ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Keributan di Bar


__ADS_3

Davin kembali berjalan dengan memegang meja agar tak terjatuh. Malam itu Bar tidak seramai biasanya, Namun, tetap saja perdebatan mereka berdua mengundang para tamu yang sedang berkunjung.


"Tidak akan aku biarkan kau lepas lagi dari ku Davin!" ucapnya lirih, mengepalkan kedua tangannya dan berjalan mendekat.


Mobil menepi di pinggir trotoar, tepat di samping gerbang night clubs.


"Kenapa tidak parkir didalam saja Bert!"


"Kau tetap disini saja Ren, nggak usah masuk kedalam Bar, aku takut ada orang yang mengenal mu, dan sengaja ambil foto mu untuk menjatuhkan."


"Kau benar, tapi.., apa kau yakin?!"


"Tenang saja Bro! aku hanya mencari istriku, tidak akan lama."


"Baik lah aku tunggu disini. Hati-hati bro, kabari aku bila ada apa-apa."


Robert tersenyum seraya melepas seat belt, lalu membuka pintu mobil. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah Bar.


**


Pria itu berjalan mendekati Davin yang sudah susah payah berjalan menjauhinya.


Dengan cepat ia menarik kasar tangan Davina. "Kau tidak akan bisa pergi, semudah itu dari hidupku!"


"Lepaskan Erland! kau adalah pecundang, menjauhkan dari hidupku!" berusaha melepaskan diri dari jeratan tangan Erland.


"Kau harus membayar semuanya Davin! ingat, kau habiskan uang ku untuk berfoya-foya keliling dunia selama setahun!" masih memegang kuat tangan Davina tanpa ingin melepasnya.


Mata mereka masih bersitatap "Dasar b4jing4n tengik! bisa-bisanya kau suruh aku membayar uang mu! justru aku telah banyak berkorban untukmu, Erland! memang aku yang mengajak mu keliling dunia, tapi kau juga manfaatkan aku untuk menjerat bos-bos kaya dan mengeluarkan Dollar! apa yang sudah aku berikan untuk mu! mansion, peternakan sapi, tanah ratusan hektar, bahkan Casino, semua itu aku tinggalkan untuk mu!"


"Tapi kenapa kau malah meninggalkan ku, Davin!"


"Karena kau seorang B4jing4n Erland!" Pluh! Davin meludahi wajah mantan kekasihnya itu.


"PLAKK!"


"Berani kau ludahi wajahku, j4l4ng!!!


Davina memengagi pipinya yang terasa panas. ia kembali menatap wajah Erland yang terlihat murka "Kau salah mengatakan aku j4l4ng!! kau sendiri yang menukar aku dengan wanita suruhan mu, setelah bos-bos berduit itu mabok dan berakhir diatas ranjang! bukan aku yang melakukannya! aku tidak pernah tidur dengan mereka, kau tahu itu kan!!


"Itu aku lakukan karena aku mencintaimu, dan tidak ingin pria-pria hidung belang itu menyentuh tubuhmu! kau hanyalah milikku! Lalu kau anggap apa aku? setelah kau meninggalkan calon suamimu Reno! akulah yang selalu berada di sisimu dan melakukan apapun untuk mu, Davin!"


"Jangan pernah lagi kau mengungkit aku dengan Reno! Dia adalah masa laluku dan Reno sudah menikah dengan adikku!"


"Davin! satu tangan Erland menyentuh pipi Davin "Kembalilah padaku, kita akan hidup bersama dan merangkai kebahagiaan, aku masih sangat mencintaimu, Davin, kau adalah aset ku yang paling berharga!"


"Cih! aku muak dengan ocehan mu! lepaskan aku, aku ingin pulang..!!" Davina terus berontak.


"Lepaskan istriku!!' suara teriakan Robert menggema di dalam ruangan, walaupun hingar-bingar terdengar lirih.


Semua pengunjung yang melihat adegan itu mengarahkan pandangannya pada sosok pria tinggi tegap yang berdiri tak jauh dari Davina dan Erland. Di tempat itu Erland terlihat berkuasa dan ditakuti, buktinya penjaga dan bodyguard yang menjaga bar itu tak ada satupun yang berani bertindak atau mendekat melihat kerusuhan itu.


Davina dan Erland menoleh. Davina terkejut melihat Robert sudah berdiri di depannya.


"Robert! pekik Davin, seraya melawan Erland untuk melepas jeratannya.


"Siapa kau! berani mengakui wanita ku sebagai istrimu!"

__ADS_1


"Davina Istri sah ku, secara hukum Agama dan Negara, lepaskan istriku!" hardik Robert.


"Erland, ku mohon lepaskan aku! Dia adalah suamiku!"


Sorot mata Erland sangat tajam, bagaikan mata elang yang siap mencakar lawannya. "Kau bilang apa?!" suami mu..? kau pergi meninggalkan aku dan menikah dengan Pria berengsek ini!" menunjuk wajah Robert dengan nafas tersengal.


Robert maju mendekat, menarik satu tangan Erland dan ia fitting nya kebelakang.


"Ku bilang lepaskan tangan istriku! atau aku akan laporkan tindakan kalian pada polisi."


"Hahahaha..., Erland terbahak dan menendang kursi di sampingnya.


"Lepaskan kalian mau apa?! Robert terkejut, tiba-tiba tangannya di cekal ke belakang oleh tiga orang pria bertubuh kekar.


