ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Menuju Halal (part 1)


__ADS_3

Bukk!


Tiba-tiba sebuah bogem menghantam wajah Jhon, hingga ia kaget.


"Lepaskan tangan calon istriku! menarik tangan Siska dari genggaman tangan Jhon.


"Mas Tommy."


Tommy menarik Siska dalam pelukannya.


"Berani kau menyentuhnya lagi, ku habisi kau! ancam Tommy.


"Siapa kau berani mengancam ku! bentak jhon sambil memegangi bibirnya yang berdarah.


"Apa kau tidak dengar tadi, siapa aku? menatap lembut wajah Siska dan mencium keningnya "Aku adalah calon suami Siska." tersenyum puas.


"What?! mata Jhon terbelalak.


"Ayo sayang kita cari tempat makan lain."


Siska mengangguk, Mereka berdua berjalan meninggalkan Jhon yang masih berdiri terpaku.


Didalam butik mereka berdua sudah duduk manis sambil menikmati oranye juice buatan pelayan butik. Rara membuat rancangan sesuai keinginan Siska untuk acara akad dan pestanya. Sementara Tommy menyerahkan semuanya pada calon istrinya.


"Sudah selesai tinggal pembuatan kebaya tradisional, jas dan gaun pestanya." kata Rara sambil memberikan sentuhan terakhir dari desainnya.


"Berapa biaya gaun semuanya." tutur Tommy mengeluarkan kartu debit gold dari dompetnya.


"Tidak usah Tom, ini semua hadiah dari kak Andin."


"Maaf sayang, ini adalah pesta pernikahan kita, kenapa harus melibatkan saudra. Aku masih mampu membayar ini semua yank."


"Tapi Mas, gak enak kan menolak pemberian kak Andin, nanti kaka kecewa."


"Aku sendiri yang akan menjelaskannya pada Nyonya besar, aku tidak ingin merepotkan beliau. Semua pesta ini adalah tanggung jawab ku, kau pegang saja kartu itu kau bayar semua pakai kartu ini." menyerahkan kartu debit itu pada Siska.


"Mas gak usah khawatir ya, aku juga bisa membayar semua ini kalau tidak mau menerima pemberian kak Andin."


"Jadi kau meremehkan aku? suara Tommy tampak kecewa "Aku tau kau memiliki segalanya, tapi aku tidak ingin dibilang tidak punya harga diri didepan calon istriku, jadi tolong hargai pemberian ku."


Siska merasa bersalah dan tidak enak hati " Maafkan aku Mas, aku akan menggunakan kartu ini." tersenyum canggung.


"Kedepannya jangan pernah menolak pemberian ku." ujarnya dengan wajah dingin.


”Iya Mas." mengaitkan tangannya pada tangan Tommy.


"Mba Rara tolong kau kasih tau kak Andin berapa semua biaya gaun dan setelan jas yang aku pesan."

__ADS_1


"Baik Non, nanti aku telpon Nyonya besar, karena inikan bahannya dari paris."


"Oke kalau begitu aku permisi dulu."


"Terima kasih Nona Siska dan Tuan Tommy atas kedatangannya." Rara dan pelayan lainnya membungkuk.


Didalam mobil Tommy masih dengan mode diamnya. Siska menatap sebel sifat dingin calon suaminya.


"Mas masih marah?


Tommy menggeleng. ia mulai mengatur gigi untuk menjalankan mobil.


"Berhenti Mas, kalau Mas masih marah lebih baik aku pulang bawa mobil sendiri, tidak perlu repot-repot supir mngambil mobilku."


Siska membuka pintu mobil, dengan cepat Tommy menarik tangannya. "Kita akan pulang bersama, bukankah kau ingin makan berdua" Tommy memajukan tubuhnya menutup pintu mobil. "Aku harap kau jangan tersinggung dengan sikap dingin ku ini." tersenyum tipis.


"Tapi aku tidak__


Sebelum Siska selesaikan ucapannya Tommy lngsung membungkamnya dengan ciuman. Memegangi kepala Siska agar tidak menjauh. karena tidak ada jedah untuk bernafas Siska mendorong tubuh kekar Tommy.


"Kau....? nafasnya tersengal sengal.


"Aku mencintaimu, kau sangat cantik kalau sedang marah." mencium kening Siska.


"Kau yang memulai bukan?" melipat kedua tangannya.


Siska terdiam dan berkata "Maaf aku yang salah."


"Ya sudah sekarang kita cari makan dulu."


Tommy tersenyum jahat dan terus menjalankan mobilnya meningglkan Mall Metropolitan.


