
Author!
Banyak yang galfok di episode 250. Di sana Bunda menulis Dua tahun kemudian... berarti Vano dan Vana masih duduk di bangku kelas 2 SMA, bedanya Vana di Jakarta dan Vano di Jerman. Vano dan Dev baru lulus SMP dan sekolah di Jerman. Padahal di part sebelumnya sudah Bunda jelaskan. Vano akan kuliah di Inggris, jadi sekarang Vano, Vana dan Dev masih duduk di bangku SMA.. okey..🤗
Udah jelas ya.. yok kita lanjut...😘😘
Delena dan Vana mencium punggung tangan Reno bergantian. Reno menciumi kening Istri dan kedua anaknya.
"Hati-hati dijalan, ingat jangan terlalu lama di Mall.." pesan Reno, sambil menutup pintu mobil istrinya.
"Iya Mas!
"Dadah Daddy...." Vana melambaikan tangan kecil Zidane kearah Daddy nya. yang sedang duduk di pangkuannya.
Reno tersenyum sambil melambaikan tangan dan masuk kedalam mobil.
Didalam mobil Zidan selalu celoteh lucu dan di tanggapi oleh Vana. Baginya adik bungsunya itu sangat lucu dan menggemaskan. Sesekali Vana menggoda dan menciumi pipi gembul adiknya, tubuh gempal dan putih bersih itu merengek kesal bila Vana mencubit pipinya karena gemes.
"Sepertinya Zidan sudah mulai ngantuk, kasih susu dulu Van!" perintah Delena sambil fokus menyetir.
"Okey Mom!"
"Mba minta susu Zidane." ucap Vana menoleh kebelakang. Baby sitter yang berada di kursi belakang memberikan susu botol pada Vana.
Zidan sudah mulai merengek dan tidak bisa diam, dengan cepat Vana memasukkan botol susu kedalam bibir kecilnya. Baby berusia tiga setengah tahun itu terdiam, sambil bibirnya menyedot botol susu.
"Van! satu tahun lagi kau lulus. Apa kau ingin tetap tinggal di Jakarta?"
"Iya Mom! Vana akan kuliah kedokteran, sepertinya tidak minat di bisnis, cukup kak Vano yang handle perusahaan Daddy."
"Kau juga harus banyak tahu dunia bisnis. Daddy mu begitu banyak sahamnya dimana-mana. Ada di dalam maupun di luar negri."
"Kan ada Zidan yang bakal bantu kak Vano."
"Zidan masih lama untuk mengurus perusahaan. Mommy tidak melarang kau mau masuk kedokteran, tapi paling tidak belajar bisnis lah biar kau tak buta sama sekali."
Demi menyenangkan hati Mommy nya Vana mengangguk setuju "Oke Mom!"
Mobil sudah masuk kedalam Mall. Setelah mengambil karcis, mobil terparkir di depan lobby Mall.
Lock pintu mobil secara otomatis terkunci setelah semua keluar dari dalam mobil. Delena mengambil alih Zidan yang tertidur pulas di gendongan Vana. Mereka masuk kedalam Mall untuk berbelanja.
Hampir sejam mereka muter-muter mencari beberapa pakaian Zidan yang mulai tumbuh besar. Tas dan sepatu adalah incaran Vana yang tentu saja semua barang-barang bermerek dan branded. Delena, Vana dan baby sitter bergantian mengendong Zidan.
"Mom! aku laper banget, kita makan dulu ya sebelum ke salon."
"Okeh!"
Delena berdiri didepan kasir untuk menghitung belanjaannya.
"Siang Nyonya, semoga anda nyaman belanja di store kami." salam seorang kasir ramah.
Delena mengangguk dan tersenyum tipis, seraya menaruh belanjaan di depan kasir. Kasir itu menghitung di bantu karyawan lain, dan memasukkan semua belanjaan kedalam troly.
"Jumlahnya 126 juta ya.." ucap kasir itu sopan.
