
Delena berjalan santai kearah ruangan milik frans, saat membuka pintu ia dikejutkan dengan pemandangan yang tak biasa, matanya terbelalak sempurna.
"Apa apaan ini? siapa yang menaruh bunga mawar sebanyak ini keruangan ku?!
Delena berjalan mendekat dan ia melihat sebuah kartu ucapan diatas bunga mawar. karena penasaran ia membukanya.
"Sayang aku sangat merindukan mu."
"Dari Pengagum rahasia!"
"Siapa yang sudah melakukan ini? bagaimana kalau Mas Reno tau dan ia salah paham padaku?! aku harus membuang bunga bunga ini." gumam Delena terlihat kesal.
"Apa aku tanya pada Arneta saja ya Siapa yang sudah menaruh bunga ini di ruanganku, diakan yang datang lebih awal."
Saat mau berjalan keluar, Delena tampak ragu, ia hentikan langkahnya.
"Tapi.. tunggu dulu? siapa tahu Mas Reno yang sudah memberikan bunga bunga ini, ia sengaja memberikan kejutan ini padaku? lagipula siapa lagi yang mau memberikan bunga satu ruangan ini kalau bukan suamiku sendiri." Delena tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala melihat ke bucinan suaminya itu.
Aku akan keruangan nya dan membalas kasih sayang yang sudah dia berikan padaku, Mas Reno kau sweet banget sih." Delena terlihat senang dan senyum senyum sendiri.
"Aku akan berikan kejutan pas makan siang nanti."
Delena menelpon sebuah restoran untuk makan siang nanti, dan ia meneruskan pekerjaannya.
Tok, tok, tok,..
Masuk!
"Maaf Nyonya mengganggu sebentr, aku mau mengantarkan laporan kerja ini untuk diberikan kepada tuan Reno, karena besok akan ada pertemuan dengan Tuan Alvaro mengenai kontrak penandatanganan."
"Berikan padaku!'
Arneta memberikan laporan kerja itu pada Delena, sementara arneta menatap seluruh ruangan yang dipenuhi bunga mawar, senyuman licik tersinggung dibibirnya.
"Baiklah akan aku berikan pada suamiku!"
Saat Arneta melangkahkan kakinya, Delena menghentikan nya.
"Arneta!
Arneta memutar tubuhnya "Ada apa Nyonya."
"Sampai kapan kau akan terus bersandiwara?
"Apa maksud perkataan Nyonya?
"Menyerah lah untuk mengakui Siapa dirimu sebenarnya!" Delena beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri arneta "Aku sudah muak melihat tingkah mu Arneta, akhiri semua ini dan bertobatlah sebelum terlambat.
"Tdak perlu menggurui ku Nyonya, aku lebih tahu diriku sendiri daripada oranglain."
"Aku sudah memperingatimu berkali-kali tapi kau tidak pernah mau mendengarnya. jangan salahkan aku kalau pada akhirnya aku dan suamiku melakukan yang sudah sepantasnya kami Lakukan!
"Terserah Nyonya!
"Satu hal lagi Arneta! Jangan pernah kau melakukan hal bodoh lagi, dengan menaruh obat perangsang ke gelas suamiku! seharusnya kau bersyukur semalam kau tidak tidur dengan dua bodyguard ku!"
"Nyonya memang tidak punya hati!
__ADS_1
"Tidak punya hati kau bilang? kau yang memulainya lebih dulu dengan membangunkan macan tidur? sekali lagi kau melakukan ini pada suamiku, secepatnya kau angkat kaki dari perusahaan ini!"
"Sekarang bekerjalah dengan baik! sorot mata Delena menatap tajam pada Arneta. tanpa banyak berdebat Arneta berjalan keluar dari ruangan Delena.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Delena masuk kedalam ruangan suaminya.
"Mas..."
"Sayang, kebetulan sekali kau datang, ada hal yang harus mas bicarakan."
"Ada apa Mas, sepertinya serius sekali."
"Iya sayang, duduklah disni."
Delena duduk di sofa. Reno berbicara dengan sangat pelan agar Arneta tidak mendengar.
"Malam ini mas harus ke Bali, aku sudah mendapatkan petunjuk siapa orang yang berada di belakang Anjali, kau harus tetap memantau Anjali selama aku tidak ada, jangan sampai ia kabur, setelah aku datang dengan membawa bukti-buktinya, baru kita laporkan ke polisian."
Delena menatap lekat wajah Reno dan bertanya penuh hati-hati "Mas, apa mas yakin akan penjarakan Anjali, wanita yang pernah hadir dalam hidup Mas?"
"Sayang, Anjali adalah masalalu ku, harus berapa kali aku meyakinkanmu, aku akan buat persyaratan padanya, kalau dia mau pergi jauh dari negara ini aku akan membebaskan."
