ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Kalah Telak


__ADS_3

"Van! tidak ada cara lain kabor yuk!


Vano tidak bicara satu katapun dengan ocehan si Dev yang super penakut. Vano melepas tas gemblok nya dan mengeluarkan sebilah pisau lipat yang selalu ia bawa didalam tasnya. turun dari motor dan memberikan tasnya pada Devan.


"Hey Vano kau mau ngapain?! teriak Dev, yang melihat Vano berjalan kedepan, berhadapan dengan gerombolan brandal itu.


Seketika Dev syok dengan nafas turun naik. Tubuhnya menggigil melihat Vano berjalan kearah mereka dan berdiri didepannya.


"Beri kami jalan, ini jalanan umum!" pinta Vano


"Dasar bocah berani kau bentak kami! beri kami uang dulu, pasti kami akan kasih jalan, rampas tas mereka! teriak ketua genk berandal itu.


Dua orang itu maju dan berteriak! "Hey itu bukan Pria si mata empat yang tadi lewat sini!


"Benar dia orang nya! berani juga nyalinya, bawa temannya lewat sini! kita habisi saja mereka, ayo!


Sebelum dua orang itu berjalan kearah Devan dengan cepat tangan Vano menghalangi.


"Apa yang ingin Kalian berdua lakukan? kembalikan ponsel dan uang yang Kalian curi darinya! teriak Vano dengan rahang mengeras dan sorot mata tajam.


"Brengsek kau! berani pada kami! wajah anak berandalan yang usianya diatas Vano dan Dev, mulai terlihat garang dan mengacungkan parangnya kearah Vano, dengan cepat Vano ngeles dan menendang perut pria tanggung itu telak, ia jatuh tersungkur ke aspal, satu tendangan dengan tubuh memutar ia berikan pada temannya yang ikut menyerang Vano dari samping.


Dari arah belakang Vano, serangan mendadak ingin membacok punggungnya.


"Vano awassss...! teriak Dev dengan mata terpejam.


Vano menunduk kebawah dan.. "Seeettttt! pisau lipat itu langsung menghujam paha pria itu.


"Aaaaaakkkkhhhh! Anak brandal itu berteriak histeris. Dengan berlari cepat dua orang temannya maju dan menggotong tubuh temannya yang terluka, bersamaan darah bercucuran.


Dev yang berdiri di motor tak jauh dari Vano berkelahi, hanya melongo dan tercengang dengan mulut menganga sambil membekap tas sekolah vano di dadanya.


"Hah?! Vano bisa berkelahi? sejak kapan anak dingin itu bisa berantem? busyeeet...udah kaya nonton film-film di bioskop! ucap Devan tak percaya melihat adegan seru di depannya.


Temannya yang lain ikut menyerang Vano, jumlah mereka ada enam orang, tapi tidak membuat Vano gentar, Vano tahu mereka tidak bisa ilmu bela diri, mereka hanya bisa menyerang dengan senjata tajam saja. Dengan mudah Vano berhasil menarik tangan ketua genk berandal itu saat ia akan menyerang dari arah belakang. Teriakan histeris membuat yang lain kaget. Vano berhasil melintir satu tangannya ke belakang hingga parang itu terlepas


"Saaaaakiiiiittttttt! teriaknya


"Lepaskan tangan gue setan!


Satu temannya ingin membantu, dengan menyerang kembali kearah Vano. Tanpa melepaskan pelintiran ketua Genk itu, dengan mudah dan hanya sekali tendangan saja anak remaja itu mental kebelakang


"BRUKK!


Aaaaawwww..."Pinggang gue kaya mau patah! rintih pria itu, sambil berusaha untuk bangun.


Vano sengaja menahan teman mereka yang ia pelintir, untuk jadikan tameng, semakin ia berontak dan teriak kesakitan semakin Vano melintir nya kuat.


"Kau ingin minta ampun dan kembalikan ponsel milik temanku atau mau aku patahkan tangan mu! bentak Vano.


"Aaaaakkkhhh! iya ampun...gue nyerah dah!


"Lepasin gue dulu!

__ADS_1


"Tidak akan! sebelum kalian kembalikan ponsel dan uang temanku!


"Bang gandi! si Parjo udah sekarat tuh! banyak ngeluarin darah! teriak temannya.


"Cepat luh bawa ke Puskesmas, goblok! teriaknya seraya meringis kesakitan.


"Lepasin gue Bodoh! ini sakit, aaaakkkhhhh. ..


"Semakin kau berontak tangan mu tidak akan pernah aku lepas! kembalikan dulu hak milik orang! atau kau akan mendekam di penjara!


"Ba-ik! tapi jangan bawa gue ke penjara!


