ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Kecemasan


__ADS_3

Mansion


Di sebuah taman siang itu Helena sedang bermain dengan si kembar dan dua baby sister nya, tiba-tiba ia melihat Delena berlari kecil kearah nya.


"Dena, kenapa kau berlari seperti itu nak, nanti kalau kau jatuh bagaimana,,?


Ibu rupanya di sini, aku mencari kemana-mana tapi ibu tidak ada, rumah dan halaman ini sungguh besar bu,, aku sampai bingung keluar masuk ruangan dan kamar"


"kau pun nanti akan terbiasa, kau harus bisa menghafalkan seluruh ruangan yang berada di mansion ini"


"Haiii,, si kembar ada disini juga, mereka sangat cantik dan tampan"


"Devano sangat tampan seperti Ayah nya"


"Denissa cantik seperti Mama nya kan bu,,"


"Iya Dena,, Denisa secantik mamanya"


"Ibu kapan kita pulang dan pergi di rumah ini, aku tidak ingin tinggal di rumah mewah ini bu, sangat membingungkan, aku hanya ingin tinggal dirumah sederhana tapi nyaman"


"Dena" Helena menarik tangan Delena untuk duduk di sampingnya "untuk sementara kita tinggal di sini dulu, tempat kita Yang lama sudah tidak ada lagi nak"


"Kenapa bisa begitu Bu?!


"karena kontrakan itu sudah dibongkar oleh pemiliknya, sekarang kita mau tinggal di mana selain di rumah ini?!


"Tapi sampai kapan Bu,,?


"Tiba-tiba Devano menangis "Cucu Oma sayang, kenapa menangis" Helena mengambil Devano dari kereta dorong bayi.


"IBu,, biar aku saja yang menggendongnya"


"Tentu saja sayang karena kau adalah ibunya" bathin helena, sambil memberikan Devano ketangan Delena


"Haiii,, lihat bu, bayi mungil ini terdiam saat aku gendong"


Helena tersenyum "Karena ia merasakan kasih sayang seorang ibu nak"


"Bu,, bayi kembar ini ibunya kemana? kenapa hanya ada ayahnya saja?!"


"Ibunya ada, tapi ia sedang sakit,,"


"Sakit,,? sakit apa bu,,,?!"


"Dena,, apa kau tidak merasakan apa-apa saat menggendong Devano,,? ucap helena mengalihkan pembicaraan.


"Pasti hati seorang ibu akan bergetar bila darah dagingnya menangis" helena membatin


"Entah kenapa aku begitu tersentuh bu, bila mendengar Devano dan Denisa menangis, aku ikut merasakan kesedihan yang ia rasakan"


"Apa kau tidak merasakan pernah mengandung dua anak kembar?!


Delena terdiam lalu ia menggelengkan kepala "Apa ibu berfikir si kembar anak anak ku,,?!


"Apa kau ingin menjadi ibu si kembar,,? mereka membutuhkan seorang ibu untuk merawat dan menjaga nya"


"bukankah Sudah ada baby sister? lalu untuk apa lagi aku menjadi ibu mereka?"


baby sister dengan seorang ibu yang mengandung dan melahirkan itu beda nak?

__ADS_1


"Tapi aku tidak pernah melahirkan bu,,"


Helena menarik nafas dalam "Ibu ingin kau menjadi ibunya Devano dan Denisa, mereka cocok dengan mu nak"


"Baiklah bu,, mereka berdua akan menjadi anak ku, aku akan menjaga keduanya seperti anak kandung ku sendiri"


"Kau memang anak yang baik Dena, lihat Denavo tidur dalam gendongan mu"


"Iya bu, seperti nya dia nyaman"


"Sini Nak, biar ibu bawa masuk kedalam, ibu mau tidurkan dulu"


"Iya bu,," Delena memberikan Devano pada helena "Denisa belum mau tidur, biar aku yang menjaga nya"


"Ya sudah ibu kedalam dulu"


"Suster Ayo kita jalan ke arah sana, di sebelah sana sepertinya ada sebuah taman juga, aku ingin melihatnya"


"Baiklah Nona, suster yang merangkap baby sister itu mendorong kereta bayi milik Denisa berjalan mengikuti langkah Delena, semakin mengikuti langkah Delena, mereka semakin jauh dari area mansion.


"Nona kita mau kemana,,? kita sudah terlalu jauh dari mansion" kata baby sister memperingati


"Itu disebelah sana, sedikit lagi kita sampai di taman itu" Delena menunjuk sebuah sebuah taman liar.


