ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Rahasia Yang Terungkap


__ADS_3

Nathan membalikkan tubuhnya, ia tersenyum dan menatap cinta pada wanita di depannya "Tadi kau bilang apa? aku tidak dengar?"


"Hah! dasar bohong, aku sudah berteriak tadi! gerutu Vana mencabik.


"Tapi aku tidak dengar, coba ulangi.."


"AKU MENCINTAIMU NATHAN!!" PUAS.....


Hahahaha...."I LOVE YOU FOREVER!" Nathan terbahak dan menggendong Vana sambil berlari menuju pantai.


"BYURRR....!!!


Mereka pulang dengan semngat yang baru serta membawa kebahagiaan. kini keduanya mulai merajut cinta yang sebenarnya, walaupun Reno dan Delena hanya tahu hubungan Nathan hanya sebatas bodyguard yang menjaga anaknya.


"Kak! seminggu lagi hari party ku yang ke-17. berarti usiaku makin bertambah, apakah kakak mau menunggu ku hingga selesai kuliah."


Nathan meraih tangan wanita yang sudah menjadi kekasihnya "Walau seribu tahun lagi aku harus menunggumu? jawabannya 'Iya! aku janji akan terus menanti sampai kau lulus kuliah kedokteran. Ya paling 4 tahun S1 dan untuk meneruskan S2 hanya 2 tahun. 6 tahun lagi aku menunggu, usiamu sudah 24 tahun. Usia yang pas untuk segera menikah." Nathan tersenyum sumringah, ia menghayal kebahagiaan bersama Vana akan segera terwujud, wanita yang ia cintai setelah ibunya.


"Aku lulus sekolah sekitar 5 bulan lagi, berarti lulus SMA memasuki usia 18 tahun di tambah kuliah sampai S2 6 tahun. Kalau usiaku 24 tahun, berarti usia kakak berapa?


"Kau ingin tahu usia ku?


Vana mengangguk "Sampai sekarang aku tidak pernah tahu berapa usia kakak."


"Itu karena kau tidak pernah bertanya."


"Okey, sekarang sebutkan."


"Usia ku Sekarang 22 tahun lebih 4 bulan. jadi diusia 28 tahun aku akan melamar mu. Ingin secepatnya menjadikan mu istriku" ucap Nathan yakin.


"Apa kakak seyakin itu?


"Tentu saja harus yakin, kau adalah wanita yang dikirim Tuhan untuk ku." Cup! mencium lembut kening Vana.


Vana tersenyum malu-malu dan kedua pipinya merona. "Semoga tidak ada halangan nantinya, yang terpenting saling menjaga kepercayaan."


"Tentu saja sayang, menunggu mu sejak usia 12 tahun bukankah waktu yang sebentar, tapi aku selalu sabar menunggumu, hingga usia mu matang dan kita bisa hidup selamanya."

__ADS_1


Vana berhambur memeluk Nathan "Terima kasih sudah mencintai ku dengan tulus dan mau menunggu ku sampai saat itu tiba."


***


Besok adalah acara party kekasihnya Vana yang akan di adakan di sebuah hotel, hanya Keluarga dan teman terdekat yang akan hadir. Nathan tentu saja sudah menyiapkan sebuah kado untuk sang kekasih. Mobil sudah berhenti tepat di sebuah galeri perhiasan. Toko terbesar dan bonafit, hanya pejabat dan orang-orang tertentu yang masuk kedalam galeri perhiasan Lux itu. Nathan masuk kedalam dan di sambut ramah oleh pelayan toko perhiasan.


"Apa yang anda cari Tuan? tanya seorang wanita sopan dan ramah.


"Saya ingin sebuah kalung dengan liontin Rubby satu set anting dan cincinnya."


"Ada yang terbaru, ini langsung di impor dari Swiss." wanita itu memperlihatkan satu set perhiasan dengan batu Rubby berwarna biru dan merah.


Tanpa banyak bertanya Nathan memilih brudu warna biru "Saya pilih batu Rubby biru. Sepertinya ini sangat cocok untuk kekasihku?"


"Wow ini harga Rubby yang sangat fantastis, senilai 1,5 M. pasti tuan sangat mencintai kekasihnya."


"Tentu saja dia calon ibu dari anak-anakku." Nathan menyunggingkan senyum seraya menyerahkan card Black tanpa limit.


"Ini perhiasannya Tuan. Semoga Tuan puas dan kembali lagi." ucap pelayan itu ramah seraya menyerahkan Paper bag.


"Ini tips untuk mu." Nathan memberikan 10 lembar uang warna merah.


