
"Sayang, Ayo kita turun. lihat kedua anakmu sudah menunggu."
"Iya Mas, kak Davin baru saja telpon. ia ingin kita berkunjung ke Bali, Adella kangen pada kakak kembarnya."
"Nanti kita pikirkan lagi, kalau masih ada waktu kita mampir kesana." ujarnya seraya merangkul pundak ku.
Aku mengangguk dan berjalan keluar kamar. Kami berempat turun kebawah untuk makan malam bersama.
________
Malam yang indah, terlihat pesona Turki dari atas restoran. Mereka berempat duduk sebuah restoran yang berada diatas balkon. Angin sepoi-sepoi menerpa rambut panjang Delena, sesekali ia menyibak rambutnya kebelakang. Reno yang terduduk di sampingnya mengikat rambut panjang istrinya dengan kuncir kuda. Terlihat leher jenjang Delena, Reno tak kuasa untuk tak mencium pipi dan leher putihnya.
Delena melototi mata Reno, dagunya mengarah pada kedua anaknya yang sedang memainkan ponselnya didepannya.
Reno semakin senang menggoda istrinya yang merasa kikuk. karena suami tampannya tidak akan bisa jauh darinya. Ada saja perbuatan Reno yang membuat Delena malu. Kadang wajahnya memerah seperti tomat, sebab perlakuan Reno yang teramat romantis di manapun mereka berada. Bibir Reno mendekat ke telinga Delena, ia berbisik "Aku sangat mencintaimu honey." mengecup keningnya. Seperti itulah keromantisan Reno, hampir setiap hari ia mengucapkan kata-kata Cinta yang tentu saja membuat istrinya tersanjung.
"Mas, tidak enak dilihat anak-anak." Delena tersipu malu.
"Mereka berdua sedang asyik bermain game, tidak akan lihat Daddynya menggoda Mommy nya, sayang." Cup! satu kecupan lagi ia layangkan ke bibirnya.
"Daddy....!" tiba-tiba suara Vana berseru seraya mengerucutkan bibirnya.
Pandangan mereka berdua mengarah ke anak gadis cantiknya "Ada apa, sayang.." Reno mendekati Vana yang sudah di depannya. "Kau marah Daddy cium mommy?
"Daddy jahat! kenapa cuma mommy ajah yang di sayang, Vana nggak kan? gadis itu membuang wajah kesamping, bola matanya mulai berkaca-kaca, seraya melipat kedua tangan.
Reno mengeset kursinya ke samping Vana, mengelus lembut pucuk kepalanya. "Daddy juga sayang ko sama Vana, Vano dan Mommy." Reno mencium lembut pipi Vana sebelah kiri. Delena ikut mendekat dan menciumi sebelah kanan.
"Apa menurut Vana, Mommy saingan Vana?
Vana gelengkan kepala pelan. "Kenapa harus ngambek kalau Daddy sayang Mommy, kan Daddy juga sayang Vana, kita berdua sama-sama idolanya Daddy." Delena terkekeh seraya memeluk anak gadisnya yang mulai remaja, setelah melepas pelukannya kini Reno memberi pelukan hangat penuh cinta. ia juga memberi pengertian pada Vana. Vano yang terlihat cuek malah sibuk dengan gamenya, tanpa peduli dengan kesedihan adiknya yang sangat manja pada Daddy nya.
Dua orang pelayan datang membawa makanan yang sudah dipesan Delena. Menaruh berbagai hidangan diatas meja.
"Vano, sudah jangan main game lagi. Ayo makan dulu." tegur Reno pada anak sulungnya itu.
"Oke Dad!"
__ADS_1
Mereka berempat sangat kompak, kasih sayang yang Reno dan Delena tanamkan pada kedua anak kembarnya, menjadikan mereka anak penurut, patuh dan saling menyayangi.
Selesai menikmati makan malam, Reno membawa istri dan anaknya jalan-jalan ke supermarket "Kusadasi Shopping Center' yang terbesar dan terkenal di Turki.
Puas membeli berbagai pakaian, sepatu, makanan ringan dan barang-barang kebutuhan anak dan istrinya, Reno membawa mereka kembali ke hotel, Karena dua hari lagi mereka akan pulang ke Indonesia.
Semua barang-barang belanjaan sudah di masukkan kedalam kamar hotel oleh pelayan.
"Vano, Vana, Ayo masuk kedalam kamar, beristirahat lah" perintah Reno.
"Oke, Ded! ucapnya bersamaan.
"Jangan lupa cuci muka, gosok Gigi dan cuci kaki." Delena memperingati.
"Oke, Mom!
"Mommy ayo ikut Vana ke kamar! Vana menarik tangan Delena. Sementara Vano sudah masuk kedalam kamarnya.
"Mas, aku ke kamar Vana dulu, nanti aku menyusul ke kamar."
Reno berbisik "Jangan pake lama sayang, aku sudah tak tahan, dari supermarket sudah menahan lama."
"Mommy cepet! Vana menarik kembali tangan Delena., Dia kesel melihat mommy dan Daddy nya sudah seperti perangko.
Delena mengikuti langkah anaknya. Reno masuk kedalam kamar, melepas pakaian dan masuk kedalam kamar mandi. Dua puluh menit kemudian Reno Selesai mandi, ia belum melihat istrinya masuk kedalam kamar.
