ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Night Clubs


__ADS_3

Saat pulang kuliah Anggie memanggil fanny yang sedang berjalan ke parkiran.


"Fan! malam ini kita ke night clubs yuk, si Lala ngadain party disana."


"Aduh bagaimanapun ya, gue lagi males kurang enak badan."


"Udah ayo, loe gak usah khawatir biar gue yang nyetir, Ara dan Dina duduk jok belakang loe sama gue di depan.


Fanny terdiam sejenak, karena desakan teman temannya, akhirnya ia mengikuti juga ajakan mereka.


"Gimana kalau kita ke butik temanku dulu, kita beli baju di sana."


"Boleh juga, masa acara party Lala kita pakai jeans gak enak dilihat yang lain."


"Betul itu, gue setuju kata Angie."


"Bagaimana dengan loe fan! Fanny tidak menjawab, ia tidak mendengar kata-kata Angie karena sedang melamun.


"Haii.. fan kenapa loe bengong."


"Hah! loe tadi tanya apa? menoleh pada Angie dengan tatapan kosong.


"Astaga fanny loe dari tadi melamun, gue tadi tanya kita ke butik dulu mau beli pakaian untuk Pesta."


"Terserah loe aja, gue ikut kalian."


"Okay baiklah kalau begitu."


"Yes! Bos kita setuju."


Anggie melajukan mobilnya lebih cepat karena hari sudah menjelang malam, tiba di butik mereka semua sedang mencari pakaian yang cocok untuk dipakai, selesai berhias dengan penampilan yang menarik mereka semua berjalan kedepan kasir dan membayar tagihan nya


"Kalian tidak usah membayar, biar semuanya gue yang bayar."


"Wah, beneran nih fan, loe benar benar sobat kita yang terbaik." kata Anggie.


"Bos Fanny memang the best! puji Rara.


"Berapa semua tagihan Mba!


"Total semua pakaian, heels dan aksesoris nya, enam belas juta tujuh ratus ribu."


Fanny mulai mengeluarkan kartu sebagai pembayaran, dan membayar semua tagihannya.


Kasir memberikan kartunya kembali pada fanny "Terima kasih, semoga bisa kembali lagi."


Mereka semua masuk kedalam mobil dan langsung melaju ke night clubs. satu jam setengah mereka baru sampai karena jalanan macet di beberapa titik. Fanny yang memakai dress panjang selutut dengan bentuk leher V dan sepatu heels merah maroon senada dengan bajunya terlihat cantik dan elegan, ia berjalan masuk kedalam Clubs itu bersama teman temannya, setelah Anggie memperlihatkan kartu undangan nya, mereka baru di perbolehkan masuk.


Clubs ini sebenarnya sudah lama beroperasi, tapi karena bangkrut seseorang telah membeli dan merubah namanya menjadi Clubs J&E, dengan tangan dinginnya Clubs itu menjadi terkenal dan berkembang pesat. kebanyakan pengunjungnya orang orang berkelas dan bos bos berduit, clubs itu ada sebuah aula yang bisa disewakan oleh pihak manajemen, kebanyakan untuk acara party atau bos bos yang menyewa para wanita Penari striptis.

__ADS_1


Mereka berempat masuk kedalam sebuah Aula dimana tempat itu diadakan, suara musik remix menggema di seluruh ruangan, mereka yang sudah hadir asyik menari dan bergoyang mengikuti DJ sebagai pemandu acara.


"Lala! teriak Anggie.


"Haii.. kalian semua sudah datang, makasih ya sudah sempatkan hadir.


"Fann! akhirnya loe bisa datang juga, padahal gue udah berkali-kali ngerayu loe untuk datang, alesannya gak bisa mulu."


"Iya sorry La, sebenarnya gue nggak bisa ikut, tapi mereka bertiga terus memaksa."


"Ya udah yuk kita kedepan, acaranya segera akan di mulai."


Sementara itu disebuah ruangan, tak jauh dari aula itu, di ruangan ekslusif pemilik dari J&E sedang duduk manis sambil mendengarkan suara seorang biduan bohay ditemani dua orang wanita cantik. Shella adalah wanita paling cantik dan seksi kesayangan dari bos pemilik club itu. Setiap sang pemilik datang ia selalu menjadi pendamping setianya dan menemani sepanjang pria itu membutuhkannya. Shella adalah kaki tangan dari clubs J&E' kedudukannya sangat berpengaruh, apa yang ia ucapkan tak segan segan Bos nya langsung yang akan turun tangan. Pria yang disebut bos memiliki karakter yang kejam dan tak punya hati, ia tidak pernah memandang bulu pria atau wanita kalau salah tetap harus di hukum. Shella bukan hanya disayang tapi juga menjadi daya tarik sendiri di clubs itu, banyak kaum hawa datang ke clubs itu hanya untuk melihat Shella bernyanyi, bahkan mereka banyak yang tergila-gila dan mengeluarkan banyak uang.


