ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Menemukan Titik Terang


__ADS_3

"Lepaskan! tidak Frans jangan mati! jangan tinggalkan aku! hiks...


"Ayo cepat! lamban sekali jalan mu!


"Kalian memang penjahat, aku pasti akan membalasnya!


Dengan sekuat tenaga Fanny terus berontak dan mengigit kuat tangan Pria itu.


"Aaaaawwwww....


Dengan cepat fany berlari kearah tempat Frans di eksekusi. ia terus berlari tanpa menghiraukan tangannya terluka terkena ranting dahan yang rimbun.


"Haiii.. mau lari kemana kau! dasar sial! Pria itu terus mengejar Fany walau merasakan sakit bekas gigitannya.


Disisi lain. Frans menerjang Pria yang sudah jatuh tersungkur. pistol itu sudah terlepas dari tangan nya. Dengan membabi-buta Frans menonjok wajahnya berulang kali. Darah segar keluar dari hidung dan bibirnya. Pria itu terus memberikan perlawanan, tapi tidak bisa maksimal karena tubuhnya sudah di duduki Frans. Mereka tidak tahu kalau frans memiliki ilmu bela diri yang luar biasa, bahkan keahlian tembak menembaknya sudah tak diragukan lagi. Pantas saja Frans sudah tujuh tahun menjadi kaki tangan Reno.


"Frans! teriak Fany, dengan nafas tersengal sengal.


Saat Frans menoleh kearah Fany berdiri, Ia berteriak "Fany awas! terlambat, Pria yang mengejar Fany sudah berdiri di belakang nya sambil menaruh belati dileher Fany.


"Aaaawww! Fanny menjerit, merasakan sedikit goresan dari benda tajam itu.


Pria yang Frans pukul sudah tak berdaya. hanya terdengar suara erangan kesakitan dari bibirnya. Melihat keadaan kurang baik, Frans mengambil pistol yang terlepas dari tangan bandit itu.


"Frans tolong aku! suara Fany bergetar


"Berikan pistol itu padaku! cepat! atau ku tebas leher wanita ini!


Frans berdiri. menatap tajam Pria yang sudah melukai fanny "Lepaskan dia! atau aku tembak kau!


"Tidak akan aku lepaskan wanita ini! kau berikan dulu pistol itu padaku!


Frans tampak ragu untuk memberikan pistol itu, tapi keselamatan Fany lebih penting dari apapun. Walaupun nyawa adalah taruhannya. Frans menatap sedih wajah Fany. Sorot mata frans memberikan isyarat pada Fany. ia mengedipkan satu matanya. Fanny hanya menatap bingung sambil ketakutan. jantungnya berdebar tak karuan. keringat dingin mengalir deras dari keningnya. darah segar sedikit menetes dari leher Fany.


Frans berjalan mendekati mereka berdua.


"Berhenti disana! Kau Jangan mendekat. atau gadis ini akan aku tebas lehernya."


"kau pinta pistol ini bukan?" tentu akan aku berikan!" ucap Frans tanpa ragu.


"Lemparkan saja langsung! kau tidak perlu mendekat! perintah Pria itu.


"Baiklah, ini tangkap! pistol itu tidak Frans lempar kedepannya, melainkan Frans lempar keatas, tentu saja dengan begitu pria itu tidak fokus ia ikut mengadahkan kepalanya keatas. Dan "Hop! pistol itu sudah ditangkap Frans kembali. kesempatan tak Frans sia-siakan. dengan gerakan cepat...


"DOORR!


Tembakan jitu tepat mengenai kening pria itu. seketika ia ambruk ke belakang.


"FRANS!!!


Fanny berlari dan memeluk tubuh Frans, ia menangis terisak dalam pelukan kekasihnya. "Aku sangat takut Frans, ku pikir kau sudah tiada." hiks...


"Aku tidak apa-apa sayang." mengusap lembut kepala Fanny.


"Fanny leher mu terluka! Frans mengambil dedaunan disekitar hutan dan menghancurkan nya hingga menjadi gumpalan. lalu di taruh ke leher Fany. "Ini akan menghentikan darahnya."


Terdengar Fany meringis perih.


"Maafkan aku yang lalai menjagamu. kita harus pergi dari sini. Kita harus mencari jalan keluar."


Selesai mengobati Fany. Frans menggandeng tangan Fany dan berjalan meninggalkan tempat itu.


****

__ADS_1


Didalam sebuah ruangan Brian dan Justin sedang berbincang. Mereka ikut cemas dengan kehilangan fanny.


"Sekarang kita harus bagaimana? Fanny hilang sudah lebih dari seminggu, belum ada kabar tentang keberadaan nya."


"Aku juga sudah berusaha mencari Fany tapi tidak ada yang tahu, Yah!"


"Ayah semakin bingung, apa ini ada hubungan nya dengan Shella?!


Justin mendelik, menatap wajah Brian dengan ekspresi kaget. "Apa mungkin Shella bisa melakukan itu pah! menculik Fany sama saja ia pertaruhkan nyawanya sendiri."


"Kenapa tidak! orang kalau sudah sakit hati apapun akan ia lakukan, termasuk menculik Fany! ujar Brian sambil menghisap cerutu yang ia pegang.


Dada Justin bergemuruh, perasaannya langsung tidak enak saat ini.


