
Papah! Fanny jatuh di karpet merah itu, airmata sudah jatuh berderai. "Kenapa Papah jahat pada fanny! hiks... hiks...
"Kenapa kau selalu membuat masalah Fanny? Apa kau tidak kasihan pada keluarga ini? lihatlah kakekmu Mahesa sedang sakit di London. Apa kau tidak bisa berbakti sekali saja! Sekarang terserah padamu, semua keputusan ada di tanganmu! Mama sudah tidak bisa membantumu lagi, ini adalah keputusan final Papamu!"
Setelah berbicara, Andini pergi dari ruangan itu dan meninggalkan fanny sendiri.
"Mamah! hiks.. hiks.. "Kenapa tidak ada satupun yang mau mengerti diriku? aku harus bagaimana? hiks...
Fanny bangkit dan mengejar Andini "Mah! menarik tangan Andini "Cuma Mama yang Fanny percaya." menangis terisak "Apa Mama tega melihat fanny menderita, Cinta tidak bisa di paksakan Mah! menatap pilu wajah Andini yang hanya diam terpaku sambil menatap kedepan, Andini seorang ibu dan Fanny anak gadis satu satunya, ia sangat menyayangi fanny tapi ia tak berdaya melawan suaminya yang sama sama keras.
"Mah! Fanny jatuh bersimpuh di kaki Andini. "Maafkan fanny Mah, baiklah kalau Mama diam berarti sudah tak peduli lagi pada fanny, aku akan pergi meninggalkan rumah ini sekarang!
Mendengar keinginan fanny ingin pergi dari mansion membuat Andini sedih, ia menyentuh pundak anaknya untuk bangun, Andini lngsung memeluk tubuh fanny. "Fanny! hiks.. "Maafkan Mama sayang, kau tidak usah pedulikan ucapan Papa mu, ia hanya sedang marah, tidak ada orang tua yang ingin mengusir anak kandungnya sendiri! Fanny masih menangis terisak, Andini mengusap lembut airmata anak gadisnya.
"Sekarang tidurlah, kau harus istirahat."
"Fanny mengangguk "Iya Mah!
Andini masuk kedalam kamar, saat fanny ingin melangkah pergi ke kamarnya, ia mendengar suara Ramon yang sedang berdebat dengan Andini.
"Kau tidak usah manjakan anak itu, dia sudah kecewakan kita! aku sudah sering peringati anak keras kepala itu! suara Ramon semakin meninggi.
"Pah sudah cukup! Fanny anak perempuan kita satu satunya, aku tidak tega kau usir dia dari rumah! ibu mana yang tega melihat anaknya harus diusir seperti itu!
"Tapi fanny selalu membangkang, padahal aku selalu ingin memberikan yang terbaik untuknya, tapi apa? ia malah membatalkan perjodohan itu, mau taruh dimana mukaku di depan Bryan dan kolega ku yang sudah tau akan ada pernikahan fanny dan Justin!
"Tapi fanny juga tidak bisa di paksakan Pah! ia sudah besar bukan anak anak lagi yang harus kita atur, fanny yang akan menjalankan hidupnya, bukan kita!"
"Jadi kau malah membela fanny! apa kau tak sadar sudah berapa banyak anakmu buat ulah! apa kau masih terus bela anak keras kepala itu!
"Papa bilang Fanny keras kepala! apa Papa tak sadar fanny dan Reno menuruni sifat Papah!
"Brakk!
"Sudah cukup Mah! Pah!
Suara pintu kamar terbuka kasar, mereka melihat fanny sudah berdiri di ambang pintu.
"Kalau fanny hanya menyusahkan Mama dan Papa, baiklah fanny akan pergi sekarang juga dari rumah ini! Fanny berlari meninggalkan pertengkaran kedua orang tuanya.
"Lihat sekarang, bagaimana kalau fanny benar benar kabur! papa tidak bisa menjaga emosi, selalu ambil tindakan tanpa berpikir panjang! suara Andini sudah meninggi, menatap sinis wajah suaminya yang masih terlihat emosi. dengan wajah memerah Ramon mengepalkan tangannya.
"Fanny! Andini berlari keluar kamar mengejar fanny.
Di depan teras fanny masuk kedalam mobil dan menyalakan starter.
"Fanny tunggu! kau jangan pergi! teriak Andini, yang tidak di perdulikan oleh Fanny.
Fanny sudah melajukan mobilnya, didepan gerbang ia berteriak pada satpam penjaga.
"Pak! tolong buka pintu gerbang!."
"Non Fanny mau kemana, ini sudah jam satu malam!"
"Cepat Pak buka gerbang nya! tanpa peduli pertanyaan satpam fanny terus berteriak.
Pintu gerbang terbuka lebar dan mobil Fanny keluar dengan cepat. ia terus melajukan mobilnya tanpa arah.
__ADS_1
"Kemana aku harus pergi? hiks.. "Aku sudah tidak tau lagi harus kemana? terlintas di pikiran fanny untuk pulang ke apartemen "Apa aku pulang ke apartemen? tidak! sudah lama apartemen itu jarang aku datangi, yang ada aku semakin stres."
Fanny menepikan mobilnya di pinggir jalan ia terus menangis terisak, "Aku akan menumpang di rumah Anggie! fanny melirik arlojinya "Tapi ini sudah jam setengah dua?" Ia masih terus berfikir "Ke apartemen Tante Siska? tapi Papah bilang tidak boleh minta bantuan Tante Siska dan Kak Reno."
