ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pertemuan


__ADS_3

Reno berjalan mendekat dan memeluk tubuh istrinya "Terima kasih sayang, kau datang tepat pada waktunya."


"Kau percaya bukan, aku tidak melakukan apa-apa?


"Aku sudah tau kebusukan Arneta untuk menjebak mu Mas."


"Syukurlah kalau kau percaya pada suamimu." mencium kening Delena.


"Secepatnya wanita itu keluar dari kantor ku.'


"Sabar Mas, kita masih harus tau siapa orang dibelakang Arneta, selama aku masih percaya pada suamiku, kau tidak perlu cemas Mas."


"Terima kasih sayang, kau sangat berarti dalam hidupku." mencium bibir istrinya penuh kehangatan.


Delena bersama Reno duduk disofa, mereka berdua menikmati makan siang bersama. Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.


"Mas itu siapa yang ketuk pintu?


"Paling Frans!


"Bukan wanita itu lagi kan?"


"Mana berani dia masuk kedalam lagi, mau cari mati sama macan betina?


"Muehehehe... Delena terkekeh.


"Masuk!


Masukkan frans kedalam ruangan Reno dan berjalan kearah sofa


"Selamat siang Nona."


"Siang frans."


"Aku sudah membuat laporan kerjasama dengan PT Global, seperti yang ada pinta, apa ada yang perlu diperbaiki lagi." menyerahkan surat itu ketangan Reno.


"Frans ayo makan bareng." ajak Delena


"Tidak usah Nona, terimakasih aku sudah makan."


"Ko tidak boleh menolaknya, ayo makan." perintah Reno.


Karena tak enak hati frans akhirnya menerima ajakan mereka berdua. Selesai makan Reno berbincang dengan Frans.


"Frans bagaimna, sudah kau selidiki siapa Arneta itu?"


"Masih 70% lagi Tuan, aku juga masih nunggu kabar keasliannya, kita butuh tes DNA Arneta."

__ADS_1


"Mas lebih baik kita jangan bahas masalah Arneta disini, karena dinding punya telinga."


"Kau benar sayang, kita bahas di rumahku saja frans."


"Baiklah Tuan, sebelum aku ke Korea akan aku berikan semua datanya tentang Arneta."


"Kerja bagus Frans."


"Maaf Tuan, hari ini aku pulang cepat, karena nanti malam aku akan dinner dengan teman lamaku."


"Tidak apa-apa pulanglah lebih awal."


"Terima kasih Tuan kalau begitu aku permisi."


Setelah kepergian Frans, Delena bertanya pada Reno.


"Mas, siapa frans sementara saat ia ke Korea, karena untuk penyembuhan nya butuh waktu berbulan-bulan."


"Masih harus aku pikirkan itu Yank, karena tidak mudah untuk mengganti posisi frans, aku sangat menyayangkan frans harus mengalami musibah ini." mata Reno mulai nanar "Bukan saja ia seorang pekerja keras, tapi juga memiliki kecerdasan diatas rata rata, bahkan ilmu bela dirinya tak diragukan lagi. Yang lebih menyedihkan lagi, aku tidak bisa menyatukan frans dengan fanny, karena Papa dan kakek sangat keras kepala dalam hal ini."


Delena tersenyum dan menghibur suaminya "Mas tidak usah khawatir ya, ada aku yang akan menyatukan frans dan fanny."


"Dengan cara apa kau ingin menyatukan mereka berdua, menentang keputusan Papa dan kakek?


Delena mendekat dan merangkul manja di pangkuan suaminya "Semua itu sudah bagian dari rencana ku, tunggu sampai frans kembali normal kakinya dan pulang kesini."


"Kau juga akan tau nanti sayang."


"Kau sudah mulai main tebak tebakan ya dengan suamimu." Reno menggelitik pinggang istrinya.


"Iiiihhh Mas geli..." Delena terkekeh. ia mencoba turun dari pangkuan suaminya, tapi tangan kekar Reno menahannya.


Sementara diluar ruangan, Arneta mendengar suara kekehan dan gelak tawa dari Reno dan Delena, mereka berdua seperti tak peduli lagi kalau dinding saja punya telinga. Karena penasaran Arneta mulai berjalan mendekat kearah pintu, ia ingin melihat apa yang sudah dikerjakan sepasang suami isteri itu didalam ruangan, Arneta nekad mengintip dari lubang kunci yang kecil. matanya masih bisa melihat kemesraan mereka berdua, karena tidak puas ia membuka pintu itu perlahan penuh hati-hati, dan mengintip dari celah pintu yang terbuka.