Tring.. Tring.. Tring...


Suara ponsel Justin berdering.


"Ya Hallo!


"Siang Bos!


"Ada apa? kau sudah kerjakan perintah ku!


"Maaf Bos! sandraan kita berhasil kabur. Dua anak buah kita mati ditembak dan satunya lagi masih hidup tapi sudah tidak berdaya."


"Kalian semua bodoh! urus satu orang saja tidak becus! hujat Justin emosi


"Ma'af Bos! kami juga sudah berusaha, tapi dia bukan orang sembarangan."


"Aku tidak mau tahu, kau harus cari orang itu sampai dapat! tembak ditempat bila langsung bertemu!"


”Siap Bos!


"Ada apa lagi Bos!


"Aku ada tugas baru untukmu


"Tugas apa lagi Bos!


"Tolong kau cari seorang wanita. Dia adalah tunangan ku, rencananya bulan depan kami akan menikah. Tapi tunangan ku diculik oleh seseorang, kau bantu aku untuk mencarinya. bila kau berhasil menemukan tunangan ku. Aku janji akan membayar 500 juta."


"500 juta, tentu saja saya siap mencari, walau ke lubang semut sekalipun." muehehehe...


"Baiklah, mulai sekarang pencariannya, kau kerahkan semua anak buah mu!"


"Kirimkan foto nya Bos!


"Baiklah, akan aku kirim!


Telpon terputus.


"Justin mencari foto Fany dan mulai mengirimkan ke nomor Yono, kepala bandit kaki tangan Justin.


send....


"Just ada masalah apalagi. kau begitu geram! tanya Brian.


"Biasalah Pah urusan bisnis, Ya sudah aku pergi dulu!"


"Kau mau kemana Justin! sore ini kita harus datang ke Hotel, menemui Cliant."


"Aku ingin mencari Shella! nanti aku menyusul." Justin meninggalkan ruangan Brian.

__ADS_1


Sementara di atas pegunungan. di sebuah Markas. Yono terlihat syok, bagaimana tidak! wanita yang ia sekap berhari-hari adalah Fany tunangan Bosnya.


"Sial! aku kehilangan uang 500 juta! ternyata wanita itu adalah tunangan Bos kita!


"Ternyata Nona Shella berani bermain main dengan Bos Justin!


"Bagaimana seandainya Bos besar tahu, kalau kita telah menculik tunangannya!


Aaaggghhh! sial! kita ikuti kemauan Shella yang hanya membayar kita 100 juta. malah kita kehilangan uang 500 juta! teriak Yono menyesal


"Lalu kita harus bagaimana Bos!"


"Cepat, selagi masih siang kita cari mereka berdua! mereka tidak akan bisa keluar dari hutan itu. Sebab mereka tidak tahu jalan keluarnya."


"Baik Bos! ayo kita kejar mereka, uang 500 juta akan secepatnya kita dapatkan!


*****


Di gedung perkantoran milik Mahesa group. Reno masih terus melacak keberadaan Fany dan Frans yang hilang secara misterius. Melalui jaringan internet dan alat deteksi, Reno dan anak buahnya bagian IT terus melacak. Terdengar bunyi ponsel berdering. Tommy menekan tombol hijau, Suara Pria terdengar di dalam ruangan.


"Hallo Tuan!


"Bagaimana, kau sudah dapatkan info!


"Sudah Tuan! kami sudah bertemu seseorang yang ingin menjual senjata ilegal. Seperti perintah Tuan Reno, kami berhasil menjebak orang itu dengan menyamar sebagai pembeli. Kami diajak ke markas mereka hari ini. Sebentar lagi kami akan berangkat."


"Berita yang bagus! terus kau ikuti mereka. Apa kau yakin, kalau mereka ada hubungannya dengan penculikan Adikku Fany atau Frans?!


"Kami yakin Tuan! Karena saat di bandara setelah Tuan mengecek cctv-nya. Nomor mobil yang membawa tuan Frans sama seperti yang mereka pakai sekarang untuk menemui kami."


"Bagus! sudah mulai ada titik terang! secepatnya kau kirimkan lokasinya dan kami akan berangkat mengikuti kalian dari belakang."


"Baik, akan segera kami kirimkan setelah berjalan."


"Ingat! kalian harus tetap waspada. teruslah bersandiwara. Aku sudah mengirimkan uang Tiga milyar kedalam sebuah koper untuk mngelabui mereka. Jack dan Barak akan menemui mu di lokasi."


"Siap Tuan!


Telpon terputus. Reno sedikit bernafas lega.


"Ayo Tom kita berangkat sekarang! sambil menunggu Joe mengirimkan lokasinya. Aku tidak ingin terlambat."


"Kalian berdua tetap lah disini untuk menjaga kami dari jarak jauh. pastikan jaringan kalian terhubung dengan ponsel ku."


"Baik Tuan Reno, aku akan melacaknya dari sini. bila ada kekacauan aku bisa langsung memantaunya dan menghubungi polisi.


Reno dan Tomy berjalan kearah pintu dan meninggalkan ruangan.


'


'


'


'


'


@Bersambung......πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


Yuk mampir ke Novel "SUAMIKU SEORANG CEO' yang tak kalah seru. langsung klik foto Author ya, nanti banyak karya Author yang lain.


__ADS_1


__ADS_2