
"Ayo kalau begitu cepat kita berangkat sebelum malam tiba! karena banyak binatang liar di dalam hutan! seru komandan polisi.
"Pak Julian! kau bawa mereka para bandit ke bawah dan langsung dibawa ke markas. senjata senjata itu amankan sebagai bukti! Sebagian ikut kami untuk pencarian kedalam hutan!
"Siap komandan. Laksanakan!
"Ayo Tuan Reno, Tuan Tommy, kita berangkat ke hutan!
"Ayo Pak!
Mereka semua bersama para polisi berlari masuk kedalam hutan.
Didalam hutan Fany dan Frans terus berjalan tak tentu arah. Sesekali mereka berhenti untuk mengatur nafas karena lelah.
"Fany, sepertinya kita istirahat dulu. kita sudah berjalan cukup jauh." ujar frans pelan, wajahnya terlihat lelah dan pucat.
"Kita beristirahat dimana?
"Kita cari pohon besar untuk bisa bersandar."
"Itu disana pohon besar." Fany menunjuk sebuah pohon yang paling besar diantara pohon lainnya."
Frans terdiam sejak, memegangi dadanya yang terasa sesak.
"Frans kau kenapa? menatap wajah frans yang terlihat pucat seakan tak bertenaga. Fany meraih tangannya untuk terus berjalan kearah pohon besar itu.
"Frans tanganmu hangat. kau sakit? Fany menghentikan langkahnya, terlihat khawatir dengan kondisi Frans yang semakin lemah.
"Teruslah berjalan fan, tidak usah khawatirkan aku, kita harus sampai ke pohon besar itu! ucapnya pelan. Frans terus berusaha tegar di depan Fany, ia tidak ingin Fany tau kondisi tangannya yang semakin sakit dan panas bekas gigitan Anjing liar. ia berusaha kuat walau sebenarnya tubuhnya sudah tak bertenaga.
"Akhirnya kita sampai juga." Fany sangat lega dan mendudukkan tubuhnya diatas akar pohon liar, sambil menyandarkan tubuhnya ke pohon besar, di ikuti Frans disampingnya. Fany menoleh kearah Frans yang bersandar sambil memejamkan mata.
"Frans sepertinya kau sakit? menaruh punggung tangannya ke dahinya. "Frans suhu badanmu panas. pasti ini akibat gigitan Anjing gila itu. Tangan dan bahu mu sampai terluka! wajah Fany terlihat gusar.
"Tidak apa-apa fan, kau tidak usah khawatir ya. Aku hanya butuh istirahat sebentar, nanti juga baik kembali." ucapnya meyakinkan
"Ya Tuhan Frans! Kenapa nasib kita harus seperti ini?! mata fany berkaca-kaca "Apa yang harus kita lakukan sekarang? lukamu terlalu parah, kau butuh perawatan secepatnya. Aku bingung harus bagaimana? Fany terlihat putus asa.
"Jangan bersedih fan, yakinlah pertolongan akan segera datang."
"Tolong kau carikan dedaunan yang memiliki ruas jari tengahnya tiga atau lima, kau petik yang banyak untuk bisa menghentikan pendarahan ditangan ku."
"Baiklah frans aku akan mencarinya."
"Fany kalau kau mengerti dedaunan, Carikan aku daun cocor bebek, itu bagus untuk pemulihan luka."
"Seperti apa bentuknya Frans? Tapi aku tidak tahu, karena aku tidak pernah suka tanaman."
"Ya sudah tidak apa-apa, kalau kau tidak tahu. lebih baik mencarinya jangan terlalu jauh, di sekitar sini saja. Aku takut kau tersesat."
"Frans istirahatlah, Aku akan lakukan apapun untukmu." menyentuh pipi Frans yang terasa panas, sebelum pergi Fany mencium lembut kening dan bibir Frans.
"Hai hati sayang. ingat jangan terlalu jauh."
"Aku pergi, sekalian mencari buah-buahan untuk mengganjal perut kita."
Frans mengangguk. Fany berjalan tanpa menoleh lagi, meninggalkan Frans yang masih bersandar pada pohon besar sambil memejamkan mata kembali.
__ADS_1
Fany terus mencari dedaunan yang diperlukan untuk mengobati luka frans. ia sudah menemukan daun yang dicari. Dari jarak lima meter ia melihat buah Murbei berwarna merah kecil kecil merambat. Fany berjalan mendekat.
"Kebetulan sekali ada buah murbei, aku akan memetiknya untuk Frans. Semoga ini bisa buat mengganjal perutku dan Frans. Fany memetik buah murbei yang dipenuhi banyak pepohonan. Tanpa ia sadari ada sebuah jurang didepannya yang terhalang dedaunan merambat dan di penuhi ilalang. Fany terus memetik sambil memakan karena lapar. Tiba-tiba kakinya terpeleset dan terperosok masuk kedalam. dengan cepat ia memegang akar batang pohon.
"TOLONG!!!!!!!
Langit tampak pekat, mentari sudah memudar. Awan putih berangsur menghilang. Reno, Tomy dan polisi terus mencari keberadaan fany dan Frans. bahkan orang-orang penduduk Asli ikut membantu mencari dengan berteriak memanggil nama Fany dan Frans.
"FANNY......!
"FRANS......!
"Tunggu! lihat disini banyak sisi darah!. kepala desa yang ikut bergabung berhenti diikuti mereka yang mengikuti dari belakang.
"Benar! Disini banyak sekali darah berceceran." ujar komandan polisi.
