ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pembalasan ( episode satu)


__ADS_3

Delena terdiam, matanya berkaca-kaca baru kali ini ia mendapat uang dari orang yang sudah menolongnya, padahal selama ini dialah yang sudah banyak memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.


Delena memeluk bu inah dan meneteskan airmata. "Terima kasih bu atas semua kebaikan ibu dan bapak, aku berjanji akan membalas kebaikan kalian berdua."


"Ayo Neng, cepat kita berangkat sekarang, biar cepat sampai terminal." Pak kosim memperingati.


Delena memakai masker dan topi agar tidak terlihat penyamarannya, dan ia pergi bersama pak Kosim.


Dalam hati Delena bergumam "Aku kembali Davina! tunggu kepulangan ku!


Delena sudah sampai di terminal untuk menaik bus menuju jurusan Jakarta, Abah kosim pulang setelah Delena naik kedalam bus.


"Mas Reno, ku harap kau tidak terjebak oleh perbuatan Davina, aku takut kau sudah berhubungan dengan Davin, memikirkan nya saja aku sangat takut." mata Delena berkaca kaca. "Tidak, aku harus percaya pada suamiku sendiri, aku yakin mas Reno pasti bisa bedakan aku dan Davina."


Tiba-tiba masuk empat orang pria bertato kedalam mobil dan menyuruh semua wanita membuka maskernya.


"Ya Allah itu orang orang Davina! mereka mengejar ku sampai kemari!


"Haii kau lepaskan masker mu!


"Kau juga lepaskan masker mu!


Pria bertato itu memaksa semua wanita didalam mobil membuka maskernya, dan mereka perhatikan saru persatu wanita yang melepas masker.


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? keluar dari bus ini juga gak mungkin mereka berjaga didepan dan belakang pintu."


Saat sudah di kursi Delena duduk, pria itu berhenti. "Kau buka kacamata dan masker mu cepat!


Delena terdiam ia tampak ragu, apakah akan berhasil rencana bu Inah.


"Heh! cepet buka jangan bengong ajah luh! dengan perlahan Delena membuka maskernya.


"Haiii kenapa dengan wajah mu! dipenuhi banyak luka hitam."


"Aku kena cacar air bang."


"Dasar jorok!


"Gimana bang! tanya temen nya yang lain.


"Sudah tidak ada wanita itu, ayo kita cari di bus lain!"


Delena bernafas lega "Akhirnya mereka pergi juga, bu inah sangat pintar, untung wajah ku dikasih arang, klau tidak pasti aku ketahuan."


Bus mulai berjalan meninggalkan terminal, Delena menahan rindu pada dua anak kembarnya, ia berharap cepat sampai.


Jam sudah menunjukkan pukul empat subuh. sejak semalam Davina tidak tidur, ia kesal karena Reno tidak menyentuhnya sama sekali dengan alesan sibuk pekerjaan, dua bungkus rokok sudah habis ia hisap, karena frustasi Davina mengambil wine yang ia simpan di dalam lemari.


"Aku bisa gila lama-lama begini! lebih baik aku minum wine ini untuk menghilangkan stress!


Menuangkan wine kedalam sebuah gelas dan i)menyesapi nya perlahan, rasa pahit dan panas di mulut mulai terasa, Davina masih berdiri diatas balkon sambil terus meminum alkohol itu.

__ADS_1


"Apa Reno sudah tahu kalau aku bukan Delena? tapi seandainya ia tahu aku bukan Delena, pasti Reno sudah menangkap ku sejak kemaren, tapi sepertinya ia tidak tahu, apa Reno dan Delena lagi ada masalah? maybe?' meneguk kembali gelas berisi wine ditangannya.


Davina mulai sedikit mabuk, aku akan coba ke ruangan kerja Reno, Siapa tahu ia mau tidur denganku hari ini, aku harus memakai lingerie yang lebih tipis agar Reno tergoda, aku tidak boleh menyerah, aku harus tidur dengan Reno bagaimanapun caranya, aku harus memiliki anak darinya agar posisiku kuat di keluarga Mahesa, Aku tidak ingin kalah dari Dena yang memiliki anak kembar, akupun bisa melakukan hal yang sama seperti Dena lakukan! dulu Dena yang merebut posisiku, sekarang aku yang harus merebut posisinya.


"Aku akan membuatkan kopi untuk Reno, dan memasukkan obat perangsang kedalamnya!' dengan akal licik Davina mulai memainkan rencananya, ia turun kebawah memakai jubah handuk, membuatkan kopi untuk Reno dan memasukkan dua butir obat perangsang, setelah selesai ia naik keatas kembali.


"Tidak, kalau aku yang memberikannya Reno pasti curiga dan tidak akan meminum kopinya, lebih baik aku menyuruh pelayan untuk mengantarnya."


