
"Ayo Tom kita berangkat sekarang! sambil menunggu Joe mengirimkan lokasinya. Aku tidak ingin terlambat."
"Kalian berdua tetap lah disini untuk menjaga kami dari jarak jauh. pastikan jaringan kalian terhubung dengan ponsel ku."
"Baik Tuan Reno, aku akan melacaknya dari sini. bila ada kekacauan aku bisa langsung memantaunya dan menghubungi polisi.
Reno dan Tomy berjalan kearah pintu dan meninggalkan ruangan.
Di depan Lobby Reno dan Tomy masuk kedalam mobil. Reno duduk di samping Tomy yang mengemudikan mobil. Mobil berjalan meninggalkan gedung perkantoran.
*****
Sementara Marcell dan Fany terus berlari meninggalkan tempat itu.
"Aaaawwww! Fany meringis dan melepas pegangan tangan Frans. Mereka berhenti sejenak.
"Fany? tangan mu banyak luka goresan. Apakah ini sakit?
Fany mengangguk "Iya Frans! wajah fany terlihat sedih dengan mata berkaca-kaca "Aku lelah Frans! Apakah kita masih bisa keluar dari hutan ini?! Fanny terlihat putus asa.
"Maafkan aku sayang." mengelus kepala Fany "Yakin dan percayalah kalau kita bisa keluar dari tempat ini! Kau sudah menjadi tanggung jawab ku. sekarang aku akan terus menjaga dan melindungimu."
"Frans aku sangat haus. tenggorokanku kering."
Sepertinya ada suara Air di daerah sini? kau mendengar suara percikan air bukan?
"Iya Frans, Sepertinya masih jauh karena suara air itu hanya terdengar sayup-sayup."
"Ayuk kita cari arah sumber suara air itu."
Mereka berdua terus berjalan mencari arah sumber suara air. Setelah satu jam perjalanan naik turun bukit, akhirnya mereka melihat sebuah air terjun dari kejauhan.
"Itu dia air terjunnya, lihat fan airnya sangat jernih dan pemandangan disini sangat indah."
"Frans harus berapa lama lagi kita sampai ke air terjun itu? lihat kaki ku bengkak. Sejak dari markas bandit itu kita tidak memakai alas kaki."
Pandangan mata Frans turun ke bawah. ia melihat kaki Fany begitu banyak luka. Frans begitu tak tega melihat kekasihnya menderita. "Biar aku angkat sampai sana.
Tidak usah Frans! kau saja yang kesana. Aku menunggu disini. Bawakan saja aku air."
"Tidak sayang. kita harus mandi di air terjun itu, sudah empat hari kita tidak mandi."
"Kau benar, rasanya pasti segar kalau mandi di air terjun itu."
Frans mengangkat tubuh fany menuju air terjun yang berada di bawah bukit.
"Frans jalannya hati-hati! batu itu sangat licin. banyak lumut disekitar bebatuan." ujar Fani memperingati.
"Iya sayang, aku juga bisa melihat. Fany kenapa beban tubuhmu bertambah berat." sindir Frans terkekeh
"Ahh...masa sih? bukannya aku terlihat kurus Frans! Apalagi sejak kau meninggalkanku berobat ke Korea. Aku jarang makan bahkan sering telat makan. Mana mungkin aku seberat itu?!
"Benarkah? frans tertawa kecil "kita sudah hampir sampai dekat air terjun. kau jangan banyak bergerak fany, nanti kita jatuh bersama-sama."
"Siapa yang banyak bergerak sih, kau saja yang jalannya tidak benar loncat sana loncat sini." gerutu Fany
"Kita berhenti di batu besar itu! Frans meloncat beberapa batu lagi, hingga berpijak disebuah batu besar berbentuk pipih.
"Sudah turunkan aku! Saat ingin menurunkan Fany, Frans tidak ada keseimbangan. Tiba-tiba kakinya terpeleset dan...
BYUURRR.....
Mereka berdua jatuh bersamaan. Fany yang ikut tenggelam sudah nongol lebih dulu. Tapi ia tidak melihat keberadaan Frans. Mata fanny celingak-celinguk kesana-kemari mencari sosok Frans.
"FRANS! kau dimana?
__ADS_1
"FRANS! Fanny terus berteriak, tapi tidak ada suara apalagi sosok dari Frans. Fany terlihat panik dan ketakutan.
FRANS! hiks.. hiks.. kau dimana? aku takut Frans! kau bilang tidak akan pernah meninggalkan ku! Frans......
Aaaaaaaaaa..... Fany berteriak histeris saat dari belakang ada yang mengangkat tubuhnya.
"Hahahaha... Sayang, aku ada disini."
"Apa apaan kau Frans! Fany dengan kesal berontak dan memukuli dada frans. Mereka kembali jatuh bersama.
"Aku hanya Prank sayang! Frans terus terkekeh melihat kekesalan kekasihnya.
"Ini bukannya waktu kita bercanda Frans! aku hampir mati karena jantungan! kau malah bilang ini Prankk! keterlaluan kamu Frans! kedua tangan Fany menciprat cipratkan ke arah Frans. Frans yang terus tergeletak menarik tangan Fany hingga jatuh kedalam pelukannya. Seketika fanny tidak lagi berontak saat bibir Frans mendaratkan ke bibir tipis Fany.
****
"Bagaimana Ren, kau sudah dapat lokasinya."
"Sudah! Lokasinya berada diluar kota. kita harus masuk tol Tom biar cepat santai"
"Posisinya sebelah mana? coba kau lihat lebih jelas."
