ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pencarian Fanny


__ADS_3

"Seperti ada yang mengikuti ku? apa anak buah kak Reno? tapi sepertinya bukan, aku tau semua mobil kak Reno yang berada di garasi.


"Lebih baik ku percepat saja lajunya!


Fanny melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil dibelakangnya terus mengikuti kemana fanny pergi, ia sedikit panik.


Tiba-tiba "BRAKK! belakang mobil fanny di hantam.


"Siapa yang sudah menghantam mobilku!


Fanny mencari jalan ramai agar mobil itu tidak terus menabrakkan lagi, tapi sial di depan sudah ada yang menghadang hingga ia rem mendadak dan "BRAKK! mobil dihantam lagi dari belakang. Untuk menghindari fanny memotong jalan pintas dengan masuk kedalam jalanan raya menuju perkampungan.


"Ya Allah siapa orang orang itu! aku harus menghubungi kak Reno."


Fanny terlihat tegang dan syok. Ia terus melajukan mobilnya tanpa menghiraukan jalanan aspal yang rusak. semakin ke dalam jalanan makin sepi dan gelap, hanya ads beberapa lampu yang remang remang.


"Ini arah jalan mana? kenapa aku semakin ke dalam." keringat dingin keluar dari pori-pori kulit fanny. rasa ketakutan terus terlintas dari pikirannya. Fanny menoleh ke belakang. Tidak ada tanda-tanda mobil di ikuti. Ia menghentikan mobilnya.


"Aku harus menghubungi kak Reno!' fanny mengambilnya tas disamping jok dan mulai merogoh ponsel. saat ia akan menelpon tiba tiba mobilnya dihantam kembali, ponsel itu terlempar kebawah. Saat mobil fanny ingin di jalankan, tiba tiba didepan sudah di hadang. mobil Fanny sudah tidak bisa bergerak. Dua orang pria membuka paksa mobil fanny.


"Cepat turun!


"krek, krek, krek! cepat buka pintunya! teriak pria di samping pintu. Fanny tidak bergeming ia begitu ketakutan.


"Hancurkan saja kacanya! perintah Pria satunya.


Fanny mundur ke jok sebelahnya karena ketakutan. Pria itu mengambil batu dan menghancurkan kaca mobil fanny.


"PRANGGG!


Pria itu membuka kasar mobil Fanny.


"Kau siapa! funny berteriak histeris.


"Ayo turun! bentak pria itu.


"Aku tidak mau! aku tidak punya urusan dengan kalian, pergi kalian!


Kau tarik paksa saja tangan wanita itu!


Pria itu menarik kasar tangan Fani agar keluar dari mobil. Setelah Fanny berhasil dikeluarkan ia terus berontak, tapi apa daya tenaga seorang wanita tidak akan mampu mengalahkan dua orang pria. Fanny langsung dibawa masuk ke dalam mobil belakang.


"Aku mau dibawa kemana lepaskan! teriak fanny "Aku tidak ingin ikut kalian!


"Diam jangan berisik! bentak pria itu sambil mengikat kedua tangan fanny agar tidak berontak.


"Apa mau Kalian! siapa yang menyuruh kalian! lepaskan! kalian pasti akan menyesal! hiks...


Mobil itu langsung mundur dan berbalik ke arah semula. Fanny terus berteriak didalam mobil sambil menendang-nendangkan kakinya kesadaran jok depannya.


"Wanita ini terus berontak dan berteriak."


"kau bius saja biar berhenti berteriak! perintah temannya yang sedang menyetir.


Pria disamping fanny mengambil saputangan dan botol kecil dari saku jaketnya. lalu cairan dalam botol itu ia tumpahkan ke saputangan. ia mulai mendekat kearah fanny.


"Lepaskan! tolong... tolong...


"Cepat kau bius wanita itu! sebelum banyak orang yang curiga!

__ADS_1


Pria itu berhasil membekap mulut dan hidung Fanny agar tidak berontak lagi.


"Akhirnya pingsan juga!


"Cepat kau lajukan mobilnya, di belakang mobil kita seperti ada yang curiga! jangan sampai ada yang buntutin!


Pria itu menyetir dengan kecepatan tinggi menuju jalanan raya.


******


Mobil Reno sudah masuk kedalam gerbang. dan terparkir dengan sempurna. Delena sudah menunggu di depan teras saat suara mobil suaminya terparkir.


Reno terlihat sumringah saat wajah cantik istrinya tersenyum padanya. Delena mengambil tas kerja Reno dan mencium tangannya. Reno merangkul pundak istrinya dan masuk kedalam ruangan.


"Mas tumben pulang telat."


"Iya tadi ada rekan kerja datang ke kantor."


Reno mendudukkan tubuh lelahnya di Sofa. Delena masuk ke dapur dan membuatkan teh manis hangat.


"Kenapa sudah jam setengah sepuluh fanny belum pulang juga. padahal dia sudah berjanji jam delapan akan pulang? gumam Delena yang terlihat gelisah "Kenapa perasaan ku nggak enak kaya gini ya? menaruh gula kedalam gelas dengan tatapan kosong.


