ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Terbongkar Rahasia Justin


__ADS_3

"Ambillah! jangan menolak rezeki! Barak menimpali.


Dengan malu-malu Fredy menerima uang itu.


"Terima kasih banyak Om! ucap mereka semua sambil membungkuk.


"Ya sudah, saya permisi dulu!


Sebelum pergi Reno berkata pada Boy. "Boy, minta nomor telepon mereka."


"Baik Tuan!


Reno melangkah pergi bersama polisi dan lainnya meninggalkan gunung pancar.


"Wah nggak nyangka ternyata tekad loe menolong gadis itu membawa berkah fer." ujar wawan bangga.


"Ternyata gadis yang loe tolong itu kelurga Mahesa, cucu konglomerat terkaya sampai Asia." ujar Kodir geleng-geleng kepala


"Karena kita hidup harus tolong menolong, nggak sia sia gue di nobatkan sebagai. Mountaineering terbaik.


[Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang dilakukan dengan keahlian dan peralatan khusus yang memadai] biasanya mendaki sampai puncak gunung dan memiliki fisik yang kuat.


"Loe mau apain tuh duit! sindir kodir.


Tetep gue bakal bagi loe bro, sisanya buat gue bayar kuliah, maklum udah telat."


"Ya udah buat loe bayar kuliah dulu fer."


"Tetep lah gue kasih kalian gope gope!


"Ya udah yuk kita pergi, udah gelap."


"Ayok!


Saat mereka melangkah terdengar lagi suara seorang wanita minta tolong.


"Tolooooonng...


"Tolooooonng...


"Ehh, kalian dengar tidak, ada yang minta tolong lagi." ujar Ferdy


"Iya gue denger suaranya jelas banget di tepi jurang tadi." kata Wawan


"Loe yakin itu suara manusia? kodir mengangkat kedua alisnya.


"Loe mau coba nolong suara itu lagi fer? tanya Ady.


"Jangan nekad lagi fer, ini udah malam dan loe mau masuk ke jurang itu, cari mati tau!"


Mereka semua saling bersitatap. Tiba-tiba ada angin melewati mereka semua yang masih berdiri di tempat itu. Seketika tengkuk mereka merinding semua.


"Tolooooonng...


Saat mereka menoleh ke belakang, ada nenek nenek bongkok sambil memegang tongkat di tangannya.


Huwaaaaa.... itu demit penunggu gunung pancar. kaborrrr....... teriak kodir.


"Hiii... hiii... hiii... hiii... hiii...


Mereka semua kabur berlari tanpa menoleh lagi kebelakang.


_______


Mereka semua sudah tiba di rumah sakit Medica, Fany di bawa ke ruangan UGD. Sementara Frans sudah di sterilkan lukanya, ia sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap.


Reno dan Tommy masih menunggu di depan UGD. Komandan polisi menghampiri Reno.

__ADS_1


"Tuan Reno, terimakasih. Akhirnya saya dan tim bisa menangkap komplotan penjahat yang sudah lama kami incar. Mereka semua adalah Daftar orang pencarian yang sudah dua tahun kami cari, Karena komplotan mereka telah banyak meresahkan masyarakat dengan menculik dan menjadi pembunuh bayaran.


"Sama sama pak komandan. Besok pengacara saya akan datang ke kantor polisi, untuk memberikan dana bantuan sebagai bentuk terima kasih saya, karena kepolisian sudah membantu menyelamatkan Adik saya.


"Itu sudah tugas dan kewajiban kami sebagai abdi Negara, membantu Masyarakat dan mengamankan kejahatan."


"Baik Tuan, kalau begitu kami pergi dulu."


Mereka saling berjabat tangan dan komandan bersama anak buahnya pergi meninggalkan rumah sakit.


Drett, drett, drett,...


Ponsel Reno bergetar dan ia mengambil dari saku celananya. tertera nama 'My honey' di layar ponsel.


"Hallo sayang..


"Mas, akhirnya aku bisa menghubungimu, dua hari Mas nggak ada kabar, buat aku khawatir."


"Ma'afkan Mas ya yank.. di puncak gunung tidak ada sinyal, dan juga ponsel mas lowbet, semalam saat turun gunung sempat cash ponsel di mobil."


"Lalu bagaimana dengan Fany? dia baik baik saja bukan?"


"Alhamdulillah Fany sudah selamat bersama Frans."


"Apa? Frans juga ada disana?


"Ceritanya panjang, nanti setelah sampai rumah Mas ceritakan."


"Tadi Mama telepon lagi menanyakan kabarmu mas, dan bertanya mengenai Fany."


"Bilang pada Mama, Fany baik-baik saja. Rencananya besok pagi Frans dan Fany akan dipindahkan ke rumah sakit Papa."


"Baik Mas, selalu kabari aku agar tidak khawatir. Besok aku dan Mama Andini akan ke rumah sakit Papa."


"Iya sayang, jaga dirimu baik-baik."


Reno memasukkan ponselnya kedalam saku celana, selesai menelpon.


"Baiklah aku akan bicara pada Dokter, besok kita harus kembali ke Jakarta dan membawa Frans dan Fanny ke rumah sakit Papa."


Reno berbicara dengan Dokter untuk membawa fany dan Frans besok. dan membicarakan masalah ruangan rawat inap.


