
"Cukup! tidak ada gunanya aku berbicara panjang lebar pada wanita ular sepertimu!
Kalian berdua cepat bawa wanita ini kedalam kamarnya, sepertinya wanita ini membutuhkan kehangatan di ranjang, kau layani dia!
"Baik Nona!
kedua pria itu mendekat pada Arneta dan menarik tangannya.
"Tidaaakkk!
"Apa yang ingin kalian lakukan, Hah! lepaskan!
Delena berjalan cepat dan tersenyum puas meningglkan lorong sepi itu.
Delena awas kau! aku akan buat perhitungan padamu, kau akan menyesal telah melakukan ini padaku! aku akan membalas mu! teriak Arneta.
Didepan lobby Delena masuk kedalam mobil bersama Reno yang sejak tadi menunggu.
"Sayang apa sudah kau lakukan di dalam?
.
"Melakukan apa yang seharusnya aku lakukan!"
"Memangnya kau melakukan apa?
Menoleh wajah suaminya "kau tahu Anjali telah menaruh obat perangsang didalam minuman mas, aku tidak bisa terima itu! ia membayar pelayan untuk memasukkan obat kedalam minuman mu Mas,ini aku merekamnya." Delena menyerahkan ponsel yang sudah ia rekam.
"Brengsek! berani sekali ia melakukan ini? ku pikir tadi kau sedang bersandiwara! sorot mata Reno tampak tajam.
"Mas apa sebaiknya kita pecat saja Anjali, dia ingin merusak hubungan kita!"
"Sayang sabar dulu, tidak akan lama lagi semua kebusukan Anjali akan terbongkar, aku harus memastikan sendiri ke Bali apakah Robert terlibat?" kalau kita pecat Anjali sekarang, dia akan berkeliaran bebas dan bisa melakukan apapun diluar sana untuk menghancurkan kita!
"Apa anjali bekerjasama dengan seseorang?"
"Sepertinya ada yang menggerakkan nya, kalau kita sudah mendapatkan bukti, aku sendiri yang akan melaporkannya."
Delena menyandarkan kepalanya didada Reno "Mas boleh aku bertanya?
Reno menundukkan wajahnya mencium kening istrinya "Tanya apa?
"Apa kau dan Anjali pernah melakukan hubungan terlarang?"
Reno menarik nafas dalam-dalam "Siapa yang mengatakannya?"
"Tentu saja Anjali sendiri! ujar Delena sambil memainkan kancing kemeja suaminya.
"Sekarang, kau lebih percaya suamimu atau wanita itu? kalau kau lebih percaya Anjali sama saja kau tidak percaya suamimu."
"Berarti kau tidak pernah melakukan hubungan terlarang itu Mas? mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya "Apa kau masih mencintainya."
"Tentu saja tidak, kau adalah satu satunya wanitaku dan akan selamanya begitu."
"Banyak diluar sana yang mengatakan Mas Reno seorang peminum berat, dan penggemar wanita cantik."
"Sayang kenapa kau percaya omongan orang, aku mengakui kalau dulu seorang peminum berat, karena banyak pekerjaan yang menyita waktuku, tapi untuk melakukan hubungan dengan wanita, tidak pernah aku lakukan. hanya kau wanita satu satunya yang pernah aku sentuh sampai sekarang." Reno menundukkan kepalanya dan mencium bibir istrinya.
Tring, tring, tring..
Terdengar suara ponsel berdering nyaring, mereka melepas ciumannya, Delena mengambil ponsel dalam tas.
"Hallo....
"Nyonya kami berdua diserang oleh suruhan Nona tadi."
__ADS_1
"Orang suruhan?"
"Pria berjas dan bertubuh kekar datang dan menghajar kami berdua, kami kewalahan dan pergi dari hotel itu."
"Ya sudah dimana wanita itu sekarang!
"Sepertinya dibawa pergi oleh orang orang itu!
"Ya sudah aku akan cari tahu siapa orang yang berada dibelakang wanita itu."
"Baik Nona."
"Ada apa sayang?"
"Mas, kita harus waspada pada Anjali, kau benar ia memiliki orang dibelakangnya."
"Darimana kau tahu yank!"
"Tadi saat aku masuk kembali ke dalam hotel untuk menemui Anjani, aku memberikan pelajaran padanya dan menyuruh dua orang bodyguard untuk menidurinya, sebenarnya aku menakutinya dan menyuruh memasukkan Anjali kedalam kamar yang aku sewa, tujuanku agar dia tidak mempermalukan dirinya sendiri yang sudah seperti cacing kepanasan, aku yang menyuruh menguncinya dari luar agar Anjali bisa tersadar dari obatnya sendiri, tapi orang suruhan ku tiba tiba diserang oleh orang-orang suruhan Anjali, dan mereka berdua dihajar hingga ia pergi di hotel itu."
"Kenapa kau masih peduli pada Anjali, padahal dia selalu ingin mencari keuntungan darimu."
"Aku juga seorang wanita Mas, tidak akan merusak orang lain demi keegoisan ku, aku hanya berharap Anjali bisa berubah dan bertobat."
