ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Penyelamatan Fanny


__ADS_3

Ayo kita cari kesana! perintah komandan polisi pada anak buahnya.


"Aku ikut! pinta Frans


"Tidak Frans! kau tetap disini bersama Tomy. kau sedang terluka parah. Para medis akan segera datang.


"Tuan Maafkan aku, tidak bisa menjaga Nona fanny."


"Tidak Frans! kau jangan merasa bersalah, aku berharap Fany baik baik saja. Aku pergi dulu."


"Ayo Tuan kita berangkat! Yang lain tetap berjaga disini! seru komandan polisi.


Reno, Barak, Boy, komandan polisi dan beberapa anak buahnya berjalan kearah barat mengikuti langkah kepala desa.


Satu jam kemudian para medis dan beberapa kepolisian datang. Dengan cepat Seorang Dokter memberikan pertolongan pertama dengan mengobati luka frans yang mulai membengkak.


"Kenapa lukanya bisa seperti ini Dok? tanya tommy khawatir.


"Luka ini bekas gigitan anjing liar. Sepertinya anjing itu rabies dan bisa menyebar virus dan kuman. Tapi itu hanya perkiraan saja. selanjutnya harus di periksa di laboratorium untuk memastikan. Tapi dilihat dari luka dan kondisinya yang lemah, juga suhu badannya panas, bisa jadi binatang itu rabies." ujar dokter menjelaskan.


"Aaaakkkk.... Frans meringis kesakitan saat dokter membalurkan alkohol ke luka bekas gigitan Anjing. Agar tidak infeksi dan kumannya menyebar.


"Sekarang tim kami akan membawa Tuan ke rumah sakit. Sudah ada tandu yang akan membawa tuan menuruni gunung ini."


"Tidak! Aku tidak akan pergi, sebelum bertemu Fany dan dalam keadaan baik."


"Frans! benar kata dokter, kau harus segera diobati, kalau tidak kuman atau virusnya akan menyebar ke mana-mana. itu sangat berbahaya pada lukamu."


"Tapi aku tidak bisa pergi tanpa Fany, aku tidak bisa mengabaikan dirinya, bagaimana dengan keadaannya? aku benar-benar merasa bersalah. Andai aku tidak terluka tidak mungkin kami berpisah, aku menyesalkan kenapa ini harus terjadi." Frans tertunduk sedih.


Tommy menepuk pundak Frans pelan "Kau tidak usah khawatir. Aku yakin Fany pasti ketemu, Reno tidak mungkin membiarkan adiknya terluka, percayakan padanya. Sekarang cepatlah kau harus segera diobati, biar lukanya tidak menjalar ke mana-mana."


Frans tertunduk lemah tak berdaya. Matanya mulai berair. Ia pasrah dan mengangguk pelan. Tim Dokter mulai mengangkat tubuh Frans ke atas tandu diikuti beberapa polisi.


"Tuan, apa anda tetap berada di sini atau ingin ikut menemani Tuan Frans? tanya seorang polisi.


"Aku akan ikut bersama kalian untuk menemani Frans di rumah sakit."


"Baiklah, Ayo kita berangkat."


*******


"TOLONG!!!!!...


"TOLONG AKU!!!!....


Suara Fany semakin melemah. tangannya sudah tidak kuat memegang akar pohon besar. ia seakan kehabisan tenaga untuk bisa bertahan.


"Hey, kau dengar suara minta tolong?


"Tapi aku tidak mendengar."


"Tapi hanya sekilas lalu menghilang."


"Jangan jangan itu suara demit! kau tau bukan? Kalau di pegunungan banyak makhluk halus."


"Huustzz.. kau jangan sembarangan bicara, apalagi ini sudah mau magrib, hati hati kalau bicara di tempat ini! ujar Kodir menimpali.


Mereka adalah sekelompok pendaki Gunung yang sedang berada di gunung pancar.


"FRANS TOLONG AKU!!!....


"Tuh kan kalian dengar? suara seseorang wanita?


"Iiihhh... ko aku jadi merinding ya? ujar wawan bergidik ngeri.