Membaringkan tubuhnya di atas ranjang, mengambil ponsel dan mencari sesuatu disana. Terdengar bunyi derit pintu dibuka. Delena masuk dan melepas seluruh pakaiannya, ia masuk kedalam kamar mandi. Selesai bersih-bersih delena naik ke atas ranjang. Membaringkan tubuhnya sejajar dengan Reno.
"Mas!
Reno meletakkan ponselnya diatas nakas, menggeser tubuhnya lebih dekat dengan istrinya. Mencium lembut kening Delena. "Bagaimana? apa anak-anak sudah tertidur?
"Sudah Mas, sebelum tidur Vana minta aku menyanyi." Delena terkekeh.
"Sekarang bagian Mas, ingin mendengar suara manjamu bernyanyi" Reno menyeringai, kini tangan jahilnya sudah berada di tempat favoritnya, bagian kenyal itu sudah menjadi incarannya. Secepat kilat Reno membuka kimono istrinya. Delena merasakan hawa dingin di kulitnya, tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benangpun. Aroma wangi sabun masih melekat ditubuh mulus istrinya. Terdengar Delena mend*sah pelan, suara itu bagai nyanyian yang indah di kuping Reno, dia begitu memanjakan istrinya, semua lekuk tubuhnya tidak ada satupun yang luput dari perhatiannya. gigitan kecil membuat Delena beringsatan karena ulah suami bucin-nya. Tanda merah sudah memenuhi ceruk leher dan dadanya. Setelah puas memberikan sentuhan hangat, Reno memulai penyatuan Cinta nya pada sang istri yang sangat ia sayangi, segenap raga dan jiwanya.
Keduanya bermandikan keringat, Reno begitu lembut memperlakukan istrinya, hingga sebuah ******* berkali-kali. Suara lenguhan keluar bebas dari bibir mungil istrinya tanpa beban. Reno memberi kecupan di kening dan bibir istrinya hangat. Selesai sudah aktivitas yang setiap hari mereka lakukan, Reno menjatuhkan tubuhnya kesamping Delena, seraya memeluk tubuh istrinya yang masih terlihat molek di usianya 32 tahun.
__ADS_1
Delena menikah dengan Reno di usia 20 tahun, hamil dan melahirkan di usia 22 tahun. Saat menikah dengan Delena, Reno berusia 27 tahun. kini usia anak kembar mereka 12 tahun. Usia Reno sudah 39 tahun, usia yang sangat matang menjadikannya sosok suami dan Ayah yang bijaksana dan penyayang. Semua keinginan dan kebutuhan anak dan istrinya selalu ia penuhi, Reno berusaha menjadi seorang suami dan Ayah yang sempurna di mata keluarga kecilnya. Di rumah ia seperti kucing anggora yang baik, Reno teramat lembut dan penyayang bila bersama Delena dan kedua anak kembarnya. Ia seorang pelindung dan pria sejati. Tapi bila berhadapan dengan musuh, akan keluar sifat kejam dan keras. Seperti itulah sifat Reno tidak ada cela di mata anak dan istrinya. Pantaslah beberapa rekannya menyebutkan Reno "Sugar Daddy."
"Sayang..." suara lembut Reno memanggil istrinya seraya mencium kening. "Apa kau lelah?" tanyanya lagi, menatap istrinya penuh cinta.
Delena tersenyum sumringah dan mengangguk pelan. "Mas..."
"Hemmm...
"Bolehkah aku meminta sesuatu?
Mengusap lembut kepala Delena "Pinta lah, aku akan mengabulkan apapun yang kau pinta, selama aku mampu memberikan."
"Bolehkah aku meminta adik untuk Vano dan Vana..? ucapnya seraya mengecup dada bidang suaminya.
Mata Reno terbelalak, mendengar permintaan Delena yang sebenarnya pasti bisa ia kabulkan, tapi Reno terus menentang karena trauma hampir kehilangan istrinya.
"Tidak sayang, jangan minta yang itu, aku tak akan sanggup mengabulkannya. Cukup Zevano dan Zevana buah cinta kita."
Menatap nanar wajah suami hebatnya "Tapi mas... Aku merindukan sosok bayi kecil di rumah besar kita "
"Sayang, ada anak Tante Siska dan anak fanny, mereka juga keponakan kita yang lucu-lucu bukan..?"
"Iya aku pun sangat menyayangi keponakan ku yang imut dan menggemaskan, tapi aku ingin...
"Sssttttt..." menaruh telunjuk di bibir Delena. "Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Masa sulit dan ketakutan ku saat kau koma, membuatku depresi dan hampir gila. Aku mohon sayang, jangan pinta yang satu itu." Reno mendekap tubuh istrinya semakin erat. Delena merasakan kehangatan pelukan suaminya. ia hanya bisa menghela nafas panjang. Hingga keduanya tertidur lelap.
(Ya ampun... membuat kisah Reno dan Delena yang selalu sweet, membuat penulis merinding)🙈😄
🌺
🌺
🌺
@Bersambung.....💃💃💃
Yuk ikuti kelanjutan kisah "TUAN JENDERAL CINTAI AKU" yang sempat histuz kini sudah Up lagi, bagi yang belum baca, ayo ikuti kisahnya. klik profil Author, nanti ada semua karya author dan cari judulnya.
__ADS_1