
"Berarti dalang dari penculikan kita berdua adalah sepasang kekasih. Justin dan Shella! ucap Frans geram.
"Fanny aku akan membuat siasat untuk bisa keluar dari tempat ini! kau sabar ya sayang." mencium lembut kening fanny.
"Aku percaya padamu Frans! Fanny tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Frans.
"Frans! aku sangat lapar, sudah dua hari disini kita belum dapat makan." keluh fanny.
"Sabar ya sayang, aku sedang berusaha untuk bisa keluar dari tempat ini."
"Aku tidak tau lagi, kalau saja tidak ada kau disini, pasti aku ketakutan setengah mati!
Frans mendaratkan ciuman di kening fanny "Ini yang dinamakan takdir, memang jalannya harus seperti ini, aku harus melindungi mu." ( kata Author ðŸ¤)
"BRAKK
Tiba-tiba pintu dibuka kasar, Frans da fanny terkejut. Sudah berdiri di ambang pintu seorang pria bertato bertubuh pendek.
"Hey! kalian malah pacaran! bentak pria bertato itu dan berjalan mendekat kearah mereka berdua.
Pria itu berjongkok dan menatap wajah fanny. "Kau cantik sekali! menarik dagu fanny. Fanny menepis tangan pria itu dengan tatapan jijik.
"Haiii! jangan sentuh wanita ku! bentak Frans
"Wanita mu! kau bilang dia wanita mu? apa kalian saling kenal?
Seketika Frans sama fanny terdiam. Mereka takut salah ucap yang akhirnya para bandit semakin curiga.
"Maksud ku dia seorang wanita. kau jangan kurang ajar pada wanita!"
"Kau bilang jangan kurang ajar pada wanita! kau sendiri lihat duduk ajah nempel pada wanita itu!
"Aku sendiri yang menempel padanya, karena tadi ada tikus di kakiku, aku ketakutan." ujar fanny berdusta.
Menatap wajah fanny lekat dengan sudut bibir terangkat "Pasti kau lapar!
Fanny mengangguk cepat.
"Aku akan memberikan mu makan sehari tiga kali. Tapi semua tidak ada yang gratis! pria itu mendekatkan wajahnya ke fanny. fanny menarik wajahnya kebelakang "Kau harus menemani ku dulu diranjng."
"Apa?! Fanny dan Frans teriak bersamaan.
"Aku akan jadikan kau wanita satu satunya. Hartaku banyak, kau mau minta apa saja akan kuberikan. Asalkan kau sanggup melayaniku diranjang." muehehehe...
"Ciih! Fanny langsung meludahi wajah Pria pendek hitam bertatto itu. Frans menahan amarahnya. sayangnya tangannya sedang di borgol kalau tidak sudah pasti Frans menghajar Pria yang sudah melecehkan kekasihnya.
"Kau berani meludahi ku! bentaknya dengan sorot mata tajam.
PLAKK!
Tamparan keras mendarat di pipi Fanny. ia begitu kesakitan. Melihat fanny di tampar, emosi Frans sudah tersulut. Ia bangun dari duduknya dan langsung memukul kepala pria itu dengan kedua tangannya.
"Brengsek kau! berani melawan aku di kandang macan!
"Parno.. hajar dia, berani memukul ku!
__ADS_1
"Oke Bos!
Pria bertato yang ternyata Bos bandit bersama anak buahnya memukuli frans. Frans terus melawan sebisa mungkin. Perkelahian tidak seimbang satu lawan dua, sementara tangan Frans di borgol. Mereka menghajar Frans bertubi-tubi bergantian, hingga keluar darah segar dari hidung dan bibirnya.
"Frans! Fanny berteriak "Sudah cukup! jangan kalian pukuli lagi. Dia sudah tak berdaya! aku mohon hentikan!
Frans jatuh kelantai dengan tubuh penuh luka memar. Fanny menangis sambil duduk di samping frans.
"Kau masih berani menantang ku, Hah! ku habisi kau besok pagi, dan tubuhmu akan ku lempar buat makanan B4bi dan 4njing liar!
"Ayo kita pergi!
BRAKK
Mereka pergi dan membanting pintu kasar.
"Frans... hiks, hiks,.. kenapa kau harus melawan mereka? Fanny mengusap darah frans dengan ujung bajunya. hatinya begitu sakit, ia tak tega melihat frans terkapar tak berdaya.
"Kau jangan menangis lagi, sayang.. aku tidak bisa melihat kau di lecehkan. kau adalah wanita terhormat, aku berhak melindungimu, walaupun nyawa taruhannya.
"Tidak frans! kau jangan berkata begitu." hiks... "Aku tidak ingin kehilanganmu. bila kau pergi dari dunia ini, akupun akan ikut bersamamu!
"Fanny! Frans menggenggam erat tangan fanny "kau adalah kekuatan ku! dan juga hidupku. Aku berjanji akan perjuangkan hidup kita bersama. kau tidak usah khawatir, kita pasti bisa keluar dari sini." ucap Frans memberikan kekuatan pada fanny.
