ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Membuat Siasat


__ADS_3

kini tinggal Delena dan Arneta didalam ruangan itu. Delena berjalan mendekat dan..


"PLAKK!


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Arneta. "Berani kau berbicara lantang didepan para pemenang saham! Belum satu minggu kau berada disini, sudah berani lancang dan melewati batasanmu! hardik Delena menatap dengan tatapan membunuh.


Setelah puas, Delena berjalan pergi meninggalkan ruangan meeting. Arneta memegang pipinya yang terasa panas dan mengepalkan satu tangannya.


"Kau akan membayar semua ini Delena!"


Delena terus berjalan menuju ruangan suaminya, ia masuk ke dalam kantor Reno dan menundukkan kasar tubuhnya diatas sofa. Saat ini ia sedang kesal dengan perbuatan Arneta dan membuat Delena semakin penasaran dengan sosok wanita yang mirip Anjali.


"Siapa wanita itu sebenarnya?"


Tring, tring, tring,


Suara ponsel berdering, Delena mencari arah suara itu, ia beranjak dan berjalan ke meja kerja Reno, mngambil ponsel dalam tasnya. Delena bernafas lega ternyata Reno yang menelpon.


"Sayang..."


"Delena sayang, kau berada dimana?


"Dikantor mu Mas."


"Kenapa kau masih dikantor, ini sudah hampir jam enam, Kenapa kau tidak pulang?'


"Aku tadi habis mengikuti meeting pertemuan para pemegang saham."


"Apa?! meeting pemegang saham?'


"Nanti aku ceritakan semuanya di rumah, sekarang Mas ada dimana? tadi siang aku telpon berada diluar jangkauan."


"Aku menyusul Frans ke mega mendung, tadi tidak ada sinyal, sekarang aku sedang di perjalanan arah pulang."


"Baik kalau begitu aku pulang sekarang."


"Hati hati dijalan yank."


"Iya Mas."


Delena membereskan tas dan rantang susun makanan yang masih utuh, ia berjalan keluar ruangan. Saat berjalan Delena melewati Arneta yang sedang membereskan berkas diatas meja.


"Nyonya tunggu! panggil Arneta.


Delena yang sudah melangkah memutar tubuhnya, melihat Arneta berjalan kearahnya.


"Nyonya ini berkas yang harus ditandatangani Tuan Reno." menyerahkan file ketangan Delena.


"Kenapa tidak besok saja kau berikan pada suamiku."


"Tuan Reno tidak pernah mau menandatangani apapun kalau tidak melalui asisten Frans, jadi percuma saja bukan, kalau aku menyerahkan file ini."


Delena tertawa kecil "Suamiku itu memang sangat pintar, ia sangat tau memposisikan dimana letak seorang sekertaris dengan wanita penggoda."


Mendengar kata 'penggoda' air muka Arneta berubah masam.


"Asal kau tahu, dulu sekertaris Anita dengan mudahnya keluar masuk ruangan Presdir, bahkan ia yang membuatkan kopi untuknya, seharusnya kau berfikir kenapa Tuan Reno tidak mau berurusan denganmu, padahal kau adalah sekertaris nya."


"Apa karena aku mirip dengan mantan kekasihnya?"

__ADS_1


"Deg! jantung Delena hampir berhenti.


Menatap sinis wajah Arneta "Darimana kau tau kalau kau mirip mantan suamiku! tanya Delena penuh selidik, ia berusaha untuk tenang.


Arneta melipat kedua tangannya "Tentu saja desas-desus itu sudah sampai ditelinga ku."


"Arneta kau jangan merasa bangga dulu kalau wajahmu mirip mantan suamiku! wanita itu saja terhempas kan." Delena mendekatkan bibirnya ke telinga Arneta dan berbisik "Mas Reno lebih memilih diriku daripada wanita itu, karena aku wanita yang paling dicintainya" Delena tersenyum puas saat wajah Arneta memerah dan tegang.


Delena menarik kasar file ditangan Arneta "Ku peringatkan padamu, jangan pernah melewati batasan mu, jadilah wanita yang punya harga diri dengan niat bekerja."


Delena melangkah kakinya lagi, saat sudah jarak sepuluh meter, Delena memutar tubuhnya kembali dan menatap Arneta yang masih berdiri mematung "Dan satu hal lagi Arneta! jangan kau lepas kancing bajumu dibawah dada, kau akan tambah terhina dan menjijikkan, tapi maaf suamiku sudah sangat puas dengan pelayanan ku! Delena tersenyum sumringah dan meneruskan langkahnya menuju pintu lift.


Setelah Delena hilang dari pandangannya, Arneta berjalan ke meja kerjanya dan melempar vas didepannya.


"PRAkk!


"Sialan kau Delena! kau sudah mulai mengetahui siapa aku?! tidak! Reno dan Delena tidak boleh tahu kalau aku adalah...