"Sebentar! Reno membuka Sherlock kembali dan melihat secara detail "Sepertinya ini berada disebuah pegunungan." Reno terus mengamati. "Sepertinya gunung Pancar. Disini ada petunjuknya."
"Baguslah kita harus cepat kesana sebelum malam tiba." Tommy terus melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Sementara Anak buah Reno Barak, Boy dan lainnya sudah berada di lokasi. Sebelum naik ke Markas untuk melihat senjata Api. Mereka meminta koper berada ditangan barak.
"Serahkan dulu koper itu! Baru kalian bisa ikut ke markas besar kami dan melihat senjata itu!
"Tidak bisa! perlihatkan senjatanya dulu, baru kami akan berikan koper ini! ada barang ada uang, bukan begitu Tuan?!
"Baiklah! tapi perlihatkan dulu uangnya. Baru kami percaya kalau koper itu berisi uang!
"Oke! Tapi kau tidak bisa membawa anak buah mu ke markas semua. Hanya beberapa saja yang boleh ikut!
"Lalu bagaimana bila kami harus membawa senjata-senjata itu. kalau anak buah kami tidak bisa ikut ke markas."
"Anak buah Bos kita banyak disini, kau tidak usah khawatir."
Boy mendekati barak dan berbisik "Kita ikuti saja kemauannya. Tuan Reno sudah hampir deket lokasi dan sudah melaporkan polisi.
"Baiklah, tapi kau harus tetap waspada dan siapkan senjatamu. sepertinya mereka sangat licik."
"Iya itu sudah pasti!
"Hey.. ngapain kalian dari tadi hanya berbisik! kalau kalian mau mengikuti saran ku. Ayo naik keatas! bila tidak setuju, lebih baik batalkan saja pembelian senjata ini!
"Baiklah! aku hanya berlima! selebihnya mereka tinggal disini."
"Oke! mari ikut kami!
Mereka semua naik keatas gunung untuk pembelian senjata ilegal.
*****
"Frans! baju kita bisa semua. ini gara-gara kau terpeleset dan jatuh ke dalam air."
"Tapi Air terjunnya sangat jernih. tubuh kita segar setelah mandi, sayang."
"Iya tapi aku tidak ada baju lagi! hanya ini satu satunya yang melekat ditubuh ku!
"Sebentar lagi juga kering di badan. ya sudah ayo kita harus pergi dari sini." Frans menggandeng tangan Fany untuk naik keatas bukit. karena air terjun berada di bawah. saat mereka sudah sampai diatas bukit. Mata mereka melihat disemak semak bergerak.
"Ada apa di semak semak itu Frans?!
__ADS_1
"Entahlah sebaiknya kita pergi!
Saat ingin melangkah. Tiba-tiba keluar sosok binatang hitam legam sudah berdiri didepan mereka.
"Frans bukan kan itu 4njing? besar sekali!
"Iya itu 4njing liar!
Menyeramkan, lihat taringnya sangat tajam dan Anjing itu mengeluarkan air liur."
"Kau jangan panik dan terus berada di belakangku!
Fanny menggeser tubuhnya ke belakang tubuh Frans.
4njing liar itu menatap tajam kearah Frans dan Fany sambil menjulurkan lidahnya. Saat Anjing liar itu akan berlari kearah mereka berdua. Frans mengeluarkan pistol milik bandit tadi yang sempat ia ambil. Tangan Frans mengarahkan pistol pada Anjing liar itu dan... 'Klik! pistol itu tidak ada pelurunya. Di saat panik frans mendorong tubuh Fany kesamping, dan Anjing itu menerjang tubuhnya. perkelahian tak dapat di hindari. Anjing liar itu berhasil mengigit tangan kiri Frans. Darah segar keluar deras.
"FRANS! pekik fany.
Fany yang panik dan ketakutan, tak sengaja melihat sebuah bambu panjng yang ujungnya runcing. Demi membantu kekasihnya yang sudah terluka, tanpa berpikirpikir panjang lagi, Fany menancapkan ke badan anjing liar itu.
"GUKK! GUKK! GUKK!
bambu itu tidak menancap dalam hanya tergores saja. justru Anjing itu berbalik menyerang Fany.
"Aaaakkkkhhh!
Fany jatuh tersungkur dan menutup wajah dengan kedua tangannya. Tanpa menunggu lama Frans bangkit dan mengambil bambu itu dengan cepat menusukkan ke perutnya.
"Ceeesstttt!
Darah anjing itu muncrat mengenai baju dan wajah Frans."
Dengan nafas tersengal sengal Frans mendekati Fany.
"Fany kau tidak apa-apa?
"Frans! hiks.. hiks..
Frans memeluk Fany dalam dekapannya.
"Frans tangan dan bahu mu terluka. banyak mengeluarkan darah."
"Aku akan mencari dedaunan untuk menghentikan darah ini! kau juga terluka?
"Hanya luka gigitan di punggung tanganku. untung aku menutupi wajahku tadi."
"Ya sudah, Ayo kita pergi dari sini. hari sudah semakin sore.
Tapi darah ini sangat banyak Frans. Disini banyak binatang buas, aku takut darahmu mengundang binatang lainnya."
Frans melepaskan baju dan membalut kannya pada tangannya yang terluka. ia hanya memakai singlet ditubuhnya.
'
'
'
'
'
'
@Bersambung.....💃💃💃💃
__ADS_1