ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Menyusun rencana.


__ADS_3

"Hiks.. hiks.. hiks... Maafkan aku Delena, Aku menyesal, kini aku baru menyadari kalau cinta Reno hanya untukmu, Reno tidak mudah tergoda dengan cara apapun. Aku berjanji akan pergi dari Negara ini untuk selamanya, dan tidak akan pernah mengganggu hidupmu dan Reno lagi!"


"Semoga kau tidak mengingkari janji mu, Anjali!!


"Tidak Delena, aku bersumpah, kita harus segera pergi dari tempat ini! sebelum orang orang Davina menghabisi kita berdua!"


"Iya kita harus menyusun rencana agar bisa keluar dari sini! Delena mulai berfikir.


Pagi hari Matahari mulai menampakkan cahaya sinarnya, Delena membuka matanya saat sinarnya menerpa wajahnya. ia duduk dilantai yang beralaskan tikar.


"Delena!


"Haiii Delena!


Delena berjalan mendekati sebuah pintu yang lngsung berdampingan dengan pintu Anjali.


"Anjalii..!


"Bagaimana aku sudah dapat ide belum?


"Stttttttt... kecilkan suaramu, Jangan sampai mereka mendengar percakapan kita, karena dinding pun punya telinga."


"Ia aku mengerti, bagaimana rencana mu?"


"Sudah ada, tapi aku agak ragu apa kita bisa berhasil menjalani ide itu!


"Ide apa yang kau pikirkan?"


"Aku berpura-pura Sakit perut agar bisa keluar dari ruangan ini, lalu setelah aku bisa kluar dari ruangan ini, kau berulah kau minta juga ke toilet saat mereka lemah aku akan bereskan mereka."


"Apa kau yakin bisa membereskan mereka semua?"


"Aku tidak tau ada berapa orang yang berjaga di luar, tapi paling tidak aku sudah belajar ilmu bela diri di mansion ku, mas Reno lah yang mendatangkan seorang guru taekwondo untuk ku karena aku yang meminta."


"Ahh! pantas saja tabokkan mu membuat pipiku panas sampai kepalaku pusing." celetuk Anjali.


"Ya tentu saja kau yang meminta itu, aku tidak bisa melihat suamiku digoda."


"Oke,, oke, aku mengakui salah, jadi jam berapa kita beraksi."


"Harus malam, tidak mungkin siang hari pasti banyak yang berjaga."


Tak, tok, tak, tok,...


Terdengar suara sepatu high heels dari depan pintu.


"Stttttt... sepertinya ada yang datang, kita hentikan pembicaraan ini."


"Ceklek!


Tak, tok, tak, tok...


"Hallo adikku sayang, bagaimana kabarmu baik bukan?


Delena menatap tajam wajah Davina "kau begitu senang diatas penderitaan orang kak! apa ini perlakuan seorang saudara kembar pada adik kandungnya!"


"Adik? apa Kau pikir aku masih menganggap mu adik!

__ADS_1


kamu keterlaluan jika aku memang tidak pantas buat seorang kakak!


Baiklah Delena, Aku tidak akan lama datang kesini, aku hanya ingin memberitahu mu kalau besok malam kau harus keluar dari negara ini!


"Apa maksud kakak!"


"kau menggantikan posisiku di Amerika sebagai Davina!


"Tidak! aku tidak mau! aku memiliki suami dan anak kembar, juga ibu yang berada di rumahku, aku tidak mau meninggalkan mereka, kau jangan sekejam ini padaku Davina!"


"Wowowoo... adikku sudah mengeluarkan taringnya."


"Kau harus berganti posisi denganku Dena! kau serakah telah memiliki segalanya! kekayaan, kedudukan sebagai nyonya Reno Mahesa, perusahaan, bahkan barang-barang mewah dan mansion mentereng. Semua itu bisa kau miliki tapi aku? seakan dilempar ibuku sendiri!!


"Itu karena perbuatan kau sendiri yang memiliki sifat iri pada saudara kandungmu sendiri! bertobatlah sebelum terlambat Davin!' hujat Delena dengan amarah meletup letup.


"Cukup! tutup mulutmu dan ini tanda tangan ini surat ini! melempar file kewajah Delena.


"Apa ini? Delena mngambil file itu dan membuka lembar demi lembar, ia terperanjat kaget saat membaca isi berkas itu.


"Apa-apaan ini!! mendatangani surat kuasa pemindahan perusahaan Papa kepada mu?!


"Ya! Aku ingin mengambil semua perusahaan Papa atas namaku!"


"Tidak bisa Davin! kau tidak bisa mengambil alih perusahaan Papa yang sudah diberikan atas namaku! bukankah Papa sudah memberikanmu perusahaan yang lain?


"Sudah kujual untuk hidup di Amerika!


