
Tapi Anjali aku tidak tega meninggalkanmu sendiri dalam keadaan parah begini." luluh sudah air mata Delena.
"Hidup mu masih panjang Delena, kau masih memiliki suami yang mencintaimu, dua anak kembar dan ibu kandung."
"Itu Mereka! cepat tangkap!"
"Cepat lari dan pergi dari sini Delena!" teriakan Anjali membuat Delena tersadar dari kesedihan nya.
"Maafkan aku Anjali, semoga kau baik-baik saja dan mereka tidak membunuh mu." hiks....
"Cepat kau bongkar kedok dan kebusukan Davina, Delena!"
Delena mengangguk dan memutar tubuhnya, ia berlari lagi sekuat yang ia bisa, Delena berlari sambil mengusap air matanya. hatinya begitu sedih meninggalkan Anjali yang jatuh terduduk tak berdaya.
Delina terus berlari tanpa menghiraukan kakinya yang penuh dengan luka, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari kejauhan.
"Dorr!
Delena langsung menghentikan larinya, ia memutar tubuhnya, jantungnya berdebar kencang, dadanya terasa sesak "Anjali..! apakah mereka membunuh anjali? ya Tuhan apakah Anjali sudah mati! Delena membekap mulutnya tak percaya "Anjali maafkan aku! hiks.. airmata Delena mengalir deras, "Aku harus secepatnya pergi dari sini sebelum mereka menangkap ku!"
Delena berlari lagi, larinya semakin lemah dengkulnya terasa lemas, ia berhenti sejenak dengan nafas yang tersengal-sengal.
Mata Delena melihat sebuah penerangan dari sebuah gubuk di bawah bukit. "Ada sebuah gubuk, lebih baik aku istirahat dulu disana, aku sangat lelah dan haus. Rasanya sudah tidak kuat lagi untuk berjalan."
Delena nekad berjalan menuruni bukit, sampai lah ia didepan gubuk itu
"Assalamualaikum"
"Apa ada orang didalam?
"Krekk...
Keluar seorang pria paruh baya membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam."
"Siapa abah? keluar wanita paruh baya menyusul suaminya.
"Maaf bu, pak, saya numpang istirahat dulu sebentar kaki saya terluka." Delena meminta penuh permohonan, berharap kedua paruh baya itu mau menolongnya.
Suami istri itu saling bersitatap, sang istri mengangguk pelan.
"Ayo silakan masuk neng."
Delena begitu senang, ia mulai masuk kedalam gubuk itu, didalam gubuk itu sangat sederhana hanya ada bale-bale tempat untuk duduk dan satu buah kamar yang terbuat dari bambu.
"Mari duduklah Neng."
"Terima kasih bu." Delena tersenyum.
"Neng ngobrol sama abah dulu ya, ibu mau buatkan minum dulu."
"Iya bu, maaf merepotkan."
"Nggak apa apa ko Neng." ibu itu berjalan kearah dapur.
"Neng dari mana? tanya si Abah.
"Saya dari jakarta pak!
"Ohhh.. dari Jakarta? kenapa malam malam begini Neng berada di desa?
"Hmmm...' ceritanya sangat panjang pak, kenapa sampai saya berada disini? mata Delena berkaca kaca.
Tak lama ibu itu datang dengan membawakan teh manis hangat untuk Delena, dan kopi hitam buat suaminya. Pisang goreng dan ubi rebus sudah berada didepan Delena.
"Ayo Neng di makan, maaf cuma ini yang bisa ibu suguhkan."
"Terima kasih banyak bu." Delena minum teh manis dan pisang goreng buatan ibu itu. ia bersyukur bertemu dengan orang baik, dan mendapat makanan yang bisa mengganjal perutnya.
"Itu kenapa kaki Neng bengkak?"
__ADS_1
"Panggil saja aku Dena bu, kaki ku bengkak karena berlari dari jauh tanpa alas kaki."
"Kenapa bisa begitu? ibu itu terkejut.
"Neng ceritakan saja sama Bapak dan ibu, siapa tau bapak bisa bantu." ujarnya prihatin.
Delena sebenarnya ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, tapi dilihat mereka orang baik, akhirnya ia pun bercerita.
"Astaghfirullah... kenapa saudara neng Dena jahat sekali, padahalkan saudara sekandung" kedua paruh baya itu gelengkan kepala, ia ikut sedih mendengar cerita Delena.
"Aku berharap Kaka ku mendapatkan hidayah."
"Aamiin, semoga saja Neng."
"Ini ada di kota mana ya pak?
"Bandung neng Dena."
"Ohhh Bandung?
"Biar ibu kompres dengan air hangat ya kakinya, kasihan takut gak bisa jalan,"
"istirahat saja dulu di sini neng baru besok pulangnya."
"Terima kasih pak, bu."
"Tok,, tok,, tok,,! buka pintunya! teriak seorang pria dari luar pintu
"Abah jangan-jangan orang itu yang mengejar Neng Dena." kata istrinya ketakutan.
"Ibu cepat bawa Neng Dena ke kamar."
Delena dan ibu itu masuk kedalam kamar, Sementara Bapak itu membuka pintu.
"Ada apa tuan-tuan datang ke rumah saya."
"Apa ada seorang wanita datang kemari?"
"Cepat geledah gubuk ini! perintah pria itu pada kedua orang kedua anak buahnya."
Mereka mulai mencari dan geledah tempat itu.
"Jangan kau buka kamar itu! istriku sedang sakit!"
"Cepat buka saja! teriak teman satunya."
Pria itu menendang pintu bilik itu, ia melihat seorang wanita paruh baya sedang tertidur diatas ranjang kayu.
"Uhuk.. uhuk..uhuk...
