ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pasrah


__ADS_3

Delena menatap Album foto yang berada di tangannya, "Bu,, ini bukan foto aku, tapi ini kak Davin bu,,?


"Tidak Dena, itu kau nak, kalian memang kembar siam, jangan kan sifat yang berbeda, bahkan cara berhias kalian berbeda, Davina selalu berdandan sangat mencolok, tapi kau jarang berhias, selalu menampilkan natural, itu yang membuat kalian berbeda"


Helena membantu membalikkan album "Lihat ini kau bersama Reno saat sedang berlibur" helena membalikkan album kembali "Dan ini kau saat sedang mengandung Devano dan Denisa" kata helena menjelaskan


"Tapi bu,, sungguh aku tidak bisa mengingat semua itu"


"Dena, pelan pelan kau akan mengingat kembali semua itu dimana kau adalah seorang istri dan memiliki dua anak kembar"


Delena terus mengingat kembali kejadian yang telah membuat nya koma, tiba-tiba Delena menjabak rambut nya sendiri sambil mengerang kesakitan.


"Dena,, kau kenapa nak, ada apa dengan dirimu, Kenapa kau menjabaki rambut mu" helena mencoba melepaskan tangan Delena dari rambutnya.


"Ibu,, Kepala ku sakit, gak kuat bu,,,"


"Aaakkhhhh,,,,"


Delena sudah nak, kau jangan memaksakan diri untuk mengingat semua itu" helena terlihat khawatir "Ayo sayang kita masuk kedalam"


Delena terus berteriak kesakitan


"Nona Delena kenapa bu,,,? tanya tukang kebun yang berada ditaman.


"Tolong kau panggilkan tuan Reno kesini, untuk membawa anak ku masuk kedalam mansion"


"Baik bu,,,"


Tukang kebun itu berlari kearah mansion dan mencari keberadaan Reno.


"Kang,,, dimana tuan Reno,,?


"Ada di ruangan fitness lantai Empat, ada apa pak andy cari Tuan Reno?


"Tolong kang kasih tau Tuan, kalau Nona Delena berteriak karena kepalanya kesakitan"


"Ada dimana sekarang Nona,,?


"Ditaman belakang,,,"


"Baiklah aku akan temui Tuan Reno" kang Cecep kepala Art berlari menaiki lift ke lantai empat menuju ruangan fitnes.


"Tuan Reno,,"


Reno menoleh pada kang Cecep yang berdiri di depan pintu kaca, Reno berhentikan kegiatan mengangkat barbel.


"Ada apa kang,,?!


"Maaf tuan, Nona Delena berteriak kesakitan kepalanya,,?


"Apa,,,?! ada dimana istriku sekarang?!


"Di taman belakang bersama Ny Helena"

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Reno langsung berlari menuju lift, saat sudah di bawah ia berlari ke taman belakang.


"Aaaaggghhhkkk,, kepala ku sakit bu,, rasanya ingin pecah"


Delena terus berteriak kesakitan sambil terus memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Ya Allah Dena,, sabar Nak,," helena terlihat panik dan tegang


"Bu,, ada apa dengan Delena,,? tiba-tiba Reno sudah berada ditaman.


"ibu juga tidak tau, saat ibu perlihatkan fhoto album ini, dan menceritakan tentang hubungan kau dengar Delena, tiba-tiba Delena seperti ini berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Delena,, apanya yang sakit?! ayo kita periksa kepala mu" bujuk Reno yang berjongkok di depan Delena duduk.


Delena menatap tajam wajah Reno "Siapa kau? pergi,, pergi,, aku tidak mengenal mu, jangan sentuh aku!


"Bu,, aku akan gendong Delena untuk masuk kedalam, biar di periksa Dokter Faris"


"Iya Reno cepatlah bawa kedalam"


Reno mulai mengangkat tubuh Delena, tapi Delena terus berontak "Mau apa kau,, jangan berani coba sentuh aku, ibuuuu,,, suruh Pria ini menjauh, turun kan aku! Delena terus berontak dan meracau tanpa henti, tapi Reno tak peduli ia terus berjalan membawa Delena masuk kedalam mansion.


"Cepet panggil Dokter Faris,,! perintah Reno pada para pelayan yang berdiri didepan pintu


"Baik Tuan,,"


Helena berjalan di depan Reno dan membuka pintu kamar, Reno menaruh tubuh istrinya diatas Ranjng.


"Pagi Tuan, ada apa dengan Nona,,? tanya Dr faris yang sudah berada dikamar.


"Maaf Tuan, bisa kalian kluar dulu, biar aku dan suster yang menangani, ia tidak bisa tenang bila terlalu banyak orang"


"Baiklah, Ayo bu,,,"


Reno dan Helena kluar dari kamar, dengan perasaan cemas Reno duduk di ruangan kelurga.


