
"Inilah yang membuat aku tergila-gila padamu sayang, kau adalah malaikat ku" gumaman Reno masih terdengar Arneta.
"Maaf Tuan Alvaro aku harus segera pulang, karena masih banyak yang harus aku urus."
"Tapi kita belum makan malam bersama."
"Tidak terima kasih, istri dan anakku sudah menunggu di rumah, permisi!
"Baiklah sampai bertemu besok."
Mereka saling berjabat tangan.
"Loh kenapa obat itu tidak bereaksi pada Reno? Arneta menatap heran, saat ia akan bangun dari duduknya tiba-tiba kepalanya merasakan pusing.
"Kenapa kepalaku tiba tiba pusing?!"
"Sial! apa yang terjadi padaku, kenapa tiba-tiba suhu tubuhku panas!
"Tuan Reno tunggu! seru Arneta.
Reno menoleh pada Arneta yang mencoba berdiri dari duduknya.
"Ada apa?"
"Bisa kau bantu aku berjalan, tiba tiba kepala ku pusing."
"Tuan Reno tidak ada salahnya anda membntu Nona Arneta, dia sekertaris anda sendiri bukan?" Alvaro menyudutkan Reno agar membantu Arneta berdiri.
"Cihh! kau menyusahkan ku saja Anjali, bagaimna bila istriku tau aku menyentuh mu!" gumamnya dalam hati.
"Kalau begitu aku akan minta bantuan pelayan untuk mengantarnya sampai lobby." kata Reno cuek, tak perduli permintaan Arneta.
"Tuan Reno tolonglah aku, aku sudah tidak kuat, perutku terasa mual. Arneta memohon dengan tatapan sedih.
"Tuan Reno, walau anda seorang atasan paling tidak punya sedikit hati nurani untuk membantu sekertaris anda sendiri! Alvaro terus membujuk.
Karena terus di desak membuat Reno serba salah, akhirnya ia menerima uluran tangan Arneta, dengan cepat Arneta merangkul pinggang Reno.
"Tunggu!
Suara seorang wanita terdengar lantang di depan pintu, ia masuk bersama dua orang bodyguard dan berjalan mendekat kearah Reno.
"Jangan pernah menyentuh tubuh suamiku! menarik kasar tangan Arneta dari pinggang Reno "Kau selalu saja cari kesempatan! menatap tajam wajah Arneta dengan tatapan membunuh.
"Kau ini kenapa sih! dia atasan ku, dan hanya ingin menolong ku!
"Roky, Rony kau antarkan wanita ini ketempat semestinya! perintah Delena pada dua orang di belakangnya.
"Baik Nona!'
"Maaf anda siapa? masuk keruangan dengan membawa bodyguard." tanya Alvaro.
Pandangan Delena beralih pada Alvaro "Selamat malam Tuan Alvaro, seharusnya anda mengerti, kalau seorang wanita datang dan marah saat suaminya ingin dijebak itu tandanya seorang istri peduli pada suaminya, wanita ini sudah melewati batasannya sebagai seorang sekertaris! aku tidak akan tinggal diam!" amarah Delena sudah meletup letup.
__ADS_1
"Sayang, sudahlah ayo kita pulang!" merangkul pinggang istrinya.
"Cepat kalian bawa wanita ini! dan kau! menatap tajam wajah Arneta "Jangan pernah menyentuh suamiku lagi, atau memohon belas kasihan, jadilah wanita terhormat yang punya harga diri!"
"Maaf Nyonya Reno! terdengar suara Alvaro yang lantang "Apakah dibenarkan seorang atasan tidak boleh menolong bawahannya, apalagi dia seorang sekertaris yang handal dan memiliki potensi yang tinggi, dan bahkan Nona Arneta sudah membantu perusahaan Tuan Reno."
"Sayang sudahlah, tak perlu berdebat lagi." ujar Reno berbisik pada Delena.
"Tidak Mas, ini harus diluruskan."
"Tuan Alvaro dari tadi hanya membanggakan Nona Arneta! apa hebatnya wanita ini kalau dibandingkan dengan asisten suamiku frans, sangatlah jauh tidak ada apa-apanya sedikitpun! jadi tolong jangan menyudutkan suamiku sebagai seorang atasannya! kalian tidak tahu perbuatan wanita ini bukan? dia telah menaruh minuman perangsang di gelas suamiku!
Semua orang yang berada disana sangat kaget dan tercengang mendengar ucapan Delena, Alvaro terlihat terkejut tapi sedikit tak percaya.
"Itu tidak benar! kau jangan asal tuduh! teriak Arneta membela diri.
"Sial! tubuhku semakin panas, sedang Reno tidak bereaksi sama sekali, apa pelayan itu salah memberikan minuman."
"Arneta! kalau aku mau bisa saja aku permalukan mu sekarang didepan mereka dengan vidio yang aku punya, tapi lihatlah wajahmu sudah memerah dan sudah pasti tubuhmu kepanasan minta belain seorang pria untuk menemani mu tidur! kurasa perbuatan mu adalah senjata makan tuannya sendiri! itu adalah pelajaran yang berharga buat dirimu Arneta!
