
Mereka berdua sudah selesai dengan Aktifitas nya didalam kamar mandi, Reno menggendong kembali Delena dan mendudukan nya diatas sofa.
"Mas,, baju seragam yang kita akan pakai ada tiga pilihan, mana yang ingin kau kenakan?
"Kita berempat akan memakai pakaian yang sama, terserah kau saja yank"
"kita sudah fitting baju semua, ada putih, pink dan biru muda, tapi aku lebih suka putih deh mas, sesuai dengan tema kita hari ini, taman bunga"
"Iya sayang,," Reno berjalan kearah istrinya sambil membawa hair dryer "Sini mas yang keringkan rambut mu"
"Nggak usah Mas, aku bisa sendri, lebih baik mas bersiap siap, sebentr lagi penata rias akan datang"
"Sudah jangan membatah" tangan Reno mulai mengeringkan rambut panjang Delena "Sudah selesai, yank,,, sudah tidak sakit kan, kau bisa berjalan normal"
"Masih sakit mas, otot-ototnya pada tegang, apalagi pangkal paha sakit banget"
Reno merasa bersalah "Maafkan mas ya, kalau masih sakit mas yang gendong sampai bawah"
"Jangan mas, nanti mereka semua pada curiga, sebisa mungkin aku akan berjalan normal"
Tok, tok,, tok
"Ada yang mengetuk pintu mas"
"Biar aku yang bukakan"
Reno berjalan kearah pintu.
"Ibu,,,?
"Reno,, mana Delena,,?
"Masuk lah bu,,"
Helena masuk kedalam kamar, ia melihat Delena masih duduk di sofa berbalut handuk sedada.
"Ibu,,, sini duduk lah, bagaimna dengan si kembar?
"Dena,, kau belum siap? Helena kaget, ia melihat begitu banyak stempel di leher dan dada delena, ia sudah paham kalau anaknya habis menjalankan kewajiban nya
"Eehemm,,, " Reno berdehem memberi kode pada Delena sambil matanya melirik kearah helena, tapi Delena tidak paham maksud suaminya, ia masih terus ngobrol tanpa punya pikiran apa apa, helena hanya tersenyum tipis, malah terkesan ia yang malu melihat anaknya banyak stempel.
"Ibu sebentar, aku pakai baju dulu ya,,?"
Takut mengganggu anak dan mantunya Helena segera pamit "Ibu tidak lama Dena, hanya ingin bertanya untuk acara pesta, pakaian warna apa yang akan kau pilih, agar ibu bisa memakaikan pada Devano dan Denis"
"Ada tiga pilihan Bu,, tapi aku lebih suka warna putih, sesuai dengan tema nya, acaranya kan sampai sore, siang harinya baru ganti warna pink"
"Nak kalau kau pakai gaun Yang terbuka takut terlihat___ " ucapan helena menggantung, sebenarnya ia ingin memberitahu Delena kalau banyak tanda gigitan dilehernya, tapi ia takut anaknya malu.
__ADS_1
"Maksud ibu,,, takut terlihat apa bu,,?
Reno yang mendengar percakapan ibu dan anak itu menjadi malu dan salah tingkah, Delena masih belum sadar juga dengan perbuatan suaminya semalam.
"Tidak ada, ya sudah ibu mau gantikan baju buat si kembar dulu ya"
"Ibu juga harus memakai warna putih, kelurga inti semua harus seragam"
"Iya sayang,,," helena berjalan kluar dengan cepat dan menutup pintu kembali, ia tertawa hanya kecil dan geleng geleng kepala, helena berjalan meninggalkan ruangan anaknya.
Delena berjalan perlahan menuju ruangan ganti, saat ia berdiri di depan cermin, Delena berteriak
"Aaaaaaaaaaa,,,
Reno yang sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi, kaget mendengar istrinya berteriak, ia berlari mnghampiri Delena
"Ada apa sayang? kenapa berteriak?!
"Lihat perbuatan mu mas,, banyak gigitan vampir disini, bagaimna aku harus pakai gaun ini, lehernya terbuka lebar, kalau aku pakai ini semua orang akan melihat dan tau perbuatan mu, ya Tuhan mas,, begini banyak nya?! Delena tampak kesel, "Pantas saja tadi ibu melihat ke tubuh ku terus,," hiks,, hiks,, hiks,,
"Tadi kan Mas sudah berikan kode, tapi kamu masih enggak paham, kau tidak usah khawatir, mas akan mencari solusinya agar bisa menutupi leher dan dada mu itu"
"Bagaimana bisa mas, pakaian ini terbuka semua, ke tiga-tiganya aku pesan bagian leher tidak tertutupi, kalau seperti ini aku tidak mau hadir ke pesta, aku malu mas,,! hiks,,
"Kau jangan bicara begitu sayang, ini acara mu bersama si kembar, mas akan mencari cara agar leher mu bisa tertutupi, sudah jangan menangis lagi sayang" Reno mencium kening istrinya "kau sabar dulu ya yank" Oke jangan bersedih lagi" Reno mengusap lembut airmata Delena, ia keluar dari ruangan pakaian dan menelpon seseorang.