"Lihat disana ada bangkai anjing." komandan dan anak buahnya mendekat. "Sepertinya bangkai ini belum lama mati. Mungkin tadi siang ada kejadian ditempat ini."
"Sebaiknya kita ikuti jejak darah ini, sepertinya mereka menuju arah selatan." ujar kepala desa lagi.
"Lebih baik berpencar Ke barat dan ke selatan! perintah komandan polisi.
"Yanto kau kearah barat bersama anak buah mu di dampingi warga desa pancar.
"Siap komandan!
"Ayo sebagian kita jalan kesana! Mereka di bagi dua. komandan dan beberapa anak buahnya, Reno, Tommy, barak dan boy bersama kepala desa berjalan kearah selatan.
Sementara Frans merasa gelisah karena sudah lama Fany belum juga kembali.
"Fany kenapa kau lama sekali. Aku takut terjadi apa-apa denganmu! tiba-tiba perasaan Frans. tidak enak, jantungnya berdebar tak karuan. "Aku menyesal telah menyuruh Fany mengambil dedaunan. Fany cepat kembali hari sudah hampir gelap." gumamnya dengan nafas sesak, tiba tiba tubuhnya gemetaran, "Aku tidak bisa seperti ini, Aku harus mencari Fany. Dia sudah jadi tanggung jawab ku sekarang, walau kami belum ada ikatan pernikahan."
"Hahahaha... Ternyata kau disini! akhirnya aku bisa menemukanmu juga! teriak Yono dengan kedua tangan di pinggang.
"Apa yang harus kita lakukan pada Pria itu! Dia sedang terluka Bos!
"Seperti perintah Bos besar! kita harus tembak mati ditempat!
"Itu lebih bagus daripada dia menyusahkan kita!
"Tunggu dulu? ke mana wanita itu? Hey.. kemana wanita yang ikut bersamamu! teriak Yono.
Frans hanya diam, tidak sedikitpun ia keluar suara, ia tak mau Fany terluka. Frans sudah pasrah dengan takdir Tuhan. percuma melawan sedang kondisinya sedang terluka parah.
"katakan di mana wanita itu! bentak Yono sambil menodongkan pistol kearah Frans yang sudah berdiri. "Wanita itu bisa menghasilkan uang! Cepat katakan dimana dia!
Frans tidak bergeming sedikitpun, ia menatap tajam kearah Lima bandit yang sudah mengepung dirinya.
"Tuhan! jika waktu ku sudah habis hari ini, pinta ku hanya satu selamatkan dan lindungilah kekasihku Fany di manapun ia berada." frans membatin. Ia sudah tak berdaya dan pasrah akan takdir Tuhan.
"Sepertinya ia tidak bersama wanita itu. Lebih baik cepat bos tembak mati saja. Biar Bos Justin senang dan tidak murka. wanita itu bisa kita cari lagi setelah ini."
"Baiklah, bersiaplah untuk mati. katakan pesan terakhir mu! Yono berjalan mendekat, ia berdiri dengan jarak satu meter di depan frans.
Akhirnya Frans membuka suaranya "Katakan pada sahabat ku Justin! kita akan bertemu lagi di akhirat! teriak frans lantang.
Hahahaha... semua terbahak.
__ADS_1
'Klik!
Frans berdoa dan menutup mata. Tiba tiba....
"DOORR!
"DOORR!
Seketika Yono ambruk ketanah tak bergeming. Batok kepalanya mengalir darah dengan deras.
"Angkat tangan! kalian sudah kami Kepung! teriak komandan polisi.
"FRANS!
Terdengar suara teriakan memanggil namanya. Frans berfikir sudah tidak ada di dunia lagi. ia membuka matanya perlahan dan terkejut melihat Reno dan Tomy berdiri didepan.
"Tuan Reno!
Mereka berangkulan. mata Frans sudah basah dengan airmata. Mata Reno ikut berkaca kaca.
"FRANS!
Tommy memanggil.
"Tuan Tommy!
Tommy dan Frans juga saling berangkulan.
Polisi sudah mengurus mayat Yono kepala bandit. dan empat anak buahnya sudah di borgol.
"Frans dimana Fanny?! tanya Reno khawatir. karena ia tidak melihat sosok fanny sejak tadi.
"Fanny! Frans berseru. "Tuan Ayo kita cari Fany. tadi dia pergi mencari dedaunan untuk mengobati luka tanganku. Aku sudah peringati untuk tidak jauh mengambil dari tempat ini. tapi sampai sekarang ia belum kembali." ujar frans merasa bersalah.
"Ya Tuhan fanny menghilang! Reno terkejut tak bisa menahan kesedihannya. dadanya langsung sesak, setelah mendengar cerita frans.
"Pak komandan. Nona Fany menghilang! seru Tommy gusar.
"Baiklah kita cari sekarang. Aku akan menghubungi anak buah ku Yanto yang berada di bagian barat untuk mencari Nona fanny."
"Dedaunan dan buah buahan biasanya berada di tepi jurang." ujar warga desa pancar.
"Ayo kita cari kesana! perintah komandan polisi pada anak buahnya.
"Aku ikut! pinta Frans
"Tidak Frans! kau tetap disini bersama Tomy. kau sedang terluka parah. Para medis akan segera datang.
"Tuan Maafkan aku, tidak bisa menjaga Nona fanny."
"Tidak Frans! kau jangan merasa bersalah, aku berharap Fany baik baik saja. Aku pergi dulu."
"Ayo Tuan kita berangkat! Yang lain tetap berjaga disini! seru komandan polisi.
'
'
__ADS_1
'
@Bersambung......💃💃💃💃