
"Baby Zevano dibawa kabur dan masuk kedalam lift bersama wanita yang wajahnya mirip Nyonya."
"Apa...? Mas... Davina membawa Zevano!"
"Aku akan mengejarnya! kemana wanita itu membawa Zevano!
"Kelantai atas Tuan!
Reno berlari menuju lift, dan mulai menghubungi bagian keamanan untuk menuju lantai atas.
"Mba tolong kau jaga ibu! aku akan naik keatas mengejarnya!
"Mba, bawa masuk Zevana kedalam kamar bersama ibu, ingat kalian jangan keluar kamar sebelum aku perintahkan.'
"Baik Nyonya..."
Dua baby sister itu masuk kedalam kamar bersama Zevana, Delena berlari menuju lift.
Delena berlari kearah lift dan menuju lantai lima, tempat paling atas itu adalah tempat futsal yang terbuka, Reno bersama rekannya sering main futsal seminggu sekali, ada juga sebuah taman bermain yang dihiasi berbagai macam tanaman bunga, tempat yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga, ayunan si kembar dan sofa gantung ada di dekat taman, setiap akhir pekan Reno dan Delena beserta si kembar selalu habiskan waktu bersama di sana, keluarga kecil yang sangat bahagia. Tapi sayang kebahagiaan mereka harus terusik dengan kehadiran Davina.
Sementara Reno sudah berada dilantai lima ia berlari bersama lima orang penjaga nya mengejar Davina.
"Davina...!!! berhenti!!... Reno berseru.
Tak lama Delena datang, ia begitu tertekan melihat Zevano menangis dengan keras.
"Zevanooo.....!
"Davina kembalikan Zevano! kau jangan berbuat nekad, ia tidak tau apa-apa.. hiks.." Delena meminta penuh permohonan.
"Memohon lah Dena! bagaimana rasanya sakit hati saat Reno menolak aku!"
"Davina! kalau kau tidak mau kembalikan anakku, terpaksa aku akan menembak mu! teriak Reno lantang.
"Tembak saja Reno! kau tau apa yang akan aku lakukan? melempar anak mu kebawah!
"Jangan!!... ku mohon, kau jangan lakukan itu Davin! air mata Delena semakin deras.
"Mommy...hiks.. hiks... hiks...
Tangan kecil Zevano menggapai pada Delena, bagaimana hati Delena tidak hancur, melihat malaikat kecilnya berada dalam genggaman Davina yang berada di ujung balkon.
"Zevano...."
"Ya Allah Davin.. kau jangan nekad, menjauhlah dari sana, tempat itu sangat berbahaya!
"Aku sudah tidak peduli! aku akan loncat bersama anakmu, biar kau merasakan sakit yang aku rasakan Dena!
"Apa mau mu Davin! teriakan Delena begitu pilu dan menyayat hati.
"Aku ingin menjadi Nyonya Reno Mahesa! dan kau bercerai lah dari Reno!"
"Dasar wanita gila! mana Sudi aku menikahi mu! jangan mimpi Davin!
"Baiklah Reno! kau memilih anak mu aku lempar kebawah!
"Kau sudah melewati batasanmu Davin! bersiaplah untuk menemui ajal mu! Reno sudah mengeluarkan pistol dari saku bajunya dan mengarahkan nya pada Davina.
__ADS_1
"Jangan Reno!!! seru Delena "Pikirkan nasib Zevano kalau kau sampai menembak Davina, lihat anak kita begitu ketakutan!
Reno menurunkan senjatanya dengan menahan amarah yang mendalam, dadanya begitu sesak melihat bagaimana anak kembar nya menangis semakin kencang dan sesenggukan.
"Daddy..... hiks.. hiks.. hiks...
"Bila kau menginginkan aku berpisah dengan Mas Reno, baiklah tapi ku mohon kembalikan Zevano padaku!"
"Tidak Delena, apa kau sudah tak waras!
"Maafkan aku Mas, tapi keselamatan Zevano lebih penting, ia masih kecil dan tidak tahu apa-apa tentang persoalan kita."
"Ayo Reno talak Delena sekarang! aku akan kembalikan Zevano!
Airmata Delena semakin deras, ia sudah pasrah dengan keadaan dan nasibnya, tidak peduli lagi dengan perasaannya, walau sebenarnya ia tak rela berpisah dari suaminya. Hidup adalah pilihan... Ya Delena dihadapkan pada pilihan yang sulit, harus memilih antara anak dan suami.
"Lakukan lah Mas.. demi Zevano." pinta Delena dengan tatapan memohon.
Reno gelengkan kepala "Tidak Delena, itu tidak mungkin! aku tidak akan pernah ceraikan dirimu demi wanita gila itu!"
Karena kesal dan amarah yang menggebu-gebu Reno berlari kearah Davina, Davina yang melihat Reno kearahnya terlihat panik dan reflek melepas pegangan Zevano, dan sungguh diluar dugaan Zevano jatuh kebawah.