Seorang wanita perias pesanan Reno sudah datang, Reno membawa masuk kedalam ruangan ganti untuk menemui Delena.
"Sayang,, orang nya sudah datang, ibu mira ini ada cara untuk menutupi semuanya, dan ia merangkap sebagai penata rias"
Delena hanya mengangguk pelan, Reno keluar dari ruangan ganti, dan ia mengganti pakaian nya dengan kemeja putih bergaris-garis berbalut jas berwarna putih, Sangat elegan,, aura ketampanan nya menambah pesona penampilan Reno pagi itu, siapa sangka pria berusia 31 tahun itu sudah memiliki keluarga yang harmonis, tidak lupa Reno memoles 'Pomade' pada rambutnya, hampir mendekati sempurna, wanita mana yang tidak akan tergila gila melihat Ceo berkharisma penuh pesona ini, ritual terkhir Reno adalah memakai minyak wangi yang ia beli di Eropa limited edition, semerbak harum nya sampai memenuhi seisi ruangan.
Hampir sejam Delena berada di dalam ruangan ganti, membuat Reno cemas, ia mundar mandir di depan pintu, penata busana keluar dari ruangan ganti bersama Delena, alangkah takjub dan terpukaunya Reno menatap wajah cantik Istrinya dari atas sampai bawah.
"Benarkah kau istriku,,,?! tanya Reno tak percaya.
"Tentu saja tuan, Nona memakai hijab ini agar bisa menutupi bagian depan nya, dan hanya dengan hijab ini yang pas untuk Nona, lalu di bagian tangannya dibalut manset yang sesuai dengan warna gaunnya, Nona Delena ini sudah cantik, ditambah memakai jilbab sungguh menambah aura kecantikannya" puji bu mira penata rias.
"Terima kasih bu,, untuk pembayaran nya sudah aku trasfer"
"Terima kasih banyak Tuan Reno, saya pamit"
"Delena kau sungguh luar biasa, aku tidak menyangka kau akan secantik ini" Reno berhambur memeluk tubuh istrinya.
"Mas juga sangat tampan, malah aku takut wanita diluar sana banyak yang tergoda padamu" sindir Delena tersenym sumringah.
"Kau jangan bicara begitu sayang, kau ada lah bidadari surga ku, cinta mas hanya untuk mu sampai hembusan nafas terakhir, aku berani bersumpah tidak akan pernah berpaling dari mu sayang" mencium lembut kening istrinya.
"Aku percaya padamu mas,, tidak akan pernah diragukan lagi kesetiaan mu padaku, aku sangat mencintai suamiku"
__ADS_1
"Ayo kita kebawah, acara sudah akan dimulai" mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju lantai bawah dengan menggunakan lift, saat sudah di ruangan klurga, semua orang terpukau melihat sepasang suami istri yang cantik dan tampan.
"Kak Reno dan kak Delena, seperti sepasang pengantin ya mah, dan kak Delena memakai hijab, cantik banget kaya berbie" ucap fanny takjub.
"Iya mama juga kaget, mereka seperti mau merayakan pesta pernikahan dengan tema Pesta kebun bunga"
"Reno,, Delena,, kalian membuat mama iri, mama bahagia melihat kalian bahagia" Andini memeluk Delena dan Reno.
"Terima kasih Mah" Delena tersenyum sumringah.
"Wah,, kak Delena cantik bnget, kaya berbie" puji fanny.
"Selamat ya Delena, akhirnya kau kembali lagi di tengah tengah kami" kata Siska memekluk Delena.
"Terima kasih tante siska, juga adik ku fanny"
"Mana si kembar,," tanya Reno.
"Disini,,," helena datang membawa si kembar bersama baby sister nya, dengan balutan seragam, Devano kecil memakai jas sama seperti Reno, Denisa memakai gaun putih yang indah sama seperti Delena.
"Delena,, Reno,,? helena terkejut melihat penampilan Delena yang berbeda, yang di sambut pelukan hangat dari Delena.
"Ibu tidak menyangka kau bisa secantik ini memakai hijab"
"iya ibu,, semua ini berkat mas Reno"
"Ayo sekarang semua kita ke taman, tamu undangan sudah menunggu" tutur Ramon.
Mereka semua berjalan kearah taman bunga.
'
'
'
'
'
'
'
@BERSANBUNG
@jagan lupa untuk
LIKE, VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, SERTAKAN KOMENTAR KALIAN.
__ADS_1