BRAKK!
Pintu dibuka lagi. seorang pria masuk kedalam membawa satu piring singkong dan ubi. Dan meletakkan nya di bawah.
"Kalian makan lah! ini makanan terakhir buat kau! menunjuk frans "Besok jam empat subuh kau akan kami eksekusi sesuai perintah Bos besar."
"Apa? tidak! Fanny terperanjat kaget dan menangis histeris.
BRAKK!
Frans mencoba bangkit dan duduk bersandar pada dinding. menyentuh pipi Fanny "Aku akan buat siasat malam ini, aku punya rencana. Kau bisa bantu kan?
Fanny menatap wajah Frans dan mengangguk setuju.
"Frans makan lah dulu kau pasti lapar bukan?
"Tidak sayang, kau yang lebih membutuhkan. makanlah untuk mu." mengusap kepala fanny.
"Aku tidak akan makan kalau kau tidak mau makan."
"Baiklah kita makan bersama ya."
Fanny mengambil singkong rebus itu dan memasukkannya ke mulut Frans sedikit demi sedikit. Fanny dengan setia menyuapi Frans yang sedang terluka, bergantian memasukkan ke mulutnya juga. Dalam sekejap singkong dan ubi habis di piring itu. Mengambil teko dan menuangkan kedalam gelas. Meminumkan ke bibir Frans.
"Terima kasih banyak sayang. Selama dekat denganmu, baru kali ini kau tunjukkan cinta dan ketulusan mu. Dengan penuh kasih sayang kau suapin dan meminumkan aku."
"Kau jangan berterima kasih, sudah seharusnya aku melakukan ini, apalagi kau seperti ini karena membela ku." hiks.. hiks..
"Kadang rasa cinta dan sayang itu akan terlihat disaat sedang di uji. kekuatan cinta sejati tidak akan luntur ketika mendapat ujian."
"Aku mencintai mu Frans. Aku sangat takut besok kau akan di eksekusi." menyandarkan kepalanya di bahu Frans.
__ADS_1
"Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Kau tenang ya, kita pasti akan keluar dari sini. Setelah kita bebas orang pertama yang aku cari adalah Erland, dia harus membayar semua ini! janji frans dengan sorot mata membunuh.
"Kenapa kak Reno tidak datang membantu."
"Kakakmu bukan orang seperti itu. Dia sangat menyayangimu lebih dari dirinya. Tempat ini jauh dari jangkauan, bahkan sulit terlacak Karena berada diatas gunung."
"Genggam erat tanganku, jangan pernah kau lepaskan lagi. Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama." pinta Frans. mereka saling mengeratkan kedua tangan.
******
"Tuan, Frans tidak ada di bandara. Aku sudah menunggunya hampir dua hari di bandara.
"Terus kau lacak di setiap tempat! aku sudah menghubungi tapi ponselnya tak aktif.
"Kami semua sudah menyusuri di setiap tempat tapi tidak ada jejak Tuan Frans"
"Baiklah kalau sampai besok pagi tidak ada, hentikan pencarian di bandara."
"Baik Tuan!
Reno mematikan ponsel, terlihat pusing dan stress. Menatap sudut ruangan didepannya
"Mas! bagaimana dengan Frans? tanya Delena, duduk di samping Reno. mengelus lembut punggung Reno memberikan ketenangan.
"Kenapa semua seperti kebetulan, Fanny dan Frans juga hilang." Reno mengusap wajahnya berkali-kali.
"Apa Mas sudah mengecek di Korea."
"Sudah sayang. Orang orang ku disana sudah melacaknya tidak ada. Frans sudah berangkat tujuan Jakarta."
Delena menarik nafas dalam-dalam. Melihat suaminya sedih Delena terus menghibur dan memberikan ketenangan.
"Mas, istirahat dulu ya, Aku siapkan air hangat. besok kau teruskan pencarian. Dua hari pergi dan baru kembali.
Reno terdiam seperti ada penyesalan "Sebelum Frans hilang ia sempat menghubungi ku. Tapi aku sedang fokus dikantor polisi, suara aku senyapkan. Saat aku telpon balik ponselnya sudah tidak aktif.
"Aku juga sedih dan prihatin. Aku memikirkan nasib fanny, ia seorang wanita. Aku takut kenapa-napa." ujar Delena dengan mata berkaca-kaca.
"Aku juga bingung kenapa jejak fanny dan Frans tidak terlacak."
"Kau tidak boleh putus asa sayang. Aku yakin mereka berdua pasti selamat. kau jangan merasa bersalah, Mas juga sudah berusaha dan punya keterbatasan sebagai manusia. sekarang kita serahkan pada Tuhan dan teruslah berusaha." tutur Delena bijak.
Reno menarik Delena dalam pelukannya. "Terima kasih sayang, kau selalu memberikan aku ketenangan dan kehangatan."
"Ya sudah ayo kita ke kamar. Aku siapkan air hangat."
Reno mengangguk. Mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju kamar.
'
'
'
'
__ADS_1
'
@Bersambung.....