa Tuan Reno kerumah sakit!
Supir itu dengan sigap langsung melajukan mobilnya menuju Rumah sakit milik Ramon, di jok belakang Delena terus mengusap keringat Reno yang mengalir deras. "Mas bertahan lah kau harus kuat! Delena menaruh telapak tangan nya di dahi Reno "Badanmu mulai panas mas." melihat suaminya menderita Delena tak kuasa menahan tangisannya.
"kau tidak usah khawatir sayang, aku tidak apa-apa, ini hanya efek dari tembakan di kakiku dan pelurunya masih bersarang di kaki, Aku pasti bisa melewati semua ini karena kau selalu berada di sampingku." menggenggam erat jemari tangan Delena.
"Mas aku janji, akan selalu berada di sisimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu."
"Iya sayang, aku selalu percaya padamu." kepala Reno bersandar di pundak Delena."
"Tapi aku tidak percaya mengapa kau bisa melakukan semua ini, tiba-tiba kau berada di markas dan menembak Thomas!"
*flash back*
Delena menatap kepergian Reno dengan mobil sedannya, hatinya terus dipenuhi rasa ketakutan yang mendalam, jantungnya tiba tiba berdebar kencang, pikirannya kacau.
"Apa aku harus mengikuti suamiku?
"Delena!
"Ibu!
"Dena apa yang sudah terjadi di mansion ini? ibu masuk ke dapur ada pecahan gelas dan darah di lantai?" Helena terlihat panik.
"Ibu ayo kita bicara di dalam."
__ADS_1
"Dena tolong kau katakan sejujurnya, ada apa sebenarnya?"
"Bu! tadi ada penyusup masuk kedalam mansion, tapi mereka sudah ku bereskan bersama Mas Reno."
"Apa?! penyusup? ya Tuhan Dena, Kenapa bisa terjadi! lalu apa gunanya banyak penjaga diluar sana kalau tidak bisa menjaga keluarga ini?!
"Bu semua ini diluar batas kemampuan kami, penjaga juga sudah berusaha, penyusup lebih pintar, tapi mereka sudah bisa kami atasi dan aku sedang memikirkan Mas Reno."
"Ada apa dengan Reno? dan pergi kemana Reno?
"Bu, mas Reno sedang menuju markasnya karena ada penyerangan di sana, Aku takut terjadi apa-apa dengan suamiku."
"Dena ikuti kata hatimu, kau adalah istrinya yang lebih tau daripada ibu, bila menurutmu akan ada bahaya bagi suamimu, maka ikutilah suamimu Reno, jangan ada penyesalan di kemudian hari karena kau tidak ada disampingnya saat ia membutuhkan mu!"
"Ibu! hiks... kata hatiku menyatakan kalau mas Reno dalam bahaya, gelas yang berada di dapur pecahan dari penyusup yang ingin menembak mas Reno dan melesat mengenai gelas itu!
"Pergilah Nak, doa ibu bersamamu, berhati hatilah kau jangan gegabah, karena yang kau hadapi bukan orang sembarangan."
"Ibu! tolong jaga anak anak, dan bantu aku untuk telpon kak Tommy, ia harus ke mansion untuk menjaga ibu dan anak-anak disini."
"Iya Dena, ibu akan telpon Tommy sekarang!
"Doakan aku bu! Delena mencium tangan Helena dan pergi keluar mansion.
"Kalian Ninja bayangan, semuanya ayo kita pergi ke Markas, suamiku membutuhkan kita!
"Baik Nyonya! ucap mereka serentak.
"Penjaga! kalian harus tetap waspada, ingat kalian ditugaskan oleh suamiku untuk menjaga keluarga ini!
Delena dan orang orang Ninja bayangan pergi meninggalkan mansion.
Helena mengambil ponsel dan menghubungi tommy.
"Hallo tuan Reno!
"Ini ibu Nak Tommy."
"Ibu? ada apa?"
"Maaf ibu telpon mengganggu mu Nak!
"Tidak apa-apa bu, katakan lah!
Helena menceritakan semua kejadian yang sudah dialami Delena dan Reno di mansion.
"Jadi sekarang Delena menyusul Reno?
"Iya Delena menyusul Reno ke markas, karena ada penyerangan disana!
"Baiklah, aku akan menyusul ke markas Reno, dan menyuruh beberapa anak buah Mas Ramon untuk menjaga di mansion."
"Terima kasih Nak Tommy."
"Jaga diri ibu dan si kembar baik baik, secepatnya aku akan menyuruh bodyguard kesana!
__ADS_1
****
"Mas Reno! Mas....ya Tuhan mas Reno tidak bergerak, ia mengeluarkan begitu banyak darah! hiks.. hiks...
"Sabar Nona, Tuan Reno hanya pingsan karena lemas! kata supir menenangkan Delena.
"Bibirnya membiru! Mas Reno bertahan mas..., cepat pak! Mas Reno butuh pertolongan! seru Delena, ia bukan hanya terlihat panik tapi juga ketakutan.
Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi, jam menunjukkan pukul tiga dini hari, untung tidak ada kemacetan dijalan raya. Delena sudah menghubungi dokter Iskandar tentang keadaan Reno, saat mobil sampai di lobby rumah sakit para tim medis sudah menunggu dan mengangkat tubuh Reno diatas ranjang dorong. Delena mengikuti tim medis membawa Reno menuju ruangan UGD.
"Tuan Reno! Dokter Iskandar sudah berdiri di depan pintu UGD.
"Dokter tolong Mas Reno! dia tidak bergerak sejak di mobil."
"Nona Dena tunggu diluar, aku akan menangani Tuan Reno." Dr Iskandar dan beberapa tim dokter masuk kedalam ruangan UGD.
"Delena!
"Mama! hiks, hiks,
Andini dan Ramon sudah berada di rumah sakit, Delena memeluk Andini dan menangis terisak.
"Sabar Delena! kau jangan bersedih, Papa yakin Reno akan kuat! mengelus punggung mantu kesayangan nya.
Ceklek!
Dr Iskandar keluar dari ruangan UGD dan berjalan kearah Ramon, Andini dan Delena.
"Bagaimana dengan anakku Iskandar? tanya Ramon tak sabar.
"Tuan Reno membutuhkan banyak darah, dia harus secepatnya dioperasi agar pelurunya tidak infeksi di dalam.
"Berapa banyak darah yang dibutuhkan anakku? mata Ramon mulai berembun.
"Sekitar tiga liter atau delapan kantong, karena ia sudah lama kehilangan banyak darah sebelum dibawa kemari."
"Ambillah darahku sebanyak yang dibutuhkan anakku Reno, karena dia adalah segalanya bagiku dan keluarga kita semua, jangan sampai anakku tidak tertolong!
Baru kali ini Andini melihat suaminya meneteskan airmata untuk Reno anak laki satu satunya, Reno adalah penerus dan segalanya bagi Ramon.
"Baiklah Tuan Ramon, ayo kita keruangan pengambilan darah, karena tuan Reno harus segera di operasi."
Ramon mengangguk dan mengikuti langkah Dokter Iskandar untuk mengambil darah.
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
@Bersambung.....💃💃💃