"Brengsek! ternyata ini perbuatan Delena, dia yang sudah menukar gelas Reno dengan gelas ku!" bathin Anjali, menahan amarah.
"Ayo sayang kita pergi saja dari sini! Reno terus membujuk istrinya.
Delena tersenyum dan tangannya membelai pipi suaminya "Tentu saja sayang, aku sudah sesak berada diruangan ini."
"Tuan Alvaro kami permisi! Reno berpamitan sekali lagi pada Alvaro.
Saat sudah melangkah Delena memutar tubuhnya lagi dan berbicara kembali pada Arneta "Satu lagi, jangan pernah mencoba merebut suamiku dari sisiku, bertobatlah untuk jadi seorang pelakor!
Delena dan Reno pergi melangkah keluar ruangan itu sambil berangkulan.
"Pergi kalian berdua, aku bisa berjalan sendiri!" hardik Arneta pada dua pria suruhan Delena.
"Tuan Alvaro maaf atas kejadian ini, semua hanya salah paham, aku pamit pulang."
"Nona Arneta, kau tidak apa-apa? lihat tubuhmu sempoyongan, biar anak buahku yang antar kau pulang."
"Tidak apa-apa Tuan, aku bisa pulang sendiri."
Arnera terus berjalan meninggalkan ruangan itu dengan langkah gontai.
"Jadi wanita itu tadi istri Reno Mahesa?" tanya Alvaro pada Roy Asistennya.
"Benar Tuan, Nona Delena adalah istri kesayangn Presdir Reno Mahesa."
"Hmm.. sangat cantik, pemberani dan tegas, pantas saja Reno begitu mencintainya, terlihat dari caranya memperlakukan istrinya." ujar Alvaro sambil menggoyang goyangkan wine ditangannya lalu menyesapi perlahan. Alvaro tersenyum "Kenapa aku menyukai wanita itu, dia sungguh cantik dan sangat menggoda." Alvaro meneguk habis wine ditangannya.
Delena dan Reno sudah berada di depan lobby.
"Mas kau tunggu sebentar disini, aku masih ada urusan didalam."
"Yank kau mau kemana?!"
__ADS_1
"Menyelesaikan tugas yang tertunda, agar dia berpikir sepuluh kali bila ingin melakukannya lagi." Delena melangkahkan kembali kakinya kedalam hotel.
Didalam Hotel Delena menunggu Arneta lewat, ia sudah menyuruh pelayan agar Arneta melewati jalanan lorong yang sepi. Delena melihat Arneta sedang menelpon seseorang, ia tak sabar untuk berjalan mendekat bersama dua orang bodyguard nya.
"Arneta! teriak Delena
"Mau apalagi Nona Delena!
"Urusan kita belum selesai! kau sudah berani menaruh obat perangsang kedalam minuman suamiku tadi!"
"Memang nya kenapa? seharusnya kau bebaskan suamimu bermain dengan wanita manapun yang dia suka, tapi kau malah mengekang nya! dimana mana bos bos juga sering berselingkuh dengan sekertaris nya!
"Tapi tidak untuk suamiku! Reno Mahesa suami setia tidak mungkin ia akan berkhianat!"
"Kau memang wanita bodoh Nona Delena, kau seyakin itu padamu suamimu, seharusnya kau tau siapa suamimu itu, tidak mungkin ia tidak memiliki hubungan dibelakang mu, bahkan suamimu dulu pernah punya hubungan terlarang dengan wanita masalalu nya!
"kau sudah melewati batasan mu Arneta! dasar wanita murahan! "PLAKK!
"kau tau segalanya tentang masalalu suamiku, berarti kau sudah menunjukkan siapa dirimu sebenarnya!
Arneta terperanjat kaget dengan ucapan Delena, ia memegangi pipinya yang terasa panas, bahkan ia sudah tidak kuat dengan rangsangan dalam tubuhnya.
"Sial! aku tidak bisa menahannya lagi, aku harus segera pergi dari sini, semoga orang suruhan ku cepat tiba di hotel. Arneta terus membatin.
"Kau selalu saja menuduh aku! lakukan sepuas yang Nona ingin lakukan, aku berbicara benar! suatu saat Nona akan menyesal sudah menikahinya!
"Cukup! tidak ada gunanya aku berbicara panjang lebar pada wanita ular sepertimu!
Kalian berdua cepat bawa wanita ini kedalam kamarnya, sepertinya wanita ini membutuhkan kehangatan di ranjang, kau layani dia!
"Baik Nona!
kedua pria itu mendekat pada Arneta dan menarik tangannya.
"Tidaaakkk!
"Apa yang ingin kalian lakukan, Hah! lepaskan!
Delena berjalan cepat dan tersenyum puas meningglkan lorong sepi itu.
Delena awas kau! aku akan buat perhitungan padamu, kau akan menyesal telah melakukan ini padaku! aku akan membalas mu! teriak Arneta.
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
@Bersambung......💃💃💃