"Aku berharap juga begitu, semoga ia tidak melangkah terlalu jauh dan terjerumus, sebenarnya ia wanita yang baik tapi karena obsesinya telah merubah sifat aslinya."
Mobil sudah sampai di mansion, mereka masuk kedalam ruangan dan menuju kamar.
Reno melepas semua pakaiannya dibantu Delena. "Yank kita mandi bareng yuk, setelah banyak pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran kita, kita butuh merilekskan tubuh kita di bathtub" Delena tersenyum dan mnggangguk
Tanpa banyak basa-basi Reno mngangkat tubuh istrinya masuk kedalam kamar mandi.
Malam itu mereka berdua tidur penuh kehangatan setelah melakukan hubungan yang biasa rutin mereka lakukan setiap hari.
"Vano, vanna, kenapa menangis Mba? Delena mengambil zevana dari tangan baby sisternya, Reno ikut mengambil zevano.
"Aku juga kurang tau Nyah, dari tadi si kembar rewel padahal aku Sudah memberikan vano dan vana susu."
"Ibu kemana?"
"Sedang kepasar diantar pak Yanto."
"Ya sudah Mba biar si kembar disini saja dulu."
"Yank, ada apa sama si kembar, padahal suhu tubuhnya nggak panas."
"Mungkin vano dan vana kangen sama kita Mas, ya sudah mereka berdua aku yang jaga Mas mandi ajh dulu."
Muacchh... anak Daddy jangan rewel ya, besok minggu kita jalan jalan." Reno menaruh vano diatas ranjng.
Tak lama suara ketukan pintu dari luar kamar.
"Masuk saja!"
"Dena..."
"Ibu sudah pulang?
"Iya dari subuh ibu udah ke pasar, belanjaan mingguan udah banyak habis."
Seharusnya ibu nggak usah repot-repot ke pasar kita bisa pesan melalui online."
"Nggak apa-apa Dena, ya sudah Kau mandi saja dulu, biar si kembar sama ibu."
"Tadi vano dan vana nangis terus bu, makanya sama Mbanya dibawa kemari."
__ADS_1
"Mereka rewel karena ibu tinggalin ke pasar."
"Ibu memang yang terbaik, vano dan vano sangat dekat dengan sosok seorang Oma, terimakasih bu, Dena sudah banyak merepotkan ibu." bola mata Delena berkaca kaca.
Tidak apa-apa sayang, mereka berdua kan cucu ibu juga, tidak ada salahnya ibu mengurus mereka berdua, Ibu sudah terbiasa dari dulu ibu mengurus kau dan kaka mu Davina."
Kenangan Delena teringat kembali dengan sosok kaka kembarnya.
"Bagaimana dengan kabar Kak Davin ya Bu?
"Ibu juga tidak tahu dimana kaka mu sekarang berada, Ibu berharap semoga Davina berubah menjadi lebih baik dan kembali ke negara ini?"
"Ibu tidak usah khawatir, aku pasti akan mencari keberadaan kak Davin."
"Ya sudah ibu bawa si kembar dulu ke bawah ya, ibu mau menyuapin, bibi Anna sudah membuatkan bubur untuk si kembar."
Dibantu baby sister Helena membawa si kembar ke lantai bawah.
Delena dan Reno sudah selesai berpakaian, mereka berdua turun kebawah untuk sarapan bersama, selesai makan Reno dan Delena ijin ke kantor pada Helena dan kedua anak kembarnya.
"Jaga dirimu baik-baik Dena."
"Iya bu.., doakan aku dan Mas Reno selamat sampai kantor."
***
Mobil mereka sudah sampai di gedung perkantoran, Delena dan Reno masuk kedalam berjalan beriringan.
Sampai dilantai Presdir mereka berjalan melewati meja sekertaris Arneta.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya." sapa Arneta ramah, Ia membungkuk. seperti tidak pernah terjadi apa-apa Arneta trlihat manis pagi itu.
Dengan sikap manisnya pagi itu, membuat Delena semakin curiga, ia harus terus waspada. "Kau sedang menyusun rencana apalagi Arneta!" batinnya.
"Mas aku keruangan ku dulu."
"Iya sayang..."
"Cup! Cup! Cup! Reno mencium kening dan kedua pipi istrinya.
Delena berjalan santai kearah ruangan milik frans, saat membuka pintu ia dikejutkan dengan pemandangan yang tak biasa, matanya terbelalak sempurna.
"Apa apaan ini? siapa yang menaruh bunga mawar sebanyak ini keruangan ku?!
Delena berjalan mendekat dan ia melihat sebuah kartu ucapan diatas bunga mawar. karena penasaran ia membukanya.
"Sayang aku sangat merindukan mu."
"Dari Pengagum rahasia!"
"Siapa yang sudah melakukan ini? bagaimana kalau Mas Reno tau dan ia salah paham padaku?! aku harus membuang bunga bunga ini." gumam Delena terlihat kesal.
'
'
'
'
'
'
@Bersambung......💃💃💃
__ADS_1