"Aku tidak yakin Anjali mau berubah, berbagai cara ia ingin memisahkan kita, seandainya memang ada orang dibelakang Anjali, jangan pernah kau bebaskan dia!
"Baiklah, aku akan selesaikan meeting hari ini."
"Berapa lama Mas akan di Bali."
"Dua atau tiga hari, secepatnya aku akan kembali, kau masih bisa handel para client saat aku tidak kan?
"Bisa Mas, aku akan dibantu kepala bagian, manager, dan karyawan lainnya, Mas tak usah khawatirkan diriku."
"Terima kasih Mas, aku tau musuh kita banyak dimana-mana, tapi percayalah kalau kita saling percaya dan saling membantu disitulah kekuatan buat kita."
*****
Selesai pulang kerja, Delena membereskan beberapa pakaian Reno.
"Mas, kalau sudah berada disana jangan lupa hubungi aku."
"Iya sayang."
"Oiya Mas aku lupa, bukankah besok ada pertemuan dengan Tuan Alvaro? kau harus menandatngi kontrak kerjasama itu."
"Begini saja, kau temui Tuan Alvaro dan jelaskan masalah perjanjian kontrak kerjasama itu, kau bisa mewakili aku kan."
"Baiklah Mas."
Delena dan Reno menaiki lift untuk turun ke bawah ruangan, didepan teras Delena memberikan kopernya pada Reno."
"jaga dirimu baik-baik sayang, ingat jangan terlalu capek bekerja, pulanglah lebih awal."
"Iya Mas, kau juga harus jaga diri, berhati-hati lah dijalan, jaga kondisi mas Reno."
"Tentu saja sayang." mencium kening dan bibir Delena.
"Bu, titip zevano dan zevana." mencium tangan Helena.
__ADS_1
"Tentu saja Reno, si kembar adalah cucu-cucu ibu."
"Terima kasih bu!"
Reno masuk kedalam mobil meningglkan mansion.
****
Pagi itu Delena memulai aktivitasnya, Delena lah yang mengurus perusahaan suaminya selama Reno tidak ada ditempat. didalam ruangan suaminya Delena duduk di kursi Presdir sambil mengamati berkas berkas diatas meja. sebenarnya ia sudah tak sabar untuk segera membongkar kelicikan Anjali tapi ia harus tetap bersabar sampai Reno kembali.
Terdengar suara ketukan didepan pintu, Delena mempersilakan untuk masuk.
"Siang Nyonya." seorang manager datang memberi hormat.
"Ada apa pak Irwan?
"Aku memberikan laporan produksi kemaren, tapi sepertinya ada satu salinan yang tercecer diruangan Tuan Reno."
"Baiklah akan aku cari dulu, kalau sudah ada nanti aku kabari."
"Baiklah, terimakasih Nyah, aku permisi."
"Dimana Mas Reno menaruhnya ya,?
Delena mencari bagian file yang tercecer. Saat sedang mencari berkas dilaci, tak sengaja ia menemukan foto foto Reno bersama dirinya yang berpakaian seksi dan terlihat mesra.
"Foto siapa ini? kenapa foto ini sangat mirip denganku? tapi ini bukan aku? foto foto ini sedang berada di Bar? Delena terus mengamati foto foto itu "Wajah ini seperti kak Davin? apa jangan jangan mas Reno pernah punya hubungan dengan kak Davin? jantung Delena berdebar, darahnya berdesir.
"Siapa yang telah menaruh foto foto ini? nggak mungkin Mas Reno yang menaruhnya, ini pasti perbuatan Anjali!" ini tidak bisa dibiarkan dia sudah melewati batasannya!"
"Tunggu! tapi apa hubungannya Anjali dengan foto-foto ini?"
Saat Delena sedang terus berfikir untuk memecahkan teka-teki di otaknya, terdengar suara sepatu highheels berjalan kearahnya.
"Tak, tok, tak tok....
"Selamat siang adikku sayang?"
seorang wanita cantik bertubuh seksi sudah berdiri didepannya. Delena mngangkat wajahnya, matanya terbelalak sempurna. Ia terpaku ditempatnya berdiri, jantungnya seakan mau berhenti, bibirnya terasa kelu bagaimna tidak, ia melihat sosok wanita yang mirip dengannya.
"Kak_ Davin? kau telah kembali?" ucapnya dengan suara tercekat.
"Ya aku kembali, untuk mengambil hak ku yang telah kau rebut!
"Apa....!!!
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
@Bersambung......
@Menghadirkan kembali sosok Davina, karena dari awal cerita sosok Davina sudah ada. banyak Readers yang terus menanyakan dari season satu, sekarang sudah waktunya sosok Davina keluar ya Guysss...😍