Delena membayar semua belanjaannya menggunakan kartu black tanpa limit.
__ADS_1
"Terima kasih atas kunjungannya, semoga kembali lagi." ucap kasir itu tersenyum ramah, seraya menyerahkan kartu black itu pada Delena.
Selesai berbelanja, Delena, Vana dan pengasuh itu naik lift kelantai lima. Di sana terdapat food court dengan sajian aneka makanan tradisional dan sea food. Mereka masuk kedalam restoran cepat saji. Seorang pramusaji menyambut ramah dan mengikuti tempat mereka duduk.
"Siang Nyonya..? silakan di pilih." memberikan katalog berbagai masakan olahan pada ketiga orang dewasa.
"Kau pilih saja Ingin makan apa Van."
"Mba pilih juga, nanti gantian sama saya buat jagain Zidan."
"Iya Bu..."
"Aku pesan nasi goreng spesial, udang tepung sama ikan dabu-dabu."
"Ada lagi...? tanya pramusaji sambil mencatat pesanan.
"Mommy apa..?"
"Sama nasi goreng, tambah cumi bakarnya."
"Mba apa? tanya Vana.
"Sama deh Non, nasi goreng juga."
"Tambahan nya apa lagi Mba..?
"Nggak usah itu ajah."
"Tambah Ayam bakar ya..?"
"Minum nya apa..? tanya pramusaji itu lagi.
"Juice mangga tiga, tambah es cappucino nya tiga." Vana memutuskan sendiri tanpa bertanya lagi.
"Van! Mommy ke toilet dulu sebentar ya, jaga Zidan, nih anak sudah gak bisa diem."
"Okey Mom!"
"Mom.. itut..." rengek Zidan tak mau lepas dari gendongan Delena.
"Sebentar sayang, Mommy kebelet pipis. Zie sama kak Vana ya.."
"Daa auuu...." huwaaaaa...
"Zie lihat tuh ada perosotan, yuk kita kesana." bujuk Vana. Melihat area permainan anak-anak yang berada di dalam restoran, tangisan Zidan terhenti. Delena dengan cepat berjalan menuju toilet.
Tanpa mereka sadari sepasang mata elang menatap lekat wajah cantik Vana. Seorang pria berkacamata hitam duduk di deretan belakang terhalang tiga kursi di depannya. Bibir merah itu menyedot juice jeruk didepannya.
"Suatu saat kau akan menjadi milik ku Zevana!" tersungging seringai licik di bibir Pria berkumis tipis itu.
Di area permainan, Vana tertawa lepas saat melihat kelucuan adiknya, begitu sayangnya Vana pada adik bungsunya itu. Pria di sebrang sana terus membidik kan kamera ke setiap aktivitas Vana.
Delena masih berjalan mencari toilet, ia keluar dari restoran dan pindah ke area dekat food court, sebab banyak nya yang mengantri di dalam restoran. Saat ia membuka pintu toilet, tak sengaja Delena bertabrakan dengan seorang wanita berparas cantik dan seksi.
"Maaf! ucap Delena.
__ADS_1
Wanita cantik dengan dandanan menor itu menatap lekat wajah Delena dan tersenyum tipis "It doesn't matter!" ucapnya sambil berlalu.
Wanita seksi itu berjalan dengan cepat meninggalkan toilet. Aroma parfum wanita itu belum hilang dari dalam toilet, bahkan meninggalkan jejak wangi parfum yang begitu mencolok. Delena masuk kedalam salah satu ruangan kecil yang hanya cukup untuk satu orang. Selesai Delena membuang hajat kecilnya, Ia berkaca di depan cermin. Tiba-tiba ia di kaget kan oleh seorang cleaning servis yang membuka pintu toilet dengan kasar.
"Cepat semua keluar ada Bom!" teriak seorang pria berseragam biru.
"Ap-apa...Bom?!" Delena terkejut dan bertanya dengan panik.
"Dimana ada Bom!"
