
"Apa! jadi kau..? Davina tercengang dan terperanjat kaget.
"Aku bersandiwara di depanmu karena kau telah menyandra istriku! sekarang istriku telah kembali, menyerah lah Davina! orang orang mu sudah berada di tanganku!
"Sialan kau Reno! kau telah menipuku! gertak Davina.
"Sayang.." menoleh pada Delena yang sudah meneteskan airmata "Kau masih belum percaya pada suamimu ini?!"
Delena menggeleng "Tidak Mas aku percaya padamu." Delena berjalan dan memeluk Reno.
"Mas Reno... hiks.. hiks... Maafkan aku..."
"Kita jangan mudah terprovokasi dengan orang yang ingin memisahkan kita."
"Tidakkkkkk!!!! Davina berteriak histeris.
"Semuanya adalah salah mu Delena! kalau saja kau tidak hadir dalam hidup keluarga kami, sudah pasti aku yang akan menikah dengan Reno, bukan kau sebagai istrinya!" teriak Davina berapi-api.
'kenapa kau masih menyalahkan aku Davin! ini adalah takdir, kita harus terima semua ini, kalau saja kau tidak kabur dan meninggalkan pernikahan itu! sudah pasti kaulah yang menikah dengan mas Reno! tapi Tuhan punya rencana lain untuk kita, akupun tidak tahu apa-apa tentang pernikahan itu, aku dijemput paksa oleh papa dan kak Tommy untuk menikah dengan Mas Reno, tapi aku tidak pernah menyesali karena ini adalah takdir ku! walau awalnya adalah ancaman dari Papa, karena Papa tidak mau dipermalukan oleh mu yang kabur begitu saja dengan pria lain!
"Cukup Delena! kau jangan merasa suci, bisanya kau berbicara begitu! kaulah yang merebut takdirku! seharusnya aku tidak pernah memiliki adik sepertimu dan dilahirkan dari rahim yang sama!"
"Davinaaaaa.....!!!!!
Terdengar suara teriakan Helena dari ambang pintu "Seharusnya sejak dari awal aku sudah tahu kalau kau adalah Davina! tapi aku mencoba untuk berpikir positif agar jantungku tidak sakit saat tau kalau kau adalah Davina! tapi hatiku tidak bisa dibohongi ternyata benar kau adalah Davina! jatuh sudah airmata Helena "Andai saja aku boleh memilih dan meminta takdirku aku tidak ingin memiliki anak sepertimu!
"Ibu cukup! apa ibu sadar apa yang ibu ucapkan! aku juga tidak pernah meminta jadi anak ibu dan dilahirkan satu rahim yang sama dengan wanita itu! menunjuk wajah Delena.
Helena berjalan mendekat dan..
"PLAKK!
Sebuah tamparan keras mendarat ke wajah Davina, dari tangan seorang ibu yang sudah melahirkan nya.
"Kau tau Davin, aku malu memiliki anak sepertimu! kau sudah mencoreng nama keluarga mu sendiri dengan perbuatan mu yang tidak tercela!
"Cukup ibu ceramahi aku! bentak Davina.
"Kau yang harus mendengarkan aku! Apakah kau masih ingat! karena ulah Mr Black yang menyandra ibu demi untuk membebaskanmu, ibumu sendiri hampir mati kalau saja Reno tidak menolong ibu! kau tidak pernah peduli apakah saat itu ibumu harus mati, tanpa belas kasihan sedikitpun pada wanita yang telah melahirkanmu, dengan teganya kau begitu saja meninggalkan ibumu! kau memang anak durhaka Davin! Helena berteriak sambil menangis sesenggukan, ia memegangi dadanya begitu sesak.
"ibu sabar lah bu! Delena berjalan mendekat dan memeluk Helena.
"ibu aku sangat merindukanmu, aku pikir tidak akan pernah kembali lagi kerumah ini dan bertemu dengan ibu, anak anakku dan suamiku, tapi Allah masih sayang padaku bu.."
"Ibu jangan bersedih lagi, ada aku disini yang menemani ibu sampai kapanpun." mengusap lembut airmata Helena.
"Jadi selama empat hari ini kau kemana saja Nak? mengusap lembut kepala Delena.
__ADS_1
"Aku... hiks...
"Hebat! sangat kompak antara ibu dan anak, kalian berdua sama saja! hahahaha....
"Apa kak Davin sudah benar-benar gila bu!
"Sudah tidak usah pedulikan dia, sekarang pergi lah kau dari kamar Delena, tak pantas kau berada di sini!" usir Helena.
"Tidak akan pernah aku keluar dari kamar ini!
