ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Kasih Sayang untuk Si kembar.


__ADS_3

Sarah beranjak dari duduknya dan memeluk Vana dan Vano "Terimakasih banyak Nak Vano dan Vana, kalian yang sudah membuka mata hatiku, kalian anak-anak yang baik, bangga lah kedua orangtua kalian, memiliki anak Soleh dan berbakti. Mau menolong sesama, walau kalian memiliki segalanya, namun tidak sombong dan berbangga diri. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian."


"Semoga Bella bisa disembuhkan, Bu." ucap Vano penuh harap.


"Aamiin...."


Mereka bertiga mengurai pelukannya.


"Bu, tolong jaga Bella, ia sangat membutuhkan ibu, satu hari sebelum penculikan, pagi harinya aku dan adikku di kejutkan oleh hilangnya Bella yang tidak berada di kamar."


"Jadi Bella menginap di rumah kalian?"


"Iya Bu, karena aku kasihan pada Bella yang selalu cerita, kalau kedua kakak tirinya sering membangunkan tengah malam dan menyuruhnya memasak nasi goreng atau menu favorit mereka, bila tidak mau Bella akan di pukuli Jimmy dan Tina, makanya seringkali Bella datang terlambat ke sekolah." ucap Vana menjelaskan apa yang sudah Bella cerita padanya.


Terlihat wajah Sarah yang syok setelah mendapatkan cerita dari Vana "Benarkah apa yang dikatakan Bella? tanya Sarah membelalakkan matanya.


"Iya Bu, seperti itulah cerita Bella padaku, Bella sudah seminggu menginap di rumahku, karena takut untuk pulang ke rumah. Kata Bella, ibunya sedang pergi keluar kota bersama ayahnya Jimmy., setelah ibunya pulang baru ia akan kembali kerumah."


"keterlaluan mereka berdua! terlihat wajah murka Sarah. Bahkan pembantu itu sudah bersengkokol dengan Jimmy dan Tina. Aku selalu memberi Bi ijah uang, dia bilang anakku Bella baik-baik saja, ternyata anakku di rumah mereka dijadikan babu! ucap Sarah kesal.


Sebenarnya Bella mengalami depresi, Bu! Adikku Vana yang selalu memberikan nasehat dan semangat untuk Bella, ibu tahu apa yang Bella lakukan di atas balkon?


"Apa yang sudah Bella lakukan?! tanya Sarah penasaran, menatap Vano tak berkedip.


"Bella berniat bunuh diri dengan membawa pisau dapur untuk memutuskan urat nadinya. Namun, aku cepat datang dan berusaha menolong Bella, Tapi Bella tidak mau mendengarkan ku, saat Aku lengah tiba-tiba ia tersangkut dan bergelantungan di teras balkon, aku berhasil menyelamatkan nya.


"Apa..?! Sarah membekap mulutnya, dan airmata kembali menetes "Ya Tuhan! ibu macam apakah aku ini!!" Aku ku sendiri hampir mengakhiri hidupnya, bahkan aku tidak tahu kalau anakku mengalami depresi dan sakit hati atas perbuatan ku sendiri!


Sarah jatuh terduduk di lantai, seraya meraung meratapi nasib anaknya. Vana dan Vano terus menenangkan Sarah dan merangkul pundak wanita paruh baya itu, yang masih terlihat cantik dan modis. Vano membawanya duduk di sofa.


"Ibu datang dulu ya, Aku menceritakan ini semua bukan untuk membuat ibu bersedih dan terluka, tapi aku hanya ingin Ibu tahu kondisi Bella yang sebenarnya."


"Iya Ibu paham, justru ibu sangat berterima kasih pada kalian berdua, tanpa kalian mungkin Bella sudah mengakhiri hidupnya." hiks.. ucap Sarah dengan suara bergetar dan tertunduk pilu.


"Ibu Sarah, lebih Baik istirahat saja dulu. kami akan menambahkan ranjang pasien di sebelah Nona Bella, biar Ibu bisa menjaganya juga." saran dokter Niko.


Sarah mengangguk "Terima kasih Dokter, sudah mengijinkan aku menjaga anakku di ruangan yang sama."


"Dokter, tolong bantu ibu Sarah, untuk menaruh dua orang suster menjaga Bella, Aku dan Vana harus menemui Mommy dan Daddy."


