
Assalamualaikum...
Haiii para readers tersayang π. Alhamdulillah akhirnya Author sudah selesaikan Seoson ke-dua, kini masuk ke seoson ke-tiga. Terima kasih banyak atas dukungan kalian yang sudah setia membaca karya 'BUNDA ENNY' senang rasanya bisa terus beraktivitas kembali. karena dukungan kalian yang begitu besar, membuat Author percaya diri dan terus berkarya. Tanpa dukungan kalian Author bukanlah siapa-siapa.
Author sangat bahagia dan terharu, Novel "ISTRI PENGGANTI CEO" Seoson satu, sangat buming dan terus meroket menjadi trending sampai saat ini, dengan view lebih dari 100M. Mendulang sukses di soeson Pertama tidak membuat Author berpuasa diri. Terus berkarya dan motivasi dari readers lah yang membuat Author percaya diri, untuk bisa menghasilkan karya dan cerita yang berkualitas. Walau banyak pro dan kontra, dan sempat membuat Author down. Tapi kembali lagi pada diri sendiri, dan melihat semangat para readers yang masih setia dan mendukung karya Author ππ. Anggap saja itu adalah bumbu dalam sebuah ujian. Muehehehe... Alhamdulillah Author bisa terus berkarya hingga sampai di seoson Dua.
Sekarang sudah masuk ke soeson ke-tiga. Semoga kalian semua suka dengan cerita yang berbeda dari Seoson satu dan kedua. Pasti ada konfliknya, percintaan, Airmata dan Action. Di tambah Pelakor sebagai bumbu dalam kisah ini. Yuk terus dukung Author agar bisa menghasilkan cerita yang lebih menarik dan tidak membosankan.
Salam hangat dari Author. Bunda sayang kalian semua. love you full ππ
(POV DELENA MAHESA)
Pagi yang cerah, ku buka jendela kamar. Angin sejuk menyeruak masuk menerpa pori-pori kulitku. ku menajamkan bola mata, menatap pemandangan pantai yang indah didepan ku. Hari ini aku bersama Mas Reno, suami terhebat ku. dan kedua anak kembar ku yang tumbuh besar menjadi pria tampan dan gadis cantik Zevano dan Zevana, sedang berlibur ke Turki.
Turki memiliki 2 julukan, yaitu "Ay-YΔ±ldΔ±zlΔ±lar" (Bulan Sabit) dan "Bizim Γocuklar" (Anak laki-laki kami) Di sana juga terkenal dengan kuliner yang menggugah selera lidah. Belum lagi pada sore hari, bila duduk di depan lautan lepas, akan terasa nyaman dan tenang seakan beban berat hilang begitu saja. Burung-burung diatas langit berputar-putar seakan sedang menari, begitu banyak pemandangan yang indah di sekitar ku. tempat yang indah bukan?
Sore ini aku terduduk di sebuah kursi kayu. seraya menatap lautan lepas didepan ku, satu tanganku memegang sebuah novel. Ya akhir akhir ini bila tidak ada kesibukan, aku kerap kali membaca sebuah Novel untuk sekedar hiburan dikala sendiri. Ku edarkan mata liar ku pada kedua pasang anak kembar didepan ku. Mereka sedang asik bermain istana pasir, kadang anak laki-laki itu jahil merubuhkan istana pasir adik perempuannya. tak elak gadis itu marah dan mengejar anak laki-laki itu seraya merengek. Di menit kemudian mereka kembali rukun dan membuat istana pasir itu kembali. Senyuman di bibir ku tak pernah lepas melihat keberadaan mereka yang tumbuh besar. Mereka adalah cahaya hidupku, malaikat kecilku yang selalu membuat ku tersenyum.
Sebuah tangan kekar bergelayut manja di pundak ku, kedua tangannya membuat lingkaran di leherku. Dari aroma tubuhnya aku sudah paham dan sangat mengenalnya. Dialah Pria sekaligus suami terhebat ku. Suami yang selalu ada buatku, suami yang tidak pernah membuat ku menangis, suami yang selalu membuat ku tersenyum bahagia. Begitu banyak kelebihan yang suamiku miliki, bagi ku Mas Reno suami sempurna yang tidak ada cela di mataku. kadang membuat para wanita dan teman-teman ku iri melihat ke-bucinan Mas Reno. Aku sangat menyayangi dan mencintai suamiku melebihi diriku sendiri. siapa yang tidak ingin memiliki suami sehebat dan sekeren mas Reno?
Setiap hari kami saling mencintai, hingga tidak pernah memberi kesempatan Pelakor dan Pembinor masuk dalam kehidupan kami. Kuncinya adalah saling terbuka dan saling percaya.
Kecupan manis ia berikan di pipi kiriku, darah ku berdesir seakan sedang jatuh cinta lagi.
"Sayang... udara sore semakin dingin, aku membawakan mantel untukmu." suara lembut dan penuh perhatian itu membuat ku terus jatuh cinta.
Mas Reno sudah melepas rangkulannya, ia pindah duduk di samping ku, memakaikan mantel bulu domba ditumbuh ku, begitu hangat sehangat pelukannya. kami berdua duduk di kursi kayu yang sama, ku sandarkan kepalaku di dada bidangnya. ia berikan lagi kecupan hangat di kening ku. Surga terasa milik kami berdua.
__ADS_1
"Mommy... Daddy.... suara Zevano dan Zevana dari kejauhan di tepi laut. Mereka berlari kecil bersama kearah kami.
