ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Terpesona


__ADS_3

Malam semakin larut, dua insan manusia yang sedang berbahagia menikmati surganya dunia. Rembulan malam bersinar dengan warna keemasan, cahayanya menerangi semesta alam raya. Didalam peraduan Siska sedang menikmati manisnya madu, ibarat taman bunga yang dipenuhi ribuan cinta. Hati Siska begitu berbunga bunga saat bisikan suara lembut Tommy terdengar indah ditelinganya.


Ibarat Bunga yang sedang mekar disirami air madu, Siska begitu terpesona dengan ketampanan dan kelembutan suaminya malam itu, bagaikan pahatan Tuhan yang maha sempurna dimatanya.


Dalam keadaan tersadar kedua tangan Siska meremas seprai menahan sakit, penyatuan dari keduanya terjadi saat Tommy membenamkan miliknya. kata kata cinta romantis terucap dari bibir Siska dan Tomy saat beraktivitas, begitu menghangatkan.


Suara erangan Siska terdengar lirih, menahan sakit di bagian area sensitif nya. Tommy berinisiatif mencium bibir istrinya lembut, hingga terciptalah permainan hangat penuh gairah. Dua jam berikutnya permainan mereka terhenti setelah mencapai puncaknya. Nafas keduanya tersengal sengal tak beraturan, keringat bercucuran dari peluh Tommy yang terlihat lelah. Ia tersenyum puas sambil menatap wajah istrinya penuh cinta. Ciuman hangat mendarat dikening Siska dan ia menjatuhkan tubuh kekarnya disamping wanita yang sangat ia cintai.


Tommy memeluk tubuh Siska dari samping dan berbisik lembut "Sayang, terimakasih kau sudah memberikan milikmu yang paling berharga padaku, kedepannya aku tidak akan pernah berkhianat dan pergi dari kehidupanmu."


Berapa menit kemudian Tommy melihat Siska sudah tertidur pulas, dengkuran halus terdengar indah ditelinganya, ia tidak pernah menyangka pada akhirnya bisa menjalani tugasnya sebagai seorang suami. Tomy sangat terharu saat mendapatkan kesucian seorang Siska yang terlihat glamor pada kehidupan sebelumnya. padahal Tomy sendiri sudah menerima Siska apa adanya bila dulunya ia pernah melakukan hubungan diluar nikah dengan kekasihnya. Tapi ia telah salah menilai, ternyata istrinya seorang wanita yang bisa mempertahankan kesuciannya di usianya yang tak terbilang muda. Iya diusia 34 tahun Siska memberikan kesuciannya pada seorang Tommy suami sahnya dimata hukum Agama dan Negara.


Setelah puas menatap wajah Siska, ia menutup tubuh polos istrinya dengan selimut, Tommy ikut masuk kedalam selimut itu sambil mendekap tubuh istrinya.


Pagi hari Matahari telah menampakkan cahaya sinarnya di bumi. Sebagian orang sudah sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari, mandi dan membuat sarapan untuk pergi bekerja, ke sekolah, ke pasar, atau ke sawah. Di sepanjang jalan pada pagi hari, biasanya ramai dengan anak anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolahnya.


Tapi tidak bagi sepasang pengantin yang sedang dilanda asmara. Dua insan ini masih terlelap dalam mimpi indahnya, ya Siska harus rela melayani suaminya yang tidak pernah puas untuk meminta lagi, dalam semalam ia sampai melayani lima kali, membuat tubuh Siska tak berdaya, serangan fajar yang dilakukan Tomy benar benar membuatnya tidak bisa berkutik. Dengan embel-embel itu tugas istri untuk melayani suami, dosa bila tidak mau melayani suami, pada akhirnya siska menyerah dan mengikuti keinginan Tommy yang sangat luar biasa diatas ranjang. Bagaimana tidak? sebenarnya sentuhan suaminya membuat siska ketagihan dan kelepek-kelepek diatas ranjang, tapi karena dirinya baru melakukan pertama kali membuat ia kaget dan kelelahan.


Sementara di sebuah room semua keluarga sudah berkumpul diruangan meja makan. sajian hidangan dari para koki berkelas di hotel milk Ramon sudah selesai mereka sajikan.


Para pelayan memberi hormat dan menarik kursi makan satu persatu untuk Ramon dan keluarganya duduk.


"Dimana Siska dan Tommy?' tanya Ramon, tangannya mengambil cangkir kopi didepannya dan menyeruputnya perlahan.


"Papa ini kaya tidak tau ajah, merekakan pengantin baru, kaya gak pernah muda ajah." sindir Andini terkekeh.