"Baru saja Bom meledak di store busana dan sekarang ada di dalam restoran Arema cepat saji, sudah ada pemberitahuan nya dari repsesionis."
Delena terkejut dan hampir saja terjatuh, saat mendengar nama restoran Arema. Dengan cepat ia keluar dari toilet dan berlari di ikuti pengunjung lainnya yang terlihat panik dan ketakutan. Restoran Arema tempat dimana ia akan makan bersama dengan baby sitter dan kedua anaknya. Bodohnya ia tidak tahu ada peringatan dari repsesionis Mall.
Keadaan restoran Arema yang dinyatakan ada BOM terlihat kacau balau. Semua pengunjung berlarian keluar ingin menyelamatkan diri. Delena berusaha masuk kedalam restoran untuk mencari Vana dan Zidan, namun di halangi oleh beberapa orang satpam yang berjaga di depan pintu masuk restoran.
"Aku mau masuk, ada Anakku di dalam sana!" teriak Delena.
"Tidak ada yang boleh masak kedalam! keadaan sedang darurat!"
"Tapi kenapa ada beberapa orang di dalam yang tertahan, itu sama saja pembunuhan!" teriak Delena tak terima.
"Justru mereka tidak bisa keluar karena Bom berada di salah satu tubuh seorang gadis."
"Apa...?! Bibir Delena bergetar, tubuhnya hampir saja lambung. Ia sudah mencari di sekeliling luar restoran. Namun, tidak melihat sosok anaknya. "Seperti apa ciri-ciri gadis itu!" tanya Delena dengan suara bergetar menahan tangisan.
"Gadis cantik, berkulit putih, rambut panjang hitam sebahu, berkaos biru dan celana jeans hitam." ujar seorang satpam.
"Ya Tuhan! itu anak ku Vana! Delena membekap mulutnya bersama butiran airmata yang sudah berderai. Detak Jantungnya berdebar cepat seakan ingin lepas.
"VANA!!!! itu anak ku Vana!" teriak Delena histeris dan Ingin menerobos masuk kedalam restoran. Dua orang satpam memegangi tangan Delena. "Lepaskan! disana juga ada anak balita ku bersama baby sitter nya.
"Tenang Bu! belum tentu itu anak ibu, bisa jadi orang lain dan ciri-cirinya kebetulan sama. kami sedang memanggil penjinak BOM! masih ada beberapa menit untuk bisa menjinakkan nya. Lebih baik itu keluar demi keselamatan ibu."
"Tidak! aku tidak akan pergi sebelum melihat atau memastikan itu anakku atau bukan!
Dua orang petugas Mall keluar dari pintu belakang restoran, Delena melihat baby sitter bersama Zidan keluar dari sana. Delena berlari dan menarik Zidan dalam gendongan baby sitter nya.
"Dimana Vana...!!" tanya Delena dengan nafas tersengal.
Wanita yang berprofesi sebagai baby sitter itu tertunduk sambil menangis sesenggukan. "Non Vana masih di dalam, ada BOM di tubuhnya."
Seketika Delena syok dan terjatuh ke lantai, untung baby sitter itu cepat menarik Zidan sebelum Delena ambruk.
💜💜💜
@Masih bersambung All......

AKAN HADIR KISAH VANO, VANA DAN DEVAN DI SERIAL "KEMBALINYA SANG MACAN ASIA"
Nanti akan pindah kesini ya All..kisah keluarga besar Mahesa, Semua anak-anak Reno-Delena, Siska-Tommy, Fanny- Frans dan Davina-Robert. Akan berperan semua di kisah ini. Cerita yang di kemas dengan kisah yang berbeda dari cerita sebelumnya, cerita yang lebih seru dan sangat menarik. Ada kisah cinta segitiga, pengorbanan, ketamakan, dendam, alur dewasa'21\+😄, action dan mafia tentunya. Cerita nya campur aduk tapi bikin penasaran.😍
@Tunggu keseruannya..
@Masih ada beberapa bab lagi ya sebelum tamat.
__ADS_1