
Mereka semua sudah berkumpul di sebuah taman yang dipenuhi berbagai aneka bunga, para tamu undangan melihat takjub sepasang suami istri dan kedua anak kembarnya yang terlihat harmonis dan bahagia, Reno, Delena dan si kembar sudah berada diatas panggung, mereka berdua duduk disebuah sofa sambil memangku si kembar, sementara Helena, Andini dan Ramon duduk di sofa sebelahnya, mereka tampak bahagia, terlihat jelas dari senyuman sumringah dan hangat dari kedua orang tua Delena dan Reno.
Tak tanggung tanggung Reno mengudang orang orang penting dari berbagai Negara, mereka adalah teman bisnis dan pejabat kota, acara sangat meriah, Tommy selaku pembawa acara membuka kata sambutan dan sambutan selanjutnya diberikan pada Reno, selaku tuan rumah.
Reno berdiri gagah di depan panggung yang sudah ditata dengan rapih, bak sebuah pernikahan besar, Reno mulai memberikan kata sambutan.
"Assalamualaikum,,,
"Selamat datang di mansion klurga kecil kami, saya Reno Prayoga Mahesa berserta istriku Delena Ayudia Sanjaya, mengucapkan banyak terima kasih pada kerabat, sahabat dan teman bisnis Mahesa Group' karena sudah berkenan hadir di acara kami yaitu 'kembalinya istri saya Delena dari sakit komanya selama hampir satu tahun" Reno menoleh kebelakang menatap wajah istrinya "Sayang kemari lah" Delena berjalan kedepan dan berdiri di samping Reno "Ini adalah istriku, penyemngat hidupku, ibu dari kedua anak kembar ku, wanita yang tegar dan kuat, seorang istri yang soleha, aku sangat mencintai istriku" Reno menatap wajah istrinya dengan senyuman lalu mencium kening nya, Delena sangat terharu mendengar ucapan Reno yang begitu mencintainya, ada sebuah ketulusan dimatanya, terdengar tepukan tangan dari para tamu undangan, "Saya juga ingin merayakan ulang tahun anak kami Devano Antonio Mahesa dan Denisa Sabila Mahesa yang pertama" Helena dan Andini maju kedepan membawa si kembar "Ini lah kedua Anak kembar kami, dan tanpa kedua orang tua kami, kami berdua bukan lah apa apa, dari doa doa mereka lah yang akhirnya saya bisa berkumpul kembali bersama anak dan istriku, Mama, papah dan ibu kami yang berjuang untuk saya bangkit dari keterpurukan, saya mengucapkan banyak terima kasih pada kedua orang tua saya yang sudah memberi saya semangat, dan ibu mertua saya yang sudah sabar dalam mengasuh kedua anak kembar saya, inilah keluarga besar kami" gemuruh tepukan tangan terdengar nyaring di luar mansion yang sudah di sulap seperti taman bunga.
"Hanya ini yang bisa saya sampaikan, sekali lagi terima kasih banyak untuk para tamu undangan yang telah hadir, bahkan dari negara luar yang juga sudah sempatkan hadir.
wassalamu'alaikum wr wb,,,,
Setelah Reno selesai dengan kata sambutan, Tommy mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang berada disekitar taman, hidangan yang dibuat dari koki terkenal yang berada di hotel Ramon, semua hidangan serba ada, dari masakan ciri khas Indonesia sampai Eropa.
Acara pun telah usai, Reno masih terus mengobrol bersama beberapa tamu dari negara yang ia undang, sementara Delena, dan keluarga semua sudah meninggalkan acara dan berkumpul di ruangan keluarga.
"Bu,, aku ke kamar dulu, rasanya capek banget" terlihat wajah lelah Delena setelh mengada kan pesta.
"Iya sayang,, istrahat lah, kau terlihat lelah sekali nak"
"Titip si kembar ya bu,, aku mau mandi dulu, selesai mandi baru nemuin si kembar"
"Mah,,. pah,, aku pamit ke kamar, mau mandi dulu"
"Iya Delena, kau harus istrahat dulu"
Delena berjalan menuju lift, sampai depan lift ia berjalan masuk kedalam kamar, rasa lelah disekujur tubuhnya membuatnya ingin segera tidur, tapi tubuhnya terasa lengket dan berkeringat.
"Ahh,, akhirnya selesai juga acara pestanya"
Delena melepas semua pakaiannya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi, ia menyalakan kran di bathtub menuangkan aroma traphi kedalam air, setelah penuh Delena masuk kedalam Bathtub, aroma aneka bunga berada didalam air menambah segar tubuhnya, ia memejamkan matanya perlahan, untuk menikmati mandi air hangat sore itu, tiba-tiba ia teringat akan wajah suaminya, senyuman manis tersungging dibibir Delena, dan ia pun berbicara sendiri dengan mata masih terpejam.
