ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Terungkap


__ADS_3

"Sekarang dimana penyusup itu?" tanya polisi itu sambil mencatat tulisan diatas buku kecil.


"Ada pak! di kantor pos satpam. Mari saya antar ke sana." ujar dokter Agung menawarkan diri.


"Baik kami akan selidiki kasus ini, dan melihat monitor CCTV! kami permisi."


"Terima kasih pak!" Robert mengangguk.


"Vano..." terdengar suara Davin memanggil dengan lemah.


"Mami.." Vano menghampiri Davina di Ikuti Robert.


Davina membuka matanya perlahan, binar di matanya terlihat sayu dan redup memancarkan penyesalan yang teramat dalam. Di pandangi nya dua pria beda generasi itu.


"Vano, te-ri-ma ka-sih." ucap Davina lemah dengan suara tercekat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. "Ma-mi pikir ti-dak akan ber-temu kali-an lagi." Susah payah Davin merangkai kata. Lelehan air mata terus mengalir deras dari sudut matanya.


"Sayang, jangan berkata begitu, aku tak akan sanggup bila harus kehilangan mu." sambar Robert meraih tangan istrinya, mata itu berkaca-kaca.


"Tidak! mami tidak boleh berkata begitu. Vano, Vana dan Chika sayang mami. Mami harus kuat dan tegar."


"Aku su-dah ban-yak menyu-sahkan ka-lian ber-dua." ucapnya masih terbata


"Tidak sayang, ini adalah takdir, kita harus ikhlas menerimanya. Pasti Tuhan sedang membersihkan dosa-dosa kita. Bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk bertobat, Tuhan memberikan kita ujian karena Tuhan sangat menyayangi hambanya. Ma'afkan suamimu yang belum sempurna menjadi imam yang baik." air mata Robert tumpah menahan getir dihatinya.


Tangisan Davina pecah manakala melihat suaminya meneteskan airmata. Davin sangat tahu dan menyadari betapa suaminya orang baik dan tulus, berbeda akhlak dengan ibu dan kakaknya yang selalu menyakiti dan menghinanya. Selama ini Davina sanggup bertahan hidup bersama Robert meskipun rasa sakit yang ibunya torehkan. Davina mencintai suaminya yang teramat sayang dan tulus pada dirinya dan Chika. Namun, istri mana yang tak terluka membaca sebuah pesan dari wanita masa lalu suaminya, yang ternyata sudah memiliki seorang anak selain Chika. Perasaan Davin begitu sakit dan hancur berkeping-keping bagai panah menusuk jantungnya. Hancurnya sebuah hubungan dikarenakan penghianatan dari suami yang sangat ia cintai dengan tulus. Davin sempat berfikir kenapa ia tak mati saja saat kecelakaan dan menghilang dari dunia ini selamanya. Davina tidak rela kebahagiaannya harus terusik dengan kehadiran orang ketiga dalam rumah tangganya. iapun menyadari bukanlah wanita sempurna. Dulu ia seorang wanita pendosa dan banyak berbuat maksiat. Namun, dengan berjalannya waktu ia sudah bertobat. Apakah tidak ada maaf untuk seorang pendosa? apakah Tuhan tak adil pada dirinya? Davina sudah menjalani kehidupan normal dan menikah dengan Robert, pria yang sanggup meluluhkan hatinya yang keras. Hadirnya Chika dalam kehidupan mereka, menambah kesempurnaan Davina menjadi seorang istri dan ibu. Benar kata Robert, ini adalah bentuk kasih sayang Allah pada keluarga kecilnya untuk mencuci dosa-dosa masa lalunya .


"Mas..! Davina berusaha Ingin bangkit dari tidurnya, dengan penuh kasih sayang Robert membantunya untuk duduk. Menatap lekat wajah tampan suaminya, walau binar kesedihan terpancar jelas di raut wajahnya.