"Ahh,, akhirnya kita sampai juga," Delena mengatur nafasnya "Di sini ternyata ada sebuah taman juga, aku baru tahu taman ini memiliki bunga-bunga yang sangat indah"


"Nona, sepertinya taman ini tidak terurus dan banyak bunga-bunga liar, kita berada di luar Mansion dan jauh dari tempat kita tadi, di taman milik Tuan Reno"


"Tapi aku menyukai bunga-bunga itu, aku ingin memetiknya untuk aku tanam di taman bunga di dalam mansion"


"jangan Nona, di sana sangat berbahaya, kalau Nona memetik bunga liar itu, takut banyak ular, lihat lah rumputnya sangat tinggi dan banyak dedaunan merambat"


Suster Anna hanya pasrah, ia tidak bisa menahan kemauan Delena yang keras, Delena berjalan masuk kedalam mengambil bunga bunga yang berwarna warni, ia begitu senang


"Nona,, hari sudah sore, jngan terlalu masuk kedalam, sangat berbahaya, taman itu sangat liar tidak ada yang mengurus"


"Iya sebentar lagi" seru Delena yang masih asyik mengambil bunga bunga itu.


"Di semak semak itu ada apa ya? gumam Nadine, ia mulai mengamati di semak yang bergerak gerak itu, ia berjalan mendekati dan saat semakin dekat, saat tangan nya ingin menyentuh dedaunan merambat itu, sebuah tupai meloncat, Delena terhenyak ia terperanjat dan kaget, Delena ikut meloncat dan tiba-tiba tubuhnya merosot kebawah.


"Aaaaggghhhhh,,, tolong! Delena hampir jatuh ke jurang, beruntung ia memegang dedaunan merambat.


"Anna tolonggggggg,,,,!!


Kenapa Nona lama sekali,,? Suster Anna melihat jam ditangannya "sudah jam empat sore, aku akan coba berjalan kearah sana, tapi tidak mungkin aku tinggalkan Denissa, lebih baik aku gendong"


Suster Anna berjalan kearah Delena mengambil bunga, sayup-sayup ia mendengar suara Delena meminta tolong dan memanggil nama nya "Itu suara Nona Delena, aku harus masuk kedalam" Suster Anna mengikuti arah suara itu dan suara itu semakin dekat.


"Anna,, tolong aku,,,


"Nona Delena dimana,,?! teriak suster Anna


"Aku disini,,?!


"Ya Allah Nona,,?


"Cepat tolong aku,,?


"Nona,, aku sedang menggendong Denisa, tidak mungkin aku taruh di tanah takut ada ular, aku akan mencari bantuan, tunggu lah sebentr"

__ADS_1


"Cepet Anna,, aku sudah tidak kuat menahan daun ini, semakin lama aku merosot kebawah"


"Bertahan lah Nona" aku pergi dulu"


Suster Anna berlari sambil menggendong Denisa, melihat Anna seperti ketakutan Denisa menangis kencang, Anna terus berlari menuju mansion.


****


"Pak Maman, masa tidak melihat Nona Delena, Denisa dan Suster Anna" tanya helena khawatir pada tukang kebun.


"Beneran bu,, aku tidak melihat mereka pergi nya, saat aku datang ke taman, sudah tidak ada orang ditaman ini"


"Ya Tuhan, kemana mereka pergi, ibu sangat khawatir, ini sudah jam lima lewat, Denis harus mandi dan juga belum makan"


"Bu,,, kemana Delena dan anak ku,,? tanya Reno, yang tiba-tiba sudah berada ditaman dan terlihat panik.


"Reno,,? Maafkan ibu nak, tadi ibu cuma menaruh Devano ke kamar karena tertidur, dan saat ibu kembali ke taman, Delena, Denis dan Suster Anna sudah tidak ada.


"Ya sudah kalau begitu aku akan mencari ke arah danau, Delena sangat menyukai danau"


"Iya Reno, carilah,,"


"Tuan Reno,,,,! teriak seorang penjaga dan berlari kearah Reno.


"Ada Apa kau berlari seperti itu,,?!


"Tuan,,,, anu tuan,,," ucap penjaga itu dengan suara tercekat dan nafas tersengal sengal.


"Di depan gerbang ada Suster Anna dan Nona Denisa, suster Anna menangis dan meminta tolong, katanya Nona Delena hampir jatuh ke jurang,,"


"Apa,,,? Reno berteriak "Ya Tuhan Delena"


"Delena terjatuh! helena lngsung menangis pilu dan membekap mulutnya "tolong Delena Reno! ibu mohon,, hiks,, hiks,,


"Ibu sabar dulu ya, aku pasti akan menolong istriku"


Tanpa banyak bicara, Reno berlari kearah gerbang Mansion


"Denis anak ku" Reno menarik Denis dalam gendongan suster Anna "Dimana istriku terjatuh,,?


"Di sebelah sa-na tu-an di taman itu" ucap suster Anna dengan suara tercekat, sambil menunjuk sebuah taman liar.


"Reno,, ibu ikut nak" helena sudah berada di depan gerbang.


"Tidak usah bu,,, aku dan beberapa penjaga yang akan kesana, ibu bawa Denis masuk kedalam" Reno memberikan Denisa pada helena.


"Suster Anna kau sebagai petunjuk, yang lain nya Ayo ikut aku!"


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2