"Baik Mas Vano, silakan bila ingin bertemu Nyonya dan tuan."


"Nak, kedua orang tua kalian berada di rumah sakit ini juga?"


"Iya Bu, kami pergi dulu, besok aku datang lagi untuk melihat kondisi Bella."

__ADS_1


"Nak! salam kan rasa terima kasih ibu pada kedua orang tua kalian, ibu tidak bisa membalas kebaikan kelurga kalian, tapi ibu selalu mendoakan keselamatan dan kebahagiaan untukmu dan kedua orangtua kalian."


"Iya Bu, akan saya sampaikan."


Vana dan Vano pergi meninggalkan ruangan rawat inap Bella. Mereka berdua berjalan menyusuri lorong rumah sakit, beberapa Dokter dan suster yang berpapasan pasti menyapa dan membungkuk dengan hormat, kadang membuat heran pengunjung yang lewat, melihat Dokter begitu hormat pada dua anak kembar yang berjalan beriringan. Vano yang rendah hati selalu menolak dan marah pada Dokter dan Suster bila diperlukan istimewa. Vano tidak ingin terlihat sebagai pemilik rumah sakit, pemberian Ramon kakeknya yang sekarang sudah menetap di Jerman tempat kelahirannya.


Mahesa sendiri buyutnya yang memiliki harta berlimpah hingga tujuh turunan tak akan habis itu, sudah meninggal saat Vano dan Vana berusia 10 tahun karena penyakit tua. Sementara Ramon dan Andini menetap di Jerman untuk meneruskan perusahaan Ayahnya Mahesa yang berada di Jerman. (Wow jadi orang sukses itu enak ya😄 selalu deh halunya Author🤣)


Kaki mereka berhenti tepat di ruangan khusus Vip khusus untuk keluarga Reno.


JGLEK!


"Mommy...."


Seru Vana berlari masuk kearah Delena yang sedang duduk di atas ranjang.


"Mommy Vana kangen." mereka saling berpelukan, tetesan airmata jatuh di bahu Delena, Vana menangis terisak, rasa rindu pada ibu kandungnya terobati, apalagi bila mengingat kejadian tadi pagi, hampir ia menjadi korban. Dengan penuh kasih sayang Delena membelai lembut rambut anaknya.


"Eehh, ko sudah besar nangis, baru ditinggal lima hari di rumah sakit."


Vano kaget melihat Tommy sudah berada di ruangan ibunya bersama seorang pengacara sedang berbicara dengan Reno. Melihat kedatangan Vano, Reno menatap lekat pada anaknya, seakan meminta penjelasan.


Delena mengurai pelukannya dan mengusap airmata Vana "Nanti cantiknya hilang donk, sudah ya nangisnya." rayu Delena, yang belum tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Baik Vano, besok pagi Mommy sudah boleh pulang."


"Dede nya sudah tidak apa-apa ya Mom! tanya Vana mengusap lembut perut Mommy nya.


"Iya sayang, adikmu baik-baik saja. Nanti kalian berdua yang jagain ya kalau sudah besar."


"Iya donk, Mah! jangankan hanya adik kandung Vano, bahkan seluruh keluarga besar buyut Mahesa akan Vano jaga semua, anak-anak dari Tante Siska dan Om Tommy, Tante fanny dan Om frans, juga Mami Davin dan papi Robert."


"Anak baik. Mommy bangga pada kalian." Delena merentangkan kedua tangannya agar Vano ikut masuk dalam pelukannya. Mereka bertiga saling berpelukan. Pemandangan yang indah, Tommy yang melihat kebahagiaan keluarga Reno, tersenyum sumringah.


"Ehemm...! jadi Daddy di lupakan nih." ucap Reno mengusap punggung Vana dan Vano.


"Dad! Vana menarik Daddy untuk memeluk mereka bertiga. Reno mengikuti keinginan anaknya dan tersenyum penuh kebahagiaan.


"Semoga kita akan terus seperti ini sampai kalian dewasa dan kami menua." gumam Reno pelan "Terimakasih kalian sudah hadir dalam hidupku dan memberi warna." ucap Reno menciumi kening kedua anaknya dan istrinya.


"Vano Daddy ingin bicara padamu."


"Oke Dad!


Vano dan Reno pergi dari ruangan Delena diikuti tommy dan pengacaranya.

