
Frans berjalan dengan langkah gontai meninggalkan fanny yang masih berdiri terpaku. Fanny menatap sedih dengan mata berkaca-kaca, ia mengusap airmata yang sudah membasahi pipi.
π₯π’BRAKKKKπ₯π’π₯π₯
Terdengar suara tabrakan didepan jalan raya campus, para mahasiswa dan siswi berlarian dan berteriak.
"Ada tabrakan di depan jalan?!
"Siapa yang tabrakan?! tanya fanny pada seorang teman yang berlari kearahnya.
"Seorang Pria, saat sedang berjalan keluar dari campus sebuah mobil menabraknya"
"Apa...??? jangan jangan itu Frans!
"Frraannsss...., Fanny menangis histeris dan ia berlari keluar campus.
Fanny melihat sudah banyak orang yang berkerumun di depan campus, seketika jalanan raya menjadi macet, ia terus menerobos orang orang yang sedang melihat langsung kecelakaan tabrakan itu, saat posisi fanny sudah di depan orang yang tertabrak, ia lngsung menjerit dan menangis pilu, dadanya begitu terguncang tubuhnya seakan lemas tak berdaya, melihat kenyataan kalau frans yang berada di aspal itu, ia jatuh terduduk diaspal.
"Frans.. ya Tuhan, kenapa kau lakukan ini?! hiks,, hiks,, hiks,, Fanny menyentuh tubuh pria yang terkapar di aspal itu dengan darah mengucur deras.
"Frans,,, tidaaakkkkk!!!!!
"Fanny... kenapa kau melamun? Vita teman satu campus nya menepuk pundak fanny.
"Apakah pria yang sedang terkapar itu frans?"
"Orang orang gak ada yang berani menyentuh nya, dia jatuh tengkurep jadi belum bisa dikenali wajahnya"
Jantung fanny berdebar kencang dadanya bergemuruh, semua ototnya menegang ia merasakan takut yang teramat dalam, tiba-tiba ia menangis terisak membayangkan pria yang terkepar itu Frans.
"Aku harus memastikan sendiri pria itu frans atau bukan?!
"Fanny jangan, tunggu kepolisian datang dan mengintrogasi pria itu!"
"Tidak Vit, aku tidak bisa menunggu lama, kalau dia itu Frans bagaimna?!"
Fanny nekad berjalan mendekat pria yang terkapar dengan darah berceceran. "Nona fanny jangan kesana?!" cegah seorang satpam campus.
"Aku hanya ingin memastikan pria ini kekasih ku atau bukan?!'
"Tunggu polisi datang?!"
"Pria ini perlu pertolongan, harus tunggu berapa jam lagi sampai kepolisisn datang, aku hanya ingin pastikan wajah pria ini!"
Semua orang yang sedang berkerumun terdengar hingar bingar saling memberi pendapat masing masing.
"Tolong pak! balikan tubuh pria ini, aku hanya butuh kepastian dia kekasihku atau bukan!" teriak fanny penuh emosi.
"Ayo bantu balikin, siapa tau Nona ini mengenal pria ini"
Satpam dibantu beberapa orang membalikkan tubuh pria yang sudah tak bernyawa itu, fanny sangat bersyukur ternyata pria itu bukan frans, dan ia menangis sejadi jadinya.
"Apa benar ini kekasih Nona?! tanya satpam.
"Bukan pak!'
__ADS_1
Fanny lngsung beranjak dari kerumunan itu, dan berlari masuk kedalam campus menuju parkiran, saat sudah didepan mobil ia menangis sesenggukan dan membekap kan wajahnya dengan kedua tangan, ia jatuh terduduk di aspal masih dengan menutup wajahnya. "Frans kau dimana?!" hiks...
Sebuah tangan kekar menyentuh pundaknya.
"Pergi kau vir, aku tidak ingin diganggu! hiks,, hiks,, hiks,,
"Ini aku fan?!
Terdengar suara berat pria yang tentu saja fanny hapal betul suara pria itu, ia melepas kedua tangannya dan memutar badannya, Fanny sungguh terkejut melihat pria yang dicintainya berdiri gagah didepannya.
"Frans!
Fanny lngsung bangun dan memeluk tubuh frans erat. "Frans maafkan aku, aku sudah jahat padamu, aku tidak ingin kehilngan mu"
"Tidak akan aku meninggalkan mu secepat itu? frans mengelus lembut kepala fanny. "Kenapa kau menangis seperti ini?!"
"Ku pikir yang tadi tertabrak itu adalah kau" hiks.. hiks..." frans tertawa kecil, ia mencium kening fanny "Kau sekarang sudah lega kan bukan aku yang kecelakaan?!"
