ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Kisah Robert dan perjuangan Davina.


__ADS_3

"Tidak Reno, kau tidak pernah salah, aku yang egois telah banyak berbuat salah dengan kalian. kini aku sadar dan sudah mendapatkan karma atas dosa dosa ku. Baiklah aku akan pulang dan menemui keluarga ku di Bali."


Semua bernafas lega mendengar ucapan Anjali.


"Baiklah, Besok kau akan diantar mengunakan pesawat ku." kata Reno.


Selesai berbincang mereka bertiga meninggalkan ruangan Anjali. kini mereka pergi menuju rumah sakit milik Ramon untuk mengunjungi Davina.


Mobil sudah berhenti didepan rumah sakit "Permata Husada" milik Ramon. Mereka bertiga berjalan menuju ruangan rawat inap Davina.


Beberapa Dokter dan suster membungkuk memberi hormat saat yang datang pemilik Rumah sakit. Mereka sampai didepan ruangan Davina. Saat Delena membuka pintu ternyata ruangan sudah berganti pasien.


"Mas kenapa kak Davin tidak ada di ruangannya? Delena terlihat Panik.


"Kenapa pihak rumah sakit tidak ada yang memberitahu kita?"


"Coba aku tanya Dokter Haris, bukankah dia yang operasi kak Davin."


Saat Delena ingin melangkah, seorang Suster berjalan mendekat.


"Siang Tuan, Nyonya? membungkuk.


"Suster, dimana ruangan rawat inap Davina? kenapa tidak ada di ruangannya."


"Apa Dokter Haris belum memberitahu Keluarga Nyonya? tanya Suster Any linglung.


"Justru kami baru tahu sekarang, dan tidak ada yang memberi kabar tentang kondisi kakak ku."


"Baiklah kalau begitu, biar aku antar ke ruangan Dokter Haris. Biar beliau sendiri yang akan menjelaskannya pada Tuan dan Nyonya."


Delena mengeryit dan tampak heran. Mereka bertiga dibuat bingung dengan perkataan Suster Anny.


Demi untuk mengetahui kondisinya, mereka berjalan mengikuti langkah Suster Any menuju ruangan Dokter Haris.


"Ceklek.


"Siang Dokter, ada Tuan Reno dan Nyonya Delena, ingin bertemu?


"Silakan masuk Tuan dan Nyonya." Dr Haris yang sedang duduk, beranjak menghampiri Reno, Delena dan Robert. Mereka saling berjabat tangan.


Mereka sudah duduk di Sofa, Dr Haris mulai berbicara "Maaf Tuan dan Nyonya, pasti anda ingin menanyakan keberadaan Nona Davina? Maaf, saya sudah memberitahunya melalui ibu Helena, beliau bilang mantunya Tuan Reno sedang tidak ada di rumah, kami menunggu sampai satu minggu tidak ada jawaban, jadi kami mengambil tindakan."


"Sekarang berada dimana Davina? tanya Robert yang mulai terlihat khawatir.


"Tim Dokter sudah pindahkan keruangan khusus. Sejak Nona Davina bangun dari koma, seringkali mengamuk dan mengigit suster jaga. jadi ma'af, kami mengambil tindakan sampai tuan dan Nyonya datang kemari."


"Tapi kenapa ibuku tidak memberitahu? Delena terlihat bingung.

__ADS_1


"Mungkin ibu tidak ingin kita khawatir, karena begitu banyak masalah di keluarga kita. Ya sudah kalau begitu kita lihat kondisinya sekarang." saran Reno.


"Kalau begitu mari ikut saya.".


Mereka bertiga mengikuti langkah Dr Haris menuju dilantai 12. Setelah keluar dari pintu lift. Terdengar suara teriakan dan makian Seorang wanita didalam ruangan. Dr Haris setengah berlari mendengar keributan para suster didalam sebuah ruangan.


Ceklek.


Pintu terbuka lebar. Delena, Reno dan Robert tercengang melihat kondisi Davina yang memprihatinkan. Rambut acak-acakan, tatapan mata kosong, keningnya membiru dan mengeluarkan darah segar dengan kedua tangan terikat kuat.


Delena berjalan mendekat, sungguh miris melihat kondisi saudra kembarnya begitu menyedihkan.


"Davina! Robert berjalan lebih cepat dan sudah berdiri di samping ranjang sorong.


"Apa yang sudah terjadi dengannya? tanya Dr Haris pada dua orang perawat Pria dan satu orang suster.


"Nona ini membeturkan keningnya ke dinding." ujar suster ketakutan.


"Lepaskan Aku! aku ingin pergi dari sini! teriak Davina dengan sorot mata tajam. ia terus berontak, dua orang perawat pria terus memengagi guncangan tubuhnya yang semakin kuat.


"Kak Davin! kenapa nasibmu seperti ini? Delena tak kuasa menahan tangisannya. Reno terlihat iba dan merangkul tubuh Delena.


"Sabar sayang, mungkinkah itu sebuah karma? ucap Reno getir.


"Lepaskan Aku! brengsek kalian semua! suara Davina terus menggema di dalam ruangan. secepat kilat ia benturkan kembali kepalanya ke dinding.


"DUG!


"DUG!


"DUG!


Robert menarik tubuh Davina dan memeluknya untuk memberikan ketenangan.


"Sabar Davin! ini aku? aku datang untukmu."


"Davin, lihat aku? aku datang menemuimu?


"Aku Robert, kau masih ingat aku bukan?