__ADS_1


"Mom! Vana ingin tidur disini sama Mommy."


"Tentu saja sayang, Mommy juga kangen banget sama anak cantik Mommy." Delena menggeser tubuhnya untuk Vana naik keatas ranjang, mereka tidur dalam satu ranjang kecil berukuran 120x200 saling berpelukan.


"Mom, aku sangat bangga memiliki ibu sepertimu, yang selalu menyayangi ku hingga sekarang, semoga Bella merasakan kasih sayang ibunya seperti aku yang beruntung memiliki ibu seperti Mommy Delena." gumam Vana dalam hati, seraya mengeratkan pelukannya dan memejamkan mata.


Disebuah ruangan, Reno, Vano, Tommy dan pengecara perusahaan Reno sudah duduk di Sofa.


"Vano, jelaskan semuanya pada Daddy, apa yang sebenarnya sudah terjadi? dan apa ini? menyerahkan sebuah berkas pada Vano.


"Dad, semua bisa aku jelaskan? dan Om Tommy apa sudah memberitahu semuanya pada Daddy tentang perusahaan yang sudah aku ambil alih dari tuan Bram Stoker."


"Om hanya menjelaskan seperti yang kau bicarakan tadi, tentang pembelian perusahaan, Namun, tujuan untuk membeli perusahaan tuan Bram Stoker, Om sendiri belum tahu jelas."


"Baiklah, Vano akan jelaskan semuanya. Dan Daddy." menatap wajah ayahnya yang sejak tadi hanya melihat vano berbicara, tidak ada perasaan marah atau kecewa yang di perlihatkan Reno, justru terlihat wajah bangga dan terukir senyuman tipis di bibirnya. "Vano berharap Daddy jangan marah atau kecewa dengan keputusan yang Vano ambil sepihak, tanpa bertanya dulu atau memberitahu apa sebenarnya tujuan Vano membeli perusahaan Tuan Bram Stoker.


Reno mengangguk "Silakan jelaskan semuanya, Daddy percaya padamu, kau tidak akan salah dalam bersikap dan mengambil keputusan."


Zevano mulai menceritakan semua kronologinya pada Daddynya, Tommy dan pengacara perusahaan. Tidak ada satu kejadian yang tidak Vano ceritakan.


Helaan nafas dalam lolos begitu saja dari bibir Reno, setelah mendengar penuturan anaknya.


"Aku sangat geram dan mengutuk perbuatan anak kandung Bram, untung saja anakku Vana tidak menjadi korban, kalau sampai terjadi pada Vana, akan aku habisi semua keturunannya! ucap Reno murka "Memang perusahaan Bram berbeda sendiri, ia memiliki perkumpulan elite bisnis sendiri tanpa mau bergabung antar pembisnis di Negara kita, Daddy disini memang di tunjuk oleh lembaga pembisnis Indonesia, sebagai ketua antar Asia oleh pemerintah, Namun Perusahaan Bram dan beberapa perusahaan lainnya menolak bergabung, padahal Daddy tidak mencari keuntungan sebagai ketua pembisnis, kami hanya bersilahturahmi dan membuat lembaga untuk pendidikan dan santunan anak-anak terlantar dan tidak mampu." Jelas Reno.


"Aku sangat mengetahui Perusahaan Bram, ia memang sangat angkuh dan sombong, apalagi perusahaannya sedang berkembang. Dari dulu Ia tidak pernah mau bergabung dengan pembisnis lainnya. Yang anehnya, tiba-tiba Perusahaan Bram anjlok dratis, semua investor langsung menjual sahamnya padaku atas keinginan Vano." timpal Tomy memberikan keterangan.


Vano tertunduk, saat mendengar cerita Tommy, ia merasa bersalah karena ulahnya lah yang sudah membuat saham Bram anjlok. Reno mulai menyelidiki tingkah anaknya yang duduk dengan gelisah.


"Apa jangan-jangan, ini perbuatan anakku? menghancurkan perusahaan Bram dari dalam? apakah Vano sejenius itu? gumam Reno dalam hati "Aku harus mencaritahu."


❣️❣️❣️


@Ayo kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat 💪 nulis😘


@yuk terus dukung bunda dengan cara...


💜like


💜vote


💜gift


💜komen


@bersambung......💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2