
Delena menarik tangan Reno dan berjalan ke sofa, mereka mendudukan tubuhnya disofa, Delena membuka rantang yang ia bawa.
"Ini semua aku yang masak mas, sekarang biar aku yang suapin ya"
"Kau juga harus makan yank"
"Aku akan makan setelah suamiku makan"
"Ohhh Tuhan istriku semakin baik hati, senang rasanya di sayang istriku" Reno tidak hentinya terus memuji istrinya dalam semua hal.
"Mas waktunya aku pulang, kasihan Devano dan Denisa aku tidak ingin kehilngan momen kebersamaan pada kedua anak ku"
"Kau memang seorang istri yang hebat, di samping mengurus si kembar, kaupun sempatkan membawakan makanan untukku, padahal kau tidak perlu lakukan itu, cukup di rumah mengurus anak anak kita"
"Jadi Mas tidak ingin aku datang kesini dan membawa makan siang"
"Bukan begitu sayang" mencium pipi Delena "Aku tidak ingin kau terlalu lelah, apalagi kau setiap malam selalu melayani suamimu diatas ranjang" Reno tersenyum nakal "Makanya aku tidak ingin kau sakit"
"Justru aku tidak ingin kebanyakan berdiam diri dirumah, yang membuat diriku bosan, semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh para pelayan, aku bak seorang ratu dirumah"
"Kau adalah Ratu ku" menarik dagu istrinya "Aku memang sengaja menjadikan dirimu ratu dihati ku dan dirumah kita, setiap ucapan mu adalah perintah yang tidak boleh di bantah" Delena menatap cinta mata suaminya, ia begitu bahagia karena Reno telah menghargainya sebagai seorang istri. kedua bibir itu saling berpagut Reno meraup bibir Delena lembut, keduanya saling berciuman mesra.
"Drett, drett, drett,"
Suara ponsel Reno bergetar, ia menghentikan ciumannya. "Mas aku pulang dulu ya"
"Baiklah sayang berhati hati di jalan, ingat tidak boleh kemana mana lngsung pulang" mencium kening dan bibir Delena.
"Oke, jangan pulang terlalu malam mas"
"Baiklah Ratu ku"
Delena melangkahkan kaki jenjangnya keluar ruangan Reno.
"Siang Nyonya Delena" ucap Anita membungkuk memberi hormat.
"Anita, lain kali bila ada seorang client wanita ingin bertemu dengan suamiku, kau lihat dulu penampilannya, kalau yang datang seperti wanita tadi, jangan kau kysih masuk, paham!"
"Baik, paham Nyonya...,'
Delena melangkah kembali menuju pintu lift, setelah berada dilantai bawah ia melewati sebuah ruangan, terdengar suara seorang wanita sedang berteriak memaki karyawannya, Delena menghentikan langkahnya dan diam di depan pintu, jengkel mendengar suara wanita itu, Delena membuka pintu.
"Ceklek!
"Permisi, maaf menganggu, ada apa ini suara anda sampai terdengar keluar?!"
"Siapa kau? datang datang langsung menegur ku! jangan berani ikut campur dengan urusan orang!"
"Haiii Arogan sekali wanita ini!" Nadin berjalan mendekat sambil melipat kedua tangan didada, ia membaca nama wanita itu diatas meja "Oh jadi kau kepala manajer, sejak kapan kau menjadi manajer keluarga Mahesa Group!"
"Apa urusan mu berani bertanya berapa lama aku bekerja di sini? apa posisimu di kantor ini! bentak wanita itu sombong.
Nadine tergelak, wanita itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa "Kalian berdua apa kesalahan kalian sampai ibu manager ini marah marah?"
Dua pria itu terdiam dengan wajah tertunduk.
"Gak apa apa katakan lah, kalau ada apa-apa aku yang bertanggung jawab"
"Saya hanya lupa menaruh nama ibu manager di surat pemberitahuan ini untuk para client"
"Dan kamu!
"Aku bagian percetakan dan sudah mencetak 2000 lembar, jadi harus di ganti ulang"
"Haii kau siapa?! berani datang dan bertanya pada dua karyawan yang tidak becus bekerja, aku akan laporkan pada Tuan Frans untuk memecat kalian berdua karena sudah teledor!"
__ADS_1
"Maafkan saya bu, saya janji akan memperbaiki dan tidak akan mengulanginya lagi, tapi jangan pecat saya bu, aku punya kelurga" pinta pria itu dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau anda seorang Manager di perusahaan milik Reno Mahesa, tidak perlu berteriak teriak atau memaki seorang karyawan yang sudah mengakui kesalahannya! kapanpun kalau aku mau, kau bisa aku lempar kejalanan hari ini juga!" bentak Delena.
Seluruh karyawan sudah rame didepan pintu yang berada di luar ruangan, mereka mendengar pertengkaran itu dan saling menerka nerka.
"Keluar kau dari ruangan ku! menunjuk wajah Delena "Kau hanya karyawan rendahan yang berani menentang ku, aku kepala manager disini, kedudukan ku sangat diperhitungkan di perusahaan ini!
