ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Petualangan Frans dan Fanny


__ADS_3

"Aaaakkkkhhhh....


Suara teriakan pria itu menggema, hingga membangunkan mereka yang sedang terlelap.


"Fanny cepat keluar! sebelum mereka semua bangun!


"Frans! Fany kluar dari kamar mandi.


"Ayo cepat kita pergi! Frans menarik tangan Fany dan meninggalkan tempat itu.


Mereka berlari secepat mungkin, tapi fanny susah berlari cepat karena tangannya masih terborgol.


"Frans aku sulit berlari cepat, tangan ku masih terborgol."


"Aku akan melepaskan borgol mu setelah ada matahari, ini masih malam tidak ada cahaya atau penerangan. kita harus secepatnya menjauh dari tempat ini, jangan sampai mereka cepat mengejar kita."


"DORR!


Terdengar suara tembakan dari jarak jauh.


"Frans ada suara tembakan, apa mereka mengejar kita!


"Sepertinya mereka sudah tahu kalau kita kabur, mereka pasti mengejar kita. Ayo cepat!


"Frans kita berada dimana sekarang? tempat ini begitu gelap dan banyak suara binatang yang menakutkan. aku sangat takut."


"Kita berada di hutan. Kau harus tenang tidak usah takut. Aku selalu ada bersamamu apapun yang akan terjadi. kita sudah keluar dari sarang penjahat, jangan sia siakan kesempatan ini."


Sementara di tempat para bandit, mereka begitu terkejut melihat Frans dan Fanny kabur. Yono selaku ketua perampok begitu murka, ia mengeluarkan pistol dan menembak ke langit-langit.


"DORR!


"DORR!


Anak buah Yono yang tertidur pulas terbangun karena kaget mendengar suara tembakan. sedangkan Yono dan Parjo terbangun saat mendengar teriakkan anak buahnya yang dipukul oleh Frans.


"Dasar bodoh apa saja kerja kalian! mengurus dua tawanan saja tidak becus!


"Maaf Bos, kami ketiduran dan tak tahu kalau ini akan terjadi!


PLAKK! sebuah tamparan keras mendarat di pipi anak buah Yono.


"Bodoh ko di pelihara! Siapa yang suruh kalian tidur! bukan berjaga malah pada molor! cepat kalian berpencar kejar mereka. Apa mau aku tembak satu persatu kalian, hah! teriak Yono dengan amarah meletup-letup.


"Jangan Bos! kami masih ingat hidup, maafkan kami Bos!


"Kalian ngapain masih disini. Cepat kejar mereka!!!!


"Baik Bos! ucap Lima orang anak buah Yono serempak.


"Parjo buka borgol si Yanto. Dasar tolol disuruh eksekusi pria itu malah dia yang di borgol! Yono masih berteriak-teriak Karena kesal.


"Bagaimana kalau Bos besar tahu, Bos! kita belum eksekusi Pria itu, sudah pasti Tuan Justin murka!


jangan sampai tuan Justin tahu dulu masalah ini, kita diam saja dulu, kalau ketemu pria itu langsung tembak ditempat!


"Bagaimana dengan wanita itu!


"Jangan ditembak, wanita itu untuk menemani aku di markas!


"Baik Bos aku pergi dulu menyusul yang lainnya."


Frans dan Fanny masih terus berlari menyusuri jalanan setapak yang dipenuhi pepohonan rimbun dan banyak ilalang yang tinggi.


"Frans aku sudah tidak kuat lagi berlari. Aku lelah! suara fanny terdengar serak dan nafasnya tersengal sengal.

__ADS_1


"Fanny, kita cari tempat yang teduh, sebentar lagi pagi. setelah ada cahaya aku akan buka borgol mu."


"Tapi aku sudah tak kuat! Fanny jatuh ketanah.


Frans sangat panik, ia begitu kasihan melihat fanny "Fanny aku akan menggemblok mu." Frans berjongkok. "Naiklah ke punggung ku!


"Tapi aku takut kakimu kenapa-napa, kau baru saja sembuh."


"Kau tidak perlu khawatir, kakiku sudah kuat bahkan aku bisa berlari cepat melebihi harimau." canda frans terkekeh.


"kau jangan bercanda Frans! ini bukan waktunya kita bercanda. Aku begitu takut dan hampir mati rasa!"


"Sudah ayo naiklah, waktu kita tidak banyak!


Sebenarnya Fanny tidak tega dan merasa kasihan pada Frans. ia takut kakinya baru sembuh akan mengalami kerusakan kembali, karena harus menggendong dirinya, tapi karena Frans begitu memaksa akhirnya Fany mau naik ke punggungnya.


Frans berjalan cepat sambil menggemblok tubuh fany, agar sampai di tempat yang nyaman.


Satu kilo meter berjalan, Fany merasa Frans begitu kelelahan. Tapi frans terus berjalan tanpa lelah.


"Frans berhenti! lihat sudah ada cahaya, cepat turunkan aku. Kau terlihat lelah."


Frans menurunkan fanny. "Sepertinya kita sudah jauh meninggalkan tempat itu. kita duduk di pohon besar itu."


Mereka sudah duduk di akar pohon beringin. bersandar pada batang pohon yang besar.


Hari sudah hampir pagi, sudah terlihat cahaya walau belum begitu terang. mana tanganmu aku akan buka borgolmu."