"Tidak ada salahnya kita lihat, siapa tau dia memang butuh pertolongan kita!


"Ferdy! kau jangan sembarangan asal mau tolong saja, belum tentu itu manusia! timpal kodir.


"Iya fer! sekarang banyak kejadian aneh di gunung!


"Terserah kalianlah, Aku hanya ingin memastikan saja, semua kita serahkan pada Tuhan! yang terpenting kita niat baik saling tolong menolong sesama umat."


"Halah si Ferdy malah ceramah! ujar kodir teman satu timnya.


Ferdy berjalan kearah tebing. dimana ia mendengar suara teriakan Fany.

__ADS_1


"Ferdy! loe jangan nekad!


"Wooyy Ferdy... jangan pergi ke sana sangat berbahaya! teriak teman temannya.


Saat Fredy sudah mendekat.


Tolongggg.....


Suara Fany terdengar parau dan sudah mulai melemah. Ia hampir putus asa.


Pria bernama Ferdy menurunkan matanya ke bawah dan melihat seorang wanita sedang bergelantungan sambil memegang akar pohon.


"Haiii... Apa kau baik-baik saja? bertahanlah aku akan menolong mu!


"Tolong aku... Aku sudah tidak kuat! ucap Fany memohon.


"Kau sabar ya aku akan mencari tambang untuk mengangkat mu naik keatas."


Woooiiiii... Cepat kemari! ada seorang wanita terjebak di pinggir jurang! cepat bawa tambang! teriak Ferdy pada teman temannya.


Mereka yang terdiri dari empat orang berlari ke arah Ferdy. Dan ikut melihat kebawah.


"Aneh, kenapa bisa ada wanita terjebak di atas gunung?!


"Sudah jangan berpikir aneh-aneh. Cepat keluarkan tambangnya." perintah Ferdy


"Siapa yang akan turun kebawah?!"


"Sudah aku saja!


Kodir mengeluarkan tali tambang dalam tas ranselnya. lalu Ferdi mengikatkan tambang ke kebagian pinggang hingga kuat.


"Sudah siap! tanya wawan pada Ferdy.


"Sudah! nanti kalian tarik yang kuat, saat ada aba-aba dari ku!


Ferdy mulai turun kebawah dengan perlahan. teman temannya memegang tambang dari atas. Saat sudah sejajar dengan posisi Fany. Ferdy mengulurkan tangannya


"Pegang lah tanganku! jangan takut."


Ferdy masih membujuk Fany yang terlihat ketakutan.


"Lihat sepertinya ada yang terjatuh kedalam jurang!


"Ayo kita ke sana!


Mereka semua berlari kearah para pendaki itu. Reno sudah berada di tepi jurang dan melihat kebawah. karena hari sudah mulai gelap ia tidak jelas melihat yang berada di bawah tebing.


"Siapa yang terjatuh! tanya Reno pada pendaki itu.


"Seorang gadis!


"Seorang gadis? apakah dia itu Fany? gumam Reno.


"Siapa yang turun ke bawah! tanya Reno lagi.


"Temanku Ferdy, ia lagi menolong gadis itu!"


"Jangan jangan itu adikku!


"FANNY!!!!!


Tiba-tiba Reno berteriak sekuat mungkin. hingga suaranya terdengar sampai ke bawah.


Kak Reno! itu kakak ku! dia sudah datang menolong ku!


_____


"Cepat dua orang turun kebawah! bantu mereka, ini sudah hampir gelap! perintah komandan.


Tim kepolisian mulai turun kebawah dengan melilitkan tambang ditubuhnya.


"Ayo cepat berpegang pada tanganku! perintah Ferdy. tangan Fany mulai gemetar. Ia menerima uluran tangan Ferdy. Saat sedang meriah tangan Ferdy tiba tiba tubuh Fany merosot.


"Aaaaaaaaaa...."


Dengan cepat Ferdy menarik tangan Fany kuat.

__ADS_1


"TOLONG! jangan lepaskan tanganku! teriak fanny ketakutan.


"Kau jangan melihat ke bawah! berpeganglah yang erat, aku akan menarik mu keatas. Dengan sekuat tenaga Ferdy menarik tangan fany keatas dan memegangi erat pinggangnya.


