
Davina menerima gelas itu, dia meminumnya perlahan, sebenarnya ia sangat enek dan mual, tapi Reno terus memaksa.
"Cepat habiskan!
"Tapi aku mual mas!"
"Sialan ini pemaksaan! gerutu Davina dalam hati.
Susu ditangan Davina habis juga, tiba tiba tubuhnya terasa lemas, matanya gelap dan berkunang kunang, Reno mengambil gelas itu, dan Davina langsung jatuh keatas kasur.
"Hah! akhirnya kau pingsan juga, dasar ular berani kau menukar dirimu dengan istri ku! dimana Delena sekarang, aku harus menghubungi orang orang ku!
Reno berjalan keluar kamar menuju ruangan kerjanya.
Didalam ruangan kerjanya ia terlihat stres dan frustasi, Reno membanting semua barang yang berada di atas meja kerja.
"Davina!
"Davina! kau telah berani masuk kedalam mansion ku dengan wajah istriku! wajah Reno memerah satu tangannya membuat kepalan, seluruh tubuhnya bergetar menahan amarah, kepalan itu menonjok meja didepan nya.
"Brakk!
"Brakk!
Tangan Reno memar tapi tidak ia hiraukan, ia menjambak rambutnya sendiri karena kesal.
"Delena kau dimana, sayang!" hiks...
"Maafkan aku sayang, tidak bisa menjagamu! jangan tinggalkan aku Delena, aku tidak akan bisa hidup tanpa mu!" hiks....
Jatuh sudah airmata Reno dari sudut matanya, "Ya Allah. dimana istriku? jangan pernah pisahkan aku dan istriku, beri aku petunjuk di mana keberadaannya."
Tiba-tiba pikirannya teringat dengan Tommy "Aku harus menghubungi tommy!"
Sementara Tommy bersama Siska sedang terlelap dalam tidurnya setelah semalam meneguk manisnya madu, pengantin baru yang belum dua genap dua bulan menikah itu terlihat romantis, dan Siska yang tidak ingin jauh dari suaminya.
"Tring, tring, tring....
Siska yang masih berada dalam dekapan suaminya, mulai terjaga ia mengambil ponsel diatas nakas samping ranjangnya dan melihat nama si penelpon.
"Reno..? ada apa jam segini ia telpon?"
"Siapa sayang.."
"Reno Mas.."
Tommy mengambil ponsel dari tangan Siska dan menerima panggilan itu.
"Hallo Ren..?
"Tommy..."
Terdengar suara parau Reno dari ujung telepon dan membuat Tomy panik.
"Reno ada apa? kau menangis..?"
"Tom, kau tau? wanita yang berada di mansion bukan Delena tapi Davina!"
__ADS_1
"Apa?! berarti benar dugaanku, saat aku datang ke rumahmu dan bertemu dengan Delena, tapi ada perbedaan yang sangat jelas, biasanya Dena memanggilku kakak' sementara yang aku temui semalam, ia tidak memanggilku kakak, aku merasa aneh dan sempat curiga, tapi aku tidak ada bukti untuk mencurigainya. Dan sekarang terbukti kau bilang wanita itu adalah Davina?
"Tapi itu kenyataannya, kalau dia bukan Delena istriku, tetapi Davina! hiks...
"Dari mana kau mulai mencurigainya dan bukti apa yang membuatmu yakin kalau yang berada di mansion adalah Davina."
Reno mulai menceritakan semuanya saat ia baru sampai dari Bali.
"Ya Tuhan, jadi selama ini Davina melabuhi kita semua!
"Jadi apa yang harus aku lakukan? apa aku harus memasukkan Davina kedalam penjara!"
"Jangan! kau jangan dulu masukkan Davin ke penjara, cari informasi tentang Dena dari Davin, buat dia tidak curiga padamu kalau kau sudah mengetahuinya, yang aku takutkan bila kau salah langkah dan Davina kabur menghilangkan keberadaan Delena.
"Kau benar, tapi aku tidak tahan melihat wanita itu berada di ranjang ku! hatiku begitu sakit mendapati kenyataan istriku tidak ada di rumahnya sendiri!"
"Sabarlah Ren, kau jangan gegabah dulu, lalu bagaimana dengan nyonya Helena, apa beliau sudah tahu kalau Davin yang berada di mansion?.
"Sepertinya belum tahu kalau Davina bersandiwara didepan ibunya sendiri."
"Ya sudah pagi ini aku akan ke mansion."
"Tom, aku minta tolong kau datanglah ke kantorku, untuk melihat keadaan disana, Aku takut Davin merencakan sesuatu selama aku dan Delena tidak ada dikantor, aku belum bisa keluar dari mansion sebelum mendapatkan istriku kembali, aku akan terus mengikuti permainan Davina? aku tak ingin dia kabur dan menghilangkan jejak tentang istriku."
