ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Cerita Delena


__ADS_3

Reno masuk kedalam kamar, dengan perasaan sedih ia melepas semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi, membenamkan tubuhnya di dalam bahtub, Reno menutup mata sejenak untuk merealisasikan keadaan nya yang sedikit syok, tapi hati kecilnya sangat bahagia, karena Delena telah kembali walau tidak mengingat dirinya.


"Tuhan, kembali kan istriku pada ingatannya, aku sangat merindukan sosok istriku yang manja, aku teramat mencintainya, apakah ini sebuah karma? dulu aku banyak menyakiti orang lain dan tidak punya belas kasih pada semua lawan lawan ku, istrinya harus kehilngan suaminya yang aku bunuh karena kejahatan nya, kini aku merasakan hal itu, betapa menyakitkan dilupakan orang yang kita cintai' butiran bening menetes dari sudut mata Reno. "Setelah aku menikah dengan Delena, aku tinggal kan dunia mafia itu, kecuali mereka yang ingin menghancurkan kelurga ku, aku tidak bisa tinggal diam"


"Reno,,,"


Suara panggilan dari luar kamar mandi, Reno membuka matanya dan tersadar dalam lamunan nya.


"Iya mah,,,"


"Cepat mandi nya nak, mama dan papa mau pulang"


Reno mulai membersihkan diri di bawah shower, ia keluar dari kamar mandi dan memakai kimono, Reno melangkahkan kakinya menuruni anak tangga yang berukir menuju ruangan kelurga.


"Reno,,," Andini berjalan kearah Reno "Mama sama papa pulang dulu"


"Jaga dirimu baik-baik Nak, ingat jangan terlalu banyak pikiran dulu, rileks saja" kata Ramon memperingati.


"Aku juga mau pamit Reno, banyak kerjaan yang harus tante urus"


"Aku juga kak, tadi aku udah kasih susu Devano dan Denissa, sekrang mereka sudah tidur kak"


"Iya Mah, pah, tante siksa, Fanny terima kasih kalian sudah banyak membantu aku"


"Jangan berkata begitu Reno, kita ini satu Kelurga, sudah seharusnya saling membantu, senang mu adalah senang kita, duka mu adalah duka kita juga"


Reno memeluk tubuh Andini, dan bergantian memeluk Ramon, siska dan fanny.


"Titip salam buat Ny Helena, dia masih dikamar, mama nggak mau ganggu"


"IYa Mah,,,"


Mereka berempat keluar dari mansion menuju mobil masing-masing.


"Tuan Reno, aku antar Nona siska pulang dulu, nanti aku kembali lagi"


"Silahkan Tom,,"


Reno berjalan menuju ruangan si kembar, ia menatap wajah kedua anak kembarnya yang sedang tertidur pulas, Reno menciumi nya bergantian, rasa bahagia saat melihat anak anaknya tumbuh besar dan sehat, Reno berjalan keluar kembali dan menaiki anak tangga menuju ruangan kerjanya.


"Sore Tuan Reno,," sapa Dokter Faris yang sudah berada di ruangan kerja Reno.


Reno hanya mengangguk dan berjalan masuk, ia mendudukan tubuhnya di depan Dokter Faris.


"ini Tuan, aku sudah menyalin berkas-berkas tentang kondisi Nona Delena selama ia koma"


"Apa yang menyebabkan istriku bisa lupa ingatannya, tapi pada ibunya sendiri Ny Helena ia masih mengingatnya"

__ADS_1


"Kondisi tubuh dan daya ingat manusia itu berbeda-beda tuan, aku sudah sering mendapati dan mengalami orang yang bangun dari koma, ada yang bisa kembali lagi ke alam nyata, ada yang tidak, orang koma bisa juga disebut mati suri, setelh ia bangun dari tidur panjangnya, kondisi tubuhnya tergantung dari titik syaraf ia bekerja, tapi disini ku lihat Nona Delena berusaha untuk sembuh dan bangkit, syaraf nya terus bekerja, hingga anak tuan sendiri Denissa yang membangun kan saraf dan motorik Nona Delena, ikatan seorang ibu dan anak sangat lah kuat, seakan ia baru bangun dari mimpinya, tanpa sadar otot otot tubuhnya yang lemas bisa bangkit dan berjalan normal, tapi pasti ada efeknya, di memori otak Nona tidak bekerja dengan baik dan sangat lamban, makanya ia hanya mengingat kejadian masa lalunya saja"


Reno mendesah pelan "Apakah istriku bisa kembali ingatan nya"


"Kemungkinan bisa, asal ia terus di ingatkan tentang dirinya sendiri, hal hal yang bisa mengingatkan Nona kalau ia sudah menikah dan memiliki seorang anak kembar, jangan pernah bosan untuk terus mengingatkan Nona tentang kebiasaan Nona saat bersama tuan, foto foto dirinya dengan Tuan, itu bisa membantu Nona untuk mengingat kembali jati dirinya"


"Baiklah Dok, aku akan terus berusaha demi istriku" Reno menyunggingkan senyuman, kini ia menerima takdir yang harus ia terima dengan ikhlas.