Reno gelengkan kepala "Aku akan memanggil keamanan bila kau tidak mau keluar dari kamar aku dan istriku!
"Delena kau kemana saja selama ini!
"Bu... kak Davin datang kekantor ku dan mendepak aku dari kantor, dia menyuruh anak buahnya membawa aku ke Bandung dan menyekap ku di gudang tua bersama Anjali."
"Anjali..? siapa Anjali nak?
"Dia..." Delena menoleh pada Reno, Reno menggeleng pelan "Anjali sekertaris baru mas Reno bu.."
"Kau berbohong Delena! Anjali adalah kekasih Reno dan mereka sudah berpacaran selama empat tahun, kau juga telah merebutnya!"
"Cukup Davina! kau tak pantas mengungkit masa laluku! itu sudah sangat lama sebelum aku menikah dengan Delena!" gertak Reno.
"Bukankah Anjali bisa jadi sekretaris Mas Reno kerena kau yang sudah meracuni otaknya, kau datang ke Bali mengajak Anjali bekerjasama untuk menghancurkan keluarga ku dan perusahaan Mas Reno, bahkan kak Davin datang ke gedung tua itu bu, dan memaksa aku untuk menandatangani surat kuasa penyerahan perusahaan Papa atas nama Davina!"
"Davin! kau menghilang sudah setahun lebih bahkan sudah tidak pernah mengingat kelurga mu disini, tapi kenapa kau datang hanya untuk mengambil warisan yang bukan hak mu lagi!"
"Davin! pergilah kau dari mension ini, kau sudah tidak ada lagi hubungan dengan aku juga Delena! seru Helena dengan tangisan pilu.
Reno menghampiri Davina dan menarik tangannya untuk keluar dari kamarnya.
"Lepaskan aku Reno!
"Keluarlah dari kamar ini!
Reno mendorong tubuh Davina keluar dari kamar dan jatuh tersungkur kelantai.
"Reno aku mohon, biarkan aku jadi bagian dari hidupmu! Davina menarik satu kaki Reno "Aku menyesal dulu meninggalkan mu Reno! hiks.. hiks... berilah aku kesempatan untuk hidup bersamamu dan menjadi istri kedua mu!
"Davin!!! dimana rasa malu mu, Reno itu suami dari Delena, kau tidak akan pernah bisa berubah, dengan tidak tau malunya memohon pada Reno untuk dijadikan istrinya!
Tiba-tiba Helena syok, ia memegangi dadanya yang terasa nyeri.
"Bu... ! Delena begitu panik, Reno mengambil air putih dari dispenser dan memberikan nya pada Helena. "Minumlah bu." meminumkan Air pada Helena.
Davina bangkit dari lantai dan mengusap kasar airmatanya. "Aku benci pada ibu dan juga kau Delena! mulai saat ini kalian bukan keluarga ku lagi, bagiku kalian berdua sudah lama mati!!
__ADS_1
"Da-vi-naa....! seru Helena dengan suara tercekat.
"Sudah bu biarkan saja kak Davin menghilang dari kehidupan kita untuk selamanya." ujar Delena sambil mendudukkan tubuh ibunya ke sofa.
Davina berjalan meninggalkan kamar Reno, saat itu Davina melihat dua orang baby sister sedang menggendong Zevano dan Zevana. otak liciknya mulai merencanakan sesuatu. Dengan cepat Davina menarik zevano dari gendongan baby sister nya dan berlari masuk kedalam lift menuju lantai lima."
"Zevano!!! teriak baby sister itu histeris.
Didalam kamar Delena dan Reno terkejut mendengar teriakkan baby sister, dan mereka berlari keluar
"Tuan...!
"Nyonya....!
"Ada apa Mba...?
"Baby Zevano dibawa kabur dan masuk kedalam lift bersama wanita yang wajahnya mirip Nyonya."
"Apa...? Mas... Davina membawa Zevano!"
"Aku akan mengejarnya! kemana wanita itu membawa Zevano!
"Kelantai atas Tuan!
Reno berlari menuju lift, dan mulai menghubungi bagian keamanan untuk menuju lantai atas.
"Mba tolong kau jaga ibu! aku akan naik keatas mengejarnya!
"Mba, bawa masuk Zevana kedalam kamar bersama ibu, ingat kalian jangan keluar kamar sebelum aku perintahkan.'
"Baik Nyonya..."
Dua baby sister itu masuk kedalam kamar bersama Zevana, Delena berlari menuju lift.
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
@Bersambung.......πππ
@Hari ini Author kasih kalian dua bab, sekarang mana dukungan kalian.. jangan lupa kasih Bunda GIFT/VOTE biar lebih semangat lagiπ