"kalau begitu aku akan pergi ke kantormu dulu, baru berkunjung ke mansion."
"Terima kasih banyak Tom, Aku harap kau bisa mendapatkan info tentang hilangnya istriku, lalu kenapa orang orang ku tidak bisa menjaga istriku, aku masih syok!"
"Kau tidak usah khawatir, aku pasti akan mencari info dikantor, ku harap kau tenang jangan terbawa emosi."
***
"Neng Dena, lihat kondisi telapak kakimu banyak luka dan bengkak, Neng Dena belum bisa berjalan, ibu akan mengobatinya dengan tumbuh-tumbuhan agar tidak infeksi."
"Iya Neng, tunggu sembuh dulu baru besok kau boleh pulang, Abah takut orang orang itu akan mengejarmu lagi dan Neng Dena nggak bisa berlari."
Delena terdiam, apa yang dikatakan suami istri paruh baya itu benar, ia tidak bisa pergi kemana-mana karena kakinya semakin bengkak.
"Aku ingin menghubungi suamiku tapi aku tahu kalian tidak memiliki ponsel, baiklah besok aku akan pulang sampai lukaku sembuh."
"Maaf Neng, Abah dan ibu emang orang susah, bagi Abah ponsel nggak terlalu penting."
"Iya tidak apa-apa ko Pak."
"Ya sudah Neng, sekarang makan dulu ini ibu sudah siapkan, sebentar lagi si abah mau ke kebun." ( Abah\=Bapak)
"Terima kasih Bu, ibu dan Bapak sangat baik dan mau menolongku, di masa depan aku pasti akan membalas kebaikan kalian."
"Besok kalau sudah sembuh, Bapak sendiri yang akan mengantarmu pulang ke Jakarta."
"Tidak usah, nanti merepotkan bapak"
"Tidak Neng, Bapak akan pastikan kalau Neng akan selamat sampai rumah."
Delena tersenyum "Baiklah Pak!"
****
__ADS_1
Sementara di rumah utama, Davina baru terbangun dari tidurnya "Kenapa kepalaku pusing sekali!" ia memegangi kepalanya yang masih pusing "Dimana Mas Reno?" kenapa ia tidak ada di ranjang? apa ia sudah bangun!
Davina menatap jam di dinding "Apa sudah jam satu! astaga pasti mas Reno sudah bangun, aku mau mandi dulu, baru menemui suamiku tersayang! hahahaha....." Davina tergelak.
Selesai mandi di bathtub, Davin memakai pakaian seksi milik Delena.
"Reno pasti akan terpesona melihat kecantikan ku, dengan memakai pakaian Delena, aku akan berdandan secantik mungkin untuknya, lihat saja Reno Kau pasti tidak akan tahan melihat kemolekan tubuhku, dan kau Delena! kau akan lebih baik tinggal di Amerika menggantikan posisiku, kau pasti akan bertemu dengan pria hidung belang!" hahahaha.......
Selesai dengan riasannya Davina turun ke bawah, mencari keberadaan Reno.
Mas Reno! kau berada di mana?
"Apakah ibu melihat Mas Reno? tanya Davina saat berada di ruangan keluarga
"Delena kau baru bangun, Kau mau kemana sudah berdandan serapi ini." tanya Helena.
"Dimana Mas Reno Bu! aku bertanya pada ibu!
"Reno belum turun dari sejak semalam ia pulang!
"Tapi di kamar tidak ada Bu!
'Mungkin Reno berada di ruangan kerja, atau di tempat Gim."
Saat Davina ingin menuju ke atas, Helena memanggilnya.
"Dena bisa tolong ibu, pegangkan Zevana dulu ibu mau buatkan susu."
"Alah ibu,,, kan sudah ada baby sister, Kenapa juga harus aku mengurus Zevana."
"Dena! Zevana adalah anakmu, kenapa akhir-akhir ini kau sering mengabaikan anak mu sendiri!"
"Buat apa Bu, aku membayar baby sister untuk tidak mengurus si kembar!
"Delena! kau tak pantas bicara seperti itu pada ibumu! kaupun tak becus menjadi seorang ibu untuk Zevana dan Zevano, sejak kapan kau tidak menyayangi anakmu lagi! teriak Reno yang sudah berdiri diatas tangga.
"Mas Reno? Davina terkejut.
"Sial ternyata sudah ada Reno di sini!
"Sayang... maafkan aku, maksudku bukan begitu?"
"Kenapa aku seperti melihat Davina bukan di Delena! karakter ini milik Davina!" Helena membatin "Apakah dia Davin.....
'
'
'
'
'
'
@Berssmbung....💃💃💃
__ADS_1