@@@


Di dalam kamar, helena sedang mengeringkan rambut panjang Delena yang basah, dengan hair dryer.


"Dena,, rambut mu sangat panjang, sudah melewati pinggang, apa boleh besok ibu memotong nya,,?!


Delena mengangguk pelan dengan tatapan kosong kedepan.


"Dena, kau jangan bengong, apa yang sedang kau pikirkan Nak"


"Tidak ada ibu,,,"


"Ya sudah, ibu akan ambilkan makan untuk mu"


Helena keluar dari kamar, tak lama kembali lagi dengan membawa berbagai macam makanan yang di bantu oleh pelayan.


"Ibu,, banyak sekali makanan ini? apakah ini ibu yang membuat nya, dan makanan ini terlihat lezat"


Delena mulai menikmati hidangan yang di bawa ibunya,ia sangat lahap memakan yang ada di depannya.


"ibu makanan nya sungguh lezat'


"Kau menyukai nya,,?!


"Tentu saja, kita jarang makan makanan selezat ini kan bu,,,?


Helena tersenyum "Itu dulu nak, dimana masa masa sulit kita hidup berdua, sekarang kau sudah bahagia hidup bersama pangeran impian mu, tapi sayang ingatan mu hilang" bathin helena sambil menatap sedih wajah anaknya.


@@@


Pagi yang cerah, seperti biasa pagi itu helena selalu membawa kedua cucunya jalan jalan sambil memberikan sarapan, tapi kali ini ia tidak melakukan nya, hanya menyuruh baby sister, helena sedang duduk disebuah taman bersama Delena.


"Dena, boleh kah mama bertanya?


"Tanya apa bu,,,?!


"Selama ini kau kemana saja Nak, sudah hampir setahun kau tertidur lelap"


Delena menatap lekat wajah ibunya, dengan ekspresi datar "Aku__ aku juga tidak tau berada dimana, tempat itu begitu asing bagiku, banyak taman bunga dimana mana, dan tak sengaja aku bertemu Papa, ia menitipkan salam untuk ibu dan meminta maaf" Delena meraih tangan helena dan mencium nya "Apa kah ibu mau memaaf kan papa? helena mengangguk pelan.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa kembali disini Nak?"


"Aku sering mendengar suara ibu memanggil namaku dan lapaz doa ibu terdengar indah di telinga ku, dan suara pria yang menyuruh aku pulang, tapi aku tidak tau siapa pria itu,,?


"Dia suami mu Dena, suami yang sangat mencintai mu dengan tulus"


"Suami,,? bukan kah aku belum menikah?!


"Pasti kau akan mengingat semua nya, ibu akan memberikan mu sesuatu,,?


"Apa itu ibu,,?!


"lalu bagaimana kau bisa terbangun dari tidur mu,,"


"Papa mengajak aku pergi kesuatu tempat dan aku berjalan sangat jauh, hingga kami sampai di depan pintu gerbang, dan saat kaki ku akan masuk, seorang anak kecil menangis di belakang ku dan merangkak menghampri ku, aku terharu dan menangis, Papa melepas tangan ku, dan membiarkan aku pergi untuk membawa pulang anak itu"


"Ya Tuhan Dena, Anak mu Denissa yang telah membawa mu pulang kembali" Helena lngsung memeluk tubuh Delena erat dan menangis.


"Anak,,? kapan aku menikah dan melahirkan bu,,?


"Kau tunggu disini sebentar, ibu akan memperlihatkan sesuatu pada mu"


Helena berjalan masuk kedalam mansion, tak berapa lama ia datang kembali dengan membawa sesuatu ditangan nya.


"Ini nak buka lah,,"


"Album,,? album siapa ini bu,,,? tanya Delena bingung, sambil mengeryit keningnya, Delena membuka album itu, dan ia terperanjat kaget.


"Ibu,, ini bukan aku kan? siapa pria yang sedang duduk di pelaminan ini,,?


"Itu adalah foto mu nak, kau sudah menikah dengan Reno Mahesa, itu foto pernikahan kalian"


"Apa,,,?! ucap nya pelan


Delena menatap lekat foto itu, tak terasa butiran bening menetes dari sudut matanya.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳


'


'


'


'


@Bersambung

__ADS_1


__ADS_2