Frans mengambil kawat dari saku celananya dan mulai membuka borgol fanny.


"Frans Kenapa lama sekali, tanganku sangat sakit."


"Sabar sayang, sebentar lagi terbuka."


klik!


"Sayang aku sudah bebas, borgolnya terlepas." Fany yang terlihat senang memeluk Frans erat dan menciumi pipinya berkali-kali.


"Wah kekasihku sangat liar." ujar Frans terkekeh.


"Frans setelah kita keluar dari hutan ini, kita akan selalu hidup bersama. Aku tidak ingin berpisah lagi denganmu, bawa aku pergi kemanapun kau mau."


Menatap wajah kekasihnya penuh cinta "Pasti sayang, aku janji akan tetap bersama mu dan memperjuangkan cinta kita. kali ini aku tidak akan mundur walau selangkah pun."


"Terima kasih Frans! Fanny memeluk Frans lagi bahkan sangat erat, tak terasa fany menitikkan air mata. Frans mengelus lembut kepala Fanny.


"Kau harus perjuangkan aku didepan Papa dan Mama ku!


"Pasti sayang, secepatnya aku akan meminta restu pada kedua orang tuamu."


"Tapi sayangnya kebahagiaan kalian cukup sampai disini! menodongkan pistol kearah mereka berdua. "Hahahaha.... "kalian tidak akan bisa hidup bersama. Sejauh mana kalian ingin kabur dari kami, pasti akan ku temukan. sebab ini daerah kekuasaan kami, cepat menyerah lah!


Tiba-tiba anak buah Yono sudah berdiri di depan Frans dan Fany. Mereka melepaskan pelukannya dan menoleh kedepan. Mereka berdua terperanjat kaget dan tak menyangka secepat itu anak buah Yono sudah menemukan mereka berdua.


"Fanny kau jangan panik, aku akan cari akal agar mereka tidak sampai membawa kita lagi." bisik Frans.


"Tapi mereka membawa senjata, Aku tidak ingin kau kenapa-napa Frans!


"Berdoalah semoga kita selamat dari tangan mereka."


"Fany mengangguk, walau sebenarnya ia sangat takut.


kalian sedang berdiskusi apa! cepat menyerahkan sebelum peluru ini bersarang di otak kalian! bentak pria didepan mereka.


"Fany ayo ikuti langkahku, kau jangan jauh dariku!

__ADS_1


"Mereka ada tiga orang frans, Apa kau sanggup melawan mereka."


"Berdoalah sayang, hanya itu satu satunya senjata kita." masih berbisik walau sangat kecil tapi masih terdengar di telinga fanny.


Mereka menarik tangan Fany dan Frans. satu orang lagi menodongkan pistol di kening Frans.


"Cepat kalian borgol mereka! perintah pria itu pada kedua anak temannya.


"Kita tidak bawa borgol! karena tadi terbaru buru!


"kalau begitu kau cari akar ranting pohon yang kuat!


"Tidak perlu diikat. Tadi Bos menelpon ku bila ketemu dengan mereka berdua. pria ini langsung kau tembak mati ditempat! dan wanita itu kita bawa ke markas.


"Oke baiklah!


"Apa maksud kalian! teriak fany, seorang pria memegang erat kedua tangan fanny dari belakang. "Lepaskan aku brengsek! Frans..!


"Cepat kau berlutut! bentak pria yang mencekal tangan Frans dari belakang. Frans hanya diam tak bergeming. Pria itu menendang lutut Frans hingga jatuh terduduk ketanah.


"Ini hari terakhirmu, berdoalah! Pria itu berdiri tepat didepan frans sambil menodongkan pistol ke dahinya.


"Boy, bawa wanita itu pergi!


"Ayo ikut aku! kita pergi dari sini!


"Tidak mau, lepaskan! kau jangan tembak kekasihku, ku mohon! Fanny berteriak histeris. pria itu tetap menarik kasar tangan fanny.


Frans terus berdoa dalam hati dan berharap ada keajaiban.


'Klik' "Ucapkan selamat tinggal kawan!


"DORR!


Sebelum tembakan itu mengenai kepalanya, frans sudah lebih dulu menendang kaki si penembak itu dengan keras, hingga tembakan itu nyasar mengenai temannya sendiri yang berdiri di belakang Frans.


"Aaaakkkhhhh!


"Fransss.....!!!


Suara fany berteriak histeris yang sudah berjalan menjauhi mereka. Fany berfikir Frans sudah ditembak mati.


"Lepaskan! tidak Frans jangan mati! jangan tinggalkan aku! hiks...


"Ayo cepat! lamban sekali jalan mu!


"Kalian memang penjahat, aku pasti akan membalasnya!


Dengan sekuat tenaga Fanny terus berontak dan mengigit kuat tangan Pria itu.


"Aaaaaawwwww....


Dengan cepat fany berlari kearah tempat Frans di eksekusi. ia terus berlari tanpa menghiraukan tangannya terluka terkena ranting dahan yang rimbun.


'


'


'


'


Bersambung....


@Sekarang masih part Fanny dan Frans, seperti permintaan reader yang selalu rindu kisah mereka di ulas. Author sudah penuhi keinginan kalian, sekarang gantian kalian bantu Author untuk:

__ADS_1


LIKE, GIFT/VOTE, RATE BINTANG 5, SERTAKAN KOMENTAR POSITIFNYA.


__ADS_2