"Berani kau mengusir aku! Delena berjalan kearah meja kerja wanita itu, ia menekan tombol telpon dan mulai menghubungi seseorang.
"Haiii mau apa kau! lancang memakai telpon kantor ku!"
"Hallo Anita? sambungkan pada Presdir Reno Mahesa"
"Ini siapa...?!
"Apa kau tidak mengenal suara ku, Anita?
"Nyonya Delena?! baik Nyonya"
"Hah! beraninya dia menelpon seseorang Ceo Mahesa?!
"Tuts!
Delena membesarkan volume telepon.
"Hallo.. sayang, kau masih disini?
"Mas Reno, aku sedang berada di ruangan kepala Manager Nyonya Ratnawati"
"Kenapa kau berada diruangan Manager?!
"Apa__ja..di Nona ini istri Presdir Reno?!" ucap wanita itu gugup dengan suara tercekat, bola matanya terbelalak sempurna.
"Dia sudah melakukan kesalahan, pecat wanita ini sayang, sekarang juga! dia sudah berani membentak istri kesayangan mu, kau akan lihat kelakuan dia melalui cctv"
"Maksih sayang..i love you my husband"
"I love you to my wife"
"Nyonya Reno, maafkan aku.." mengatup kedua tangannya "Aku tidak tau kalau kau adalah istri dari presdir Reno Mahesa"
"Lain kali berhati-hati dalam bersikap Nyonya manager, dan maaf keputusan ku sudah bulat!"
"Kalian berdua pergilah ke ruangan kalian"
"Baik Nyonya, terima kasih banyak sudah memberikan kami kesempatan"
Delena meningglkan ruangan itu dengan Elegan, hanya tinggal penyesalan dari seorang manager yang sudah memaki istri kesayangn Presdir.
******
Sore itu frans sedang menunggu diluar kampus sambil terduduk dibawah pohon, beberapa mawhasiswi berjalan keluar kampus melewati Frans yang sedang duduk termenung sambil menopang kedua tangan di dagu.
"Heh.. lihat ada cowok ganteng sedang duduk"
"Lagi nunggu siapa dia?!
"Macho juga tuh cowok, bodynya tinggi besar gitu, coba loe deketin"
"Nggak ahh, kaya nya tampangnya serius dan. dingin gitu"
Frans yang merasa jadi bahan ghibah para jomlowati merasa nggak nyaman, saat ingin beranjak dari tempat itu ia melihat fanny keluar dari gerbang pintu campus, ia ingin menghampirinya tapi langkahnya terhenti.
"Apakah Fanny tidak akan malu bila melihatku? Aku seorang pria cacat, aku takut fanny malu mengakui ku di depan teman-temannya"
__ADS_1
Saat Fanny melintas didepan Frans.
"Fanny!
Fanny menoleh pada asal suara itu "Frans?!" fanny terkejut tapi ia tidak menghampiri frans justru malah terus berjalan cepat.
"Fanny, bukan kah itu frans? buat apa dia datang ke campus?
"Sudah cuekin ajh, ayo kita pulang ajah!"
"Fan..? fanny tunggu?!" Frans berjalan mengejar fanny dengan langkah tak sempurna menuju ke parkiran.
"Fanny! Frans berhasil mengejar dan menarik tangan fanny.
"Untuk apa kau datang kemari?!
"Apa kau malu melihat fisik ku seperti ini?!"
"Kau Kan sudah tidak peduli lagi denganku, kau kejar saja Riska wanita yang kau cintai!"
"Sudah berkali-kali aku mengatakan, kalau aku dan Riska tidak ada apa-apa, Riska hanya bagian dari masalalu ku fan?!"
Fanny menatap kesal wajah frans "Sudah lah frans, mulai sekarang kau tidak usah repot-repot mencari aku lagi!"
Deg! jantung frans berdebar kencang, hatinya terasa sakit dengan ucapan Fanny, pupus sudah harapannya untuk memperbaiki hubungannya.
"Baiklah fan, bila itu keinginan mu, semoga kau bahagia hidup bersama pilihan orangtuamu, selamat tinggal!"
Frans berjalan dengan langkah gontai meninggalkan fanny yang masih berdiri terpaku. Fanny menatap sedih dengan mata berkaca-kaca, ia mengusap airmata yang sudah membasahi pipinya.
π₯π’BRAKKKKπ₯π’π₯π₯
Terdengar suara tabrakan didepan jalan raya campus, para mahasiswa dan siswi berlarian dan berteriak.
"Ada tabrakan di depan jalan?!
"Siapa yang tabrakan?! tanya fanny pada seorang teman yang berlari kearahnya.
"Seorang Pria, saat sedang berjalan keluar dari campus sebuah mobil menabraknya"
"Apa...??? jangan jangan itu Frans!
"Frraannsss...., Fanny menangis histeris dan ia berlari keluar campus.
'
'
'
'
'
'
'
BERSAMBUNG π
@Episode ini lebih lebih panjang, kalian yang minta frans dan fanny, ayo dukung Author dengan cara
@VOTE/ GIFT
@LIKE
__ADS_1
@RATE BINTANG 5
@KOMENTAR KALIAN