Seketika Davina terdiam, mengatur ritme nafasnya yang terdengar kasar. Nafasnya tersengal-sengal sambil menatap tajam wajah Robert.


"Ini aku? kau masih ingat aku bukan?" kau yang menolong aku saat di Bali, dari kejaran orang orang jahat itu."


Delena dan Reno saling bersitatap, ia terus mendengarkan cerita Robert yang ternyata pernah di tolong Davina.


Dokter Haris memberikan tissue pada Robert untuk mengelap darah yang terus menetes.

__ADS_1


Robert duduk disamping Davina, terus memberikan ketenangan. Mengusap noda darah diwajahnya penuh hati-hati, agar Davina tidak berontak lagi.


Davina masih terdiam, tapi matanya terus menatap lekat wajah Pria tampan didepannya. Tangannya yang terikat, perlahan menyentuh wajah Robert, seakan ia pernah mengenalnya. Saat tadi berjalan menuju ruangan Davina, Dr Haris sudah menjelaskan. Sebab Davin terus berontak dan ingin kabur, karena ada keretakan di batok kepalanya yang mengakibatkan Davina geger otak. dan menyebabkan ia lupa ingatan.


"Robert? ucap Davina pelan.


"Iya, aku Robert." mengusap lembut kepala Davina.


Saat Davina kembali tenang, Dokter Haris duduk mendekat, tanpa Davina sadari ia menarik tangannya pelan di bantu Robert untuk memberikan suntikan penenang.


"Kau masih ingat aku? ucap Robert lembut. Davin mengangguk pelan dengan bola mata berair. ia merasakan ketulusan dan kelembutan dari seorang Robert. Tiba-tiba Davina lemas dan menjatuhkan kepalanya di dada bidang Robert.


"Dia sudah tertidur. Biarkan dia istirahat dulu." kata Dokter Haris. Robert membaringkan kepala Davina diatas bantal. suster mulai mengobati luka di keningnya.


"Robert, apa kau seakrab itu dengan Davina? tanya Reno tak percaya.


"Davina adalah penolongku! kau ingat Reno? saat kau datang ke Bali, mencaritahu tentang Arneta dan Anjali? Aku memberikan petunjuk untukmu. Esoknya datang orang-orang yang tidak aku kenal. Mereka datang membawa senjata tajam, lalu membawaku kesuatu tempat, dengan menutup mataku.


"Kenapa kau tidak pernah cerita padaku Robert?


"Kau sangat sibuk Reno, mana mungkin aku bisa menghubungimu, sedangkan nyawaku terancam saat itu. Aku disekap di sebuah gudang selama tiga hari, berbagai pukulan aku dapatkan dari mereka. Saat aku akan di eksekusi datang Dewi penolong, yang ternyata Davina.


"Jadi mereka orang-orang Mr Black?


"Benar! aku mendengar percakapan mereka. Anjali adalah korban ambisi Mr black untuk menghancurkan dirimu! Tapi mereka ingin aku mati dulu agar kau menyesal. Tiba-tiba ruangan gudang terbuka. Aku terkejut melihat Delena datang menolong, ternyata dia Davin kembaran Delena. Setelah ia melepaskan ikatan ku. kami berdua kabur bersama, tapi kami ketahuan. Davina terus membela aku saat orang-orang itu terus memukuliku. Davina telah ketahuan membebaskanku, aku melihat bagaimana ia di pukuli bertubi-tubi oleh orang-orang Mr Black. Hati ku begitu sakit dan sedih, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.


Saat beberapa menit di dalam gudang sebelum kami kabur, Davina sempat cerita padaku. ia ingin tobat dan pergi jauh meninggalkan dunia hitam dan masa lalunya yang kelam. Sempat meminta aku untuk membawanya pergi.


Di Saat Davina penuh luka datang pria bertopeng, yang baru aku tau dia adalah Mr Black. Davina dan Mr Black membuat kesepakatan dengan syarat aku harus di bebaskan. Aku tidak tahu perjanjian apa yang Davina buat, pada akhirnya aku di bebaskan. Sejak saat itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Davina.


Berulang kali Robert mengusap airmatanya yang terus menetes. Delena ikut menangis pilu, isak tangisannya terdengar pedih. Bagaimanapun juga, Davina adalah saudara kembarnya yang terlahir dalam satu rahim yang sama. Reno tertunduk sedih, iapun merasakan kesedihan yang dialami Davina. Dari sifat jahat dan irinya, ternyata Davina sempat ingin bertobat dari masa lalunya yang kelam.


"Reno, Delena." Robert berjalan mendekat "Aku pinta pada kalian, ijinkan aku membawa Davina pergi dari rumah sakit ini, biarkan aku merawat Davina di Bali, sampai ingatannya kembali pulih. aku akan merubahnya menjadi wanita yang baik, Seperti keinginannya dulu."


"Apa kau yakin? tanya Reno, penuh penekanan.


"Aku akan berusaha semampuku, Davin adalah malaikat penolongku, tanpa pertolongannya, sampai saat ini aku tidak mungkin bisa bertemu dengan kalian."


Reno menoleh pada istrinya. Delena mengangguk setuju.


"Baiklah, Aku serahkan pengobatan Davina padamu." Reno tersenyum lega.


'


'


'

__ADS_1


@Bersambung.....💃💃💃


@Besok part Fanny dan Frans, sabar ya reader. karena di penghujung seoson 2, harus jelas semua peran mereka yang terlibat. Pada akhirnya Davina masih ada sisi baiknya dan ingin bertobat. Robert adalah sosok Pria baik dan menerima segala kekurangan Davina.


__ADS_2