"Daddy! vano sangat nakal...!" teriak vana seraya mengerucutkan bibirnya.
Mas Reno melepas rangkulannya, dia berdiri dan berjalan kearah anak gadisnya yang sedang merajuk. Dengan penuh kasih sayang Mas Reno merayu Vana, dan berhasil membujuknya. Menggendong tubuhnya yang mulai beranjak besar di usianya 12 tahun. Vana begitu dekat dan sangat manja dengan Mas Reno. Berbanding terbalik dengan Vano yang terlihat lebih cuek dan tidak banyak bicara. Vano anak yang cerdas di sekolahnya, ia lebih dekat dengan diriku di bandingkan pada Ayahnya Mas Reno. Didepan ku vano terlihat sangat manja, berbeda bila di dekat Mas Reno ia begitu segan dan lebih banyak diam.
Sejak usia Vano dan Vana lima tahun, Mas Reno sudah mengajarinya ilmu bela diri. taekwondo, karate dan silat. Bahkan di usianya baru menginjak enam tahun, vano sudah di ajari bagaimana cara menembak yang benar dan jitu. Kerab kali aku berdebat masalah Ini dengan Mas Reno, kenapa di usianya yang seharusnya belajar dan bermain dengan anak seusianya, justru diharuskan memegang senjata. Dengan penjelasan yang masuk akal Mas Reno selalu menenangkan ku. katanya untuk bisa jaga diri, karena Zevano pewaris Keluarga besar Mahesa. Semua perusahaan kelak akan berada ditangan nya.
"Mommy... kenapa hanya melamun? tanya vano langsung membuyarkan lamunan ku.
Menatap wajah tampannya, yang membuatku selalu bangga pada anak lelakiku. "Tidak ada apa-apa, sayang..." mengelus lembut kepalanya, yang sudah duduk di sampingku "Vano, coba jangan suka menggoda adikmu." kata ku lembut memberikan nya pengertian.
"Vano tidak bandel ko Mom, apalagi menggoda Vana, dianya saja yang mudah ngambek." jawab vano datar.
"Kalian kak saudara kembar, Mommy sayang Vano dan Vana. kalian berdua harus kompak sampai dewasa kelak. dan Vano sebagai seorang kakak harus menjaga Vana. okey..." kataku seraya memeluk tubuh Vano yang sudah terlihat berotot.
Mas Reno berjalan mendekat bersama Vana, mengajak kami untuk kembali ke hotel, jarak dari laut ke hotel kami hanya menempuh 200 meter. Setelah sampai, aku masuk kedalam kamar, begitu pula dengan Vano dan Vana masuk kedalam kamar masing-masing.
Saat aku ingin mandi dan melepas pakaian ku, Mas Reno sudah lebih dulu melepaskannya. Ia selalu tahu apa yang ingin aku lakukan.
"Kita mandi bersama, sayang." bisiknya lembut. tentu saja aku tidak akan bisa menolaknya, Bukankah ini bulan madu kedua kami.
Senyuman sumringah tersungging di bibirnya yang bervolume. Mengangkat tubuh ku yang sudah polos, seraya menciumi ceruk ku. Rasa geli dan sensasi menjalar ditubuh ku. Kami menghabiskan waktu bersama di dalam bahtub.
Malam hari jam sudah menunjukkan pukul tujuh. waktunya kami makan malam bersama. Sebelum kami turun ke lobby, ponselku berdering, tertera nama saudara kembar ku, dengan cepat aku mengangkat nya.
"Hallo kak...
__ADS_1
"Haii, Dena! kau sedang berada di Turki?
"Darimana kakak tahu? tanyaku mengeryitkan kedua alisku.
"Aku melihat story keponakan ku, Vana."
"Iya Kak! kami sedang berlibur karena Vano dan Vana sudah lulus sekolah. Tahun ini mereka berdua sudah akan masuk Sekolah Menengah Pertama."
"Syukurlah, mereka berdua lulus. Pulang dari Turki mampir lah ke Bali, pasti Adella senang kedatangan kedua kakaknya."
"Baiklah kak, aku akan bicara dengan Mas Reno, salam sayang buat Adella."
Aku baru saja selesai bicara dengan Kak Davin. Ya sekarang Kak Davin sudah banyak berubah, setelah menikah dengan Robert sahabat sekaligus partner bisnis Mas Reno. Tujuh tahun yang lalu, saat usia si kembar Lima tahun. Robert datang ke Jakarta menemuiku dan ibu. Karena keberhasilannya menyembuhkan Kak Davin, Robert berniat menikahi saudara kembar ku. Ibu memberikan restu. Akhirnya mereka menikah di hotel berbintang milik Tante Siska yang berada di Bali. Dua bulan pernikahan Kak Davin mengandung, dan melahirkan anak perempuan bernama Chika Adella. kini usia Adella menginjak Enam tahun.
"Sayang, Ayo kita turun. lihat kedua anakmu sudah menunggu."
"Iya Mas, kak Davin baru saja telpon. ia ingin kita berkunjung ke Bali, Adella kangen pada kakak kembarnya."
"Nanti kita pikirkan lagi, kalau masih ada waktu kita mampir kesana."
Aku mengangguk dan berjalan keluar kamar. Kami berempat turun kebawah untuk makan malam bersama.
π
π
π
__ADS_1
β€οΈ Bersambung.......πππ