****


Hari berganti hari, dan tiba waktu menuju hari 'H' Akhirnya terlaksana. Satu hari sebelum diadakannya akad nikah, Tommy sudah berada di Mansion Reno karena permintaan Helena. Semua sudah di persiapkan untuk acara akad sampai repsesi, disini Helena dan Delena lah yang paling sibuk mengurus Tommy karena bagi Delena Tommy sudah seperti kakaknya sendiri. Pakaian seragam untuk keluarga agar terlihat kompak sudah dipersiapkan, tak kecuali si kembar yang lucu dan imut yang sudah berusia 18 bulan memakai pakaian yang sama dengan kedua orangtuanya.


"Sayang dimana dasiku." Reno bertanya sambil melirik istrinya yang sedari tadi sibuk di depan cermin.


"Sebentar Mas, aku sedang memilih perhiasan yang cocok untuk kupakai diacara akad."


Memeluk pinggang Delena "Apakah aku perlu membelikan nya lagi?" mencium punggung Delena.


"Untuk apa Mas, ini sudah cukup banyak bagi ku, perhiasan ini hanya sesekali saja dipakainya. lihatlah ada permata, berlian, batu Ruby aku bingung memakainya."


"Sini biar Mas yang pilih, baju kebaya mu berwarna pink, sangat cocok dengan satu set batu Ruby merah ini."


"Ini siang Mas terlalu mencolok, aku tidak mau yang ini."

__ADS_1


"Kalau yang ini bagaimna?" menunjuk satu set perhiasan permata, batunya berwarna hijau tua.


Delena menolak kembali pilihan suaminya.


"Sudah tiga kali kau menolak pilihan mas, kalau sekali lagi kau tolak, Mas akan mencium mu sampai bengkak."


"Ish apaan sih mas masih ajah mengancam." Delena mngerucutkan bibirnya.


"Tuh kan bibirmu tambah seksi klau lagi cemberut, ingin rasanya mas gigit." Reno tergelak.


"Ya udah jadi yang mana? masih mode mengerucut.


"Istri ku sangat cantik kalau lagi cemberut." terus menggoda istrinya "Oke bagaimna kalau dengan berlian ini, warna batunya abu bercampur putih sangat elegan bukan? menunjuk satu set perhiasan, Delena mengangguk setuju. Reno tersenyum puas dan melingkarkan kalung bertahtakan berlian ke leher jenjang putih Delena, lalu memasangkan anting-anting. (Suami idaman ku😂)


"Kau sangat cantik sayang." mencium lembut bibir istrinya karena gemas.


"Sudah Mas, aku bosan memakai lipstik terus, kau yang habiskan."


Muehehehe.. Reno tergelak.


Selesai memakai kan dasi kupu-kupu untuk suaminya mereka berdua turun kebawah. kemeja pink Reno yang senada dengan Brokat kebaya Delena, berbalut jas hitam dan Sepatu kulit, penampilan yang macho dan menawan. Delena terlihat cantik dan anggun dengan kebaya tradisional modern, bertengger berlian indah di lehernya. Menambah pesona penampilan seseorang Delena Ayundia Mahesa. semua orang yang menatapnya akan mengira Reno dan Delena lah pengantinnya.


Sementara Tommy terlihat tampan dan gagah dengan balutan jas putih, rambutnya yang selalu memakai Pomade terlihat maskulin. Sepatu kulit hitam mendominasi dengan penampilannya yang elegan.


Mereka semua sudah berkumpul diruangan keluarga. Helena pun tidak kalah cantik, wanita paruh baya itu berbalut kebaya tradisional berwarna cream.


Zevano yang tampan berbalut jas senada dengan Reno, Zevana yang cantik memakai gaun dress pink senada dengan Delena, terlihat keluarga yang harmonis.


Tommy tersenyum puas. Iapun sudah memiliki angan-angan ingin seperti keluarga Reno yang harmonis dan saling menyayangi.


"Haii Bro kau sungguh tampan hari ini." puji Reno tersenyum sumringah.


"Apakah aku setampan Tuan Reno?" kurasa pesona ku kalah dengan Tuan." tertawa kecil.


"Kak Tom sangat tampan, sungguh aku tidak berbohong." kata Delena meyakinkan.


"Apa kau sudah belajar ijab kabul Tom, awas jangan sampai salah menyebut nama Tante galak ku." Reno terkekeh.


"Tentu saja setiap hari aku belajar mengucap kannya, walau jujur aku sangat nervous."


"Yakin saja Bro, satu tarikan nafas kau pasti bisa melakukannya." menepuk pundak Tommy.


"Ayo sekarang kita berangkat, ini sudah hampir siang." Helena memperingati.


Mereka mulai masuk kedalam Mobil, Reno bersama anak dan istrinya dan seorang supir. Tommy dan Helena di mobil satunya bersama seorang supir khusus. di belakang mobil Reno dan Tommy dikawal ketat 10 mobil iringan, dan di bantu mobil patroli.


Iringan mobil penganten meningglkan mansion Reno, menuju tempat mempelai wanita.

__ADS_1


__ADS_2