"Woy... ! balikin ponsel anak tadi, cepatan tangan gue udah mau patah ini! teriak pria itu pada teman-temannya.


"Dev! kemarilah!" teriak Vano.


Masih dengan perasaan was-was dan takut Devan berjalan mendekati Vano.


"Apa apa!


Vano mendekatkan wajahnya ke telinga Dev dari berbisik "Cepat kau telpon Vana untuk dia menghubungi Om Tomy, laporkan semua kejadian ini, agar bisa secepatnya Om menghubungi polisi."


"Okeh...."


"Dimana ponselmu!


"Dalam tas, cepat Kontak Vana!"


Sementara suara jeritan masih terdengar dari teman mereka yang kena tusuk pahanya, Lima orang masih mengerumuni dan menaikan temanya itu keatas motor, satu yang menyetir dan di belakang yang memegangi temanya di tengah. Setelah motor berjalan, dua orang teman brandal itu berjalan mendekat kearah Vano dan ketua Genk mereka yang masih Vano sandra.


Devan menghubungi Vana dan telpon pun terhubung.


"Hallo Kak!


"Ini Dev, aku di suruh Vano, supaya kau hubungi Om Tomy, ada kejahatan di jalan Senopati, secepatnya lapor polisi."


"Apa? jadi kau dan Kak Vano di jegal perampok?!


"Tenang saja, kakak mu tidak kenapa-napa, dia malah menghajar habis berandalan itu, tadinya aku tidak yakin, tapi nyatanya dia menghabisi mereka semua!"


"Muehehehe... aku udah yakin itu, kakak ku pasti menang!" ucap Vana bangga.


"Ya sudah secepatnya hubungi polisi ya."


"Kirim alamatnya."


"Okeh!


telpon terputus, Devan tidak berani mendekat, ia masih berdiri di dekat motornya.


"Mana ponselnya, serahkan pada ku!


"Cepat kalian serahkan bodoh!

__ADS_1


"Sudah kami jual bos! kan tadi pagi kau sendiri yang nyuruh jual!"


"Lah gue pikir belum di jual! terus uangnya mana!" tanyanya lagi.


"Lah kan tadi uangnya udah kita bagi berenam, sisa duit nya buat beli Bir di bang Otong!


"Teruskan uang tadi, udah buat bos pasang judi online, emang uangnya darimana? jual hp anak itu lah!" imbuhnya sewot.


"Dek! udeh dek! gue nyerah, ponselnya udah di jual, lagian uangnya juga udah habis! ujar Pria itu memohon pada Vano.


"kalian memang tidak punya hati! setiap hari merampok hak milik orang lain dan hasilnya buat mabok dan judi! bentak Vano sangat kesal.


"Iya dah sekarang gue tobat,. nggak lagi merampas hak milik orang lain!"


"Sudah terdesak kaya gini ajah baru bilang nyerah! tadi sombong bener acungin golok sama parang! udah pasti banyak korban yang udah kalian sakiti!


"Parang sama golok cuma nakut-nakutin doang, biar mereka keluarin barang-barang berharganya! ucap Genk rampok itu jujur.


"Sekarang kalian bertiga di tambah tiga orang teman kalian tadi, harus pertanggung jawabkan perbuatan kalian yang sudah meresahkan banyak orang dengan senjata kalian!


Mereka bertiga saling bersitatap, dengan kesal Vano mendorong tubuh pria yang tadi dia pelintir tangannya.


"Sekarang kalian menyerahlah! teriak suara seseorang yang sudah mengacungkan pistol ke arah tiga berandal itu. Ternyata beberapa orang polisi sudah berada di lokasi.


"Sialan kita di jebak! gerutu ketua genk itu. Tanpa perlawanan mereka berhasil di tangkap.


"Kalian semua tidak pernah kapok ya! kalian semua sudah sering meresahkan masyarakat yang lewat jalanan ini! bentak seorang polisi.


"Mana teman-teman kalian yang lainnya."


"Ke puskesmas pak! tadi bocah ini yang sudah menusuk paha teman saya!


Pak polisi menoleh pada Vano dan tersenyum "Apa adek yang bernama Zevano?


"Iya pak pol!"


"Bapak Tommy sudah melaporkan pihak kepolisian setempat. Kami ucapkan banyak terimakasih, adek sudah membasmi penjegal ini, yang sudah banyak meresahkan orang banyak."


"Sama-sama Pak! kalau begitu saya permisi."


"Kau tidak apa-apa?!


"Tidak pak! tidak ada yang terluka."


Tiga orang berandal yang profesi sebagai penjegal itu ditangkap dan di giring masuk kedalam mobil patroli.


🌺


🌺


🌺


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2