"Mas Reno,, kau begitu tampan, aku bangga memiliki mu, kau seorang suami yang baik dan penyayang, bahkan kau sungguh menggoda dan mempesona" Delena tertawa kecil "Senyuman mu, sentuhan lembut mu, bahkan kata kata manis mu melebihi manisnya madu" Delena tertawa geli, tanpa sadar sebuah kecupan di bibir Delena.
"Hmmmppppp,,,,,"
Seketika mata Delena terbelalak, ia sungguh kaget ternyata suaminya sudah berada didepan nya, Delena menarik nafas dalam saat ciuman itu terlepas.
"Mas,, sejak kapan ada disini?!
"Sejak istriku membicarakan kan suaminya sendiri" Reno tersenyum sumringah dengan tatapan liar melihat tubuh polos istrinya
"Bukan kah tadi mas masih menemani tamu dari luar negeri"
__ADS_1
"Sudah ada Tommy dan frans yang menemani"
"Kenapa mas gak ikut menemaninya?
"Karena aku lihat istriku sudah tidak ada, makanya mas menyusul dan ternyata benar kau sedang asyik mandi sendiri tanpa mengajak aku" Reno semakin mendekat kan tubuhnya.
"Mas,, tunggu! kau bilang ada frans? sejak kapan ia datang, tadi aku tidak melihatnya"
"Ia baru tadi datang, karena tadi habis ada meeting di kantor, sudah tidak usah banyak tanya lagi sekrang mas bantu mandikan istri mas dulu"
"Dasar modus!
"Apa kau bilang,,,? Reno semakin dekat
"Gak ada,, hheee,, suami ku tampan"
"Memang sudah dari dulu,, terus,,"
"Hmmm,, baik hati dan tidak sombong" hehehehe,,
"Bukan,, yang tadi kau bilang pertama" menciumi leher jenjang istrinya
"Yang modus,,,?! uffh! Delena membekap mulutnya karena keceplosan.
"Nggak kok mas" Delena memejamkan matanya karena menikmati sentuhan lembut suaminya yang tiba-tiba.
"Mas,,,,," suara lembut Delena mendesah.
"Iya sayang,, kau suka kan" bisik Reno lembut
Reno tersenyum dan meneruskan aktivitas nya dikamar mandi, selanjutnya hanya mereka berdua yang tau🙈
****
Di luar Mansion, sebagian tamu masih ada yang belum pulang, Tommy masih menemani beberapa tamu Reno yang datang dari luar negeri, sementara frans yang belum lama datang sedang menikmati hidangan diatas meja makan, sambil tangannya mengetik sebuah ponsel.
"Frans,,,"
Suara seseorang telah menghentikan tangannya mengetik, Frans menoleh pada asal suara itu, ia menatap seorang wanita cantik berdiri didepannya. "Riska,,,? kau Riska bukan?!
Wanita itu tersenyum manis "Iya aku Riska"
"Kau berada disini juga?!
"Ku kira kau bukan frans, tadi aku ragu untuk menegur mu, tapi ia ternyata kau benar Frans"
__ADS_1
"Silahkan duduk Ris,,,"
Wanita bernama Riska duduk di depan Frans.
"Aku nggak menyangka kita bisa bertemu disini frans"
"Aku sambil makan ya Ris,,,"
"Okey no problem,,"
"Iya Ris, sejak lulus kuliah kita tidak pernah bertemu lagi, kau seperti menghilang di telan bumi,,," hahahaha frans tergelak
"Tawa mu masih sama seperti dulu Frans, tapi penampilan mu sekarang banyak berubah, kau lebih tampan dan berkelas"
"Tidak usah memuji, kau tidak akan tau di balik semua penampilan ku yang menipu'
"Maksud mu,,?!
"Ahh,, sudah lah, kau bekerja dimana sekarang? apa perusahaan mu bekerja sama dengan tuan Reno,,?!
"Iya,, aku bekerja di perusahaan Asing sebagai Manager pemasaran, dan aku disini mewakili perusahaan yang aku naungi, datang sebagai tamu undangan, kau sendiri bekerja dimana?
"Wah kau hebat Ris, bisa jadi seorang manager di perusahaan asing, aku hanya karyawan biasa di perusahaan tuan Reno" Frans tersenym sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya.
"Boleh aku minta nomor mu Frans, kalau ada pertemuan dengan teman teman kuliah aku bisa menghubungi mu"
"Okey"
Mereka berdua saling bertukar nomor ponsel, dan bersendau gurau tanpa sadar sepasang mata wanita sedang mengamatinya, dan wanita itu berjalan kearah meja Frans.
'
'
'
'
'
'
'
@BERSAMBUNG
__ADS_1