"Ma-afkan aku, be-lum bisa ja-di Istri ya-ng ter-baik." hiks..hiks.. Robert menarik istrinya kedalam pelukannya. Terasa hangat pelukan itu, lama Davin tak merasakan kenyamanan dan kehangatan pelukan suaminya.


"Aku yang bersalah, kau begini karena aku." mengusap lembut kepala istrinya.


Vano yang sejak tadi berdiri diantara mereka, menatap haru, butiran kristal ikut terjatuh di wajah tegas nan lembut itu.


Menyadari ada pria remaja di depannya, Davin menarik tangan Vano untuk mendekat. Vano terhanyut dalam kesedihan dua orang di depannya, yang sudah ia anggap sebagai orangtua keduanya setelah Mommy dan Daddy nya. Vano masuk kedalam pelukan mereka. ia bangga dan bahagia memiliki kedua orangtua yang sangat menyayangi dirinya.


"Mami sang-at ber-terima kasih pa-damu Van. Mami saya-ng vano."


'Vano juga sayang pada Mami, papi dan Chika, kalian adalah orangtua Vano setelah Daddy dan Mommy." mereka bertiga saling menguatkan, tak ada lagi alasan Davina menyalahkan Tuhan dan iri pada kebahagian adiknya. ini adalah takdir yang harus ia jalani. Masih ada di sampingnya orang-orang yang menyayangi dirinya.


💜Bersyukur bentuk rasa syukur kita pada Allah. Nikmat yang paling haqiqi dan terbesar dalam hidup, adalah mensyukuri nikmat Allah, sebab orang yang selalu banyak bersyukur akan membawa kita dalam ketenangan, kebahagiaan dan tidak merasa kekurangan. Karena Allah selalu menambahkan Nikmat bagi orang-orang yang.mau bersyukur💜

__ADS_1


JGLEK!"


Suara pintu terbuka lebar, masuk sepasang suami istri yang terlihat khawatir dan gusar.


Vano menoleh "Daddy? Mommy...?" mengurai pelukannya.


"Bagaimana keadaan kakak Davin?" Delena berjalan mendekat dan berdiri di sisi ranjang.


"Sudah lebih baik." Robert menjawab.


Kak, pasti ini sangat sakit kan?" Delena yang memiliki hati lembut seluas samudra, tak tega melihat saudara kembarnya menderita, ia memeluk tubuh lemah kakaknya yang hanya terpaut lima belas menit saat di lahirlah.


Robert beranjak dari duduknya yang berada di samping istrinya, memberikan ruang untuk Delena duduk.


"Kakak harus ikhlas dan sabar, badai pasti berlalu." ujar Delena menguatkan.


"Dima-na ibu dan Chika?" ucapnya parau


"Ibu dan Chika baik-baik saja. Tapi aku belum berani memberitahu ibu, takut ibu stres. Aku dan Mas Reno kemari terburu-buru, saat mendengar Kak Robert menelpon Mas Reno Ada penyusup yang ingin membunuh kakak. aku begitu syok mendengarnya."


"Zidane apa tidak rewel mommy tinggalkan." sela Vano khawatir adiknya rewel, mengingat Mommy nya baru sepuluh hari melahirkan.


"Ada suster dan baby sitter yang menjaga Zidan. Mommy juga sudah menyimpan ASI buat Zidan."


Reno menarik nafas dalam dan di hembuskan nya perlahan. Ada rasa lega dalam hatinya, ia sangat takut bila Davina pergi, akan melukai hati sahabat dan keponakannya yang masih membutuhkan sosok Davina sebagai istri dan ibu buat Chika.


Robert membawa Reno duduk di sofa, di ikuti Vano "Dimana penyusup itu? tanya Reno geram. ia sangat menyesal dan menyayangkan kenapa ada penyusup yang ingin membunuh saudara istrinya di rumah sakit milik keluarga besarnya.


"Satunya sudah tertangkap Dad! satunya masih di selidiki kepolisian."