"Hammppp... Reno tak kuat bila tidak mencium bibir istrnya yang ranum, terjadilah ciuman hangat yang menggairahkan dari keduanya. Arneta terlihat geram dan emosi, rasa cemburu membakar hatinya, karena amarah yang tak terkendali tanpa sadar tubuh Arneta terdorong dan,, brukk!


Arneta terjatuh didepan pintu, tentu saja mengagetkan Reno dan Delena, mereka menghentikan ciumannya dan menoleh kearah Arneta jatuh. Delena beranjak dari pangkuan Reno dan berjalan kearah Arneta jatuh.


"Hahahaha... apa yang sedang kamu lakukan disitu Nona Arneta! ujar Delena terbahak sambil gelengkan kepala "Makanya jangan suka ngintip orang pacaran, nanti mata mu bintitan."


Karena kesel ejekan Delena, Arneta buru buru bangun dan berjalan keluar. Delena melihat cara jalan Arneta yang cepat.


"Haiii tunggu!


Arneta berhenti tanpa menoleh.


"Ternyta sandiwara mu didepan suamiku benar benar hebat ya, mungkin saja suamiku bisa kau kelabui dengan cara licik mu itu, tapi tidak dengan ku, kakimu tadi katanya sakit dan berjalan saja susah, tapi baru satu jam yang lalu bisa berjalan cepat! Delena terkekeh geli.

__ADS_1


"Makanya sana cari pacar yang bener, jngan suka sama suami orang, apalagi sampai singa betinanya bangun, kau akan mendapatkan masalah!." sindir Delena tersenym puas.


Wajah Arneta memerah seperti kerang rebus yang baru matang. untung saja Delena tidak melihat wajah aslinya, kalau tidak sudah pasti kena bahan bully-an lagi. Arneta sudah tidak perduli lagi ejekan Delena, ia terus berjalan ke meja kerjanya.


Delena berjalan dan menutup pintu rapat.


Matahari mulai meredup langit tampak suram, jam sudah menunjukkan pukul lima sore. didalam ruangan Frans sudah bersiap untuk pulang. Ia melangkah pergi meninggalkan ruangannya menuju lift, saat melewati Arneta frans melihat wajah sekertaris itu terlihat murung dan menyedihkan. Ia sudah tidak peduli dengan wanita angkuh itu dan berjalan begitu saja tanpa ada sapaan.


Mobil frans pergi meninggalkan perkantoran menuju Apartemen, satu jam kemudian mobil sudah sampai didepan lobby Apartemen. Ia masuk kedalam ruangan menuju kamarnya. Hanya lima belas menit frans bersih bersih lalu memakai kemeja bergaris biru, dan celana jeans biru Dongker.


Jam sudah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. sepertinya frans akan terlambat karena tidak mungkin dalam setengah jam ia sampai di restoran 'Kemang' tapi karena ingin menepati janji ia berusaha untuk tetap waktu. Frans melajukan mobilnya kembali kearah kemang mengikuti Sherlock yang sudah diberikan Erland.


Jam tujuh lewat lima belas menit mobil sudah sampai di depan restoran seafood. Frans mengetik sebuah pesan dan bertanya dimana posisi Erland sekarang. Setelah mendapatkan jawaban dari Erland, Frans mulai melangkah masuk kedalam. Restoran yang terkesan mewah itu memang sangat terkenal di daerah kemang, Ia memiliki tiga lantai karena terlihat ramai dengan lampu lampu kristal sebagai penerang.


Erlangga melambaikan tangan saat melihat sosok Frans yang sedang mencarinya. Frans melihat sebuah meja bundar yang sedang Erland duduki bersama seorang wanita yang membelakangi dirinya, hanya rambut panjang wanita itu yang tergerai. Frans terus berjalan mendekat, Erland beranjak dari duduknya dan mnghampiri frans dengan senyum mengembang.


"Haiii Bro apa kabar?"


"Kabar ku sangat baik.'


Mereka saling berangkulan.


"Wahh kau tambah tampan Frans." puji Erland tersenyum lebar, sebenarnya Erland kaget melihat berjalan Frans yang berbeda, tapi ia urung bertanya karena takut menyinggung sahabatnya yang sudah bertahun tahun lamanya berpisah.


"Kaupun sangat tampan bahkan lebih tampan dari SMA dulu."


Erland tergelak "Ayo aku kenalkan dengan calon tunangan ku."


"Kau bersama calon tunanganmu?"


"Iya tentu saja, ayo aku kenalkan."


Mereka berdua berjalan mendekat kearah meja yang sudah dipesan Erland.


'


'


'


'


'


'


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2