
"BRENGSEK! SIAPA YANG SUDAH BERANI' MELAKUKAN INI! seru Nathan kesal, seraya menyalakan mesin mobilnya, dengan cepat ia melajukan mobilnya membelah jalanan yang agak sepi.
"Aku tidak akan tinggal diam, akan aku cari siapa dalang semua ini!" teriak Nathan dalam hati.
"Bagaimana bicara dengan Tuan Reno, aku telah gagal menjagamu, buktinya mobil ini jadi saksi kesalahan ku." Nathan menghempaskan nafas kasar sebagai kekecewaannya pada diri sendiri."
"Tidak Kak! Kakak tidak bersalah sama sekali, kakak sudah berusaha untuk menjagaku karena musibah itu datang dengan tiba-tiba. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri." imbuh Vana bijaksana.
Dada yang terasa panas tiba-tiba terasa adem, suara lembut dan perhatian Vana telah membuat hati Nathan menghangat."
"Terima kasih ya, kau tidak menyalahkan aku, Walau Jujur aku merasa bersalah padamu, aku akan ganti kerusakan mobiln ini."
"Tidak usah, aku yang akan menjelaskannya pada Daddy."
"Aku berjanji, akan mencari dalangnya. perioritas utama ku adalah menjagamu."
Mobil sudah memasuki halaman mansion. Vana keluar dari mobil bersama Nathan.
"Nona, boleh aku bicara pada ibumu? tetap aku harus bertanggung jawab atas kejadian tadi."
"Kakak duduk dulu aku panggilkan Mommy."
Tak lama Delena datang bersama Vana
"Nathan apa yang sudah terjadi..?"
"Tante! Nathan beranjak dari duduknya "Ma'afkan saya sudah lalai menjaga Vana."
"Vana sudah cerita, siapa kira-kira mereka, selama ini Vana tidak punya musuh, dan identitas Vana sebagai anak seorang Reno Mahesa tidak banyak yang tahu selain kepala sekolahnya."
"Alea ku adalah target utama mereka, untuk menghancurkan keluarga Reno, termasuk kakak tiri dan Paman ku, entah siapa lagi selain mereka? gumam Nathan lirih dalam hati.
"Nak Nathan, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Delena sekali lagi, Nathan membuyarkan lamunannya dan menghela nafas dalam.
"Sebagai seorang bodyguard yang di percaya Tuan Reno. Saya berjanji akan mencari si pelaku tadi. Dia menghancurkan kaca tepat di samping Vana, dan aku khawatir pada Vana Tante. Tolong periksa punggungnya takut ada serpihan kaca yang menempel."
"Vana apa ada yang terluka? tanya Delena khawatir. "Kita harus ke dokter sekarang, mommy tidak mau terjadi apa-apa padamu."
"Aku tidak apa-apa, Mom..."
"Nggak! mommy tidak akan puas sebelum dokter mengatakan kamu baik-baik saja."
"Apa yang dikatakan Ibumu benar, lebih baik periksa dulu. Aku akan mengantarkan ke rumah sakit."
"Tidak usah kerumah sakit Mom, Vana lelah dan masih syok. Lebih baik Mommy panggil saja Dokter nya kesini."
"Ya sudah Mommy akan telpon Dokter Sarah untuk datang kerumah."
"Nathan, kau istirahat saja di rumah. Masalah musibah tadi biar Tante yang bicara pada Daddy nya Vana."
"Terimakasih Tante, kalau begitu saya permisi dulu."
"Hati-hati dijalan."
Setelah berpamitan, Nathan mengeluarkan motor moge nya dan meninggalkan mansion.
*
*
__ADS_1
Sebuah pintu Apartemen terbuka, Nathan melepaskan kaos yang melekat ditubuh kekarnya dan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa empuk. Ia mengambil gawai dalam saku celananya dan mulai menghubungi seseorang.
"Hay Jack!
"Ada apa Bos!
"Kau usut kejadian di jalan raya veteran, tadi aku mengalami musibah dan dua pengendara motor menghancurkan kaca mobilku. Kau cari cctv-nya dan kabari aku secepatnya."
"Baik bos, saya akan usut sekarang."
Nathan mengambil nikotin dan membakarnya. Menghisap dalam nikotin dalam jemarinya. Tersungging senyuman dibibir Nathan "Alea kau semakin deket dengan ku dan sudah tak canggung lagi berbicara dengan ku, musibah tadi membawa mu padaku. ingin rasanya memeluknya lama dan tidak ingin aku lepaskan lagi, ya aku harus bersabar dan menunggu Alea ku membuka hatinya."
Dret! dret! dret...!
Bunyi getaran ponsel menyadarkan Nathan dari lamunan. ia mengambil gawai diatas meja.
"Papa...? tumben menelpon ku?"
"Hallo Pah!"
"Nathan! apa kau bisa pulang ke Bali?" tanya Ayah sambung Nathan, terdengar gusar dari ujung telepon.
"Ada apa memang nya Pah? Mama dan Alisia baik-baik saja kan?"
"Mamah dan adikmu baik, tapi Bar dan cafe ada masalah!"
"Apa maksud Papa? jelaskan pah, biar aku mengerti."
"Kau tahu, Bar dan Cafe yang di kelola Papa dan Mama mu semalam terjadi kebakaran di tiga tempat dalam satu malam, dan beritanya sudah masuk media sosial dan elektronik."
"APA!! Nathan sungguh kaget, matanya membulat sempurna, dadanya bergemuruh. "Siapa pah pelakunya!' seru Nathan emosi.
"Papa belum tahu pelakunya, sepertinya ini sabotase dan mencurigakan. Masa dalam satu malam terbakar bersamaan."