Davina memanggil pelayan, tak lama pelayan datang di hadapannya, Davina perintahkan pelayan memberikan kopi itu keruangan kerja Reno.


"Kau berikan kopi ini pada Tuan Reno, tapi ingat jangan bilang kalau aku yang membuatnya."


"Baik nyonya!


"Tok.. tok.. tok.."


Tuan saya membawakan kopi.


"Masuk saja!


Pelayan itu membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Reno, lalu menaruh kopinya di atas meja kerja.


"Permisi Tuan!


Davina menguntit dari belakang "Bagus! kopi isudah masuk kedalam ruangan Reno, aku tinggal menunggu reaksi Reno, kalau ia sudah meminum kopi itu pasti Reno akan datang kedalam kamar dan mencariku, tunggu sampai setengah jam lagi Reno akan merangsang! Davina tertawa jahat, ia sudah masuk kedalam kamar dan bersiap siap diatas ranjang sambil terus menghayal.


Didalam ruangan Reno masih terus mencari keberadaan Delena dari anak buahnya.


"Aaahhkk! Reno berteriak menahan kekesalan, matanya menoleh pada kopi diatas meja kerjanya.


"Lebih baik aku meminum kopi dulu untuk menghilangkan stress! Reno berjalan kearah meja dan mengangkat cangkir kopi itu, saat ingin meminum terdengar suara bunyi telpon, Reno menaruh kembali kopi itu dan menerima panggilan yang ternyata dari anak buahnya.


"Hallo Bos!


"Bagaimana? kau sudah dapatkan istriku!


"Tuan, aku sudah meringkus komplotan penjahat suruhan Davina!


"Ahh... syukurlah! dimana mereka sekarang!


Mereka ada bersama kami di daerah Bandung, tapi istri Tuan tidak ada di sana, Aku hanya menemukan wanita bernama Anjali, sepertinya ia sudah sekarat."


"Bawa mereka semua ke markas, untuk wanita bernama Anjali tolong kau bawa dia kerumah sakit secepatnya, dan kalian tetap harus mencari istriku!


"Baik Bos!


"Akhirnya orang-orang Davina sudah tertangkap semua, aku tinggal mencari Delena."


Satu jam sudah berlalu, Davina menunggu tapi tidak melihat Reno masuk ke dalam kamar, ia begitu kesal tapi matanya sudah mengantuk. Davina menguap berkali-kali dan akhirnya ia tertidur pulas diatas ranjang.


Delena sudah sampai di terminal, sebelumnya ia masuk kedalam toilet untuk mencuci wajahnya, setelah selesai membasuh wajah, dengan cepat Delena memanggil ojek untuk cepat sampai ke mansion, satu jam kemudian ia sudah sampai didepan gerbang.

__ADS_1


Saat masuk kedalam mansion, tiga orang penjaga menghentikan langkahnya.


"Nona berhenti!


"Mau apa kalian! menghentikan aku masuk, ini rumahku!


Tiga orang penjaga itu terperanjat kaget saat melihat wajah Delena.


"Wanita ini pasti Davina! ia berusaha masuk ke dalam mansion untuk mengelabui kita semua, dengan mengaku menjadi Nona Delena." bisik penjaga itu pada temannya.


"kau benar Nona Davina sudah berada di Jakarta, dan Tuan sedang memburunya."


"Cepat tangkap!" perintah penjaga itu.


Benar saja mereka menangkap tangan Delena yang mereka pikir Davina.


"kalian semua memang tidak waras! aku Delena istri Reno Mahesa! yang didalam itu adalah Davina kakakku yang menyamar! lepaskan aku, akan aku pecat kalian semua! teriak Delena.


"Mas Reno!! Delena berteriak


Delena terus berontak, saat dua orang pria itu menarik tangannya kasar, karena kesal Delena hanya bisa membela diri dengan cara menginjak kaki pria itu, saat tangannya terlepas ia menonjok wajah dua pria itu bergantian dan berlari ke arah mansion.


"Aakkhhh! sialan wajahku kena tonjok.


"Cepat kejar wanita itu! teriak penjaga satunya.


"Lalu bagaimana kalau benar dia asli nona Delena! habislah kita!


"Kau benar, bukankah Nona Delena memiliki ilmu beladiri!


"What?! jadi benar yang tadi Nona Delena!


"Ya Tuhan! habislah kita pasti Tuan Reno tidak akan mengampuni kita."


"Kita akan jadi makanan ikan piranha miliknya! tiga orang penjaga itu jatuh dan terduduk lemas sambil memikirkan nasibnya.


'


'


'


'


'


'


'


@Besambung.....💃💃💃

__ADS_1


@Author sudah buat 2 bab, sekarang mana dukungan kalian, jangan lupa untuk LIKE setelah membaca, Kasih author GIFT/ VOTE sertakan Komentar positif kalian.


__ADS_2