"Nona apa yang terjadi? tiba-tiba seorang karyawan datang menghampirinya.


"Ahh! maaf, tadi aku tak sengaja menjatuhkan vas bunga ini."


"Ini sudah waktu jam pulang, lebih baik Nona pulang saja, biar pecahan vas itu aku suruh cleaning servis yang membersihkan."


"Iya baiklah, terima kasih."


*****


Delena sudah sampai depan mansion, ia masuk kedalam ruangan yang disambut ibunya Helena.


"Tumben jam segini kamu baru pulang, dari mana saja Dena."


"Ya sudah kau istirahat saja dulu, sepertinya kau sangat lelah."


"Iya mah, Oiya dimana vano dan vana?


"Si kembar sudah tidur."


"Ya sudah mah, aku kekamar dulu."


Didalam kamar Delena membuka pakaian dan masuk kedalam kamar mandi, setelah bersih bersih ia memakai jubah handuk.


Ia mengambil hair dryer dan mengeringkan rambutnya.


"Sayang."


"Mas Reno."


Delena mnghampiri suaminya dan mereka saling berpelukan untuk melepas rindu, padahal hanya berpisah sebentar tapi terasa lama tak bertemu. Begitulah suami istri yang sama-sama Bucin, mereka tidak bisa jauh satu sama lain.


"Hmmm.. aroma tubuhmu sangat wangi, membuat mas pingin." tersenyum sumringah.


Delena mengendus tubuh Reno "Bau acem, ehh.. tapi sepertinya bajumu bau amis mas." kata Delena sambil membuka kancing kemeja suaminya satu persatu.


"Iya tadi aku dan frans banyak makan ikan mas bakar di villa."


"Ya sudah mas mandi dulu ya, biar lebih segar."


Reno masuk kedalam kamar mandi setelah pakaiannya terlepas.

__ADS_1


Selesai mandi Reno menyusul Delena yang sudah berada diatas Ranjng.


"Sayang, kau sedang membaca apa?


"Ini Mas file pemberian Asisten mu Arneta, dia tidak berani meminta tandatangan Mas, jadi tadi meminta aku memberikannya padamu."


"Terus tadi apa yang sudah terjadi dikantor."


Delena mulai menceritakan semuanya. Reno terlihat geram dan emosi mendengar cerita istrinya.


"Berani sekali Arneta mngambil tindakan di luar batasannya! kita pecat saja besok, dari awal aku sudah tidak memberi kesempatan wanita itu masuk kedalam kantorku, tapi kau malah memberi wanita itu peluang!"


"Tunggu Mas jangan gegabah! kita harus tau dulu apa motif Arneta masuk kedalam perusahaan Mas Reno, dengan berperan sebagai Arneta. Sementara ia berwajah Anjali, Aku ingin membuka topeng Arneta.


"Apa rencanamu yank?!


"Menjebak Arneta, siapatau dia ada hubungan nya dengan hilangnya hotel Tante Siska di Bali, bisa jadi bekerjasama dengan Mr Black alias Thomas, banyak kemungkinan yang kita dapat dari Arneta"


"Kau benar yank, kita bisa memulai teka teki ini dari Arneta."


"Kalau begitu kau harus bersikap baik padanya."


"Kenapa harus begitu? tidak! aku tidak mau yank, aku tidak bisa berpura pura baik didepan orang yang tidak aku suka!"


Delena merayu suaminya yang terlihat kesal "Mas Reno, untuk mendapatkan ikan kita harus punya umpan bukan? Delena bersandar pada punggung suaminya dari belakang.


"Jadi kau ingin menjadikan suamimu umpan?


"Mas, aku tidak menyuruhmu untuk melakukan hal diluar batasan, hanya sedikit berbuat baik agar kita tau maksud dan tujuannya, tenang saja istrimu selalu berada dibelakangmu mas, dan aku percaya padamu."


Reno memutar tubuhnya dan menarik Delena dalam pelukannya "Kau adalah istriku terbaik di dunia ini, tidak ada satupun yang bisa menggantikan posisimu di hatiku yank." mencium bibir istrinya.


"Jadi Mas setuju untuk memulai permainan ini."


"Tentu saja aku mendukungmu, kau saja tidak takut dengan masalah ini, kenapa aku mesti mundur. Demi kebaikan kelurga dan perusahaan kita, kita bersama sama akan bongkar topeng Arneta."


Delena tersenyum bahagia.


"Sekarang waktunya aku memanjakan istri kesayangn ku."


"Mas tidak capek?


"Tentu saja tidak, mas sangat kuat bukan?'


Reno mngambil remote disamping nakas dan lampu berubah jadi remang.


'


'


'


'


'


'


@Bersambung

__ADS_1


@Author merubah sosok Delena menjadi lebih kuat dan berani, biar peran utamanya tidak menoton dan membosankan, tapi akan membuat peran Delena menjadi lebih hidup.


__ADS_2