"Jangan masuk aku sedang sakit korona, apa kalian mau mati sia sia! uhuk.. uhuk..
"Aku tidak ingin mati karena korona! ayo kita pergi dari sini! mereka berdua buru pergi dari gubuk itu. "Ayo bang kita pergi saja, mereka terkena korona! mereka bertiga berlari dan semakin jauh.
"Terima kasih bu, sudah menyelamatkan aku."
"Sekarang kau istirahat lah."
****
Sementara di Bali pukul satu dini hari Reno berhasil mengepung tempat persembunyian Mr Black.
"Thomas! keluar kau, tempat mu sudah terkepung, kau tidak akan bisa lari lagi dariku! teriak Reno dari luar pintu!
"Selamat datang Reno rekan Bisnisku, cepat sekali kau tahu persembunyian ku, kuakui insting mu sangat kuat, tapi apa Kau bisa mendapatkan kembali hotel di Bali yang sudah berpindah tangan ke orang asing! aku sudah menjualnya Reno... hahahaha..
"Brengsek kau Thomas! masih bisa juga kau tertawa ingatlah kematianmu tinggal sebentar lagi!"
"kau tidak akan pernah bisa menyentuhku Reno! tidak akan aku biarkan itu terjadi!
"Serang! teriak Reno.
__ADS_1
"Duarrrt..๐ฅ๐ฅ
Suara ledakan kencang dan menggema diluar rumah, tempat persembunyian yang jauh dari penduduk dekat dengan sebuah pantai. Beberapa orang Reno mati terkena ledakan.
"Manusia licik, kau harus aku dapatkan! pasti ia lewat pintu belakang untuk kabur dari tempat ini!"
"Yang lain bertahanlah! teriak Reno.
Reno memutar balik kearah pintu belakang, ia bersembunyi dibalik sebuah batu, benar saja ia melihat sosok pria berjubah hitam meloncat dari sebuah jendela, dengan cepat Reno menodongkan pistolnya."
"Berhenti! atau aku tembak kepalamu!
"Menyerah lah kau Thomas! hardik Reno.
Sebuah tendangan dari arah belakang, langsung ke tangan Reno, hingga pistol itu terlempar. perkelahian pun tak dapat dihindari lagi Thomas yang memakai jubah hitam itu mulai menyerang Reno, dua lawan satu bagi Reno pertempuran biasa, tapi saat Reno mulai terkepung dengan orang orang Mr Black, ia mulai kewalahan, satu banding dua puluh orang bukanlah lawan yang seimbang. Saat itu Thomas mundur dari pertarungan dan memilih kabur.
"Muehehehe... Selamat tinggal Reno, nikmatilah kematian mu sendiri, karena yang kau hadapi petarung dari dunia persilatan yang tidak diragukan lagi!
Saat Reno tersedak, Ninja bayangan datang dari arah penjuru mereka membentuk formasi bundar agar Tuan nya terlindungi.
"Serang!
Orang orang Mr Black semakin banyak jumlahnya, diperkirakan sekitar empat puluh orang dengan memakai pakaian yang sama dan membawa parang tajam, pertempuran pun tak dapat dihindari lagi, hebatnya dari Ninja bayangan ia bisa berlari dan berkelebat seperti bayangan, ia langsung menebas leher lawannya tanpa bisa terlihat.
"Mundur lah Tuan, biar kami yang menghadapi mereka semua!
Reno mengangguk dan memundurkan langkahnya ke belakang.
"Aku harus mengejar Thomas, sebelum ia kabur ke Negara nya!"
Reno berlari mengejar Thomas, ia melihat Thomas sudah berada di dalam mobil dan melajukan mobilnya. Dengan cepat Reno mengeluarkan pistolnya dan menembak kan ban mobil itu bertubi-tubi.
Doorr.. doorr.. doorr...
Ciiitttttt...... Brakk!
Tembakan Reno tepat kena sasaran, mobil Thomas menghantam batu karang, Reno berlari dan membuka pintu mobil itu, ia menarik tubuh Thomas dan menyeretnya keluar, saat Thomas terjatuh di tanah, Reno menghantamkan bogem mentahnya ke wajah Thomas bertubi-tubi hingga babak belur, Thomas sudah tidak dapat melawan sama sekali, wajahnya sudah dipenuhi darah segar. Hidung, mulut dan matanya sudah penuh dengan luka lebam dan bengkak.
"Ampun Reno! sudah cukup ampun! teriak Thomas dengan suara tercekat, saat terdengar suara Thomas minta ampun baru Reno menghentikan pukulannya.
Nafas Reno tersengal-sengal, ia sedang meluapkan segala amarah dan emosinya.
"Aku sudah pernah mengatakan padamu berulang kali! menyerah sebelum macan bangun dari tidurnya!
Reno mengikat erat kedua tangan Thomas.
"Saat itulah orang-orang Ninja bayangan datang. "Tuan kami sudah menghabisi mereka semua!
"Bagus! bawa orang ini ke markas bersama kita, dan malam ini juga kita ke Jakarta!
"Baik Tuan!
Reno bersama orang-orangnya dan juga Thomas, berangkat menuju Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik Reno.
'
'
'
'
'
'
'
@Bersambung.....
Tegang ya? yang nulisnya juga ikut tegang kok, bunda memang penyuka film action dari dulu, koleksi filmnya banyak jadi terinpirasi dari sana๐โ๏ธโ๏ธ
__ADS_1
Padahal sudah dijelasin ya bunda sakit, tapi masih ajah ada yg gak ngerti, komennya dibilang lama, padahal dgn bunda sakit masih bisa up loh! ada lagi yg bilang kaya sinetronlah, ya iyalah kebanyakan sinetron itu kn di ambil dari cerita novel!! (By zulfa)