"Ada Nak, sekarang masih di usut pihak kepolisian, Mama mu nampak syok."
Nathan meremas rokok yang masih menyala ditangannya. Helaan nafas dalam terdengar lirih, Dadanya seakan sesak.
"AKU TAHU PELAKUNYA PAH!"
"Siapa Nak!"
"Nanti akan aku kabari, biar aku cari sendiri pelakunya. Papa tenang saja aku akan menyuruh orang-orang ku datang ke Bali untuk membantu Papa disana."
"Apa kau tidak akan pulang, Nak?"
"Akan aku usahakan. Kabari aku terus perkembangannya, jaga Mama dan Alisa Pah."
"Pasti Nak! Papa matikan dulu telponnya, Papa sedang berada di kantor polisi."
"Iya Pah!"
"BRAKK!!
"BRENGSEK KAU MATTIEW.....!!!!
Dengan amarah yang meletup-letup Nathan melakukan panggilan video call.
"Hallo adikku apa kabar? pasti kau butuh aku bukan?" terlihat wajah tampan Mattiew yang sedang memegang gelas berisi wine.
__ADS_1
"B4NGS4T KAU MATTIEW!!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN DI BALI, HAH! MENGHANCURKAN BISNIS MAMA KU!!" teriak Nathan emosi.
"kau menuduhku tanpa bukti! ucap Matthew santai, seraya menyesapi wine ditangannya.
"SIAPA LAGI KALAU BUKAN KAU, BRENGSEK!!
"Tenang Nathan, apa yang membuatmu meradang? seharusnya kita impas. Bar itu bukan hanya milikmu, Tapi Daddy ku yang merintisnya dari awal, kau itu anak dari wanita penyanyi Club' dan kau hanya anak haram Daddy ku, tapi masih menikmati kekayaan keluarga ku!
"DIAM KAU BRENGSEK! walaupun aku terlahir tanpa surat resmi, tapi ayahku lah yang selalu ada disisiku dan memberikan semua bisnisnya pada Mama ku, karena kami lahir dan tinggal di negara ini! kau sendiri sudah mendapatkan semua harta dan bisnis Ayahku di Negara mu. kenapa kau usik kami!"
"HAHAHAHA... DASAR BODOH!! kau pikir aku akan diam saja kau menguasai harta Daddy ku! Aku akan beritahu sebuah rahasia padamu, siapa pembunuh Daddy kita sebenarnya!"
"SUDAH CUKUP B4NGS4T!!! Akan aku bunuh kau bila bertemu! Sungguh aku menyesal memiliki darah yang sama dengan manusia sialan seperti mu!!
"Ingat Nathan! masih ada dua Bar lagi yang belum terjamah. Kau ikuti perintah ku, atau... DUAARR!!! semua akan rata jadi tanah!"
"CIIH!! Kau pikir aku takut dengan mu? jangan pernah bermain-main dengan ku!"
"Baiklah kau buka Vidio kiriman ku!"
Nathan membuka Vidio yang baru saja Mattiew kirimkan. Seketika matanya membulat. Nafasnya tersengal-sengal dengan amarah membuncah. Dadanya bergemuruh, dan kedua tangannya terkepal kuat. "APA YANG KAU INGINKAN MATTIEW!!!
Mattiew tergelak. "GOD! KAU MENYERAH JUGA AKHIRNYA? HAHAHAHA...
"CEPAT KATAKAN!! bentak Nathan.
"KAU HABISI KELUARGA RENO!!
"APA..?? KAU GILA!!!... mana mungkin aku sanggup menghabisi kelurganya. Mereka bukanlah orang sembarangan!" teriak Nathan geram.
"ITU TERSERAH PADAMU! ATAU KAU HABISI ANAK GADIS RENO!!!"
"BRAKK!!
"PRANG!!
Nathan menendang meja didepannya dan menghancurkan televisi yang berada di ruangan tamu.
"Damn you Nathan! I will kill you with my own hands!" ( Sialan kau Nathan! akan aku bunuh kau dengan tangan ku sendiri!")
"WHY...?? Apa kau mulai mencintai anak gadis Reno?" GOD!! KAU BISA MAINKAN PERAN MU UNTUK MENGHABISI MEREKA, AGAR NYAWA DADDY KITA DAMAI DISANA!!"
"Aagrrhh!!!! Nathan berteriak frustasi. Semakin lama otaknya semakin sakit, ia melempar gawai ditangannya hingga tidak terdengar lagi suara Mattiew.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?!" Nathan meremas rambutnya kuat, untuk menghilangkan rasa frustasi "Mattiew akan menghancurkan semua bisnis Mama ku, bila aku tidak turuti kemauannya. Aku tidak akan pernah melukai gadisku. Aku sudah telanjur mencintainya dan bertahun-tahun menunggu Alea untuk bisa berada di sisiku."
Nathan berdiri dan berjalan mundar-mandir sambil terus berfikir.
"Aku telah salah perhitungan, ternyata Mattiew dan Paman Samuel lebih kuat dari yang ku bayangkan. Baiklah, untuk sementara aku akan bawa Mama, Alisa dan Papa ke sanfrasisco. Meninggalkan Bali dan menetap disana. Aku berharap Papa bisa membantu perusahaan ku di Inggris."
Nathan menyeringai "Aku menerima tantangan mu Mattiew! Dan tidak akan aku biarkan kau perbudak aku untuk melukai gadisku!"
~Perang antar saudara akan di mulai....
💥
💥
💥
__ADS_1
@Bersambung ALL ....
@Terus dukung Bunda ya sayang...😘😘