Pintu ruangan UGD terbuka, suster membawa fany kerungan yang sama dengan Frans. Saat ranjang sorong masuk ke ruangan rawat inap, Frans terkejut kalau pasien diatas ranjang itu fanny.


"Fanny? kau baik-baik saja bukan?" ia melihat ranjang Fany berada di sampingnya dengan kedua telapak tangannya di perban.


"Frans... panggil fany pelan." ia melihat Frans di perban dari bahu sampai tangan.


Frans turun dari ranjang dan duduk di pinggir ranjang Fany "Alhamdulillah, akhirnya kita bertemu lagi." ujar Frans dengan mata berkaca-kaca merasa terharu.


"Frans! hiks.. hiks... hiks... Maafkan aku, meninggalkan mu cukup lama."


"Tidak Fany kau jangan minta maaf, aku yang bersalah telah melepaskan mu untuk mencari dedaunan, aku sangat takut kehilanganmu." Frans mengusap airmata Fany.


"Aku terjatuh ke jurang, frans! hiks...


"Apa? jadi kau terjatuh ke jurang! Frans sangat terkejut, ia baru tau kalau Fany terjatuh ke jurang. Frans menarik Fany dalam pelukannya. Mengelus lembut kepalanya "Maafkan aku sayang, aku berjanji tidak akan meninggalkan mu lagi apapun yang terjadi." mencium pucuk kepala Fany.


"Ceklek!


"Frans, fanny!


"Kak Reno!


"Tuan Reno!


Reno dan Tommy masuk kedalam ruangan rawat inap mereka berdua.

__ADS_1


"Beristirahat lah besok pagi kalian akan di pindahkan ke Jakarta."


"Bagaimana dengan kelompok bandit itu? Erland alias Justin yang telah menculik ku, dia berniat membunuh ku demi memisahkan aku dari Nona Fany!


"Aku sudah mendapat info dari Komandan, kalau otak dari semua ini adalah Justine! aku dan tommy sudah lama mengetahui semua tentang Justin, dia bukan hanya pengedar obat teralang tapi juga pemasok senjata Api ilegal."


"Banyak sekali kejahatan Justin! Aku tidak menyangka ia bisa terlibat kasus ilegal." imbuh Frans prihatin.


"Kenapa tidak dari dulu saja Kakak menjebloskan Justin ke penjara, dan Papa tidak memaksa aku untuk menikah dengannya!


"karena waktu itu belum ada bukti. Tapi setelah penggerebekan di markas Gunung pancar, Ternyata bukan hanya senjata api ilegal saja, ada juga obat-obatan terlarang berada di sana. bukti sudah kuat dan komandan sendiri yang menemukannya."


"Ahh! syukurlah akhirnya aku bisa bernafas lega." ujar frans


"Kak! jangan pernah pisahkan aku dengan frans lagi, aku tidak ingin kehilangan Frans, bila Papa ingin memisahkan aku dan frans lagi, lebih baik aku mati saja!


"Sssttttt, kau tidak boleh bicara begitu Fany, kita juga butuh restu Ayahmu, bagaimanapun juga Tuan Ramon adalah Ayah kandung mu." ujar frans memperingati.


"Fanny! Reno mendekat, duduk di samping ranjang "Kau tenang saja, kakak sendiri yang akan menikahkan kalian berdua bila Papa masih tidak setuju."


"Benarkah kak! bola mata Fany berbinar, ia sudah tidak bisa membendung rasa bahagianya.


"Iya sayang, apapun akan kakak lakukan demi kebahagiaan kalian berdua."


"Kakak! hiks,, hiks,, Fany masuk kedalam pelukan Reno dan menangis terisak. Dengan penuh kasih sayang Reno mengelus rambut Fanny.


"Frans! setelah kau sembuh cepatlah lamar adikku. Sepertinya Fany sudah tak sabar." goda Reno tersenyum lebar.


"Pasti Tuan, hari inipun aku siap! ujar frans serius.


"Wah, ternyata keduanya sudah tidak sabar! imbuh Tommy terkekeh.


"Ya sudah kalian istirahat saja, Aku harus secepatnya mengejar Justin sebelum ia kabur ke luar negeri."


"Jadi kakak mau pergi lagi!


"Iya! baru dapat info dari anak buah kakak, Justin sudah tahu anak buahnya sudah di tangkap polisi. sepertinya ia sudah bersiap meninggalkan Jakarta.


"Baiklah Tuan, semoga berhasil menangkap Justin. Aku belum bisa membantu Tuan."


"Tidak apa-apa Frans, kau juga sudah berjasa menolong Fany, ada Tommy yang menjaga kalian disini. Aku pergi dulu!


"Jaga diri kakak baik baik! ingin sekali aku menampar Justin! seru fanny emosi.


"Yang menculik mu adalah Shella! kekasih Justin!


"Iya Kak aku sudah tahu, kalau ini perbuatan Shella. Kakak harus menghukumnya sesuai perbuatannya padaku!


"Ya sudah kau tidak usah khawatir! semua ini biar kakak yang urus!


"Tom! jaga mereka berdua, dan besok langsung ke rumah sakit Papa, Aku sudah menghubungi Dokter Iskandar.


"Baik Reno! berhati-hatilah."


Reno berjalan pergi meninggalkan ruangan Frans dan Fanny.


.


.


.


.


@Bersambung........


@Jsngan lupa baca Novel "SUAMIKU SEORANG CEO" pasti seruuu....

__ADS_1



.


__ADS_2