"Nyah biar saya saja yang buatkan." tiba-tiba suara Sri membuyarkan lamunan Delena.


"Tidak usah Mba, suamiku hanya mau minum buatan ku, ia suka komplen kalau yang buatkan orang lain, maaf ya Mba."


"Lah Nyah, nggak usah minta maaf begitu. Nyonya baik hati banget ya, udah cantik dan baik sama semua pembantu, pantas Tuan sangat sayang sama Nyonya." puji Sri salah satu pelayan.


Delena tersenyum sumringah sambil terus mengaduk teh manis didepan nya.


"Mba tolong matikan saja lampunya kalau sudah tidak ada kedapur."


Delena berjalan kerungan keluarga sambil membawa teh manis ditangannya. Ia melihat Reno sedang bersandar pada sofa dengan kaki selonjoran.


"Mas di minum dulu teh nya." Delena duduk di samping Reno. Reno bangun dan terduduk. Meyerumput teh manis ditangannya.


"Dimana fanny!


Delena terdiam. ia sedang merangkai kata-kata yang tidak membuat Reno marah.


"Mas lebih baik mandi dulu, atau ingin makan dulu aku siapkan."


"kau tahu bukan, kalau malam aku tidak pernah makan. Aku sudah makan sore tadi."


"kalau begitu mas mandi dulu? Delena mengalihkan pembicaraan.


"Sayang Kenapa? kau terlihat pucat dan tegang, apa kau sakit?" tanya Reno tiba tiba.


"Tidak Mas, aku tidak apa-apa!


Reno beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar fanny.


"Mas mau kemana? Delena tidak bisa menutupi lagi, ia tampak gelisah dan menarik tangan suaminya saat sudah memegang handle.


"Kenapa kau melarang aku masuk ke kamar Fanny?" Reno menatap curiga pada istrinya.


Posisi Delena pindah didepan pintu kamar fanny. Mas dengar ada sesuatu yang harus aku bicarakan padamu."


"katakan padaku Ada apa dengan Fanny?

__ADS_1


Delena terlihat gugup, ia tak berani menatap wajah Reno.


Reno menyentuh pundak Delena "Ada apa sayang, katakan lah." suara Reno berubah lembut.


Mas maafkan Aku? mata Delena Sudah berembun. "Aku tidak bisa menjaga amanah mu. Sebenarnya fanny tidak ada di kamarnya, ia pergi sejak sore tadi."


Reno mengeryitkan alisnya "Dengan siapa Fani pergi?


"Fanny pergi sendiri, dan tidak mau dikawal dengan siapapun. Padahal aku sudah menyuruhnya untuk memakai sopir dan pengawal tapi fanny menolaknya.


Terlihat wajah Reno memerah "Fanny! selalu tidak bisa diatur! seru Reno kesal.


"Lihat sekarang sudah jam sebelas tapi ia belum kembali!


"Padahal aku sudah memberitahu nya jangan pulang terlambat. Fanny berjanji akan pulang jam delapan." imbuh Delena merasa bersalah.


Reno mengeluarkan ponsel dari saku celananya "Kau sudah menghubungi Mama? atau jangan-jangan fanny pulang ke mansion Papa."


"Sudah Mas! aku sudah menghubungi Mama, dan bertanya apakah fanny pulang kesana? kata Mama tidak ada. Berulang kali aku telpon fanny tapi tidak ada jawaban, padahal ponselnya nyambung."


"Sial! Fanny tidak menjawab teleponku! padahal ponselnya aktif."


"Funny cerita tidak mau pergi ke mana?


"Iya dia bilangin ke rumah temannya, tapi aku lupa siapa namanya?


Reno benar-benar terlihat panik ia mondar-mandir di depan pintu kamar fanny. sambil terus menelpon. Reno berjalan keluar dan memanggil semua penjaganya untuk berkumpul di teras.


Kenapa kalian tidak bisa menjaga adikku satu-satunya, apa saja kerja kalian! bentak Reno emosi.


"Maaf Tuan, tadi Nona fanny tidak mau di kawal bahkan saat ingin kami ikuti ia sangat marah."


"Bodoh! seharusnya kau tetap ikuti dan menjaga jarak! bentak Reno.


"Sekarang kalian berpencar untuk mencari adikku!


Bodyguard Reno mulai berpencar dan masuk kedalam mobil untuk mencari fanny. Reno masih terlihat gusar.


"Mas, kau ingin mencari Fanny di mana? tanya Delena tak kalah panik.


"Aku ingin melacak keberadaan fanny dari ponselnya. Kau tetaplah di rumah Aku akan pergi sekarang!"


Mas Maafkan aku? semua ini kesalahanku!


Mencium kening istrinya "Sayang, jangan merasa bersalah begitu, kau tidak salah. Aku pergi dulu."


Reno masuk ke dalam mobil bersama bodyguard-nya dan meninggalkan mansion.


'


'


'


'


'


@Bersambung......💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2