"Zevano......!!!
Delena teriak histeris dan berlari kearah jatuhnya Zevano.
"Zevano.....!!! Reno begitu syok dan ia berlari kebawah di ikuti pengawalnya menggunakan lift.
"Byurrr.....! Zevano jatuh ke kolam renang, seorang pria yang baru datang berlari dan terjun ke kolam renang, ia menyelam kedalam dan mengangkat tubuh Zevano keatas.
"Zevano....!"
Reno mengambil Zevano dari gendongan Tommy.
"Ya Allah Zevano....! Delena berteriak dan jatuh kelantai, jantungnya hampir saja berhenti, pikirannya sudah tak terkontrol. ia melihat Davina yang ingin kabur, dengan cepat Delena mengejarnya dan menarik rambut Davina, karena emosi Delena membenturkan kepala Davina ke dinding dengan keras, tak puas sampai disitu ia benturkan kembali ke pintu kaca.
"Lepaskan Delena! teriak Davina
"Tega kau jatuhkan anak ku Davin! dia belum mengerti apa apa! rasakan ini Davina!
"Brakk!
"Brakk!
Darah segar mengucur deras dari kening Davina sebelah kanan, hingga kaca pintu itu hancur berantakan. tak ayal lagi Davina langsung jatuh kelantai tak bergerak lagi. Delena kaget dan tercengang.
"Delena apa yang sudah kau lakukan! suara Helena mengagetkan Delena yang berdiri mematung.
"Ya Allah apa yang sudah aku lakukan? Delena memundurkan langkahnya sambil membekap mulutnya. airmata sudah mengalir deras dari wajahnya yang terlihat pias.
Helena berlari dan melihat keadaan Davina yang tergeletak dilantai dengan kondisi yang mengenaskan.
"Cepat bawa anak ku kerumah sakit, kenapa kalian hanya berdiri mematung! teriak Helena pada dua orang pengawal Reno yang berada di sana.
Mereka berdua mulai bergerak dan mengangkat tubuh Davina yang penuh luka di keningnya.
"Delena...? Helena berjalan mendekat dan melihat Delena begitu syok dengan nafas tercekat, ia langsung memeluk tubuh anaknya yang sudah gemetaran.
__ADS_1
"Ibu... maafkan aku! hiks.. hiks...
"Apakah aku membunuhnya bu..? hiks...
"Ayo Nak kita kebawah."
Sementara Reno yang berada dibawah masih terus membangunkan kesadaran anaknya.
"Kenapa Zevano tidak mau bangun?!
"Vano banyak menelan air Reno, cepat kau keluarkan dari mulutnya."
Reno mulai memompa mulut Zevano, air keluar dari mulut Zevano, tapi tubuh kecil itu sangat lemah ia masih terkulai lemas.
"Cepat Reno bawa Zevano kerumah sakit!" perintah Tommy yang terlihat khawatir.
Reno berlari kearah mobil untuk membawa Zevano kerumah sakit.
"Mas Reno, bagaimana keadaan anakku! hiks... Delena berlari saat melihat Reno menggendong Zevano, ia terlihat panik dan syok.
"Ayo kita kerumah sakit sekarang, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan anakku!"
Reno dan Delena masuk kedalam mobil, Tommy mengemudikannya dan mobil meninggalkan mansion, Sementara Davina sudah berada di dalam mobil, saat mobil akan berjalan Helena berseru.
"Tunggu! bagaimanapun juga aku adalah ibu kandungnya, biarkan aku menemani anak ku kerumah sakit."
"Silakan Bu..!
Helena masuk kedalam mobil duduk disamping Davina, ia meneteskan airmata saat melihat kondisi anaknya yang parah, ia mengusap darah yang bercucuran dengan handuk kecil.
"Davina, apakah kau akan pergi untuk selamanya..? adikmu terpaksa melakukan ini semua karena kau sudah melukai Zevano cucu ibu.. hiks.. hiks...
Sementara didalam mobil Delena terus menangis pilu, saat ia mengusap kepala Zevano, Reno terperanjat kaget melihat noda darah di tangan istrinya.
"Delena! ditanganmu darah siapa?
Delena baru tersadar dan ia melihat kedua telapak tangannya banyak noda darah yang sudah mengering.
"Hiks.. hiks.. hiks... Aku sudah membunuh Davina, kakakku sendiri!
"Apa...?! mata Reno terbelalak sempurna, ia sangat terkejut dan menatap tak percaya pada istrinya yang menangis sesenggukan.
'
'
'
'
'
'
@Bersambung....💃💃💃
@Masih ada ajh komentar yang menyudutkan 🤦♀️🤦♀️.. padahal sudah up tiap hari, jadilah pembaca yang baik, author juga manusia biasa pasti banyak kekurangan nya dalam menulis dan membuat ide cerita setiap harinya, tolong saling menghargai.
__ADS_1