
Didalam kamar mandi fanny membasuh wajahnya yang sudah penuh tetesan airmata. "Kenapa harus begini frans? hiks... "Ternyata kau adalah sahabat Justin masa sekolah dulu,. aku harus apa sekarang?" hiks...
"Aku tidak ingin menyakiti mu Frans, tapi kenapa datang Riska kekasih masalalu mu!" Fanny terus menangis mengeluarkan isi hatinya, tak peduli berapa orang yang menatap kearahnya. Sadar jadi bahan tontonan orang yang berada di toilet, ia merapikan riasannya dan berjalan keluar toilet. Saat fanny keluar toilet sebuah tangan menariknya.
"Frans! pekik Fanny terperanjat kaget.
"Fanny ayo ikut aku." ujar frans sambil terus menggandeng tangan Fanny menjauhi toilet.
"Frans kau mau bawa aku kemana? lepaskan!"
Frans tidak menghiraukan ocehan Fanny yang terus merengek, ia masih membawa Fanny kesebuah lorong sepi.
"Fanny katakan padaku, apakah kau menyukai justin yang ternyata adalah Erland sahabat ku!"
"Mana aku tahu kalau Justin itu adalah Erland sahabat mu? aku baru saja mengetahuinya sekarng, kalau Justin memiliki nama lain."
"Lalu kenapa kau memblokir nomorku fan? apa salahku?!"
Melepas genggaman tangan frans "Itu karena kau telah berkhianat padaku, ternyata kau sudah memiliki wanita lain dibelakangku!"
"Itu tidak benar Fanny, kau salah paham lagi padaku!"
"Salah paham apa? sejak kejadian dikantor kak Reno, kau tidak pernah menghubungiku lagi! bahkan saat aku merindukanmu aku berusaha menelpon mu, ternyata yang menerima suara seorang wanita!" ucap fanny dengan bibir bergetar.
"Fanny kenapa kau selalu seperti ini terus?! Frans mendesah kesal "Tampa mau bertanya dulu kebenarannya, aku mengaku salah karena tidak menghubungimu saat itu, karena aku ingin menenangkan diri. Aku pergi ke villa untuk menghilangkan dukaku, tapi Tuan Reno datang menjemput ku kembali. Dan saat kau menghubungiku malam itu, aku menolong seorang wanita berusia 40 tahunan yang bertabrakan dengan mobil taxi, aku menolong wanita itu dari amukan orang orang disana karena Korbannya mengalami cedera parah, dan wanita itu meminjam ponselku untuk menghubungi suaminya, itu kronologi yang sebenarnya."
Fanny terdiam dengan wajah tertunduk malu, ia merasa menyesal Karena telah berburuk sangka pada frans, frans sangat mengerti perasaan fanny yang merasa bersalah.
"Maafkan aku frans." hiks...
"Fanny! kedua tangan frans memegang pipinya, menatap wajah kekasihnya yang sudah basah dengan airmata.
"Jujurlah padaku apa kau mencintai Justin?"
Fanny kembali menatap lekat wajah frans, cairan bening terus menetes membasahi pipinya.
"Katakan Fanny, apa kau menerima perjodohan ini? kalau iya aku akan pergi menjauh darimu untuk selamanya."
Fanny menggeleng pelan "Tidak frans, aku tidak pernah menerima perjodohan ini, aku sangat mencintaimu." hiks... hiks....
Frans mengusap lembut airmata fanny dan menarik dalam pelukannya. "Aku juga sangat mencintaimu dan tidak mau kehilanganmu, kau adalah segalanya bagiku fan." mencium pucuk kepalanya.
Mereka berdua terhanyut dalam tangisan yang dalam, sama sama sangat merindukan, saling berpelukan erat seakan tidak ingin terpisahkan. fanny menangis sesenggukan di dada bidang frans, airmatanya membasahi kemeja frans.
"Frans..hiks.. jangan tinggalkan aku, bawa aku serta hidup bersamamu, hanya denganmu aku akan bahagia." hiks....
"Dua hari lagi aku akan terbang ke Korea, aku akan operasi dan memulihkan kakiku yang rusak, doakan kakiku kembali normal, aku janji akan menemui keluargamu untuk melamar mu."
__ADS_1
"Ajak aku serta ikut bersama mu Frans?! ku mohon?" ucap fanny dengan ekspresi memelas.
"Tdak Fanny, bukannya aku tidak mau mengajakmu ikut serta ke Korea, tapi aku tidak ingin kecewakan Tuan Reno dan keluargamu. itu sama saja aku membawa kabur anak gadis orang, bagaimna bila Tuan Ramon marah? itu akan menyulitkan aku untuk memulihkan kakiku. aku akan dicekal di Korea nanti, kau harus pikirkan itu, Kelurga Mahesa bukan orang sembrangn banyak relasinya dimana-mana. aku juga tidak ingin menyusahkan Tuan Reno yang sudah banyak membantuku, mengertilah posisiku fanny."