"Itu semua berkat anakmu Vano. Untung ia tidak pulang dan mencegah perbuatan manusia jahat itu! Vano terus mengejar si penyusup itu dan satu tertangkap." ucap Robert bangga.


"Vano semakin dewasa dan bisa menempatkan posisinya sebagai pria bertanggung jawab dan pelindung keluarga "Thank you my son Daddy is very proud of you ( terimakasih anakku, Daddy sangat bangga padamu)


Vano tersenyum dan memeluk Daddynya, mereka duduk bersisian."Thank you for trusting Daddy." (Terimakasih atas kepercayaan Daddy)


JGLEK!"


Malam Tuan?" Dokter Agung masuk dan menganggukkan kepala memberi hormat.


"Ada apa Dok? tanya Robert.

__ADS_1


"Penyusup satunya sudah tertangkap, sekarang mereka berada di kantor satpam."


"Baik, kami akan segera kesana!


Reno dan Robert berpamitan pada istri-istri. Davina dan Delena sedang berbincang dan meringankan beban kakaknya dengan memberi semangat dan motivasi.


Di ruangan satpam, dua orang penyusup sudah babak belur di pukuli satpam, mereka sangat geram karena Toto dan temannya berani masuk keruangan Davina dan nekad ingin membunuh.


"Otak luh taruh dimana To! udah paling enaj loe bekerja di rumah sakit ini. Bos nya sangat royal dan baik pada semua karyawan." bentak temanya sesama satu profesi.


"Udah jangan mukulin gue lagi Rud, badan gue sakit semua. Iye gue ngaku salah, gue ngelakuin ini karena butuh duit buat berobat ibu gue yang lagi sakit."


"Nggak usah pake alasan luh! luh kan bekerja di rumah sakit, loe bisa ngomong baik-baik sama pemilik Rumah Sakit ini, sudah pasti diberi keringanan buat ibu loe yang lagi sakit. Dasar loe nya ajah yang kemaruk sama duit!" bentak temannya lagi.


Tak berapa lama Reno, Robert dan Vano di temani Dokter Agung masuk kedalam ruangan satpam. Polisi yang sejak tadi sudah berada di lokasi berjabat tangan pada Reno. Mereka berdua mulai di sidang di depan Reno, Robert dan Vano.


"Siapa nama mu! tanya Reno tegas


"Sa-ya Toto Tuan." ucapnya dengan wajah tertunduk dan ketakutan.


"Kau!"


"Sa-ya teman nya Toto, nama saya kodir."


"Siapa otak di balik ini semua? siapa yang menyuruh kalian membunuh kakak ipar ku! bentak Reno dengan tatapan membunuh.


Kodir melirik Toto yang terduduk lemas di lantai "Sa-ya cuma di ajak Toto Tuan, katanya akan dapat bayaran besar kalau bisa hilangin nyawa seorang wanita. Dan saya benar-benar nggak tahu kalau wanita itu kerabat pemilik rumah sakit ini." ucapnya penuh penyesalan.


Tatapan Reno tertuju pada Toto yang bekerja di rumah sakitnya sebagai seorang satpam.


"Katakan siapa yang sudah menyuruh mu!' bentak Reno "Atau kau akan aku penjarakan seumur hidupmu!"


"Ja-ngan Tuan, saya mohon!" Toto memegangi kaki Reno memohon pengampunan.


"Cepat katakan sebelum tuan Reno berubah pikiran! seru pak polisi beri peringatan.


"Yang menyuruh saya adalah....


@Angkat jemuran dulu geeuuyyyss🤭 di sambung lagi besok 🏃🏃🏃🤣


🤗🤗🤗

__ADS_1


@Kirimin BUNDA kopi buat gadang neh! sama bunga setaman buat mandi kembang🤣 biar Bunda semngat nulisnya 💪


@Selamat menjalankan ibadah puasa Semoga puasa kita di terima. Aamiin 🤲


__ADS_2