"Bukan begitu Mah, Papa terbiasa Siska sarapan bersama kita." 'takk' menaruh cangkir kopi ditempatnya kembali.


"Papah harus terbiasa, nanti Tante Siska akan ikut Om Tommy ke Apartemennya, kan mereka sudah suami istri." ucapan Fanny menyadarkan Ramon kalau siska sudah memiliki rumah tangga sendiri.


"Pah, Mah, ini sudah jam sepuluh, Reno tidak bisa lama-lama berada disini, soalnya banyak pekerjaan dikantor."


"Fanny juga mau ke kampus, banyak tugas di hari senin."

__ADS_1


"Jadi kalian mau meninggalkan papa dan Mama di hotel ?" Andini merajuk.


"Loh ini kan hotel milik Papa, lagian Mama dan Papa kan bisa berduaan dikamar kaya Tante Siska, tanpa harus kami ganggu." ucap fanny polos tanpa dosa, lalu ia terkekeh sambil mengiris potongan stik diatas piring.


Semua mata menatap pada Fanny yang masih asyik mengiris stik.


"Dukk!


Reno menendang kaki fanny yang berada di kolong meja, ia tidak menyadari kalau ucapannya membuat Andini dan Ramon tersipu malu.


"Ish Kaka, ko ditendang sih kakiku." gerutu fanny kesal. Delena menutup bibirnya menahan tawa. Helena tersenyum tipis sambil mengunyah makanan dalam mulutnya, Reno geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya yang sebenarnya masih terlihat polos.


"Ya sudah, sekarang kita lanjutkan lagi sarapannya, biar saja Siska dan Tommy nanti menyusul, biar para koki memasak khusus untuk mereka berdua.


Tanpa banyak bicara lagi mereka menikmati hidangan mewah diatas meja khusus buatan para koki berkelas setaraf internasional.


Jam sudah beranjak diangkat sebelas, Reno, Delena, Helena dan si kembar meningglkan hotel menuju mansion, begitu juga dengan fanny yang harus kuliah. Kini tinggal Andini dan Ramon yang setia menunggu bangunannya sang pengantin.


Didalam kamar, Tommy terbangun saat jam weker berbunyi nyaring diatas nakas. satu tangannya mengambil jam weker, ia terkejut saat jam sudah menunjukkan pukul satu siang.


Karena gerakan tubuh Tommy, Siska terbangun. Ia menggeliatkan tubuhnya kesana-kemari. Perlahan Siska mengerjabkan matanya yang terkenal sinar matahari dari celah jendela.


"Siang honey..' sebuah kecupan manis di bibir Siska.


"Mas sudah jam berapa ini?"


"Satu yank."


"What?!" Siska ingin buru buru bangun tapi ia malah menjerit.


"Aaaaaawww....


"Kenapa yank? apa ada yang sakit?"

__ADS_1


"Pake tanya lagi, ya jelas sakit lah Mas! lihat perbuatan mu ini, badanku semuanya remuk! omel Siska nyerocos kaya petasan mercon.


"Tapikan kau menikmatinya yank, rintihan mu saja masih terdengar ditelinga mas"


"Kau___'?! ucapan Siska menggantung, ia kesal malah mendapat godaan dari suaminya.


Siska terdiam wajahnya memerah seketika.


"Sekarang kita mandi ya, kasihan yang lain pasti sudah menunggu kita."


"Hah! menghela nafas panjang "Ini karena Mas yang meminta nggak cukup sekali, aku dibuat tak berdaya, huwaaaa...mas jahat!" memukuli dada bidang suaminya. Melihat kelucuan istrinya Tommy malah terus terkekeh.


Tommy sudah menyiapkan air hangat didalam Bathtub. Berbagai aroma bunga ia tuangkan kedalam air hangat.


"Sayang, airnya sudah siap."


"Mas sakit.." keluh Siska terduduk di pinggir ranjang sambil berbalut selimut.


"Biar Mas yang mandiin ya," Tommy tersenym penuh makna, ia menarik selimut dari tubuh Siska dan mengangkatnya.


"Huwaaa... aku gak mau di mandiin. Biar aku mandi sendiri, pasti kau akan minta jatah lagi kan?!


"Ingat kata pak ustadz gak boleh menolak suami." hahahaha... Tommy tertawa jahat. satu kakinya menendang pintu agar tertutup sempurna.


@Huh! membuat part Mp menguras tenaga dan pikiran Author 😂🙈


'


'


'


'

__ADS_1


'


@Bersambung......


__ADS_2