"Nak Reno, ini kopinya minum lah dulu"


"Iya bu,, terima kasih"


"Maafkan ibu, tadi ibu tidak bermaksud menyakiti Delena, ibu hanya mengingat kan sosok mu adalah suaminya"


"ibu,, pelan pelan saja memberitahu siapa aku dan si kembar, ia baru saja bangun dari koma, aku tidak ingin memaksakan keadan Delena, kalau pun tuhan mengembalikan ingatan nya aku sangat bersyukur, tapi bila tidak, aku sudah pasrah"


"Reno,, kau jangan bicara begitu Nak, kau jangan menyerah untuk bisa kembalikan ingatan Delena" butiran bening sudah menetes membasahi pipi helena.


"Ibu,," Reno menyentuh tangan helena "Aku pun berharap istriku bisa kembali lagi, tapi melihat keadaan nya tadi aku semakin gak tega, biarlah semua berjalan apa adanya, tidak perlu di paksakan" tutur Reno dengan mata berkaca kaca.


Helena menangis pilu mendengar penuturan Reno "Ya Tuhan, apa salah dan dosaku, kenapa anak anak ku harus menerima takdir seperti ini, hiks,, hiks,, hiks,, "Satu anak ku pergi entah kemana, satu anak ku lagi menderita Amnesia"


"Ibu sudah bu,, jangan menangis lagi" Reno mngambil tissue diatas meja, dan mengusap lembut airmata helena.


"Aku takut,, hiks,,, hiks,,, bila Delena tidak bisa kembali ingatan nya, kau pasti akan meninggalkan Delena,,"

__ADS_1


"Ibu Jangan berkata begitu, tidak ada sedikit pun di benak ku untuk meninggalkan apalagi mengganti kedudukan Delena dihati ku, tidak akan pernah, aku sudah sangat bahagia memiliki dua anak kembar dari Delena, aku bersumpah didepan ibu, tidak akan pernah meninggalkan Delena walau apapun yang akan terjadi, Delena adalah cinta ku yang terakhir, aku akan tetap setia dan menantinya walau harus menunggu setahun, dua tahun, tiga tahun atau 20 tahun"


"Reno,,, hiks,, hiks,, hiks,," Helena memeluk tubuh Reno "Kau memang suami yang terbaik di dunia ini, Tuhan tidak salah memilih kau menjadi suami Delena, kau jangan putus asa Reno, ibu yakin Delena akan kembali lagi, dia tidak mungkin menyia nyiakan suami terbaik yang sudah dititipkan Tuhan untuk nya"


"Iya bu,, aku percaya itu, cinta kami sangat kuat, aku minta doa dari seorang ibu yang tulus mendoakan anak nya, doakan istriku agar kembali seperti semula bu,,," Reno mencium tangan helena.


"Tentu saja Nak, di sepertiga malam ibu selalu bangun dan berdoa, untuk kebahagiaan kau dan Delena juga si kembar"


"Terima kasih bu...."


"Tuan Reno,,, ibu Helena,," sapa Dr Faris, yang sudah berada di ruangan Klurga.


"Dokter faris,, silakan duduk"


"Bagaimana kondisi istriku,,,?!


"Hah' Dr faris mendesah pelan "Aku sudah menyuntik nya agar mengurangi sakit di kepala Nona, dan memberikannya obat, sekarang Nona Delena sedang tidur, pengaruh dari obat yang saya berikan agar ia bisa istrahat"


"Dok,, ibu ingin bertanya, dulu pun ibu pernah mengalami koma setahun lebih, dan Reno yang membantu pengobatan ibu di Singapur, tapi kenapa ibu tidak hilang ingatan seperti Delena"


"Tentu saja kasusnya berbeda dengan Nona, ibu koma karena sakit, tapi Nona koma karena jatuh dari tangga dan saat terjatuh kepala Nona terbentur ke lantai dan mengenai sarafnya, makanya saat ia sadar daya ingat nya sangat lamban untuk mengingat semuanya, Nona hanya mengingat kejadian masa lalunya saja, memori otaknya tidak bisa dipaksa untuk mengingat sekrang, tapi bila Tuhan berkehendak keajaiban itu akan datang"


"Terima kasih Dok atas penjelasannya, Reno ibu pamit ingin ke kamar melihat Delena"


"Baik bu, panggil aku kalau ada apa-apa dengan istriku"


"Iya Nak Reno" helena beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan kluarga.


"Tuan, anda baik-baik saja"


"It's okay i'm fine"


"Untuk merilekskan pikiran, bagaimna kalau kita bertanding pacu kuda"


"Kau sangat handal dalam memacu kuda Dok, Negara mu di Inggris adalah tempatnya sudah pasti aku kalah"


"Apakah seseorang Reno Mahesa takut bersaing dengan ku,,?


"Tentu saja tidak!


"Oke,, ayo kita bertanding sekarang"


Reno dan Dr Faris berjalan keluar mansion menuju pacuan kuda, yang masih berada di area mansion.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


'


'


'


@Bersambung

__ADS_1


@Author nulis 1200 kata, jangan lupa untuk LIKE setelah membaca, beri Author VOTE/GiFT, Rate bintang 5, sertakan komentar positif nya.


@Bagi yang bilang, novel ini kaya sinetron ikan terbang, gpp,, emng ini kaya sinetron, bedanya ini kan di baca, klau di tv di tonton, senyumin ajah apapun komentar kalian 😁😘


__ADS_2