"Tapi kenapa pakaian pria itu agak mirip, sama sama warna hitam seperti warna baju mu, makanya tadi aku pikir itu kau!"
"Mungkin itu hanyalah kebetulan, kalau tidak ada kejadian itu, kau tidak mungkin menagis seperti ini, dan kita masih terus salah paham.
"Aku minta maaf frans, tapi aku kesal padamu" menonjok dada bidang frans, frans tergelak "Sudah jangan menangis lagi" mengusap lembut airmata fanny "Lihat semua mata tertuju pada kita, kita seperti sedang main sinetron jadi tontonan anak campus"
"Mereka juga teman teman aku, sudah lah cuekin ajah paling besok aku jadi bahan gosip"
"Ya sudah ayo kita pulang"
"Kau tidak bawa mobil Frans"
"Selama kondisi ku seperti ini, kaka mu tidak mengijinkan aku bawa mobil sendiri, ia takut aku celaka di jalan, makanya aku selalu diantar jemput supir kantor"
"Baik sayang.."
Mereka berdua masuk kedalam mobil dan meningglkan area campus.
"Frans aku ingin makan ditepi pantai dan menikmati makanan laut"
"Kalau begitu kita ke Ancol ajah, disana ada restoran seafood dan kita bisa makan ditepi pantai, kadang dengan client aku suka makan disana"
"Okey..." Fanny melajukan mobilnya menuju Ancol, hatinya saat ini sedang bahagia karena ia dan frans sudah berbaikan, mereka berdua terus bersenda gurau sampai mobil berhenti di tempat tujuan. Setelah fanny memarkirkan mobilnya ia dan frans masuk kedalam sebuah restoran seafood.
Mereka berdua duduk dikursi yang didepannya menghadap sebuah pantai, sore itu angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut panjang fanny, frans mngambil ikat rambut dari lengan fanny dan mengikat rambut panjang kekasihnya.
"Terima kasih frans'
"Permisi.. Tuan dan Nyonya ingin pesan apa?
"Nyonya? kita belum menikah" celetuk fanny.
"Heh.. Maaf Nona, kirain suami istri"
"Sebentar lagi ia akan jadi Nyonya frans" ucap frans menimpali, tersenyum manis.
"Kau ingin makan apa?! tanya frans sambil memberikan sebuah katalog makanan.
__ADS_1
"Hmmm.. udang bakar, cumi saos tiram sama lobster bumbu padang, kau ingin makan apa frans"
"Samakan saja seperti mu"
"Pesan ini ajah ya Mba"
"Okey, tolong ditunggu pesanannya, akan kami antar sekitar 20 menit"
Mereka benar-benar menikmati hidangan diatas meja yang baru saja dipesan. "Kapan lagi kita bisa makan berdua bersama frans, kau selalu sibuk bekerja hingga gak ada waktu untukku?!
"Sayang.., bukannya aku tidak ingin makan berdua denganmu, tapi pekerjaan kantor yang begitu menumpuk, apalagi selama 5 bulan ini Tuan Reno tidak pernah datang ke kantor, Tuan sibuk mengurus Nona Delena dan si kembar. Tapi dua hari ini aku ijin tidak masuk kantor karena suasana hatiku sedang tidak nyaman karena kesalahpahaman kita berdua.
"Berarti kak Reno yang ke kantor"
"Iya!"
Mereka berdua sudah selesai mengisi perut, Frans dan fanny berjalan di tepi pantai sambil menatap lautan lepas, suasana pantai tidak terlalu ramai karena itu bukanlah hari libur.
"Kita duduk disini" frans duduk di bawah pohon bersama fanny, dua insan manusia yang sedang kasmaran, fanny menyandarkan kepalanya didada bidang kekasihnya.
"Frans..?!
"Hmmm..."
"Aku tidak ingin melihat kau membawa wanita lain lagi di Apartemen mu"
"Tidak sayang" mencium puncak kepala fanny "Aku tidak akan melakukan kesalahan kedua, aku tidak tau kalau kehadiran Riska akan membuat mu murka, karena aku memang tidak ada hubungan apapun dengannya"
"Tapi dia bilang kau masih kekasihnya dan kau pun bilang seperti itu kan?!
Frans menarik nafas dalam "Riska adalah masalalu ku, dan kau?" memiringkan kepalanya mantap wajah fanny "Kau adalah masa depan ku dan untuk selamanya"
Fanny tersenyum sumringah, ia mengelus lembut pipi Frans lalu mencium bibirnya.
"Cup!
"Cup!
"Cup!
'
'
'
'
'
'
BERSAMBUNG π
@AYO yang minta episode Frans dan fanny jangan lupa kasih Author VOTE/GIFT.
__ADS_1
Yuk baca juga novel yang sudah tamat gak kalah serunya.