"Sayang, apa kau butuh sesuatu? tanya Shella pada pada pria di sampingnya yang sedang duduk sambil menghisap cerutu di bibirnya.


"Ambilkan aku wine merk luar, ada didalam kamarku."


"Baiklah sayang." Shella beranjak dari duduknya dan berjalan kearah pintu kaca.


"Shel!


"Iya sayang."


"Ingat! wine itu di datangkan dari London, jangan sampai jatuh, wine itu seharga Dp mobil, kau paham!


"Tentu saja sayang."


Sementara ketiga temannya sudah berada di tengah aula, mereka sedang asyik berjoget mengikuti irama musik, sedang fanny masih duduk terdiam sambil terus melihat ponselnya.


"Brengsek kau Justin! sudah jam sebelas malam kaupun tidak juga membalas pesan ku! seakan aku yang mengejar ngejar dirimu! padahal aku ingin membicarakan tentang pembatalan pernikahan itu! Fanny terlihat geram dan kesal, sedang ia sudah tidak bisa lagi fokus pada acara pesta temannya.


"Fanny ayo kita ke tengah, kau ngapain ajah diam disini! Anggie menarik tangan fanny yang sedang duduk di sofa.


"Sorry nggie, gue lagi gak bersemangat!"


"Sudah ayolah, kita harus happy!


Akhirnya Fanny menyerah juga ia ikut masuk kedalam kerumunan teman temannya untuk berjoget mengikuti gerakan Dj dengan lagu koplo dipadu remix.


"Kenapa perutku mual ya, aku harus ke toilet kepala ku pusing."


Fanny meninggalkan lokasi itu yang penuh hingar bingar.


"Fan! loe mau kemana? teriak Rara sambil terus berjoget.


Fanny hanya menunjuk arah pintu luar, karena untuk bicarakan pun tidak mungkin, suara musik sangat kencang.


Fanny terus berjalan keluar aula dan mencari toilet, matanya celingukan kesana-kemari tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita membawa nampan berisi dua botol wine dan gelas.

__ADS_1


"Prankkk!


Nampan itu terjatuh karena kesenggol tubuh Fanny.


"Ahh! Fanny terpekik! maaf kak, aku nggak sengaja."


"Wanita itu menatap kesal pada fanny dengan nafas tersengal sengal.


"Brengsek kau! berani menjatuhkan wine mahal yang seharga mobil!"


"Aku akan menggantinya!" teriak fanny karena tempat itu sangat berisik.


Shella mengangkat tangannya "Plakk! sebuah tamparan mendarat di pipi Fanny.


"Dasar murahan! wanita seperti mu mana bisa mengganti wine yang dikirim dari luar Negri itu! hanya orang tertentu yang bisa membelinya.


Fanny mulai tersulut emosinya, pipinya terasa panas amarahnya mulai meledak karena merasa di remehkan sebagai anak dari keluarga terkaya di Asia. Fanny mengangkat wajahnya menatap Shella dengan tatapan membunuh.


"Kau pikir aku tidak mampu membayar botol pecah itu! jangankan hanya satu dua botol, bahkan kalau aku mau Clubs ini bisa aku beli!


"Hahahaha... Shella tergeletak. "Kau pikir kau Siapa? anak konglomerat! atau anak pejabat! kau ngaca! kau bisa datang kesini pasti karena menemani bos bos yang membutuhkan pelayanan, dasar murahan!


"PLAKK!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Shella. "Sekali lagi kau menghina diriku, habis kau! kau tidak tau siapa aku bukan! mata fanny melotot tajam.


"Berani kau menamparku! aku pastikan kau akan menyesal! teriak Shella tak mau kalah "Di tempat ini aku yang berkuasa! tidak ada orang disini yang berani padaku, apalagi sampai menamparku! kau akan menyesal!!


"Boy! Jack! jay! jaga wanita ini jangan sampai keluar dari clubs ini, biar bos kita yang menghajarnya!


"Rocky panggil bos kita, hukuman apa yang tepat untuk wanita Sombong ini!


"Baik Nona!


Fanny tergeletak "Panggil lah bos mu, aku yakin kau yang akan menyesal setelah tau siapa aku!


"Ciih! sombong sekali kau!


Acara di clubs semakin ramai, pengunjung banyak menonton pertunjukan seru fanny dan Shella malam itu.


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


@Bersambung......💃💃💃


__ADS_2