"Cukup Erland! kau jangan sakiti suamiku! biarkan kami pergi!" bentak Davina di sela pusing yang mendera. Minuman laknat itu tidak membuatnya mabok, walau Davin bekas peminum, Namun ia masih bisa menetralisir keadaan dan tersadar.


"Ayo Davin! kau harus ikut aku pergi dari sini! menarik tangan Davin dan melangkah pergi.


"Lepaskan aku Erland! kau sikopat, aku sudah memiliki suami, kau tak berhak membawa ku pergi!" saat tangan Davin di tarik, satu tangannya memeluk tiang penyangga yang berada di dalam Bar.


Robert terus berontak sekuat tenaga, ia menginjak kuat salah satu kaki Pria itu. Hingga tangan Robert terlepas, secepat kilat menonjok pria-pria itu satu persatu.


Untuk urusan bela diri, Robert memang tidak semahir dan setangguh Reno, ia hanya belajar bela diri sekedarnya saja. Dalam keadaan terdesak Robert mampu menghajar dan menonjok orang-orang suruhan Erland. Tidak ada satu pengunjung pun yang berani mendekat apalagi menolong Robert dan Davina. Mereka sibuk mengabadikan momen dengan ponsel masing-masing. Robert terus mengejar Erland yang masih menarik paksa tangan istrinya.


"Lepaskan istriku!".


"BUGK!


Satu tonjokan telak mengenai wajah Erland. Tubuh Erland oleng dan pegangan tangan Davin terlepas.


"PRANKK!


"PRANKK!


Erland dan anak buahnya menghantam kan botol ke kepala Robert bertubi-tubi.


Mas Robert! pekik Davin histeris. Seketika Robert ambruk tersungkur di lantai dengan banyak darah di kepalanya.


"Kau jahat Erland! berengsek kau!" teriak Davin dengan deraian airmata. "Mas Robert, bertahanlah Mas." Davin menyentuh kepala suaminya, kedua tangannya di penuhi darah Robert.


"Aakkhhh..." suara rintihan Robert terdengar pilu.


"Mas Robert! hiks.. "Ya Tuhan darahnya begitu banyak!" Dengan kesal Davin menatap tajam kearah orang-orang yang berdiri didepan nya.


"Kenapa kalian hanya diam saja, Hah! Davin memaki pengunjung yang berdiri hanya jadi penonton. "Dimanakah hati nurani kalian! tolong angkat suamiku dan bawa ke rumah sakit! teriak Davin, urat-urat lehernya terlihat jelas karena teriakannya yang keras.


Mereka saling bersitatap. Saat ingin mendekat. Erland mengeluarkan senjata api.


"Kalau ada yang berani mendekat, peluru ini langsung menembus jantung kalian!"


Sontak mereka mundur dan tidak berani mendekat. Davina menoleh pada Erland dengan nafas memburu. Ia bangkit dan berteriak "B4ngs4t kau Erland! tidak puas kah kau memperalat ku?!


"Aku tidak akan pernah puas sebelum hidup bersama mu!" menarik paksa tangan Davina.


"Kalian urus pria itu! ucap Erland di sela langkahnya dan pergi meninggalkan tempat itu seraya membawa Davina.


"Lepaskan setan!! memukul-mukul tangan Erland sekuat tenaga.

__ADS_1


"Mas Robert...!! suara Davina semakin menjauh


Erland terus menyeret tangan Davina untuk ikut bersamanya.


Didalam mobil Reno tampak gelisah dan gusar. Sudah hampir satu jam Robert tidak kunjung keluar. ia menghubungi ponselnya, namun tidak juga ada jawaban.


"Apa aku harus masuk kedalam bar? Sudah lama tempat haram itu aku tinggalkan! tapi, kenapa perasaan ku tidak enak begini? aku khawatir pada Robert." gumamnya bicara sendiri.


Reno mencari sesuatu didalam laci "Beruntung ada topi dan masker, untuk menutupi wajahku. Semoga mereka tidak mengenali ku!


Reno keluar dari dalam mobil dan pada saat akan masuk kedalam area Bar, seseorang memanggilnya.


"Daddy!


Reno menoleh, menatap seseorang yang berada di atas motor dan masih tertutup helm. Pria itu membuka helmnya.


"Vano! Reno terkejut "Kenapa kau bisa berada di sini?"


"Oma dan Mommy khawatirkan Daddy, Om Robert dan mami Davin. Kebiasaan Daddy ponsel tidak diangkat. Untung Vano bisa melacak dari ponsel Daddy, makanya Vano bisa sampai sini!"


"Ponsel Daddy silent, sori kadang Daddy lupa."


"Daddy mau kemana? Dan dimana Om Robert."


Reno mendesah kasar "Daddy akan masuk kedalam Bar itu, sudah satu jam Om mu belum keluar dari sana. Daddy takut kenapa-napa."


"Aku ikut Dad!"


"No! kau tidak boleh masuk ke sana, tempat itu tak pantas untuk mu! kau tunggu disini, Daddy masuk kedalam dulu."


"Oke Dad!" ucap Vano dengan perasaan kecewa.


Tiba-tiba sebuah sedan melintas di depan Vano. Dan seseorang berteriak dari dalam mobil.


"Vano....!!''


Vano terkejut saat seseorang memanggil namanya.


"Tolong Mami...Vano..." menggedor-gedor kaca mobil, Vano melihat jelas wajah Davin saat kaca mobil belum sempurna tertutup.


"Mami Davina..!!


*


*


@yuk terus dukung bunda dengan cara...


💜like


💜vote


💜gift


💜komen


@bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2