Selesai membeli perhiasan, Nathan kembali ke apartemennya. Ia berniat akan kesebuah Bar malam ini, ia mendapat info dari Diego asisten pribadinya, ada seseorang yang ingin bertemu.


Pukul sembilan Nathan bersiap untuk datang ke Bar, tempat yang sudah di sepakati. Menggunakan sport biru kesayangannya, mobil berhenti satu jam kemudian.


Ia mencari sosok Pria yang sudah menunggunya di ruangan VIP. Nathan menggeser pintu kaca dan menatap seorang Pria berjas hitam di temani dua gadis cantik di samping kanan dan kiri.


"Kalian berdua pergi lah!" pinta pria berjas itu pada kedua wanitanya.


"Ada perlu apa kau ingin mencari ku?"


Pria itu tersenyum sarkas seraya menggoyang kan wine ditangannya. "Silakan duduk!


Nathan duduk disampingnya, sofa Lux yang terlihat mentereng. "Kenalkan namaku Jack! pria paruh baya itu mengulurkan tangan.


Nathan menerima uluran tangan itu "Aku Nathan!

__ADS_1


"Kau adalah Anak Thomas Anderson?'


"Dari mana anda tahu?


Hahahaha... "Aku adalah kaki tangan Ayahnya dulu, ibu mu Diana pasti mengenali ku."


"Ada urusan apa kau mencari ku?" tanya Nathan tanpa basa-basi.


"Aku ingin kau balaskan dendam kematian Ayahmu."


Nathan mengeryitkan keningnya "Untuk apa? semua sudah berlalu, tidak! aku tidak ingin menjadi pembunuh berdarah dingin!"


Pria itu mengeluarkan sebuah flashdisk dari balik jas nya "Semua bukti ada disini, kau akan menyesal bila tidak melihat kematian Ayahmu secara tragis!" ucap pria paruh baya itu, seraya menarik sudut bibirnya.


Nathan terdiam, ia tampak bingung, apakah harus mengambil flashdisk di depannya atau tidak.


"Kau adalah anak kandung Thomas, Ayahmu masih memiliki banyak rahasia yang belum di ketahui oleh Samuel dan Matthew. Bila kau setuju, kau orang pertama yang akan ku beritahu." imbuhnya seraya meneguk wine ditangannya.


Nathan menarik nafas dalam dan di hempaskan kasar. "Baiklah, aku akan melihat isi flashdisk ini dan aku akan ambil keputusan bila sudah melihat semuanya." Nathan mengambil flashdisk diatas meja dan beranjak dari duduknya.


"Hubungi aku bila kau butuhkan! ucapnya di sela langkah Nathan menuju pintu.


Tak butuh waktu lama, Nathan pergi dari Bar dan kembali ke apartemennya. Dengan tak sabar ia membuka laptopnya dan melihat isi flashdisk. Detik-detik penyerangan di sebuah Markas hingga tampak Thomas menembak betis pria yang menjadi musuh bebuyutannya.


"TUAN RENO!!! pekik Nathan.


Di menit berikutnya, Saat Thomas ingin menembakkan kembali ke kening Reno. Tiba-tiba sebuah tembakan langsung menembus kepala Thomas dari belakang, hingga Pria bule bergelar Mr black itu roboh bersimbah darah. sontak Nathan berteriak


"AYAH!!!! airmata mengucur deras dari bola mata birunya. Matanya tak berkedip saat melihat pembunuh Ayahnya wanita yang ia kenal.


"TANTE DELENA!!!


"TIDAKKKKK!! INI TIDAK MUNGKIN! Nathan menjambak rambutnya frustasi, "KENAPA HARUS DIA YANG MEMBUNUH AYAHKU!!! huhuhuhu... Nathan menangis histeris, ia baru tahu kebenarannya, selama ini ia kira anak buah Reno yang membunuh Ayahnya. Hingga tidak berpikir untuk balas dendam, Namun yang membunuh Ayahnya, ibu dari wanita yang ia cintai. Hatinya begitu hancur berkeping-keping, melihat kenyataan dengan mata kepalanya sendiri. Sejahat apapun Thomas, dia tetap ayahnya yang telah menghadirkan dirinya ke dunia. "Ma'afkan aku Ayah! telah mencintai anak dari seorang PEMBUNUH!! airmata tak hentinya mengalir, Dadanya begitu sesak, nafasnya tercekat, aliran darahnya seakan tersumbat. Tubuh Nathan limbung ke lantai.


😭😭😭


@Masih ada satu bab lagi All.. di episode terakhir ya.. insyaallah malam ini bisa update. ikuti terus kelanjutannya....

__ADS_1


@Bersmbung......


__ADS_2