"Kalau perusahaan itu adalah aset buatmu, kenapa harus dijual?! ini adalah Perusahaan milik apa satu satunya, aku harus pertahankan nya, dan asal kau tau ada saham suamiku 40% yang bergabung di perusahaan papah! kalau kau mau, ambil saja perusahaan papa pada Handoko di Australi!"


Davina menatap tajam wajah Delena dan menghampiri, "Kau ingin bermain main dengan ku hah!"


"Kau bukan lagi kakak ku! aku malu memiliki kakak sepertimu! menghempaskan tangan Davina.


"Sial! cengkraman tangan Delena sangat sakit! bathinnya.


"Baiklah kalau begitu maumu, kau tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik, tapi kau harus ingat Dena, sekarang aku berada di mansion. bila kau tidak mau menandatangani surat pemindahan kekuasaan perusahaan padaku? besok pagi kau akan melihat disurat kabar dan berita di koran, kalau salah satu anak kembarmu akan jatuh dari lantai paling atas!" hahahaha... Davina tergeletak.


Mata Delena terbelalak sempurna, nafasnya tersengal-sengal menahan amarah yang mendalam "Dasar manusia licik, kau adalah iblis berkedok manusia! kau tega mengguna kan kelemahanku pada anakku! Airmata Delena sudah menetes deras, ia mengambil file itu dan menandatangani surat penyerahan perusahaan atas nama Davina, ia lebih peduli pada anak kandungnya daripada harus mempertahankan harta. Delena melempar kembali file itu ke wajah Davina dan jatuh kelantai.


"Kau tega melakukan ini semua demi harta dan kekuasaan! sedikit saja kau menyentuh anak anakku, kupastikan tanganku sendiri yang akan menghabisimu Davin! ancam Delena berteriak lantang.


Mengambil file itu diatas lantai, setelah melihat tandatangan Delena, Davina tertawa lepas.


"Bagus kau sudah membuat pilihan yang tepat! lalu Davin melangkah pergi begitu saja.


Delena jatuh terduduk dilantai dengan tangisan yang semakin dalam.


"Mas Reno.. hiks.. hiks.. tolong aku dan anak anak kita."


"Papah! maafkan Dena pah.. hiks..hiks..


"Delena! suara Anjali terdengar dari samping. "Ternyata Davina sangat jahat, padahal kalian saudara kembar dan satu rahim, tapi sifat kalian sangat jauh berbeda."


"Anjali, ayo secepatnya kita keluar dari tempat ini!


"Baik kita lakukan malam ini juga!"

__ADS_1


*Pulau Bali*


Sementara Reno dan orang orangnya sedang menyusun rencana disebuah villa, untuk menyerang tempat persembunyian Mr black.


Siang itu Reno dan Robert sedang makan bersama di belakang teras sambil bercerita, tiba tiba Reno tersedak dan terbatuk-batuk.


Robert memberikan segelas air putih, Reno mengelaknya habis.


"Sepertinya ada yang sedang merindukan mu! kata Robert mengingatkan.


"Kau benar, apa jangan-jangan Delena? tapinya kenapa ia tidak pernah menghubungiku, setelah tiga hari aku berada disini?"


"kenapa bukan kau saja yang menghubunginya."


"Aku baru teringat, kemarin malam aku habis menghabisi orang-orang itu, jadi aku lupa untuk menelpon istriku! aku akan memberitahukan pada Dena kalau aku sedang mengejar Mr Black.


"Jangan dulu! kau jangan memberitahu dulu pada delena tentang rencana untuk menangkap Mr Black, aku takut istrimu khawatir disana dan ia semakin tidak konsentrasi bekerja.


"Kau benar, baiklah aku akan menyakan kabar istri dan anakku.


Reno mulai menghubungi istrinya, pada panggilan ketiga telepon pun terangkat.


"Hallo sayang...."


"Halo juga mas Reno sayang..."


Bagaimana kabarmu dan anak-anak kita "


"Sangat baik, kau tidak usah khawatir."


Reno terdiam sejenak lalu berkata dengan ambigu "Ada apa dengan suaramu?


"Ooh.. aku sedang flu, maklum di Jakarta udara sangat dingin, hampir tiap hari hujan turun." dusta Davina.


"Sayang...? Mas tidak bisa pulang cepat, karena ada urusan yang harus Mas kerjakan, mungkin lusa baru bisa kembali."


"Oke tidak apa-apa, aku akan menunggumu pulang."


telpon terputus.


"Ada apa..? tanya Robert.


"kenapa tiba-tiba istriku sedikit berubah, nada bicaranya aneh, biasanya ia sangat manja bila berjauhan denganku."


"Mungkin istrimu sedang sibuk, sudah ayo teruskan makannya, baru kita menyusun rencana lagi.


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


@Bersambung......💃💃💃💃


__ADS_2