Drett, drett, drett..
Terdengar suara getaran ponsel didalam saku celana Frans, ia merogoh nya dan melihat nama Erland dilayar ponsel.
"Erland menelepon ku, lebih baik kau duluan kesana, aku tidak ingin ia curiga."
"Kenapa kita tidak beritahu Justin tentang hubungan kita sebenarnya frans?"
"Jangan sekarang Fanny? aku tidak ingin hubungan dua kelurga rusak hanya gara gara aku, tunggu sampai aku kembali, Justin dan Ayahnya akan tau kebenaran tentang hubungan kita."
'Lalu bagaimna bila pertunangan itu dipercepat!'
"Aku percaya pada Tuan Reno, ia tidak akan membiarkan itu terjadi."
"Cup! mencium kening fanny.
"Fan, percayalah dengan takdir Tuhan. jodoh tidak akan kemana, bila kau ditakdirkan jadi milikku sebanyak orang ingin memisahkan kita, pasti kita akan tetap bersama."
Fanny mngangguk mengerti "Frans, apa kau dan Riska masih menjalin hubungan?"
"Tidak fanny, aku baru bertemu kembali hari ini, aku uga terkejut saat Erland mengundang Riska, karena kami ada berlima sahabatan dulunya, yang dua lagi entah berada dimana."
Frans mengelus lembut kepala fanny "Sekarang kembalilah, kau aktifkan nomorku, nanti setelah pulang dari sini aku akan menelpon mu."
"Tidak akan sayang, tidak ada satu wanita manapun, yang mengisi hatiku selain dirimu."
Fanny melepas pelukan frans dengan sedih, ia berjalan pergi meninggalkan frans.
Sementara Erland tampak cemas karena Fanny belum kembali, berulang kali Riska menahan Erland untuk pergi mencari fanny ke toilet.
"Kenapa Fanny lama sekali, kalau terjadi apa-apa dengannya bagaimna? ini juga si Frans ikut ikutan menghilang, telpon nggak diangkat!" gerutu Erland.
"Aku tahu kalian pasti bertemu disana, ada apa dengan kalian? kenapa fanny malah berjodoh dengan Erland?" gumam Riska dalam hati.
"Sabarlah dulu land, dikamar mandi itukan banyak orang mengantri, lihat pengunjungnya banyak bukan?"
"Gila, ini sudah hampir sejam masa fanny belum kembali."
"Nah itu fanny!" seru Riska.
"Fanny kau kemana saja?" tanya Erland khawatir, ia berjalan menghampiri fanny yang berjalan kearahnya.
"Maaf just tadi aku mencari toilet dilantai atas karena dibawah penuh"
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita kembali makan."
Fanny duduk ditempatnya kembali dan menyedot Oranye just didepannya.
"Kenapa matamu sembab?" Erland bertanya sambil menatap wajah Fanny.
"Eeehh... tadi aku bersin bersin, saat melewati pelayan membawa masakan pedas, jadi mataku merah." kata fanny beri alasan.
Tak berapa lama Frans muncul.
"Haiii kemana saja kau Frans! kenapa lama sekali!
"Tadi kebetulan saat di toilet bertemu client, gak enaklah kalau nggak ngobrol sebentar."
"Ya sudah, ayo kita makan lagi."
"Fanny, kenapa kau diam saja ayo makan, kau belum makan tadi, sini biar aku yang suapin."
Erland mngambil piring fanny, menaruh cumi Bakar besar dan memotongnya kecil kecil, ia menusuknya dengan garpu, lalu menyodorkan didepan bibir fanny "Ayo makan."
Fanny kaget "Aku sudah kenyang kok, beneran."
"Pokoknya harus makan." Erland memaksa.
Fanny melirik pada frans, karena tak enak hati ia menerima suapan itu. Terlihat wajah frans yang tegang dan menahan kesal.
Selesai sudah mereka mengadakan pertemuan, saat di depan restoran Erland pamit dan pergi bersama fanny. hati Frans begitu sakit menatap kepergian fanny dan Erland.
Frans berjalan kearah mobilnya terparkir.
"Frans tunggu!
Riska mengejar frans dan bertanya. "Ada apa sebenarnya kau dengan Fanny, bukankah kalian sepasang kekasih, kenapa justru Fanny calon tunangan Erland?"
Frans menghela nafas dalam dan dihembus kannya kasar "Kau pasti sudah mendengar cerita Erland tadi bukan? karena perjodohan! ok Ris sudah malam, aku pulang dulu."
Frans masuk kedalam mobil dan meninggalkan Riska yang menatap kepergiannya.
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
Bersambung 😍