Dret! dret, dret,
Ponsel fanny berbunyi, ia melihat nama Delena di layar ponsel "Kak Delena menelpon ku? Fanny sempat terdiam sejenak dan ia menerima panggilan itu.
"Fanny! kau ada dimana? suara Delena terdengar panik.
"Aku...." ucapan fanny tertahan, terdengar suaranya bergetar.
"Fan! Mama telpon dan sudah ceritakan semua nya sama Kaka, sekarang pulang kerumah kaka ya." bujuk Delena lembut.
"Tapi kak, Papa tidak mengijinkan aku untuk datang kerumah kak Reno." hiks..
"Tidak apa-apa, mungkin Papa lagi emosi sesaat, tak baik anak gadis diluar malam hari, ayo pulang kerumah Kaka."
"Tapi kak!
"Sudah tidak usah khawatir, Kaka akan bantu selesaikan masalah mu ya!
"Baiklah kak! aku akan kerumah kak Reno."
"Ya sudah hati hati dijalan, jangan ngebuat ya."
Fanny melajukan mobilnya kembali untuk ke mansion Reno.
*****
Sementara di Clubs J&E sedang mengadakan acara party seorang pembisnis. Malam itu Shella tak bersemangat untuk ikut bergabung dalam acara party itu. ia duduk termenung di sebuah bar memakai dress panjang selutut berwarna merah maroon riasan tebal sudah menjadi ciri khas Shella.
"Malam ini temani aku berdansa."
"Maaf aku tidak bisa! melepas tangan pria itu.
"Kau ini kenapa Shell? ayolah bernyanyi kalau kau tidak ingin berdansa, aku akan sawer dirimu, kau lihat Pria yang sedang duduk disana! menunjuk seorang pria yang duduk di ruangan VIP "Dia pria berduit dan pembisnis kaya raya, kau bisa jerat pria itu sambil bernyanyi, pasti ia akan tergoda dengan kecantikan dan kemolekan tubuh mu!"
"Tapi Hans, aku sedang tidak bersemangat! wajah Shella terlihat pucat.
"Apa karena bos tidak datang? seorang wanita seumuran Shella sudah duduk di kursi satunya sambil membawa wine.
"Ini untuk mu!
"Tidak Ros, aku tidak minum lagi!
"Why? biasanya kau yang paling jago minum."
Shella terdiam, ia hanya menghela nafas dalam. "Wah panjang umur, ternyata Bos kita datang juga malam ini! kata Rosa sambil meneguk wine ditangannya.
"Benarkah? Shella memutar tubuhnya ia melihat Justin datang dan berjalan kearah ruangan VIP.
"Aku akan menemuinya!
"Tunggu Shell! kau jangan cari masalah dengan bos malam ini, sepertinya ia sedang ada masalah, lihat ekspresi wajahnya yang dingin dan suram.
"Tapi aku harus bicara dengan nya sekarang! Shella turun dari kursi bar dan berjalan kearah ruangan VIP. Ia menggeser pintu kaca dan berjalan masuk kedalam.
__ADS_1
"Malam Bos! tersenyum sumringah.
Justin sedang berbincang dengan Pria yang sedang merayakan party di clubs nya.
"Siapa wanita cantik ini? tanya Pria itu yang melihat Shella sudah duduk disamping Justin.
"Seorang penyanyi disini!
"Wow ternyata kau sangat dekat dengan penyanyi di Clubs mu sendiri!" Ogawa tergelak.
"Silakan diminum Ogawa, kau adalah tamu kehormatan disini! mengalihkan pembicaraan.
"Terima kasih just! bisa aku sewa wanita ini untuk bernyanyi!
"Tentu saja!
"Tidak! Shella menjawab dengan cepat.
Justin menoleh pada Shella dan menatap sinis. "Kau bekerja disini untuk bernyanyi bukan? tuan Ogawa baru datang dari Jepang, ia datang ke clubs ku untuk bersenang senang, sekarang bernyanyi lah untuk nya." perintah Justin.
"Shella berbisik "Aku ingin bicara dengan mu bos, ada hal penting yang harus aku bicarakan!
"Kau jangan banyak bertingkah Shell! cepat kerjakan tugasmu!
"Tidak akan! sebelum aku bicara dulu dengan mu! ancam Shella.
Justin mendengus kasar, terlihat kekesalan diwajahnya, tapi ia masih bisa menutupi di depan Ogawa.
"Tuan Ogawa, ada hal penting yang harus aku bicarakan pada penyanyi ku, setelah ini ia akan bernyanyi untuk anda!
"Baiklah aku akan menunggu!
Justin dan Shella berjalan kearah kamar khusus milik Justin yang berada di lantai tiga.
Didalam kamar.
"Apa yang ingin kau bicarakan, katakan lah cepat!
Shella berjalan mendekat dan memeluk tubuh Justin, dengan kasar Justin melepas pelukan Shella. "kau jangan menggoda ku Shella! aku sedang tidak ingin di ganggu!
"Kenapa kau jadi kasar padaku just!
"katakan apa mau mu, aku masih harus menemui tamu! melihat Shella terdiam dengan kesal Justin membuka kasar pintu kamar.
"Aku hamil anak mu! seru Shella, sebelum Justin meninggalkan kamar.
"Deg! deg, deg... jantung Justin berdetak.
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
@Bersambung......💃💃💃