Dua orang polisi sudah berada di posisi Ferdy dan Fanny. lalu mengikatkan tambang ke pinggang Fany.


"TARIK! teriak polisi dari bawah.


Semua yang berada diatas mulai menarik Fany, Ferdy dan dua orang polisi. Saat tubuh Fany sudah berada diatas, Reno langsung memeluknya.


"Fanny! kau selamat. Maafkan kaka datang terlambat!"


"Kak Reno? suara Fany tercekat, tubuhnya sudah lunglai dalam pelukan Reno, kedua tangan nya penuh luka. "Mana Frans? tanya fany pelan.


Air mata Reno sudah tak bisa terbendung lagi. Ia menangis haru "Frans baik baik saja, sekarang dia sudah berada di rumah sakit."


"Syukurlah kalau Frans sudah di tolong. untung Kaka cepat datang." ucap Fany pelan, menatap sayu wajah Reno "Kakak menangis? baru kali ini aku melihat kakak menangis." Fany tersenyum getir.


"Karena aku tidak ingin kehilanganmu! kau adikku satu-satunya. Tidak mungkin aku membiarkan mu terluka! Mereka semua yang terlibat akan membayar semua ini! Ucap Reno dengan suara bergetar.


"Ayo sekarang kita pulang, Tuan! komandan menepuk pundak Reno.


Tubuh fany semakin lemah, dan ia tak sadarkan diri dalam pelukan Reno.


"Fan! Fanny..!


"Nona Fany sepertinya pingsan Tuan! ujar barak yang berada di samping Reno.


Reno mengangkat tubuh Fany dan menaruh diatas tandu. Mencium lembut kening adiknya.


Tim medis membawa tubuh Fany untuk turun gunung.


"Tuan bagaimana dengan para pendaki yang sudah menolong Nona? tanya Boy.


Reno mendekat pada Empat orang pendaki.


"Saya mengucapkan banyak terima kasih. kalian semua sudah menolong adikku. Dan kau! Reno menepuk pundak Ferdy "Kau sangat berjasa telah berani turun kebawah demi menolong adik saya. Saya berjanji akan memberikan kalian hadiah!


"Tidak usah repot-repot Om. Saya ikhlas membantu adik Om tanpa imbalan sedikitpun. kami semua memang harus saling tolong menolong." ujar Ferdy tersenyum.


Reno mengeluarkan dompet dari saku celananya. mengambil sebuah kartu nama dan memberikannya pada Ferdy.


"Ambil lah ini! kau bisa menemuiku di perusahaan kapan saja. kalian sudah ku anggap kelurga."


Ferdy membaca kartu nama pemberian Reno. seketika matanya terbelalak "Presdir Reno Mahesa" jadi__ Tuan Reno Mahesa? yang memiliki banyak perusahaan dan terkaya nomor satu di kota ini?


"Dan di juluki Macan Asia? imbuh kodir menimpali.


Reno hanya tersenyum.


Ferdy dan teman temannya tercengang, mereka tak percaya telah menyelamatkan adik Presdir terkaya nomor dua se-Asia. Karena senangnya mereka semua menyalami Reno.


"Dan ini, saya hanya membawa uang cash sedannya." Reno mengambil uang lembaran ratusan ribu dari dompet dan memberikan semuanya pada mereka.


"Jumlahnya tidak banyak, hanya Lima juta. nanti kalian kirim nomor rekeningnya. saya akan transfer lagi."


"Tidak usah Om? beneran kami ikhlas membantu."


"Ambillah! jangan menolak rezeki! Barak menimpali.


Dengan malu-malu Fredy menerima uang itu.


"Terima kasih banyak Om! ucap mereka semua sambil membungkuk.


"Ya sudah, saya permisi dulu!


Sebelum pergi Reno berkata pada Boy. "Boy, minta nomor telepon mereka."


"Baik Tuan!


Reno melangkah pergi bersama polisi dan lainnya meninggalkan gunung pancar.


.


.


.

__ADS_1


.


@Bersambung......💃💃💃


__ADS_2